<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562</id><updated>2012-01-17T13:35:23.284+07:00</updated><category term='INFO'/><title type='text'>mengkhayal sampai mati</title><subtitle type='html'>behind the script</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>131</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8433032839037616644</id><published>2011-09-11T08:58:00.002+07:00</published><updated>2011-09-11T09:01:10.753+07:00</updated><title type='text'>Lima Film Terbaik Karya Steven Soderbergh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7MHGqGNq6vs/TmwWYSgT7GI/AAAAAAAAAgY/pdvlAMcAH6s/s1600/steven_soderbergh__1_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7MHGqGNq6vs/TmwWYSgT7GI/AAAAAAAAAgY/pdvlAMcAH6s/s400/steven_soderbergh__1_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650916238983162978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama Steven Soderbergh saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di AS, berkenaan dengan rilis film terkininya berjudul Contagion yang langsung mendapat sambutan hangat di sana. Apa yang istimewa dari salah satu dari sedikit sutradara brilian Hollywood itu? Sebagaimana diwartakan AP, Jumat (9/9), Soderbergh cenderung senantiasa menghasilkan karya-karya yang bermutu, karena mempunyai daya imajinasi yang selalu berbeda dalam setiap filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai genre film yang telah dibesutnya, seperti genre komedi satir dan gelap, hingga drama yang mencekam, sampai film eksperimen dengan bujet yang sangat minim, hingga yang berkelas extravagansa, sudah pernah dilaluinya. Meski demikian, dia dikenal senantiasa ingin mencoba sesuatu yang baru dalam segala hal. Hal itulah yang dalam bahasa AP membuat Soderbergh menjadi sangat, "vital and exciting", dalam perfilman Hollywood, dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film terkininya berjudul Contagion, yang bernarasi tentang virus mematikan yang menyebar ke seluruh dunia, dan memakan jutaam jiwa, sedang menjadi perbincangan hangat, yang belum usai hingga kini. Yang membuatnya namanya setika dibangkitkan lagi beserta karya-karya brilian yang pernah dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatif&lt;br /&gt;Berikut adalah lima film Steven Soderbergh, yang dinilai memberikan kredit positif atas kerja kreatifnya di dunia film. Pertama adalah film  Traffic (2000), yang mengantarkannya meraih Academy Award sebagai best director, meski dia juga berkompetisi dengan filmnya yang lain yang juga dia sutradarai, yaitu film Erin Brockovich (yang berkisah tentang perdagangan obat-obatan terlarang di dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di film ini, sejumlah aktor, dan aktris papan atas, dengan senang hati bekerja di bawah arahan tangan dinginnya. Sehingga membuat Michael Douglas, Catherine Zeta-Jones, Don Cheadle dan pemenang Oscar Benicio Del juga memberikan yang terbaik, via akting mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selantunya adalah film Out of Sight (1998), film yang berangkat dari novel karya Elmore Leonard itu, bernarasi tentang hubungan yang terbentuk antara perampok bank (George Clooney) dan agen federal marshal yang terus mengejarnya (Jennifer Lopez). Film yang melaraskan antara komedi, suspen, serta drama gelap dalam balutan satir itu, membuat nama Clooney dan Lopez menghasilkan hubungan kimiawi yang banyak mendapat pujian. Apalagi sejumlah pendukung lainnya seperti Ving Rhames, Albert Brooks, Cheadle , Steve Zahn dan Catherine Keener makin menguatkan peran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan film The Limey (1999) menempatkan nama Terence Stamp sebagai bandit Inggris yang mantan narapidana, dan melakukan perjalanan ke Los Angeles, untuk melakukan investigasi atas kematian anak perempuannya, menyuguhkan ketegangan yang lain. Stamp yang total dan tumpah berakting, membuat lawan mainnya, yaitu Peter Fonda -aktor pupoler para era 60-an- bergidik dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah film Erin Brockovich (2000), yang berkisah tentang kisah nyata tokoh Erin, melawan polusi industri yang mengotori air rumah tangganya, di kota tempat ia tinggal. Yang akhirnya menimbulkan sebuah perjuangan yang hangat dari seorang ibu rumah tangga, menginspirasi, lucu, sekaligus seksi. Julia Roberts yang berlakon sebagai Erin, berhasil mengejawantahkan peran itu dengan sangat baik sekali. Sehingga mengantarkannya mendapatkan best-actress dari Oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima adalah film Ocean's 11 (2001), sebuah remake dari film tahun 1960, yang memusat pada kisah para bandit yang mahir lari dari sebuah aksi kejahatan, dengan sangat rapi, manis, sekaligus menghibur, tanpa harus kehilangan unsur ketegangannya. Film ini, mengumpulkan banyak pemian kelas wahid. Sebuah kerja kreatif, yang nyaris mustahil untuk diulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah sejumlah pendukung lakonnya seperti, George Clooney, Julia Roberts, Matt Damon dan Brad Pitt yang tercatat sebagai aktor dan aktris berbayaran tertinggi di Hollywood. Yang semua film yang mereka bintangi, nyaris selalu mendatangkan penonton secara masif ke gedung bioskop. Serta didukung sejumlah aktor mapan lainnya seperti Al Pacino, Andy Garcia, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;(Benny Benke/CN15) SUARA MERDEKA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8433032839037616644?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8433032839037616644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/09/lima-film-terbaik-karya-steven.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8433032839037616644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8433032839037616644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/09/lima-film-terbaik-karya-steven.html' title='Lima Film Terbaik Karya Steven Soderbergh'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7MHGqGNq6vs/TmwWYSgT7GI/AAAAAAAAAgY/pdvlAMcAH6s/s72-c/steven_soderbergh__1_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2773153888878018625</id><published>2011-08-22T09:34:00.001+07:00</published><updated>2011-08-22T09:35:55.352+07:00</updated><title type='text'>Naskah 'Rambo V: The Savage Hunt' Telah Rampung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6PAnh2lv7As/TlHAhq3cqbI/AAAAAAAAAgQ/t-RNoLKKUZQ/s1600/00010225.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6PAnh2lv7As/TlHAhq3cqbI/AAAAAAAAAgQ/t-RNoLKKUZQ/s400/00010225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643503492747012530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis naskah "Conan the Barbarian", Sean Hood, kabarnya telah menyerahkan naskah film "Rambo V: The Savage Hunt". Hal ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara untuk film yang dibintangi Jason Momoa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bertemu dengan Sylvester Stallone dua kali tahun lalu," ungkap Sean. "Ia memberi saya sebuah buku, sebuah naskah tua dan sekitar dua puluh halaman naskah yang ia tulis sendiri untuk digunakan sebagai inspirasi terakhir kisah Rambo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya buku apa yang diberikan Sylvester kepadanya, Sean tak mau memberitahu. Ia hanya mengatakan bahwa film Rambo kelima ini tidak didasarkan pada salah satu ide yang ada di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kisah tentang Rambo yang menyelamatkan gadis muda dari obat mematikan. Bukan pula tentang perburuan yang buas. Namun lebih seperti novelnya, "First Blood".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski naskah telah diserahkan, namun kesepakatan belum dilakukan. Sylverter juga sedang terlibat film "The Expendables II".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai sekarang, saya tidak tahu apakah Mr Stallone benar-benar akan membuatnya. Sekarang, seperti yang saya mengerti, ia telah berkomitmen untuk 'Bullet to the Head' dan 'The Expendables II'," kata Sean. "Tapi studio film Millenium meminta saya untuk menyelesaikan naskah dan menyadari kisahnya dan harapan saya adalah bahwa ia akhirnya akan terinspirasi untuk melakukan satu lagi film Rambo, dengan gaya 'Unforgiven' (1992) arahan Clint Eastwood."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Sylvester pernah menyatakan keraguannya tentang proyek film ini. Selain itu, ia juga tak ingin dianggap mata duitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini cukup baik. Saya yakin 99 persen bahwa tidak akan ada lagi (film Rambo)," kata aktor berusia 65 tahun ini. "Saya sangat senang dengan film terakhir dan film lain mungkin disalahartikan sebagai sikap yang tidak perlu dan mata duitan. Saya tidak ingin itu terjadi."&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2773153888878018625?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2773153888878018625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/08/naskah-rambo-v-savage-hunt-telah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2773153888878018625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2773153888878018625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/08/naskah-rambo-v-savage-hunt-telah.html' title='Naskah &apos;Rambo V: The Savage Hunt&apos; Telah Rampung'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6PAnh2lv7As/TlHAhq3cqbI/AAAAAAAAAgQ/t-RNoLKKUZQ/s72-c/00010225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5729668005061213186</id><published>2011-08-22T07:54:00.003+07:00</published><updated>2011-08-22T07:55:20.500+07:00</updated><title type='text'>5 Film Perampokan Bank Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pypH-dpwA70/TlGo4xBDCPI/AAAAAAAAAgI/FuyqReU5iC8/s1600/Dog_Day_Afternoon_Movie_Poster_Print_Custom_Framing_Available_1_Large.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 279px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pypH-dpwA70/TlGo4xBDCPI/AAAAAAAAAgI/FuyqReU5iC8/s400/Dog_Day_Afternoon_Movie_Poster_Print_Custom_Framing_Available_1_Large.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643477501255813362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah kehidupan manusia yang menjadi inspirasi dalam pembuatan film. Tak terkecuali kisah kriminal seperti perampokan bank. Kantor berita Associated Press (AP) memilih lima film yang khusus menceritakan secara spesifik perampokan bank. Bukan film yang hanya adegan perampokan sebagai fitur tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah lima film perampokan bank terbaik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. 'Dog Day Afternoon' (1975)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film 'Dog Day Afternoon' merupakan salah satu karya terbaik sutradara Sidney Lumet. Film ini sudah tidak diragukan lagi pasti masuk dalam daftar film perampokan bank terbaik. Di film 'Dog Day Afternoon', aktor watak Al Pacino berhasil memerankan seorang perampok bank bernama Sonny yang memerlukan uang untuk membiayai operasi trans gender kekasihnya. Dalam film tersebut, Sonny  sukses memberikan kejutan, terutama saat ia berinteraksi dengan penjaga bank dan teller. Meski seorang perampok, Sonny justru terlihat peduli dengan mereka. Akting Al Pacino di film ini dianggap sebagai yang terbaik sepanjang kariernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. 'Bonnie and Clyde' (1967)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film klasik garapan sutradara Arthur Penn ini sukses membawa nama Bonnie dan Clyde identik dengan kejahatan yang yang diselingi nuansa romantis. Film ini dinilai sangat hidup, lucu sekaligus menegangkan. Akting Faye Dunaway dan Warren Beatty sebagai  perampok bank sangat menarik untuk disimak. Film ini sukses meraih 10 nominasi Academy Awards dan memenangkan dua penghargaan untuk kategori aktris pembantu terbaik (Estelle Parsons sebagai saudari ipar Clyde) dan sinematografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. 'Heat' (1995)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi hampir tiga jam ini menampilkan karya terbaik sutradara Michael Mann, mulai dari visual hingga aksi kekerasan. Film ini mengeksplorasi area abu-abu dimana pria jahat dan pria baik sulit dibedakan. Film bertema perampokan bank ini lagi-lagi dibintangi Al Pacino. Berbeda denganperannya di film 'Dog Day Afternoon', dalam film ini, Al Pacino justru memerankan seorang polisi detektif Los Angeles. Sementara karakter antagonis atau perampok bank diperankan Robert De Niro. Film ini juga dinilai menampilkan adegan baku tembak yang epik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. 'Inside Man' (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang dirilis pada 2006 silam ini benar-benar menunjukkan karakter sang sutradara, Spike Lee. Film ini berkisah tentang perampokan yang direncanakan dengan sangat cermat oleh sekelompok bandit. Sedikit humor membuat film ini menjadi lebih santai dan sedap ditonton. Denzel Washington memerankan detektif NYPD yang bernegosiasi dengan para perampok bank. Sementara Clive Owen sukses memerankan pimpinan perampok yang berkarakter tenang dan sombong. Film ini juga didukung aktor dan aktris bertalenta seperti Jodie Foster, Christopher Plummer, Chiwetel Ejiofor, serta Willem Dafoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 'Point Break' (1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum sutradara Kathryn Bigelow memenangkan Piala Oscar untuk film 'The Hurt Locker', ia adalah salah seorang wanita yang gemar membuat film aksi. Film 'Point Break' menjadi salah satu karya Kathryn Bigelow yang patut ditonton. Dalam film ini, aktor Keanu Reeves berperan sebagai agen FBI bernama Johnny Utah. Ia melakukan penyamaran dalam rangka menangkap sekelompok perampok bank yang selalu mengenakan topeng Presiden AS dalam setiap aksinya. Adapun pimpinan perampok diperankan Patrick Swayze dengan apik. (Rudy Bun) (adi)&lt;br /&gt;• VIVAnews &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5729668005061213186?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5729668005061213186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/08/5-film-perampokan-bank-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5729668005061213186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5729668005061213186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/08/5-film-perampokan-bank-terbaik.html' title='5 Film Perampokan Bank Terbaik'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pypH-dpwA70/TlGo4xBDCPI/AAAAAAAAAgI/FuyqReU5iC8/s72-c/Dog_Day_Afternoon_Movie_Poster_Print_Custom_Framing_Available_1_Large.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-9002557993960440095</id><published>2011-08-15T10:08:00.001+07:00</published><updated>2011-08-15T10:11:52.570+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Film Horor Disukai?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-JLCEkJQu8Ec/TkiOcTOCulI/AAAAAAAAAgA/LldDOukSZ88/s1600/1765173.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JLCEkJQu8Ec/TkiOcTOCulI/AAAAAAAAAgA/LldDOukSZ88/s400/1765173.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640915150128200274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat (AS), jutaan orang rela menghabiskan banyak uang demi kesenangan menakutkan seperti Halloween. Berikut penjelasan mengapa orang menyukai sensasi ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari rumah berhantu hingga film horor, remaja hingga dewasa nampaknya menyukai ketakutan yang ‘menyenangkan’. “Orang menonton film horor karena ingin takut,” ungkap editor ‘Why We Watch: The Attractions of Violent Entertainment’ Jeffrey Goldstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor sosial dan psikologi organisasi di University of Utrecht, Belanda, ini mengatakan, orang memilih hiburan yang bisa mempengaruhinya. “Itulah alasan orang memilih produk hiburan seperti film horor,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensasi Sinister&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dekan College of Social and Behavioral Science David Rudd di University of Utah, orang-orang menikmati perasaan takut dan mencari-cari perasaan itu karena, jauh di lubuk hati, mereka tahu mereka tak sedang dalam bahaya nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang ini memahami risiko nyata kegiatan tersebut. Yakni, marjinal, dan karena kesadaran mendasarinya, orang-orang ini mengalami kegembiraan bukan ketakutan yang sebenarnya, jelas Rudd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya orang menikmati saat pergi ke wahana taman hiburan yang mengerikan dan menyurusi rumah hantu bertema Halloween. Kebanyakan orang dewasa dan remaja mampu mengukur secara realistis tingkat aktual ancaman yang mampu merangsang ketakutan mereka dan mengaitkannya dengan tingkat keselamatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, menonton film horor tak menimbulkan ancaman fisik. Karena hanya ada ancaman psikologis kecil, mereka hanya akan mendapat mimpi buruk sebagai akibat menonton film itu. Karenanya, sebagian besar penonton merasa aman menonton film seperti itu, dan bersemangat karenanya, bukan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala toleransi terror&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang dewasa dan kebanyakan anak kecil tak bisa mengukur hal tersebut dengan benar dan mereka pun merasakan ancaman yang lebih tinggi daripada itu. “Pengalaman ketakutan ‘nyata’ terjadi saat penilaian ancaman lebih besar dari keselamatan,” ujar Rudd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang takut terbang menilai ancaman kecelakaan dalam mode yang tak realistis dan tak proporsional karena itu sebenarnya lebih aman dari menyetir, lanjutnya. “Sebagai hasil penilaian yang salah, mereka mengalami ketakutan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mengapa anak-anak bisa dengan mudah menjadi ketakutan dibanding orang dewasa. Hal ini dikarenakan pengalaman yang kurang saat mengukur keselamatan dari hal-hal seram yang mereka lihat, mulai dari kostum raksasa mengerikan hingga kerangka berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil bisa melihat Halloween yang menyenangkan sebagai ancaman serius pada keselamatannya, dan menjadi benar-benar ketakutan. Orang dewasa sudah terbiasa dari waktu ke waktu dan jauh lebih baik dalam menilai, ujar Rudd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semuanya hanyalah terkait penilaian risiko, orang dewasa jauh lebih baik dari anak-anak. Hal ini merupakan sesuatu yang kita pelajari dari waktu ke waktu, hal ini merupakan bagian kematangan”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-9002557993960440095?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/9002557993960440095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/08/mengapa-film-horor-disukai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/9002557993960440095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/9002557993960440095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/08/mengapa-film-horor-disukai.html' title='Mengapa Film Horor Disukai?'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JLCEkJQu8Ec/TkiOcTOCulI/AAAAAAAAAgA/LldDOukSZ88/s72-c/1765173.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-525342683287241540</id><published>2011-07-29T07:44:00.002+07:00</published><updated>2011-07-29T07:48:31.388+07:00</updated><title type='text'>Film Hollywood Diputar Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-czoa2yX5ROY/TjIDVN7TNrI/AAAAAAAAAf4/Be9ak9yj26I/s1600/I%2527ll%2Bbe%2Bback.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-czoa2yX5ROY/TjIDVN7TNrI/AAAAAAAAAf4/Be9ak9yj26I/s400/I%2527ll%2Bbe%2Bback.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634569746844432050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, mulai 29 Juli 2011, berbagai film Hollywood akan diputar di beberapa gedung bioskop di Indonesia."Mulai 29 Juli 2011, film-film Hollywood mulai diputar di beberapa gedung bioskop," katanya di Jakarta, Kamis (28/7/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, dua film yang paling ditunggu, yaitu Harry Potter and the Deathly Hallows Part-2 dan Transformers: Dark of the Moon, mulai diputar dalam pekan ini. Setelah dua film itu, beberapa film Hollywood lain sudah mengantre dan akan dilanjutkan dengan film-film lain."Imbauan saya, meski film Hollywood sudah mulai masuk, tetaplah tonton film Indonesia yang sudah mulai meningkat kualitasnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya terus mencari cara agar film impor bisa masuk ke Indonesia meskipun saat ini masih terjadi tarik ulur tunggakan pajak film sebesar Rp 25 miliar dan denda 1.000 persen.Ia berpendapat, industri film nasional, termasuk bioskop di Indonesia yang kini jumlahnya 676 layar, perlu mendapatkan dukungan dengan lebih banyaknya film yang diputar di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas film nasional saat ini masih berkisar 100 judul sehingga masih memerlukan lebih banyak judul film untuk mengisi kekosongan layar-layar tersebut."Film impor harus masuk agar bioskop di Indonesia tetap hidup," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan prihatin jika potensi penonton film Hollywood di Indonesia yang mencapai satu juta orang akan "lari" ke negara tetangga seperti Singapura untuk bisa memuaskan hobinya menonton film dan berpotensi pada hilangnya devisa dari sisi pariwisata. Pihaknya tidak memiliki wewenang dalam kaitan perpajakan yang saat ini masih menimpa para pengimpor film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bukan kewenangan saya. Kewenangan saya adalah menghidupkan industri film nasional," katanya.Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan dan bukan berarti para penunggak pajak dibebaskan dari kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir lima bulan pihak major studio Hollywood yang tergabung dalam Motion Picture Association (MPA) melakukan commercial hold, terhitung sejak 15 Juli 2011, mereka telah kembali mengimpor produk film blockbuster ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencabutan commercial hold oleh MPA dilakukan menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90/PMK.011/2011 yang mengatur perubahan mendasar dalam sistem penghitungan bea masuk film impor dari sistem metrik menjadi durasi, dan dari sistem tarif ad valerum menjadi tarif spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, PMK Nomor 102/PMK.011/2011 semakin memperkuat keyakinan major studio Hollywood untuk mengekspor filmnya ke Indonesia.PMK tersebut mengatur tentang dasar nilai lain dalam pengenaan pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan atas pemanfaatan film impor di dalam daerah kepabeanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelaku usaha impor film, PT Omega Film telah mendapatkan kepercayaan sebagai mitra major studio Hollywood yang tergabung dalam MPA untuk mengimpor empat film blockbuster, antara lain Transformer: Dark of the Moon dan Harry Potter and the Deathly Hallows Part-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film yang telah lulus sensor itu diharapkan dapat mulai dipertunjukkan di bioskop-bioskop pada akhir Juli 2011.Ia mengatakan, selama periode Januari-Juli 2011, jumlah film impor mencapai 75 judul.Film-film tersebut diimpor oleh sembilan perusahaan pengimpor film yang aktif dari 65 perusahaan pengimpor film yang terdaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :ANT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-525342683287241540?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/525342683287241540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/07/film-hollywood-diputar-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/525342683287241540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/525342683287241540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/07/film-hollywood-diputar-lagi.html' title='Film Hollywood Diputar Lagi'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-czoa2yX5ROY/TjIDVN7TNrI/AAAAAAAAAf4/Be9ak9yj26I/s72-c/I%2527ll%2Bbe%2Bback.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4836950798627666267</id><published>2011-06-18T15:37:00.002+07:00</published><updated>2011-06-18T15:41:24.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Film Impor Kembali ke Bioskop Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Iu8rgEB0tM4/TfxknVQDLRI/AAAAAAAAAfw/vjL9-aFebmM/s1600/film-box-office.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 244px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Iu8rgEB0tM4/TfxknVQDLRI/AAAAAAAAAfw/vjL9-aFebmM/s400/film-box-office.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619477061933673746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penggemar film impor bermutu bisa tersenyum lebar lagi. Dalam waktu dekat, film impor kembali diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Bukan hanya mereka yang tersenyum lebar lagi, pekerja-pekerja di jaringan bioskop Indonesia yang tergabung dalam kelompok 21, XXI, atau Blitz pun tersenyum lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, dengan masuknya kembali film impor ke Indonesia, penggemar film kembali dapat menonton film bermutu keluaran terbaru Hollywood pada saat yang sama dengan film itu diputar di kota-kota besar di Amerika Serikat. Dengan demikian, mereka akan berbondong-bondong kembali ke bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Motion Picture Association of America (MPAA), asosiasi produsen film Hollywood, memutuskan menghentikan pendistribusian film Amerika Serikat per 17 Februari lalu karena keberatan atas bea masuk film impor, jumlah pengunjung bioskop menurun drastis. Mereka enggan pergi ke bioskop karena tidak ada lagi film bermutu baru yang ingin mereka tonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film baru, seperti Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides, Thor, Green Lantern, X-Men: First Class, dan Kung Fu Panda 2, tidak masuk ke sini sehingga penggemar film impor terpaksa memburu digital video disc (DVD)-nya. Dengan enggannya penggemar film impor pergi ke bioskop, dengan sendirinya pemasukan bioskop berkurang. Jika keadaan ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin pebisnis bioskop merugi, yang tahap selanjutnya diikuti pengurangan pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pekerja di XXI Pondok Indah Mall II sempat mengungkapkan kekhawatirannya akan kehilangan pekerjaan jika jumlah penonton terus menurun. Ia mengungkapkan, ia sudah mulai sibuk mencari lowongan kerja baru. Padahal, ia sudah senang bekerja di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produser film Mira Lesmana di jejaring sosial Twitter, 19 Februari lalu, menulis, ”Yang rugi penonton: kehilangan film bermutu. Bioskop: kehilangan penonton dan akhirnya tutup. Lalu film Indonesia: kehilangan bioskop.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan pajak sudah selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah sebelum hal tersebut terjadi, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik memberikan kabar gembira. Seusai mendengar ceramah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Indonesian Young Leaders Forum 2011 yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), 9 Juni lalu, Jero Wacik mengatakan, ”Urusan pajak film asing sudah selesai. Minggu depan barangkali sudah keluar SK (surat keputusan) menteri keuangan. Kami akan umumkan. Setelah itu, film asing akan mengalir dan melengkapi film Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jero Wacik, kehadiran film asing tetap diperlukan guna melengkapi film Indonesia yang belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan suguhan film bermutu. Dengan demikian, penonton tidak lagi jenuh dengan suguhan film seputar pocong, hantu, kuntilanak, dan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Masuknya film impor, terutama film box office Hollywood, dapat meningkatkan mutu film nasional.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan ucapan Jero Wacik, jika tidak ada aral melintang, SK menteri keuangan tentang pajak film asing akan keluar pada minggu ini atau paling lambat minggu depan. Sebab, pekan lalu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, besarnya pajak atas film impor masih dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan keluarnya SK menteri keuangan tentang pajak film asing itu, tidak berarti film impor bermutu langsung hadir. Paling tidak perlu waktu satu atau dua bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Eddy Putra Irawady mengatakan, pemerintah telah menetapkan satu importir yang mendapatkan izin mengimpor film. Dan, importir itu perlu waktu untuk mendatangkan film impor tersebut. Ia menambahkan, masih ada dua importir lain yang hingga saat ini belum bisa beroperasi karena belum membayar utang pajak dan denda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono mengatakan, tagihan pokok dan denda mereka mencapai Rp 9 miliar yang terdiri dari pembayaran bea masuk impor film selama dua tahun terakhir dengan nominal tagihan pokok Rp 30 miliar untuk 1.759 judul film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai regulasi baru soal impor film saat ini, Eddy mengatakan, hal itu sudah selesai dibahas Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan dan tinggal menunggu keputusan menteri keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, intinya ada biaya yang naik dan ada biaya yang turun. Tujuannya untuk memberikan kepastian kepada importir film dan memberi perlindungan pada industri film dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian kasus yang berkaitan dengan pajak film impor itu perlu disambut baik, mengingat kepentingan banyak pihak terakomodasi dalam penyelesaian tersebut. Keinginan penggemar film impor bermutu terpenuhi, demikian juga keinginan pekerja-pekerja bioskop untuk tetap bekerja. Masuknya film-film impor bermutu akan membawa para penggemarnya berbondong-bondong kembali ke bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri film nasional pun terbantu melalui aturan pajak yang baru. Kualitas film nasional pun diharapkan akan meningkat dengan hadirnya film-film impor bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika ada film-film nasional bermutu yang dihasilkan, tersedia gedung bioskop yang nyaman untuk menontonnya. Pemasukan pemerintah dari pajak film pun meningkat. Kini, tinggal menunggu SK menteri keuangan ditandatangani.&lt;br /&gt;James luhulima&lt;br /&gt;Sumber :Kompas Ceta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4836950798627666267?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4836950798627666267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/film-impor-kembali-ke-bioskop-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4836950798627666267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4836950798627666267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/film-impor-kembali-ke-bioskop-kita.html' title='Film Impor Kembali ke Bioskop Kita'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Iu8rgEB0tM4/TfxknVQDLRI/AAAAAAAAAfw/vjL9-aFebmM/s72-c/film-box-office.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1756834074067952050</id><published>2011-06-16T06:02:00.002+07:00</published><updated>2011-06-16T06:06:01.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Trilogi Film Konflik Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9a1OUuWKTVg/Tfk6ikpw-nI/AAAAAAAAAfo/aIpKLmC53Ps/s1600/249647_232580890089781_100000136140364_1132947_6332861_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9a1OUuWKTVg/Tfk6ikpw-nI/AAAAAAAAAfo/aIpKLmC53Ps/s400/249647_232580890089781_100000136140364_1132947_6332861_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5618586375750220402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Erasmus Huis, Jakarta, akan mengadakan pemutaran film karya sutradara Leonard Retel Helmrich pada 30 Juni hingga 2 Juli nanti. Ia adalah sineas pertama yang telah menerima penghargaan dari International Documentary Festival Amsterdam (IDFA), dan satu- satunya orang Belanda yang pernah memenangkan hadiah utama pada festival film Sundance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helmrich membuat trilogi film tentang keluarga yang berusaha tetap hidup pada saat konflik politik dan agama di Indonesia. Trilogi film tersebut berjudul The eye of the day (2001), Shape of the moon (2004), dan Position Among the Stars (2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helmrich mulai mengikuti kehidupan keluarga Syamsuddin yang tinggal di daerah kumuh Jakarta. Tak tanggung-tanggung selama 12 tahun. Ia mengambil periode reformasi dimana saat itu kondisi masyarakat bergejolak setelah Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Gerakan reformasi ini membawa kemiskinan, pemberontakan dan ketidakstabilan bagi Indonesia, termasuk dialami keluarga Syamsuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuel pertama, The eye of the day (2001), bercerita tentang bagaimana keluarga Syamsuddin mengalami masa transisi ini. Tiap empat kali setahun, nenek Rumidjah pulang kampung untuk membantu keluarganya dengan hasil panen.Bagi putra-putranya, kota ini merupakan dunia mereka. Si bungsu Bakti menghabiskan waktunya dengan berjudi, memelihara burung dara dan bergabung dengan protes mahasiswa terhadap rezim militer. Bakti harus mencari pekerjaan dan melibatkan diri dalam politik dengan cara yang “normal” lewat pemilu demokratis. Retel Helmrich menunjukkan semua aspek kehidupan sehari-hari keluarga ini tanpa wawancara, narasi atau cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shape of the moon (2004), sebagai film kedua dari trilogi ini, Helmrich menunjukkan perubahan baru di Indonesia melalui mata keluarga Syamsuddin. Nenek Rumidjah adalah seorang wanita Kristen di ibukota Jakarta dengan mayoritas Islam. Ia ingin meninggalkan kota yang penuh hiruk pikuk ini dan kembali ke desanya untuk menikmati masa tuanya. Namun itu berarti ia harus meninggalkan cucunya Tari di kota. Kehidupan Rumidjah itu tidak menjadi lebih mudah ketika anaknya Bakti masuk Islam karena ingin menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuel terakhir dari trilogi ini bercerita tentang pola-pola kehidupan masyarakat Indonesia setelah 12 tahun masa transisi politik itu. Sehingga dengan bidikan kameranya, penonton akan mampu menangkap permasalahan penting dalam masyarakat yang dengan cepat berubah : korupsi, konflik antar agama,kecanduan berjudi, kesenjangan generasi, dan perbedaan antara miskin dan kaya yang semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tiga film jelas saling berhubungan, setiap film sama kuat sebagai sebuah film lepas. Kita tidak perlu melihat film Helmrich sebelumnya untuk menikmati sekuel terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut jadwal pemutaran trilogi film tersebut, Kamis (30 Juni 2011) pukul 19.30 WIB akan diputar film Eye of the Day (2001). Kemudian Jumat (1 Juli 2011) pukul 19.30 WIB akan diputar film Shape of the moon (2004). Sedangkan Position Among the Stars (2010) akan diputar pada hari Sabtu (2 Juli 2011) pukul 15.00 WIB. Pemutaran film tersebut akan dihadiri oleh sang sutradara, Helmrich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISMI WAHID/TEMPOINTERAKTIF&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1756834074067952050?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1756834074067952050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/trilogi-film-konflik-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1756834074067952050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1756834074067952050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/trilogi-film-konflik-indonesia.html' title='Trilogi Film Konflik Indonesia'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9a1OUuWKTVg/Tfk6ikpw-nI/AAAAAAAAAfo/aIpKLmC53Ps/s72-c/249647_232580890089781_100000136140364_1132947_6332861_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5131370378978274239</id><published>2011-06-10T06:33:00.002+07:00</published><updated>2011-06-10T06:39:46.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Selamat Datang Kembali Film Hollywood!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-TnWHbBI2stE/TfFZvEMjFYI/AAAAAAAAAfg/qHyIqrDCVlY/s1600/movie_deliverance.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 364px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-TnWHbBI2stE/TfFZvEMjFYI/AAAAAAAAAfg/qHyIqrDCVlY/s400/movie_deliverance.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616368875422815618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak lama lagi, para pecinta film asing dapat kembali menikmati sajian film-film Hollywood yang sebelumnya tak dapat masuk ke Indonesia. Poster berbagai film box office dunia, seperti Kungfu Panda 2 dan Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides, dalam waktu dekat akan segera menghiasi bioskop di Indonesia. Pasalnya, urusan pembayaran pajak film impor kini telah dituntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Urusan pajak film asing sudah selesai. Minggu depan, Surat Keputusan Menteri Keuangan barangkali sudah keluar. Kami akan umumkan. Setelah itu, film asing akan terus mengalir dan melengkapi film Indonesia. Penonton akan senang melihat film Indonesia makin baik dan film asing masuk kembali," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik kepada para wartawan di sela-sela acara "Indonesia Young Leaders Forum" di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (9/6/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan dari terbitnya Surat Keputusan Menteri Keuangan (SK Menteri Keuangan) terkait perpajakan film dengan beredarnya kembali film Hollywood, Jero tak dapat menjawabnya secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya cepat. Soalnya, filmnya juga sudah banyak yang ada di sini (Indonesia)," kata Jero singkat. Tak hanya itu, ia mengatakan, pemerintah telah berkomitmen untuk terus memacu perkembangan film nasional. Pajak film nasional telah diturunkan agar para insan perfilman dapat memproduksi lebih banyak film berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus, saya akan memberikan subsidi pada film-film bernuansa kepahlawanan dan membangun karakter. Kami akan lihat skenarionya," kata Jero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait maraknya film hantu, Jero mengaku tak dapat melarangnya. "Tapi, lama-lama masyarakat akan bosan. Tak ada lagi yang menonton dan (film hantu) akan berhenti sendiri," imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA LIHAT KELANJUTANNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber KOMPAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5131370378978274239?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5131370378978274239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/selamat-datang-kembali-film-hollywood.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5131370378978274239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5131370378978274239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/selamat-datang-kembali-film-hollywood.html' title='Selamat Datang Kembali Film Hollywood!'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TnWHbBI2stE/TfFZvEMjFYI/AAAAAAAAAfg/qHyIqrDCVlY/s72-c/movie_deliverance.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6390128319760250451</id><published>2011-06-08T09:35:00.002+07:00</published><updated>2011-06-08T09:39:01.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Film Superhero Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-eXtv1LHkOIE/Te7gu2woYUI/AAAAAAAAAfY/IeF0cm-m3S4/s1600/IncrediblesWallpaper1024.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eXtv1LHkOIE/Te7gu2woYUI/AAAAAAAAAfY/IeF0cm-m3S4/s400/IncrediblesWallpaper1024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615672880955679042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film “X-Men: First Class” menduduki puncak box office di AS pekan ini. Film-film dengan cerita superhero memang selalu membuat penasaran.Hollywood selama beberapa tahun terakhir membuat berbagai film yang mengangkat cerita superhero komik dengan anggaran gila-gilaan. Rumah produksi menggunakan teknologi digital tercanggih, sutradara cerdas dan aktor terbaik untuk membuat film superhero bermutu. Hasilnya: sebuah kualitas cerita dan gambar yang mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masa depan film impor Hollywood di Indonesia belum jelas akibat penunggakan pajak oleh para importir film, tak ada salahnya kita melihat film-film superhero terbaik, seperti dikutip dari situs majalah Time, Senin (6/6):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “The Incredibles” (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The Incredibles” sukses menjadi film superhero terbaik selama 10 tahun terakhir. Mengapa? Karena film ini bisa lebih nyata, lebih seru, dan lebih lucu dari film superhero yang lain. Selain itu film ini juga bisa lebih menyentuh dan meninggalkan kesan yang dalam usai menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang bercerita soal sebuah keluarga dengan berbagai kemampuan super ini merupakan adaptasi dari karakter di Marvel DC Comics dan diproduksi oleh Pixar Studios.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “The Dark Knight” (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah film paling “kelam” yang bercerita mengenai karakter jagoan Batman. Dengan Bruce Wayne (Christian bale) dan Joker (Heath Ledger) sebagai tokoh utamanya, “The Dark Knight” menyuguhkan gambar dan cerita yang penuh misteri.Sutradara Christopher Nolan berhasil membuat “The Dark Knight” tampil lebih keras dengan berbagai aksi seru pemerannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di film ini pula akting Heath Ledger mendapat pujian dari banyak pihak. Aktor kelahiran Australia tersebut meninggal dunia akibat penyalahgunaan obat tak lama setelah produksi “The Dark Knight” rampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Spider-Man 2” (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling diingat orang dari film “Spider-Man 2” ialah ketika Peter Parker (Tobey Maguire) yang berkostum manusia laba-laba menyelamatkan kereta yang penuh oleh penumpang saat melaju tak terkendali. Dalam film diperlihatkan bagaimana Spider-Man menahan laju kereta dengan kakinya yang berpijak di atas rel. Hal tersebut membuat bantalan rel terkelupas akibat kaki Spider-Man menahan derasnya laju kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh antagonis Dr. Octopus (Alfred Molina) juga mampu menampilkan sisi bengisnya sebagai penjahat, tapi juga tetap menyimpan rasa humanisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Unbreakable” (2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film superhero yang berbeda dari cerita superhero yang lain. Sutradara M. Night Shyamalan mampu membuat “Unbreakable” menjadi sebuah film thriller psikologis yang mencekam. Akting Bruce Willis mengingatkan kita kepada perannya di film “The Sixth Sense” (1999) yang juga disutradarai oleh Shyamalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Superman II” (1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat sebuah film superhero terasa bagus? Salah satunya adalah kostum keren sang jagoan dan musuh yang sulit dikalahkan.&lt;br /&gt;[joker_wire_tasos_katopodis_400]&lt;br /&gt;Joker (Wire Image/Tasos Katopodis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di “Superman II” musuh Superman (Christopher Reeve) bukan cuma Lex Luthor (Gene Hackman), tapi juga Jenderal Zod (Terence Stamp) yang menyerbu Bumi. Zod digambarkan menjadi musuh Superman yang tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupakan pula cerita cinta Clark Kent dengan Lois Lane (Margot Kidder) yang klasik, seklasik akting mendiang Christopher Reeve sebagai Superman yang sampai sekarang sulit untuk digantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. “Blade II” (2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah makhluk separuh manusia separuh vampir yang memburu vampir penghisap darah manusia ini dari segi cerita memang tidak terlalu menggigit. Tapi sutradara Guilermo del Toro mampu mengemas konflik antara Blade (Wesley Snipes) dengan anggota pasukan yang dipimpinnya di saat harus melawan sekelompok vampire yang disebut Reapers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi berkelahi, tembak menembak hingga menebas leher musuh menjadi bumbu utama film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. “The Rocketeer” (1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cliff Secord (Bill Campbell) bisa dibilang bukan tokoh protagonis yang cerdas atau super kuat. Keunggulannya hanyalah memakai tabung jet di punggungnya dan helm unik bergaya art deco. Tapi film ini menembus box office pada saat itu karena ceritanya yang kuat dan sangat disukai banyak keluarga di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah orang biasa yang punya cita-cita membasmi kejahatan dengan roket uji coba yang ternyata berhasil. Hadirnya Jennifer Connelly muda sebagai Jenny juga menjadi pemanis di film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Batman: Mask of the Phantasm” (1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi film tentang Batman yang mendapat apresiasi. Meski dibuat dengan format kartun, “Batman: Mask of the Phantasm” dipuji karena penjiwaan para pengisi suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama Kevin Conroy yang mengisi suara Bruce Wayne dengan suara beratnya. Di film ini Batman harus melawan dua musuh yang sama sulitnya: Joker dan pembunuh berantai Phantasm bertopeng. Plot ceritanya yang kompleks membuat penonton penasaran terhadap setiap adegan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. “Watchmen” (2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Zack Snyder membuat penonton bertanya-tanya usai menyaksikan film “Watchmen” garapannya. Seperti apa sosok superhero sesungguhnya? Apakah sosok yang hanya mencari popularitas? Atau sosok “sakit” yang mengenakan topeng lalu menghajar penjahat? Apakah perlu sosok superhero di antara kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andalah yang menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. “Iron Man” (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi Iron Man, Tony Stark (Robert Downey Jr) adalah seorang playboy dan penjual senjata ke militer AS. Sampai tiba masanya ia disandera oleh teroris di gurun pasir, Stark bertransformasi menjadi Iron Man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kostum merah marun-emas Iron Man yang canggih, aksi pertempuran yang seru dan gadget yang memukau, “Iron Man” dibumbui pula oleh kisah percintaan Stark dengan asistennya Pepper Poth (Gwyneth Paltrow) yang membuat film ini tak bosan untuk ditonton beberapa kali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6390128319760250451?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6390128319760250451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/film-superhero-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6390128319760250451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6390128319760250451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/film-superhero-terbaik.html' title='Film Superhero Terbaik'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eXtv1LHkOIE/Te7gu2woYUI/AAAAAAAAAfY/IeF0cm-m3S4/s72-c/IncrediblesWallpaper1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2477278968393950208</id><published>2011-06-07T08:06:00.006+07:00</published><updated>2011-06-07T09:32:38.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Mengejar Film Hingga ke Red Dot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-3LtqEshjV2M/Te2NwBZ8FnI/AAAAAAAAAfQ/LJxIM0xHJAk/s1600/filmati.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3LtqEshjV2M/Te2NwBZ8FnI/AAAAAAAAAfQ/LJxIM0xHJAk/s400/filmati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615300166551344754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Singapura dijuluki "Red Dot", karena wilayahnya yang teramat kecil. Di peta dunia, negeri seluas 710 kilometer persegi itu memang hanya terlihat sebagai titik merah yang menandai ibukotanya.Dari Jakarta, ibukota Indonesia, salah satu negeri kepulauan terbesar di dunia, Singapura hanya perlu satu jam 40 menit dengan moda udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu-lintas udara kedua negara memang teramat sibuk, karena banyak pelancong Indonesia yang berkunjung ke negeri dengan penduduk sekitar lima juta jiwa itu.Singapura memang negara dengan sejuta fasilitas; hiburan, belanja, bisnis, dan wisata kota.Kedekatan Indonesia dan Singapura juga mendorong para penyuka film Hollywood yang untuk sementara tidak dapat menikmati film-film terbaru di bioskop dalam negeri karena denda yang diberlakukan pemerintah atas importir film asing sejak Februari 2011, mengejar film terbaru hingga ke negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah menonton film Thor 3D, Fast and Furious 5, Scream 4, Rio, dan Pirates and Carribean - On Stranger Tides 3D di Singapura," kata Windra Arifiyanda (26).Windra, panggilan akrabnya, mengaku menonton di bioskop Cathay Cineleisure Singapura bersama temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cathay Cineleisure merupakan pusat perbelanjaan sembilan lantai yang berlokasi di kawasan Orchard, terdiri dari berbagai restauran, toko dan bioskop yang dioperasikan oleh Cathay Cineplex.Cathay Cinelplex menyediakan 12 studio dengan ruangan sekitar separuh dari ruang bioskop biasa di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop sendiri sudah buka sejak pukul 10.30 dan pengunjung dapat memilih beragam pilihan film dengan teks terjemahan Mandarin dan Inggris.Tiket film biasa adalah 8,5 dolar Singapura, film 3D sebesar 11 dolar Singapura dan khusus untuk pelajar 6 dolar Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk nonton film 3D saya habiskan 11 dolar Singapura per film, film Fast and Furious 5 saya nonton dua kali, kalau yang bukan film 3D, harga tiketnya 8,5 dolar Singapura, semua tiket ditambah 1 dolar Singapura karena pembelian dalam jaringan," sebut Windra kepada Saat ANTARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dijumlah seluruh biaya untuk tiket film adalah 62 dolar Singapura dan bila dikonversi ke rupiah dengan nilai tukar 7.000 rupiah adalah Rp 434.000."Untuk penginapan, kunjungan pertama saya menginap di York Hotel Singapore, menghabiskan sekitar 267 dolar Singapura per malam, kemudian pindah ke Value Hotel di Belstier, per malamnya 120 dolar Singapura. Pada kunjungan kedua saya ambil di ABC Hostel, harganya 75 dolar Singapura per malam," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya total biaya akomodasi adalah sebesar 462 dolar Singapura atau Rp 3.234.000. "Sedangkan untuk penerbangan, pada kunjungan pertama saya habiskan sekitar Rp 1,5 juta sedangkan kunjungan kedua saya rogoh kocek sebesar Rp 1 juta. Saya juga membeli kartu untuk transportasi di Singapura (EZ link) seharga 12 dolar Singapura dan menambah lagi isinya kalau tidak salah 10 dolar Singapura," papar Windra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya itu belum termasuk biaya makan dengan harga 3,5 -6 dolar Singapura sekali makan. "Memang ongkosnya agak spesial, kunjungan pertama saja saya habiskan lebih kurang Rp 5 juta, kunjungan kedua sekitar Rp 2-3 juta," ungkap pemuda yang sudah sejak kecil menyukai film itu.Ia mengaku nekad untuk pergi ke luar negeri demi menonton film karena sangat suka menonton film dengan genre apa pun baik film lokal maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Persoalannya, Indonesia termasuk kawasan yang cukup lambat untuk sirkulasi DVD film Hollywood yang asli, jadi satu-satunya harapan adalah menonton film terbaru di bioskop," ungkap penyuka film Black Swan tersebut.Ia suka film karena merasa sudah cukup lelah dengan kondisi ibukota yang macet dengan jam kerja yang padat. "Pelarian saya adalah film, namun film yang tersedia temanya tidak jauh-jauh dari kuburan, tempat tidur atau cinta monyet, mutunya jauh di bawah standar saya," jelas Windra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua penyuka film memiliki kesanggupan finansial seperti Windra, seorang mahasiswi (22) yang enggan disebut namanya memilih untuk mengunduh film-film baru tersebut. "Saya memilih untuk mengunduh film-film itu, tapi langsung dihapus setelah ditonton" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Aziza (24), karyawati perusahaan swasta yang memilih untuk membeli DVD bajakan film-film baru Hollywood dengan kisaran harga Rp5.000 - Rp7.000 per keping. "Ada Pirates of Carribean, Kung Fu Panda dan lainnya, tapi masih jelek kualitasnya jadi saya kembalikan lagi ke penjualnya," cerita Icha, nama panggilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengen banget nonton Harry Potter 7 final di bioskop! Ayo dong cabut pelarangan impor filmnya." katanya.Sejak Februari 2011 pemerintah lewat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memerintahkan untuk memasukkan royalti dalam perhitungan nilai pabean impor film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Teknis Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai, Heri Kristiono pada akhir Februari, pihaknya tidak membuat peraturan baru karena penambahan royalti ke dalam nilai pabean sudah sesuai dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) "valuation agreement" yang sudah diratifikasi menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 1994 dan diadopsi pada UU Nomor 10 tahun 1995 serta telah diubah menjadi UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan yang mengatur tentang Nilai Pabean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada kenaikan tarif bea masuk. Film impor diklasifikasikan dalam HS Code 3706 dengan pembebanan tarif bea masuk 10 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor 10 persen, dan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 impor 2,5 persen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil presiden Motion Pictures Association Asia Pasific (MPAA) Frank S. Rittman kepada wartawan di Jakarta pada Februari menyatakan bahwa distributor film asal Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk tidak mendistribusikan film di Indonesia selama pemerintah tetap memberlakukan ketentuan mengenai royalti film impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, gedung-gedung bioskop Indonesia yang sebagian besar masuk ke dalam jaringan 21, tidak lagi menayangkan film-film baru Hollywood karena MPAA membawahi enam studio film besar Amerika yaitu Disney, 20th Century Fox, Warner Bros, Paramount, Universal, dan Sony Entertainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Informasi, dan Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Petrus Suryadi Sutrisno dalam tulisannya di ANTARA pada 27 Mei disebutkan bahwa angka 23,75 persen untuk pajak film impor terdiri atas Bea Masuk (BM) sebesar 10 persen dari Nilai Pabean (NP). PPN 10 persen dari (NP + BM) 11 persen dari Nilai Pabean. Pajak Penghasilan (Pph) 2,5 persen dari (NP + BM) 2,75 persen dari Nilai Pabean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini pihak MPAA dan importir film asing menurutnya telah menyembunyikan angka itu dari otoritas Pajak dan Bea Cukai dengan mengaku hanya beli/jual dengan harga 0,43 dolar AS/meter; atau  1.000 dolar AS/salinan, sehingga kalau mengimpor satu judul film dengan jumlah perhitungan untuk satu salinan film asing, NP 1.000 dolar AS, pajaknya 23,75 persen 237,5 dolar AS (Rp 2,1 juta). Untuk lima salinan film, NP 5.000 dolar AS pajaknya hanya Rp 10 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibanding dengan beban pajak film nasional adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiap salinan film sebesar sepuluh persen. Jika rata-rata per judul ada 35 salinan film, maka dari cetak salinan filmnya saja kena PPN Rp 35 juta, bila 100 salinan maka Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya importir film asing hanya melaporkan nilai pabean seniali biaya cetak salinan film saja yaitu 0,43 dolar AS/meter, padahal harga beli film asing itu masih harus memperhitungkan sekian persen dari hasil edar film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bea Masuk sebesar 10 persen, total pungutan impor 23,75 persen dari Nilai Pabean, maka nilai nominal pajak akan makin membesar seiring dengan besarnya hasil edar film tersebut, sehingga importir masih memiliki 76,25 persen dari total penerimaan film impor yang diedarkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 18 Mei 2011, satu dari tiga importir yang mengajukan banding pembayaran pajak film impor ke Pengadilan Pajak sudah melunasi tagihan bea masuk sebesar Rp 9 miliar namun belum termasuk pembayaran denda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, ketiga importir film asing yaitu PT Camila Internusa, PT Satrya Perkasa Esthetika dan PT Amero Mitra belum diperbolehkan untuk mengimpor film asing ke Indonesia karena belum membayar denda tunggakan bea masuk sebesar sepuluh kali dari total tunggakan sebanyak Rp 31 miliar yang dapat dibayar selama dua tahun. "Perusahaan yang sudah membayar dapat mengimpor film," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono pada Rabu (18/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun perhitungan dan upaya hukum yang dilakukan oleh pemerintah maupun importir film asing, para pecinta film berharap masalah dapat cepat selesai."Saya sangat berharap masalah cepat terselesaikan karena bukan hanya menyangkut uang negara atau uang pribadi masyarakat, namun ini masalah budaya karena buat saya menonton film itu budaya masyarakat Indonesia karena dapat menciptakan rasa kebersamaan antara keluarga, teman, bahkan orang yang benar-benar baru dikenal karena kesamaan hobi," ungkap Windra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dirinya, budaya menonton film dapat menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif seperti narkoba atau minuman keras."Kan saya bilang bioskop adalah jalan keluar dari stres selama film yang ditawarkan adalah film yang juga menghibur, bayangkan kalau stres nonton film pocong atau suster keramas? Mungkin malah makin stres," kata Windra lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap agar film Indonesia pun dapat kembali ke masa-masa saat film Ada Apa Dengan Cinta, Pasir Berbisik, Laskar Pelangi atau film Indonesia terakhir yang cukup berbekas baginya adalah Tanda Tanya."Harapan saya film Indonesia tidak hanya menjual aktor dan aktris saja, tapi juga menjual cerita yang dapat membuat masyarakat Indonesia lebih pintar dan bagi importir film, jika takut rugi, saya pikir kenaikan harga tiket sekitar Rp5.000-10.000 selama filmnya berkualitas, masyarakat tidak keberatan," tandas Windra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Desca Lidya Natalia&lt;br /&gt;Sumber :ANT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2477278968393950208?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2477278968393950208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/mengejar-film-hingga-ke-red-dot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2477278968393950208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2477278968393950208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/mengejar-film-hingga-ke-red-dot.html' title='Mengejar Film Hingga ke Red Dot'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3LtqEshjV2M/Te2NwBZ8FnI/AAAAAAAAAfQ/LJxIM0xHJAk/s72-c/filmati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4724686357898990441</id><published>2011-06-01T04:29:00.002+07:00</published><updated>2011-06-01T04:32:52.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>Tujuh Film Asing Syuting di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zNYabCvNWxM/TeVeeCrkIwI/AAAAAAAAAfE/hqn6klTQ8OM/s1600/rajaampatmm4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zNYabCvNWxM/TeVeeCrkIwI/AAAAAAAAAfE/hqn6klTQ8OM/s400/rajaampatmm4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612996380795872002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuh film asing dijadwalkan syuting di beberapa wilayah di Indonesia pada 2011, kata Plt Dirjen Nilai Budaya, Seni, dan Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Ukus Kuswara di Jakarta, Selasa.Ukus menjelaskan, tujuh film asing itu di antaranya berasal dari Amerika, Eropa dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Film Direktorat Nilai Budaya, Seni dan Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Samsul Lusa mengatakan, lokasi syuting yang dipilih berada di hampir seluruh wilayah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lokasi syuting yang akan mereka datangi di antaranya Bali, Raja Ampat, Papua, dan sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatera, dan banyak wilayah lainnya," katanya. Namun demikian, Syamsul belum mendapatkan bocoran bintang terkenal yang akan berperan dalam film-film tersebut. "Belum ada bocoran namun yang pasti akan lebih heboh dari film Eat, Pray, Love yang mengambil syuting di Bali," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syamsul banyaknya negara sahabat yang tertarik untuk syuting di Indonesia menunjukkan bahwa keindahan Tanah Air telah terkenal hingga ke mancanegara."Ini sangat bagus untuk promosi bangsa ini dan bisa mendongkrak jumlah wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke beberapa wilayah yang dijadikan lokasi syuting," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN YANG JELAS KETUJUH FILM ASING ITU BUKAN FILM HANTU POCONG KUBURAN MURAHAN YANG MERENDAHKAN AKAL SEHAT PENONTON INDONESIA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber KOMPAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4724686357898990441?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4724686357898990441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/tujuh-film-asing-syuting-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4724686357898990441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4724686357898990441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/06/tujuh-film-asing-syuting-di-indonesia.html' title='Tujuh Film Asing Syuting di Indonesia'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-zNYabCvNWxM/TeVeeCrkIwI/AAAAAAAAAfE/hqn6klTQ8OM/s72-c/rajaampatmm4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5997102217699391166</id><published>2011-05-23T11:29:00.000+07:00</published><updated>2011-05-23T11:29:47.413+07:00</updated><title type='text'>The Tree of Life Trailer 2011 HD</title><content type='html'>&lt;iframe width="480" height="295" src="http://www.youtube.com/embed/fLPe0fHuZsc?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5997102217699391166?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5997102217699391166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/tree-of-life-trailer-2011-hd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5997102217699391166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5997102217699391166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/tree-of-life-trailer-2011-hd.html' title='The Tree of Life Trailer 2011 HD'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/fLPe0fHuZsc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8699150404468438017</id><published>2011-05-23T11:26:00.001+07:00</published><updated>2011-05-23T11:29:01.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>'The Tree of Life', Film Terbaik Festival Film Cannes 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vgSux5hTFQE/TdniZ6koydI/AAAAAAAAAe8/0DIf177jCzY/s1600/MV5BNTgyNTQzMDEwNV5BMl5BanBnXkFtZTcwMTQxNjI4NA%2540%2540._V1._SY317_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 317px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vgSux5hTFQE/TdniZ6koydI/AAAAAAAAAe8/0DIf177jCzY/s400/MV5BNTgyNTQzMDEwNV5BMl5BanBnXkFtZTcwMTQxNjI4NA%2540%2540._V1._SY317_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609763745714194898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu 22 Mei adalah hari terakhir digelarnya Festival Film Cannes 2011. Robert De Niro yang menjadi pimpinan juri serta Jude Law dan Uma Thurman sebagai anggota, mengumumkan bahwa penganugrahan tertinggi diberikan pada film "The Three of Life" yang dibintangi Brad Pitt bersama %CSean dan Jessica Chastain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film drama keluarga ini diarahkan sutradara Terrence Malik. Namun sayangnya, sang sutradara tak hadir di Perancis untuk menerima penghargaan Palme 'Or (Golden Palm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirsten Dunst juga mendapat penghargaan sebagai aktris terbaik untuk perannya dalam film "Melancholia". Awalnya aktris berusia 29 tahun ini pesimis ia akan mampu memenangkan penghargaan tersebut karena ulah sang sutradara film "Melancholia", Lars Von Trier. Sutradara berusia 55 tahu tersebut sempat dikritik karena komentarnya tentang Nazi. Namun tak disangka, Kirsten ternyata menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia (Lars) adalah pembuat film hebat, kadang-kadang saya merasa harus membiarkan film-filmnya berbicara sendiri," kata Kirsten. "Saya mengerti sedikit dari apa yang Justine lalui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aktor Perancis, Jean Dujardin, dinobatkan sebagai aktor terbaik untuk film "The Artist". Untuk sutradara terbaik, penghargaan diberikan pada Nicolas Winding Refn, pengarah film "Drive" yang dibintangi Ryan Gosling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar pemenang Festival Cannes 2011:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Palme d'Or - "The Tree of Life" (Terrence Malick, U.S.) &lt;br /&gt;- Grand Prix - "Once Upon a Time in Anatolia" (Nuri Bilge Ceylan, Turkey) and The Kid With a Bike (Jean-Luc and Pierre Dardenne, France) &lt;br /&gt;- Sutradara - Nicolas Winding Refn ("Drive", U.S.) &lt;br /&gt;- Penghargaan Juri - "Polisse" (Maiwenn, France) &lt;br /&gt;- Aktor Terbaik - Jean Dujardin ("The Artist", France) &lt;br /&gt;- Aktris terbaik - Kirsten Dunst ("Melancholia", Denmark-Sweden-France-Germany) &lt;br /&gt;- Naskah - Joseph Cedar ("Footnote", Israel) &lt;br /&gt;- Camera d'Or - "Las acacias" (Pablo Giorgelli, Argentina-Spain) &lt;br /&gt;- Palme d'Or, Film Pendek - "Cross" (Maryna Vroda)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8699150404468438017?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8699150404468438017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/tree-of-life-film-terbaik-festival-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8699150404468438017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8699150404468438017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/tree-of-life-film-terbaik-festival-film.html' title='&apos;The Tree of Life&apos;, Film Terbaik Festival Film Cannes 2011'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vgSux5hTFQE/TdniZ6koydI/AAAAAAAAAe8/0DIf177jCzY/s72-c/MV5BNTgyNTQzMDEwNV5BMl5BanBnXkFtZTcwMTQxNjI4NA%2540%2540._V1._SY317_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8749903279867488408</id><published>2011-05-12T17:04:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:27:22.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>15 Film Hollywood Yang Batal Tayang di Bioskop Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-yk5ZPPhTk8I/Tcuw0ACnPLI/AAAAAAAAAe0/lzOyEvP8tiY/s1600/MI-GhostProtocol.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-yk5ZPPhTk8I/Tcuw0ACnPLI/AAAAAAAAAe0/lzOyEvP8tiY/s400/MI-GhostProtocol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605768568603360434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nota keberatan Motion Picture Assosiation (MPA ) atas kebijakan pemerintah tentang Pajak Penghasilan (PPh) terhadap Film Impor berimbas dengan penghentian lima belas film Hollywood yang siap rilis 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi tersebut membuat penggemar film-film impor kecewa, karena tidak bisa menonton film kesayangan yang akan menjadi box office tahun ini karena tidak tayang di bioskop Indonesia. Berikut dua belas film Hollywood yang seharusnya tayang di Indonesia dimulai dari akhir Februari hingga akhir tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Black Swan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang dibintangi Natalie Portman ini membuat artis tersebut meraih penghargaan sebagai aktris terbaik dalam ajang Golden Globe 2011. Seharusnya rilis akhir Februari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.  Scream 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang dibintangi Neve Campbell ini kembali diproduksi setelah 10 tahun berlalu dan dinilai sebagai film horor paling sukses. Rencananya dirilis pada tanggal 15 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Fast and Furious 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film 'Fast and Furious 5' bisa juga disebut 'Fast Five' dibintangi Vin Diesel dan Paul Walker.&lt;br /&gt;Dan rencananya film action yang disutradarai Justin Lin ini rilis 29 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Thor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Marvel Thor yang disutradai Kenneth Branagh ini rencananya akan merilis film ini mulai 6 Mei 2011 dalam format 2D dan 3D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film bajak laut yang dibintangi Johnny Depp yang berperan sebagai Kapten Jack Sparrow ini termasuk salah satu film yang paling ditunggu. Yang akan diramaikan aktris cantik Penelope Cruz, pada 20 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. The Hangover 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang didukung para aktor ternama seperti Zach Galifianakis, Bradley Cooper ini rencananya mulai dirilis pada 26 Mei mendatang. Dan yang menarik, cameo spesial film ini dibintangi aktor Liam Neeson dan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. The Tree of Life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Tree of Life" ditulis skenarionya dan diarahkan sutradara Terrence Malick. Film yang dibintangi Brad Pitt (Mr. O' Brien/Ayah Jack), Jessica Chastain (ibu Jack/Mrs O'Brien) dan Joanna Going (istri Jack) ini dijadwalkan tayang 27 Mei 2011.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Kung Fu Panda 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lanjutan Po, si panda tambun yang menghadapi musuh-musuh baru Lord Shen yang memiliki senjata rahasia yang dapat menghancurkan dunia kung fu. Rencananya film animasi ini dirilis 27 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;9. Green Lantern&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang mengisahkan tentang super hero bernama Green Lantern ini rencananya di rilis Juni 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. X-Men: First Class&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film sekuel X-Men terbaru “X-Men First Class” siap dirilis bulan Juni ini merupakan prekuel dari film-film X-Men sebelumnya, cerita awal didirikannya School of Mutant Resources.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. Mission: Impossible - Ghost Protocol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film kolosal Mission Impossible 4 yang dibintangi aktor tampan Tom Cruise segera hadir di bioskop Juni 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. Transformer 3: Dark of the Moon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang mengambil setting di tahun 1969 saat pertama kali manusia mendarat di bulan ini rencananya dirilis 1 Juli 2011. Pada film ini tidak menyertakan pemeran Film Transformers sebelumnya seperti Megan Fox, atau Rose Huntington-whiteley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13. Harry Potter And The Deathly Hallows: Part II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film bagian 2 ini merupakan kelanjutan dari yang pertama yang telah rilis beberapa waktu lalu. Tetap dibintangi Daniel Radcliffe, Emma Watson dan Rupert Grint ini rencananya tayang 15 Juli 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14. Final Destination 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menandai debut pertama Steve Quale sebagai sutradara. Film yang akan ditayangkan perdana 26 Agustus 2011 ini digarap dalam format 3D dan ditulis naskahnya oleh Eric Heisserer (penulis naskah film "A Nightmare on Elm Street". Para pemain yang tampil di film horor tersebut diantaranya Emma Bell, Nicholas D'Agosto, Miles Fisher, Arlen Escarpeta, Jacqueline MacInnes Wood.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;15. The Twilight Saga: The Breaking Dawn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;film sekuel ketiga 'Twilight' yang berjudul 'Breaking Dawn' masih diperankan Kristen Stewart, Robert Pattinson dan Tailor Lautner, film ini rencananya rilis 18 November mendatang. (lth/lth)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8749903279867488408?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8749903279867488408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/15-film-hollywood-yang-batal-tayang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8749903279867488408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8749903279867488408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/15-film-hollywood-yang-batal-tayang-di.html' title='15 Film Hollywood Yang Batal Tayang di Bioskop Indonesia'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-yk5ZPPhTk8I/Tcuw0ACnPLI/AAAAAAAAAe0/lzOyEvP8tiY/s72-c/MI-GhostProtocol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8259697677594138354</id><published>2011-05-12T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:27:22.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>7 Film Unggulan Festival Film Cannes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-gRu2OP1Ncjk/TctRPgqkc0I/AAAAAAAAAes/oBQxU5ugYlw/s1600/20110511042611film1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gRu2OP1Ncjk/TctRPgqkc0I/AAAAAAAAAes/oBQxU5ugYlw/s400/20110511042611film1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605663488101086018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Festival Film Cannes 2011 akan digelar pada  11 - 22 May 2011. Aktor kawakan Robert De Niro pun didaulat sebagai presiden juri ajang film bergengsi tersebut. Ada tujuh film yang menjadi unggulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Midnight In Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu adalah film terbaru Woody Allen (tidak ikut serta kompetisi pada malam pembukaan) film itu dibintangi Owen Wilson, Rachel McAdams dan Marion Cotillard, tidak mengherankan, di Kota Cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Foot Note.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu adalah garapan Cedar Yusuf seorang sutradara muda Israel, film terakhirnya yaitu "Beaufort," sebuah film Israel pertama yang dinominasikan dalam film berbahasa asing terbaik pada Oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Boy With A Bike.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Belgia Jean-Pierre dan Luc Dardennes telah memenangkan Palm d'Or dua kali, sehingga film mereka selalu menjadi suguhan menarik pada ajang Cannes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. The Tree of Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Terrence Malick kembali pada ajang Cannes untuk pertama kalinya setelah dia memenangkan sutradara terbaik Cannes dalam film "Days of Heaven" pada tahun 1978. Film itu dibintangi mega bintang Brad Pitt dan Sean Penn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. We Need To Talk About Kevin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Lynne Ramsay telah membuat debut yang spektakuler bersama film "Ratcatcher," kembali pada ajang Cannes. Film itu dibintangi aktris drama Tilda Swinton dan mengisahkan pembantaian di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. This Must Be The Place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu dibintangi sutradara Italia sutradara Paolo Sorrentino dan dibintangi Sean Penn tentang musisi rock yang pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Drive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film independen yang dibuat oleh sutradara Denmark Nicolas Winding Refn dan dibintangi Ryan Gosling dan Carey Mulligan.&lt;br /&gt;(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8259697677594138354?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8259697677594138354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/7-film-unggulan-festival-film-cannes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8259697677594138354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8259697677594138354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/05/7-film-unggulan-festival-film-cannes.html' title='7 Film Unggulan Festival Film Cannes'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gRu2OP1Ncjk/TctRPgqkc0I/AAAAAAAAAes/oBQxU5ugYlw/s72-c/20110511042611film1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4211971049464017700</id><published>2011-04-28T10:27:00.000+07:00</published><updated>2011-04-28T10:27:53.382+07:00</updated><title type='text'>Fast Five Trailer</title><content type='html'>&lt;iframe width="480" height="295" src="http://www.youtube.com/embed/bf4oDjHUmkY?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4211971049464017700?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4211971049464017700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/fast-five-trailer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4211971049464017700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4211971049464017700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/fast-five-trailer.html' title='Fast Five Trailer'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/bf4oDjHUmkY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-3948139567729579079</id><published>2011-04-27T16:38:00.002+07:00</published><updated>2011-04-27T16:41:31.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>'Fast Five' Tak Lagi Berkisar Tentang Balap Mobil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-hM6HDPQVXgc/TbfkuHArsLI/AAAAAAAAAek/-NRIc1oUgK0/s1600/fast-five-poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hM6HDPQVXgc/TbfkuHArsLI/AAAAAAAAAek/-NRIc1oUgK0/s400/fast-five-poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600196142465527986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Universal Pictures mungkin akan merencanakan perubahan besar pada sekuel film "Fast Five". Kedua pimpinan studio film tersebut, Adam Fogelson dan Donna Langley diduga berencana mengembangkan genre baru yakni adegan pencurian untuk film keenam nanti. Sebelumnya, Adam dan para eksekutif setuju untuk mengurangi jumlah adegan balap. Dengan demikian, ada kemungkinan sekuel berikutnya tersebut berisi tentang cerita perampokan sebagai kelanjutan dari film kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tahu banyak orang bilang, 'saya tidak pernah melihatnya dan saya tidak pernah ingin melihatnya' tentang 'Fast Five'," kata Adam pada Deadline. "Jadi jika film ini masih tentang balap jalanan mungkin orang masih akan membeli tiketnya. Kami ingin melihat bagaimana kalau kami mengesampingkan balap dan membuatnya hanya sebagai bagian kecil dari film seperti 'The French Connection', 'The Bourne Identity' dan 'The Italian Job'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama Adam mengungkapkan strategi baru yang akan menampilkan aksi dan properti yang nyata karena orang suka melihat sesuatu yang nyata. Adam juga menuturkan harapannya untuk mendapatkan keuntungan minimum sebesar 50-60 juta dollar di awal tayang. "Fast Five" akan tayang perdana 29 April. Sutradara Justin Lin kembali menampilkan Vin Diesel dan Paul Walker sebagai tokoh utama ditambah kehadiran The Rock yang berperan sebagai Luke agen elit DSS yang bertugas melacak Dominic, Brian serta tim mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-3948139567729579079?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/3948139567729579079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/fast-five-tak-lagi-berkisar-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/3948139567729579079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/3948139567729579079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/fast-five-tak-lagi-berkisar-tentang.html' title='&apos;Fast Five&apos; Tak Lagi Berkisar Tentang Balap Mobil'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hM6HDPQVXgc/TbfkuHArsLI/AAAAAAAAAek/-NRIc1oUgK0/s72-c/fast-five-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-852266314949661127</id><published>2011-04-25T21:00:00.002+07:00</published><updated>2011-04-25T21:04:56.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INFO'/><title type='text'>"Suami" Idaman Wanita Versi Film</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bVizjUZ1OLE/TbV_dT5e6OI/AAAAAAAAAec/01ccAAOVApQ/s1600/ben_stiller_teri_polo_meet_the_parents_001.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bVizjUZ1OLE/TbV_dT5e6OI/AAAAAAAAAec/01ccAAOVApQ/s400/ben_stiller_teri_polo_meet_the_parents_001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599521853239388386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wanita mana yang tak ingin memiliki suami ganteng, setia, dan kaya? Atau ada kriteria lainnya? Tak sedikit penonton wanita berkhayal memiliki suami seperti dalam film-film yang mereka tonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut merupakan daftar "suami" idaman versi film menurut kaum hawa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1. Colin Firth sebagai Mr Darcy dalam film Pride and Prejudice.&lt;br /&gt;    * 2. Ty Burrell sebagai Phil Dunphy dalam seri televisi Modern Family.&lt;br /&gt;    * 3. Steve Martin sebagai George Banks dalam film Father of the Bride 1 dan 2.&lt;br /&gt;    * 4. Robert Pattinson sebagai Edward Cullen dalam Twilight Saga.&lt;br /&gt;    * 5. Bill Cosby sebagai Heathcliff Huxtable dalam seri televisi The Cosby Show.&lt;br /&gt;    * 6. Patrick Dempsey sebagai Derek Shepherd dalam seri televisi Grey's Anatomy.&lt;br /&gt;    * 7. Ben Stiller sebagai Greg Focker dalam film trilogi Meet the Parents.&lt;br /&gt;    * 8. John Stamos sebagai Paman Jesse dalam seri televisi Full House.&lt;br /&gt;    * 9. Christopher Plummer sebagai Captain Von Trapp dalam film The Sound of Music.&lt;br /&gt;    * 10. Ricardo Antonio Chavira sebagai Carlos Solis dalam seri televisi Desperate Housewives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para "suami" atau pria tersebut juga memenuhi kriteria "suami" idaman Anda?&lt;br /&gt;Sumber : msn&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-852266314949661127?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/852266314949661127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/suami-idaman-wanita-versi-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/852266314949661127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/852266314949661127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/suami-idaman-wanita-versi-film.html' title='&quot;Suami&quot; Idaman Wanita Versi Film'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bVizjUZ1OLE/TbV_dT5e6OI/AAAAAAAAAec/01ccAAOVApQ/s72-c/ben_stiller_teri_polo_meet_the_parents_001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6088879895148654722</id><published>2011-04-10T17:50:00.002+07:00</published><updated>2011-04-10T17:56:17.150+07:00</updated><title type='text'>Vera Lasut dan Film Hantu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vai0-j6CTVI/TaGMy_lvL-I/AAAAAAAAAeU/rwkMzo1Opjo/s1600/v267.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vai0-j6CTVI/TaGMy_lvL-I/AAAAAAAAAeU/rwkMzo1Opjo/s400/v267.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593907019861929954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya suka film horor, thriller, dan film-film gelap seperti Friday The 13th. Ceritanya seru bo,” ujar Vera (28) yang sering menambahi setiap ujung kalimatnya dengan ujaran bo. Karena suka, Vera akhirnya tertarik memproduksi sendiri film yang bikin penonton tegang dan takut berjudul Perfect House. Film yang mengambil lokasi shooting di sebuah vila angker di Puncak, Jawa Barat, itu masih dalam tahap pascaproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (5/4) siang Vera mengedit film tersebut di rumahnya di kawasan Sinabung, Jakarta Selatan. Dia tidak mau bercerita banyak tentang kisah film tersebut. ”Masih rahasia bo. Yang jelas ini film psycho thriller,” kata Vera yang akan membawa film itu ke beberapa festival di luar negeri sebelum diputar di Indonesia.Perfect House merupakan film pertama yang diproduksi VL Production, perusahaan film yang didirikan Vera Lasut tahun 2011. Namun, jejaknya di dunia film horor telah dia mulai sejak tahun 2008. Ketika itu dia tampil sebagai pemain dalam film Kereta Setan Manggarai produksi Mitra Pictures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Vera memilih peran di balik layar. Tahun 2009 dia menjadi associate producer untuk tiga film horor produksi Maxima Pictures, yakni Setan Budeg, Mati Suri, dan Susuk Pocong.Kenapa film horor? ”Ya, karena film jenis ini disukai banyak orang. Pasarnya juga luas tidak hanya di Indonesia, tetapi juga diseluruh Asia,” ujar Vera lincah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Film vampir China yang aneh dan jalannya lompat-lompat saja di Indonesia laku, padahal enggak ada setan macam begitu di sini,” ucap Vera yang pernah ikut memasarkan film-film nasional ke luar negeri terutama Hongkong.Jadi, lanjut Vera, film dedemit lokal seperti kuntilanak dan pocong sebenarnya punya peluang diekspor ke luar negeri asalkan ceritanya menarik. ”Setannya boleh apa saja, yang penting ceritanya oke,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenapa setan lokal tetap kalah pamor dibandingkan setan luar negeri? Vera menjawab dengan mengutip lelucon di sosial media. ”Bagaimana enggak kalah pamor, pocong cuma pakai kain kafan, sementara vampir pakai jas lengkap, ha-ha-ha,” ujar Vera diikuti tawa berderai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model dan film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menekuni dunia film, Vera malang melintang di dunia model. Dia menjadi model berbagai produk mulai batik, sabun, furnitur, baju pengantin, otomotif, supermarket, minuman berenergi, es krim, sampai perumahan. Wajahnya menghiasi banyak lembar majalah, koran, hingga papan reklame di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kariernya di dunia model sempat terputus ketika dia melanjutkan pendidikan di Selandia Baru. Di negeri kiwi itu, dia mendalami desain produk di Victoria University of Wellington. ”Dulu saya sempat berat juga meninggalkan dunia model, tapi memutuskan sekolah adalah keputusan yang benar,” ujar Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004 dia lulus dan kembali ke Indonesia. Dia melanjutkan karier di dunia model sambil menekuni dunia desain, fotografi—termasuk fotografi bawah laut—dan presenter televisi. ”Pokoknya saya melakukan sesuatu yang berbeda,” ucapnya.Dia kemudian masuk ke dunia film dengan bermain dalam film Alexandria tahun 2005. Di tahun yang sama, dia diajak sutradara Rudy Soejarwo untuk menggarap film 9 Naga. Vera diserahi tugas sebagai editor. Dia juga menangani efek visual, video klip, dan merekam kegiatan di balik layar (behind the scene) 9 Naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya belajar banyak tentang produksi film selama terlibat dalam 9 Naga,” ujar perempuan yang suka olahraga selam itu. Pengalaman itu menjadi modal penting bagi Vera untuk masuk ke dunia produksi siaran televisi.Tahun 2008 dia bergabung dengan Trans TV dan menjadi produser variety show ”Akhirnya Datang Juga” dan ”Akhirnya Datang Juga Plus Plus.” Ia mengakui kerja produser televisi cukup berat. ”Saking beratnya saya sampai muntah,” ujar Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masuk ke berbagai bidang, orang menilai Vera sebagai sosok yang senang mencoba-coba. Padahal, kata Vera, yang benar adalah dia gemar mengeksplorasi diri untuk mengetahui bidang apa yang paling cocok untuk ditekuninya. Dan sekarang Vera sudah tahu jawabannya. ”Saya memilih menekuni (produksi) film. Saya merasa passion saya ada di film,” tegasnya.Membuat film itu, menurut Vera, sangat seru. ”Kita menghadirkan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Proses kreatifnya dahsyat. Ketika film diputar dan penonton senang, kita akan puas sekali,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vera juga senang berada di lokasi shooting bersama kru. ”Habis bikin film, kita tangis-tangisan segala. Ha-ha-ha, kalau dipikir-pikir lebay juga bo,” tuturnya.Setelah lelah menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk pekerjaan, Vera biasanya pergi ke laut dan menyelam. Di bawah air, dia menemukan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDI SUWARNA&lt;br /&gt;KOMPAS, 10 April 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6088879895148654722?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6088879895148654722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/vera-lasut-dan-film-hantu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6088879895148654722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6088879895148654722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/vera-lasut-dan-film-hantu.html' title='Vera Lasut dan Film Hantu'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vai0-j6CTVI/TaGMy_lvL-I/AAAAAAAAAeU/rwkMzo1Opjo/s72-c/v267.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7883552953878445392</id><published>2011-04-10T07:48:00.006+07:00</published><updated>2011-04-10T07:55:51.368+07:00</updated><title type='text'>KISAH 13 PEMBUNUH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_WXWBdiNCow/TaD-6hVozKI/AAAAAAAAAeM/DUshbtwE5rw/s1600/13-Assassins-movie-poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_WXWBdiNCow/TaD-6hVozKI/AAAAAAAAAeM/DUshbtwE5rw/s400/13-Assassins-movie-poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593751018529148066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;inilah film yang merupakan karya penyutradaraan terbaru Takashi Miike; sineas Jepang yang tingkat kepopulerannya di kalangan insan perfilman sudah sangat mendunia. Sineas asal negeri matahari terbit ini sangat terkenal dengan karya penyutradaraannya yang kontroversial karena kecenderungannya untuk menyajikan adegan kekerasan maupun muatan seksual yang ekstrim dan mengejutkan, meski ia juga sudah terbukti piawai menggarapfilm-film yang ‘ramah dan aman dikonsumsi’. Kali ini Miike mengadaptasi ulang film lawas berjudul sama yang dulu diproduksi di tahun 1963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa menjelang akhir periode Edo di Jepang, seorang pejabat dari wilayah Akashi; Tosho Mamiya (Uchino) melakukan aksi bunuh diri di depan gerbang Roju bernama Lord Doi (Hira). Seraya melakukan aksinya, Mamiya sempat menuduh penguasa wilayah Akashi; Naritsugu Matsudaira (Inagaki) melakukan tindak kejahatan seperti pembunuhan dan pemerkosaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun, Matsudaira sendiri; yang berstatus sebagai adik kandung Shogun bernama Ieyoshi, akan bergelar Roju pada tahun berikutnya. Klan Shogun yang mendengar peristiwa itu merasa terusik dengan kasus itu dan yakin bahwa pemimpin Akashi itu merupakan ancaman serius bagi stabilitas dan kedamaian negeri. Lord Doi kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Matsudaira dengan mengutus seorang samurai; Shinzaemon Shimada (Yakusho) sebagai pengemban mandatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mensukseskan misinya, Shimada mengumpulkan 11 orang pria, termasuk di antaranya keponakannya sendiri; Shinrokuro Shimada (Yamada) yang sangat menggemari berjudi, alkoholik, dan main perempuan.Rencana pembunuhan itu sampai juga ke telinga kepala samurai kubu Matsudaira; Hanbei Onigashira (Ichimura), yang bertahun-tahun lalu berguru ilmu pedang bersama-sama dengan Shinrokuro, namun perbedaan ideologi antara keduanya, memutus tali pertemanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shinzaemon percaya bahwa peluang terbaik untuk menghabisi Matsudaira ada dengan melakukan serangan mendadak di kota Ochlai, kala sang target kembali dari Edo. Dalam proses menjalankan rencana ini ke-12 samurai ini berjumpa dengan Koyata Saga (Iseya) yang kemudian bergabung menjadi anggota ke-13 mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat datangnya melancarkan misi, di luar dugaan mereka, pihak lawan ternyata sudah menyiapkan pasukan samurai beranggotakan lebih dari 200 orang Pertempuran berdarah tak lagi bisa dihindarkan. Karya penyutradaraan Miike ini jalinan kisahnya agaknya bisa membuat para insan perfilman maupun publik sedikit banyak akan teringat pada salah satu karya masterpiece Akira Kurosawa yang berjudul THE SEVENTH SAMURAI. Sebagai informasi di film yang disarati nama-nama kondang dunia perfilman Jepang masa kini ini berhasil menuai sambutan yang menggembirakan dari kalangan kritikus, ketika diputar dalam berbagai festival film internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Starring  :  Mikijiro Hira, Goro Inagaki, Koji Yakusho, Tsuyoshi Ihara, Takayuki Yamada, Masachika Ichimura, Yusuke Iseya, Ikki Sawamura, Kazue Fukushi, Mitsuki Tanimura, Sousuke Takaoka, Arata Furuta&lt;br /&gt;Directed by  :  Takashi Muke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRAILER:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=e0xbHPE79kQ"&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=e0xbHPE79kQ&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7883552953878445392?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7883552953878445392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/kisah-13-pembunuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7883552953878445392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7883552953878445392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/kisah-13-pembunuh.html' title='KISAH 13 PEMBUNUH'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_WXWBdiNCow/TaD-6hVozKI/AAAAAAAAAeM/DUshbtwE5rw/s72-c/13-Assassins-movie-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5920382685786279902</id><published>2011-04-08T20:35:00.003+07:00</published><updated>2011-04-08T20:45:09.066+07:00</updated><title type='text'>LIMITLESS: JIKA SEORANG PENULIS KEHABISAN IDE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-kXN8lVddB4Y/TZ8RXjz4KsI/AAAAAAAAAeE/OfgwbdgRuwU/s1600/11729_poster3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kXN8lVddB4Y/TZ8RXjz4KsI/AAAAAAAAAeE/OfgwbdgRuwU/s400/11729_poster3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593208358664940226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Eddie Morra (Bradley Cooper) seorang penulis yang sedang kehabisan ide, baru putus dari pacarnya. Meski ia sudah tak lagi jadi pecandu kokain namun masa depannya bisa dibilang tak jauh dari kata suram. Sampai ketika Eddie bertemu dengan teman lamanya yang memberinya sebuah obat yang tidak biasa; obat yang mampu mengaktifkan seluruh sel dan kemampuan otak manusia. masa depan Eddie tiba-tiba saja berubah total.Obat itu bernama MTD-48, obat yang konon bisa memacu kerja otak sehingga kita bisa memanfaatkan 100% dari kemampuan otak kita. Ternyata, janji itu bukan sekedar omong kosong. Eddie memang berubah. Ia bisa menulis buku hanya dalam waktu satu hari saja. Ia bisa belajar bahasa asing dalam waktu sangat singkat dan tak ada hal yang tak bisa ia pelajari dalam waktu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddie lantas memanfaatkan kemampuan supernya ini untuk mendapatkan uang dengan cara cepat. Sayangnya, ada orang yang cukup peka untuk melihat kemampuan Eddie ini. Orang itu adalah Carl Van Loon (Robert De Niro) yang kemudian mencoba untuk memanfaatkan kemampuan Eddie untuk keuntungan pribadinya. Celakanya itu bukan satu-satunya masalah Eddie. Masih ada polisi dan sekelompok penjahat yang ternyata juga mengincar Eddie untuk tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ide yang baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5920382685786279902?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5920382685786279902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/limitless.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5920382685786279902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5920382685786279902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/limitless.html' title='LIMITLESS: JIKA SEORANG PENULIS KEHABISAN IDE'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kXN8lVddB4Y/TZ8RXjz4KsI/AAAAAAAAAeE/OfgwbdgRuwU/s72-c/11729_poster3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1197492229516359091</id><published>2011-04-04T10:05:00.002+07:00</published><updated>2011-04-04T10:16:31.247+07:00</updated><title type='text'>Bunuh Diri Kebudayaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bV83x1-Oah8/TZk37OetsNI/AAAAAAAAAd8/db66Zx_Zmq4/s1600/19172_1210794473731_1344818241_30522950_3081538_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 290px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bV83x1-Oah8/TZk37OetsNI/AAAAAAAAAd8/db66Zx_Zmq4/s400/19172_1210794473731_1344818241_30522950_3081538_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591561902995910866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapan penyair Jerman, Heinrich Heine, ”Di mana mereka membakar buku, ujung-ujungnya mereka akan membakar manusia”. Memang demikian. Memusnahkan teks-teks historikal dan kultural bukan sekadar membakar kertas; untuk mengatakannya dengan mengerikan, ini adalah upaya satu pihak menghapus total pihak-pihak yang dibencinya. Rezim revolusioner Maximilien Robespierre (1793-1794), yang memenggal 16.000 kepala, tercatat menghancurkan dua pertiga dari satu miliar dokumen sejarah Perancis. Menyingkirkan feodalisme Louis XVI diidentikkan menghabisi segala catatan masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh serupa, di antara para akademisi Irak, tersebar pandangan pemerintahan George Bush sengaja tak menugaskan tentara menjaga situs-situs bersejarah saat pasukan AS masuk—perlakuan beda terhadap Kementerian Perminyakan.Tank Amerika melabrak masuk Akademi Ilmu Pengetahuan Irak. Penjarah mengikutinya. Sebanyak 170.000 koleksi Museum Nasional Irak, termasuk artefak tulisan-tulisan pertama peradaban manusia, rusak. Lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDS Jassin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donald Rumsfeld, Menteri Pertahanan kabinet Bush, menganggap media melebih-lebihkan kekacauan dan luput mengangkat kebebasan serta demokrasi yang dibawa ke jalanan Irak pascatumbangnya patung- patung diktator Saddam Hussein. ”Keberhasilan militer paling mencengangkan dalam sejarah manusia”—menyitir istilah penyiar berita stasiun FOX yang mendukung invasi itu. Bagi para cendekiawan Irak, itu kekerasan dan penghinaan amat brutal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling jelas, jejak-jejak sejarah bangsa Irak—berbagai peninggalan tak ternilai kunci pembuka episode kehidupan manusia yang masih kabur—takkan pernah kembali. Alasan mengutuk biblioklasme, genosida kebudayaan, perusakan artefak historis amat jelas—apakah misi demokrasi AS yang disokong artileri baja membenarkan pelibasan habis-habisan jejak orang- orang Irak menjadi dirinya? Apa yang lebih sadis dari satu tindakan yang membuat sekian juta pendahulu bangsa itu seakan tak pernah ada atau dilahirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi kesadisan serupa yang berpilin keteledoran luar biasa. Tentang dokumen-dokumen historis di Indonesia yang merana di hadapan rencana konstruksi gedung DPR yang spektakuler; tentang artefak-artefak, yang menceritakan apa yang mengonstitusi siapa diri kita kini, yang diabaikan dan terancam punah di hadapan kemewahan elite politik.PDS HB Jassin yang tiba-tiba mencuri perhatian para elite politik adalah puncak gunung es situasi miris pusat-pusat dokumentasi di Indonesia. Liputan Kompas (27/3) memberi nama sejumlah gudang sejarah yang terancam dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicuri negeri asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak halaman gelap sejarah Indonesia. Pertengahan 1960-an salah satunya, yang usai reformasi diembus angin segar penerbitan teks-teks memoar maupun penelusuran historis.Juga periode kerajaan di Kepulauan Nusantara yang memperlihatkan kehidupan maritim yang kosmopolit, terbuka, disangga mekanisme check and balance kekuasaan—di masa jauh sebelum demokrasi. Itu kini gelap dan jauh karena ulah kolonial dan Orde Baru yang memperlakukan Indonesia semata daratan untuk dikuasai terpusat, satu, utuh, melingkar di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan sejarah pun mengeksklusikan kelompok Tionghoa-Indonesia, menempatkannya semata ancaman perekonomian pribumi atau kesatuan negara. Telaah Claudine Salmon, Pramoedya Ananta Toer, Leo Suryadinata, sebaliknya, mencatat peran signifikan kelompok ini membentuk gagasan keindonesiaan awal abad ke-20, lewat perdebatan di media cetak maupun karya-karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika kilau historis yang tak dapat tempat sepantasnya dalam imajinasi keindonesiaan kita itu hilang karena jamur kertas atau genteng gudang sejarah yang bocor?Tak heran, pada harinya nanti, diri kita tak lagi punya kita. Milik negeri asing, entah Amerika, Eropa, China, atau Arab. Mereka yang mencuri dan menyimpan data terbaik kita. Sementara kita berproses yang tak lebih dari bunuh diri sosiohistoris. Membiarkan sejarah kita hancur bersama waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEGER RIYANTO Penulis Esai-esai Humaniora; Alumnus Sosiologi FISIP UI; Aktivis Bale Sastra Kecapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS Senin 4 April 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1197492229516359091?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1197492229516359091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/bunuh-diri-kebudayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1197492229516359091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1197492229516359091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/bunuh-diri-kebudayaan.html' title='Bunuh Diri Kebudayaan'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bV83x1-Oah8/TZk37OetsNI/AAAAAAAAAd8/db66Zx_Zmq4/s72-c/19172_1210794473731_1344818241_30522950_3081538_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6301843449619588675</id><published>2011-04-01T17:39:00.001+07:00</published><updated>2011-04-01T17:40:35.306+07:00</updated><title type='text'>10 Film dari Novel Siap Menyerbu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ltXQ6rrL0Ag/TZWrnY9A0iI/AAAAAAAAAd0/wcqtiINmagc/s1600/cigit_movie.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ltXQ6rrL0Ag/TZWrnY9A0iI/AAAAAAAAAd0/wcqtiINmagc/s400/cigit_movie.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590563205651943970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hollywood memang tak pernah kehabisan ide cerita untuk pembuatan film. Jika mereka sudah kehabisan cerita yang ditulis khusus untuk film, novel pun bisa disadur ke layar lebar. Tak sedikit pula film berdasarkan novel laris manis dalam perolehan box office. Sebut saja, The Lord of the Rings, Harry Potter, dan The Chronicles of Narnia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, yang tak kalah menghebohkan dan meraih kesuksesan secara mengejutkan, adalah Twilight Saga. Baik seri pertamanya, Twilight, maupun New Moon dan Eclipse sama-sama mencetak keberhasilan secara finansial di box office Amerika maupun dunia. Seri selanjutnya pun, Breaking Dawn, siap menggebrak box office,  November nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut silakan simak 10 novel yang siap dibuat versi layar lebarnya maupun film televisi, lengkap dengan para pemerannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Admission (karya Jean Hanff Korelitz): bercerita tentang serorang perempuan berumur 38 tahun, bernama Portia Nathan, yang bekerja di Universitas Princeton sebagai pegawai admisi. Ia begitu mencintai pekerjaannya, hingga suatu ketika ia bertemu dengan seorang murid yang kepintarannya melebihi standard murid-murid yang kuliah di situ. Film ini rencananya akan dibintangi oleh komedian Tina Fey, yang berperan sebagai Portia Nathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Back Roads (Tawni O'Dell): Harley, yang masih berumur 19 tahun, dibebani hidupnya karena harus mengurus adik-adinya, di saat ibunya mendekam di penjara. Hidupnya menjadi lebih rumit ketika ia jatuh cinta kepada ibu dari salah satu teman kakaknya. Film ini dimainkan oleh Andrew Garfield (pemeran Spider-Man terbaru) sebagai Harley dan Jennifer Garner sebagai ibu dari teman adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anna Karenina (Leo Tolstoy): novel klasik Tolstoy ini mengisahkan nasib tragis seorang perempuan yang terjebak cinta antara suami dan kekasihnya. Keira Knightley sudah dipastikan akan berperan sebagai Anna. Namun aktor Jude Law dan Aaron Johnson, belum dipastikan akan berperan sebagai siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Abraham Lincoln: Vampire Hunter (Seth Grahame-Smith): kisah vampir memang tak bosan-bosannya diolah dengan formula baru dan berbeda. Kali ini novel karangan Smith menceritakan Presiden ke-16 AS yang masa mudanya ternyata berprofesi sebagai pemburu vampir. Aktor pendatang baru, Benjamin Walker, telah didapuk sebagai Honest Abe. Aktris muda berbakat Mary Elizabeth Winstead dipastikan akan berperan sebagai Mary Todd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Odd Thomas (Dean Koontz): Koontz memang spesialis pengarang novel horor. Kali ini ia memilih tema horor atau misteri mengenai seorang pria muda yang mempunyai kemampuan melihat arwah orang-orang yang telah meninggalkan dunia. Kemampuannya itu digunakannya untuk menolong sesama. Aktor muda Anton Yelchin dipastikan akan memainkan karakter lelaki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Alfred Hitchcock and the Making of Psycho (Alfred Hitchcock): novel ini berkisah tentang hubungan sutradara misteri, Alfred Hitchcock, dengan istrinya, ketika pembuatan film horor atau misteri yang paling terkenal, Psycho. Anthony Hopkins akan berperan sebagai sutradara yang selalu menjadi kameo dalam film-film arahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Breaking Dawn (Stephenie Meyer): sudah dipastikan film ini merupakan film yang paling dinanti oleh para pecinta Twilight Saga. Novel Breaking Dawn merupakan seri terakhir dari perjalanan kisah cinta Bella dan Edward. Namun, filmnya sendiri akan dibagi dalam dua bagian. November ini, kisah percintaan manusia dan vampir siap menghibur para penggemar film, termasuk Twilight. Kristen Stewart dan Robert Pattinson masih tetap dipercaya untuk menjadi Bella dan Edward.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. The Hobbit (J.R.R. Tolkien): prekuel dari trilogi The Lord of the Rings, The Hobbit, sedang dalam tahap pencarian kasting. The Hobbit akan berfokus pada petualangan Bilbo Baggins, yang melakukan perjalanan sepanjang Middle Earth. Martin Freeman berperan sebagai Bilbo. Para pemeran The Lord of the Rings, seperti Elijah Wood, hampir dipastikan akan tampil dalam film yang paling ditunggu-tunggu fans Tolkien ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. The Monster of Florence (Douglas Preston): kisah nyata yang cukup menarik mengenai sang pengarang novel sendiri, yang melakukan penyelidikan tentang pembunuh berantai yang dijuluki "The Monster of Florence". George Clooney telah dipercaya untuk memerankan Preston.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Game Change (John Heilemann): novel nonfiksi ini bertutur tentang para "pemain kunci" selama pemilihan presiden AS pada 2008, yang berfokus pada Sarah Palin, Barack Obama, dan John Edwards. Aktris kawakan Julianne Moore akan bermain sebagai Sarah Palin dalam film televisi produksi HBO ini.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;buzzsugar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6301843449619588675?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6301843449619588675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/10-film-dari-novel-siap-menyerbu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6301843449619588675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6301843449619588675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/04/10-film-dari-novel-siap-menyerbu.html' title='10 Film dari Novel Siap Menyerbu'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ltXQ6rrL0Ag/TZWrnY9A0iI/AAAAAAAAAd0/wcqtiINmagc/s72-c/cigit_movie.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5452957241563341818</id><published>2011-03-28T20:07:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T20:14:08.740+07:00</updated><title type='text'>Film-film yang Diyakini Laris 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tc_1jTr1i-o/TZCJlejkulI/AAAAAAAAAds/pgzfzWiW1T4/s1600/816419-xs.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 337px; height: 340px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tc_1jTr1i-o/TZCJlejkulI/AAAAAAAAAds/pgzfzWiW1T4/s400/816419-xs.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589118414517221970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun 2011 hingga akhir tahun merupakan saat yang tepat dan biasa digunakan sejumlah produser dan sutradara perfilman dunia untuk memulai aktivitas membuat sebuah film, maupun merilis karya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut bocoran sejumlah film-film yang akan rilis pertengahan hingga akhir tahun. Diprediksikan film tersebut bakal menjadi film yang laris di  box office:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fast and Furious V (April 2011): Vin Diesel dan Paul Walker akan kembali beraksi dalam film kebut-kebutan mobil dengan adegan-adegan berbahaya memacu adrenalin. Film yang disutradarai Justin Lin dan skenarionya ditulis Chris Morgan ini, bercerita tentang petualangan Dominic Toretto dan Brian O’Conner yang melarikan diri dari petugas hukum. Film ini akan dirilis pada akhir April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kungfu Panda II (Mei 2011): Sekuel Kungfu Panda ini dipastikan akan menarik banyak penonton di bioskop. Po (suaranya diisi Jack Black), Sang pendekar Panda, kali ini menghadapi Lord Shen (Gary Oldman) yang memiliki sebuah senjata rahasia yang sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lord Shen terobsesi untuk menguasai seluruh negeri dan berencana menghancurkan ilmu bela diri Kung Fu. Po mendapat bantuan dari The SoothSayer (Michelle Yeoh), Master Skunkman (James Woods), Master Croc (Jean-Claude Van Damme), dan Master Thundering Rhino oleh (Victor Garber) . Aksi-aksi seru dan lucu PO bersama kawan-kawannya menggagalkan rencana jahat Lord Shen itu ditampilkan secara ciamik dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pirates of Caribbean "On the Strangers Tide" (Mei 2011): Kapten Jack Sparrow (Johny Deep), kali ini berpetualang bersama Angelica (Penelope Cruzz) mencari mata air kehidupan yang konon tidak membuat seseorang bertambah tua sedikitpun. Masalah kian runyam ketika Jack menyadari Angelica tak lain adalah putri dari bajak laut Blackbeard (Ian McShane), musuh besar Jack Sparrow. Tapi perjalanan sudah dimulai dan Jack tak akan mengurungkan niatnya sedikitpun untuk melaksanakan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. X-Men "First Class" (Juni 2011): Penggemar Wolverine (diperankan Hugh Jackman) mesti bersiap-siap kecewa dalam film yang merupakan prekuel dari film-film X-Men sebelumnya karena tokoh tersebut tidak muncul dalam film ini. First Class memang mengisahkan awal mula epik X-Men yakni mengangkat masa muda Charles Xavier dan Erik Magnus Lensherr sebelum didirikannya Xavier School For Gifted Youngster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;School of Mutant Resources mereka dirikan seusai menamatkan sekolah di Oxford untuk meneliti dan mempelajari fenomena baru yang terjadi pada manusia yaitu “homo superior”, yaitu manusia jenis mutan yg memiliki gen X. Siswa yang belajar di sekolah khusus itu awalnya adalah Jean Grey, Scott Summers, Hank McCoy, Ororo Munroe, Raven Darkholme, Mortimer Toynbee dan Emma Frost. Perbedaan pemahaman dan idealisme membuat kedua sahabat ini menuai konflik hingga akhirnya justru menjadi seteru yang saling menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Harry Potter and The Deathly Hallows, Part 2 (Juli 2011): Ini adalah film yang ditunggu-tunggu para penggemar Harry Potter sebagai edisi pamungkas rangkaian film Harry Potter.  Film ini masih tetap diperankan Daniel Radcliffe, Emma Watson dan Rupert Grint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Transformers 3 "Dark Of The Moon" (Juli 2011): Dua serial film Transformers sebelumnya berhasil menuai sukses besar dan pada episode ketiga ini para penggemar Megan Fox harus siap-siap kecewa karena artis sexy yang pada 2 episode sebelumnya berperan sebagai Mikaela Banes, kekasih sang tokoh utama, Sam Witwicky, tidak terlibat dalam Transformer 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tanpa Megan Fox, film ini kembali akan menggelar aksi-aksi spektakuler dan efek sinematografi canggih lebih dashyat dari dua film sebelumnya. Jadi bersiaplah saksikan kehebatan robot Optimus Prime, Bumble Bee, Iron Hide, Ratchet, Sides Wipes, Megatron, Starscream, dan Soundwave berjibaku dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Captain America "The First Avenger" (Agustus 2011): Chris Evans pemeran manusia api dalam film Fantastic Four akan berperan sebagai Steve Rogers alias Captain America. Kisah ini menampilkan setting tahun 1940-an, dimana Steve Rogers, seorang prajurit yang tidak bisa turun ke medan perang untuk melawan Nazi karena fisiknya dianggap tidak layak, diminta untuk menjalani sebuah program rahasia militer yang dapat mengubah dirinya menjadi manusia super.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Spy Kids 4 "All The Time in the World" (Agustus 2011): Jessica Alba akan berperan sebagai Marissa Cortez Wilson (Jessica Alba), mantan agen rahasia yang menikah dengan reporter televisi pemburu agen mata-mata terkenal Wilbur (Joel McHale) dan ibu tiri dari dua anak kembar yang sangat cerdas Rebecca (Rowan Blanchard) dan Cecil (Mason Cook) dalam film Spy Kids 4 yang disutradarai oleh Robert Rodriguez. Jeremy Piven yang berperan sebagai tokoh antagonis dalam film ini mengancam akan mengambil alih bumi dan menghentikan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marissa dipanggil oleh Markas Besar OSS untuk mencegah aksi kejahatan tersebut dengan didampingi Carmen (Alexa Vega) dan adiknya Juni Cortez (Daryl Sabara), anggota Spy Kids yang sudah beranjak remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mission Impossible 4 "Ghost Protocol" (Desember 2011): Aktor tampan Tom Cruise kembali akan membintangi film kolosal Mission Impossible IV, yang rencananya akan ditayangkan perdana oleh Paramount Pictures pada 6 Desember 2011. Pada film yang gambarnya diambil di Dubai, Praha dan Canada ini, Tom akan didampingi artis pendukung seperti Jeremy Renner dan Paula Patton.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;tribunnews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5452957241563341818?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5452957241563341818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/film-film-yang-diyakini-laris-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5452957241563341818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5452957241563341818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/film-film-yang-diyakini-laris-2011.html' title='Film-film yang Diyakini Laris 2011'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tc_1jTr1i-o/TZCJlejkulI/AAAAAAAAAds/pgzfzWiW1T4/s72-c/816419-xs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2226498822748646707</id><published>2011-03-24T06:43:00.002+07:00</published><updated>2011-03-24T07:20:18.719+07:00</updated><title type='text'>Negara Tanpa Sastra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8euDaIHiO5c/TYqON8cW67I/AAAAAAAAAdk/Q9EEaxLr3Mc/s1600/Spy%2BLiterature%2BDigital.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 296px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8euDaIHiO5c/TYqON8cW67I/AAAAAAAAAdk/Q9EEaxLr3Mc/s400/Spy%2BLiterature%2BDigital.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587434657921035186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Negara yang telah kehilangan sensibilitasnya terhadap sastra adalah negara yang tengah menegasikan potensinya sendiri dalam hal menumbuhkembangkan kreativitas dan otentisitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi aksioma, persaingan ekonomi dan industri pada abad ke-21 berbasis inovasi. Sementara inovasi itu sendiri berpijak pada kreativitas dan otentisitas. Tanpa inovasi, mustahil daya saing ekonomi dan industri dapat diwujudkan. Begitu pun tanpa kreativitas dan otentisitas, mustahil inovasi dapat digelorakan. Sementara tak dapat dielakkan, sastra merupakan lahan subur tumbuhnya ”pohon” kreativitas dan otentisitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari cukup berbagai penjelasan menyebutkan, negara-negara berteknologi maju dewasa ini adalah negara dengan warisan (legacy) sastra. Hampir tidak ada negara maju kini miskin karya sastra. Bahkan sebuah negara mampu beranjak maju tatkala elemen ekonomi dan industri negara tersebut mampu mereguk ilham dari narasi-narasi sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan pula jika biografi tokoh-tokoh bisnis dan korporasi dipenuhi penceritaan tentang kekaguman mereka terhadap buku-buku sastra. Dengan mengambil jalan estetika, sastra menginspirasi timbulnya kemajuan sebuah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah filosof Immanuel Kant yang pernah menyebutkan tentang pemanusiaan manusia melalui karya-karya sastra. Dalam diri manusia terus-menerus timbul kerentanan justru karena relasi manusia yang tiada henti dengan ruang-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika yang berkuasa atas ruang-waktu acap kali menyudutkan manusia untuk terbentur serangkaian kesulitan. Logika yang mendikte ruang-waktu sedemikian rupa mengaduk-aduk perasaan manusia. Logika yang bekerja dalam ruang-waktu menyeret eksistensi manusia ke dalam pusaran keterpecahan dan keberkepingan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastralah yang pada akhirnya mengutuhkan kembali perasaan manusia yang telanjur tersuruk ke dalam keterpecahan dan keberkepingan itu. Itulah yang dapat menjelaskan mengapa manusia menemukan keutuhan dirinya seusai menyimak karya-karya sastra. Melalui karya sastra, manusia berpeluang menemukan partikularitas dirinya yang hilang terporakporandakan oleh logika ruang-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal kultural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masyarakat pada suatu negara terlatih memanusiakan dirinya melalui jalan sastra atau karya-karya sastra, sesungguhnya sebuah negara memiliki modal kultural yang tiada tara untuk mengimajinasikan makna dan hakikat hidup adiluhung. Negara tersebut tidak akan menghadapi kesulitan superpelik tatkala harus masuk ke dalam agenda peningkatan daya saing ekonomi dan industri, berhadapan dengan negara-negara lain di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita berbicara ihwal relevansi sastra terhadap timbulnya the ideas of progress dalam kehidupan masyarakat di sebuah negara-bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini kita menyaksikan secara terang benderang betapa produk-produk berteknologi tinggi suatu negara yang berdimensi humanistik dalam penggunaannya justru semakin diwarnai oleh penampilan yang estetik. Tampak menonjol dalam produk-produk tersebut pengaruh sastra dan kesusastraan dalam totalitas proses inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah karya sastra memang tak harus dimaksudkan mengawal lahirnya sebuah produk teknologi tinggi. Namun, keagungan narasi dan keindahan literasi dalam karya sastra merupakan ilham penciptaan bagi lahirnya produk-produk berteknologi tinggi yang nikmat dalam penggunaan serta indah ditatap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, tidak semua negara memiliki kejelasan posisi terhadap sastra. Bahkan muncul dialektika yang sedemikian rupa mengondisikan negara berjalan tanpa sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut ”negara tanpa sastra”, bukan berarti di negara tersebut sama sekali tidak lahir karya-karya sastra. Sangat mungkin justru karya-karya sastra telah berakumulasi menjadi warisan kesusastraan oleh suatu perkembangan jangka panjang dari generasi ke generasi. Negara tanpa sastra merupakan frasa yang mengilustrasikan tak adanya perhatian rezim yang tengah berkuasa di suatu negara terhadap arti penting sastra bagi kemajuan masyarakat dan pemerintahan di negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak lagi, Indonesia sesungguhnya masuk ke dalam kategori negara tanpa sastra. Tersingkapnya fakta di seputar penelantaran Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin merupakan bukti hadirnya negara tanpa sastra di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penyikapan pemerintah sendiri, sastra belum dikondisikan berfungsi sebagai dasar tumbuhnya kreativitas dan otentisitas mendukung berlangsungnya inovasi ekonomi dan industri. Jangan heran pula jika ke depan Indonesia masih akan terseok-seok dalam arena persaingan antarbangsa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwari WMK Peneliti Filsafat dan Kebudayaan di Sekolah Jubilee, Sunter, Jakarta&lt;br /&gt;KOMPAS, Kamis, 24 Maret 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2226498822748646707?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2226498822748646707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/negara-tanpa-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2226498822748646707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2226498822748646707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/negara-tanpa-sastra.html' title='Negara Tanpa Sastra'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8euDaIHiO5c/TYqON8cW67I/AAAAAAAAAdk/Q9EEaxLr3Mc/s72-c/Spy%2BLiterature%2BDigital.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8960485570546548994</id><published>2011-03-23T19:11:00.003+07:00</published><updated>2011-03-23T19:15:03.063+07:00</updated><title type='text'>Film pertama Vaclav Havel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ekxvEIzsgeI/TYnj73sZ60I/AAAAAAAAAdc/dV4myhP4O98/s1600/havel_odchazeni.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ekxvEIzsgeI/TYnj73sZ60I/AAAAAAAAAdc/dV4myhP4O98/s400/havel_odchazeni.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587247430431796034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerabat dan penggemar mantan Presiden Ceko, Vaclav Havel, meramaikan malam gala pemutaran film pertamanya di Praha, Selasa malam (22/03) waktu setempat.Havel -yang sebelum menjabat presiden merupakan penulis naskah teater yang terkenal- menjadi sutradara film pertama yang dimulai tahun lalu pada usia 74 tahun.Film itu diberi judul Leaving, tentang seorang mantan pemimpin yang harus bergulat dalam kehidupan sehari-hari setelah mundur dari kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan BBC, Rob Cameron, yang ikut menyaksikan film itu, melaporkan Havel mengatakan kepada para wartawan bahwa membuat film merupakan mimpi lamanya."Membuat film merupakan pengalaman yang lama saya inginkan di sepanjang hidup saya." Vaclav Havel mengaku berasal dari keluarga perfilman: pamannya merupakan pelopor industri film Cekoslowakia -ketika Ceko dan Slowakia masih bersatu- dan itulah yang membuat dia ingin belajar film."Sayangnya saya tidak bisa jadi harus menunggu sampai sekarang, pada ujung karir saya, untuk melakukannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu teatrikal&lt;br /&gt;Leaving -yang diperankan oleh aktor Ceko, termasuk istrinya Dagmar- diadaptasi dari naskah teater terbarunya.Namun para pengkritik mengatakan film itu menjadi terlalu teatrikal."Saya tidak bisa mengatakan kalau teaternya bisa jalan sebagai sebuah film. Saya kira ketrampilannya sebagai seorang dramatis terbukti dalam naskah, namun yang kita lihat di layar adalah adapatsi yang ketat dari teater," kata Theo Schwinke dari majalah film, Screen International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Havel sendiri saat ini berada dalam keadaan kesehatan yang buruk dan belum lama berselang dirawat di rumah sakit karena infeksi pernafasan.Sempat ada kekhawatiran kalau dia tidak hadir dalam malam gala film pertamanya, namun dia ternyata hadir untuk karyanya yang amat padat dengan perenungan pribadi tentang politik, kekuasaan, dan kehilangan kekuasaan.Namun Havel, sejak awal, menegaskan bahwa naskah Leaving bukanlah otobiografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bbc/bbc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI&lt;br /&gt;Václav Havel, (lahir 5 Oktober 1936; umur 74 tahun) adalah penulis, politikus, dan dramawan Ceko. Ia juga adalah Presiden Cekoslovakia (1989-1992) yang ke-10 dan Presiden Republik Ceko yang pertama (1993-2003).Havel adalah seorang dramawan namun ia juga telah menulis buku-buku puisi dan esai. Ia mendapatkan nama sebagai dramawan pada 1963 melalui karya Zahradní slavnost, yang segera disusul dengan Vyrozumění pada 1965, yang merupakan karya paling terkenal. Tema sentral dalam karya-karyanya adalah pengasingan sosial. Kepengarangannya penuh dengan kritik terhadap sistem komunis yang totaliter, akibatnya ia dipaksa keluar dari dunia teater sehingga ia memulai karier politiknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8960485570546548994?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8960485570546548994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/film-pertama-vaclav-havel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8960485570546548994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8960485570546548994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/film-pertama-vaclav-havel.html' title='Film pertama Vaclav Havel'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ekxvEIzsgeI/TYnj73sZ60I/AAAAAAAAAdc/dV4myhP4O98/s72-c/havel_odchazeni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6661360388328058908</id><published>2011-03-22T17:32:00.003+07:00</published><updated>2011-03-22T17:42:05.893+07:00</updated><title type='text'>NOVEL YANG TERINSPIRASI MIMPI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jM2C2Z8sTWA/TYh83MKv3gI/AAAAAAAAAdU/xS-k0GT80EE/s1600/266335778_a7ad7d98d0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jM2C2Z8sTWA/TYh83MKv3gI/AAAAAAAAAdU/xS-k0GT80EE/s400/266335778_a7ad7d98d0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586852625354055170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Twilight (Stephenie Meyer)&lt;br /&gt;Pada bulan Juni 2003, Stephenie Meyer terbangun dari mimpi tentang sepasang kekasih muda yang berbaring di padang rumput sedang mendiskusikan mengapa cinta mereka tidak pernah bisa bersatu. Dalam website-nya, Meyers mengatakan, “Salah satu dari pasangan ini hanyalah gadis biasa, dan satu lagi adalah seorang pria yang sangat tampan, gemerlapan, dan seorang vampir. Mereka sedang membahas rintangan yang melekat bahwa mereka saling jatuh cinta satu sama lain sementara yang seorang vampir tertarik pada aroma darahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi ini ternyata menjadi salah satu seri yang paling populer dalam fiksi dewasa muda sepanjang masa. Sampai saat ini, novel Meyer telah terjual sebanyak 17 juta kopi di seluruh dunia, lebih dari 91 minggu berada dalam daftar Nеw York Times Best Seller, dan telah melahirkan 4 novel berikutnya dan 4 besar anggaran film-film Hollywood.&lt;br /&gt;image3 5 Novel terkenal yang terinspirasi dari mimpi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Misery (Stephen King)&lt;br /&gt;Stephen King adalah salah satu penulis paling produktif dan populer saat ini, sehingga mungkin akan mengejutkan Anda bahwa dia menciptakan konsep cerita dan gambar grafis dalam beberapa novel di saat dia tertidur lelap. Dalam kasus Misery, King sedang tertidur dalam pesawat dan bermimpi tentang seorang fans yang menculik pengarang favoritnya dan menjadikannya sebagai sandera. Ketika ia terbangun, King begitu ingin menangkap kisah mimpinya dan duduk di bandara dan menulis 40-50 halaman pertama dari novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misery menjadi best-seller yang menginspirasi film-film sukses dan membuat Kathy Bates yang bermain sebagai fan Annie Wilkes, menjadi Aktris Terbaik Academy Award dan Golden Globe saat itu. King memberikan kredit pada mimpinya dengan memberinya konsep untuk beberapa novel dan untuk membantu dia untuk mengatasi saat-saat sulit dalam penulisan novelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Frankenstein (Mary Shelley)&lt;br /&gt;Pada tahun 1816, Mary Shelley hanya berusia 18 tahun ketika ia menghabiskan musim panas dengan kekasihnya, Percy Shelley, di kawasan Lord Byron di Swiss. Suatu malam, ketika mereka duduk di sekitar api, pembicaraan beralih ke topik tentang menghidupkan kembali tubuh manusia dengan menggunakan arus listrik. Shelley pergi tidur malam itu dengan bayangan mayat hidup yang berputar di kepalanya dan terbawa ke dalam mimpi. Dalam mimpinya ia melihat dengan jelas sesosok raksasa Frankenstein dan membayangkan keadaan bagaimana ia telah diciptakan. Shelley terbangun dan mulai menulis cerita pendek tentang mimpinya. Belakangan, suaminya yang juga seorang penulis, mendorongnya untuk mengembangkan ceritanya menjadi sebuah novel. Dia menurutinya, dan Frankenstein pun diterbitkan ketika Shelley baru berumur 19 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dr Jekyll dan Mr Hyde (Robert Louis Stevenson)&lt;br /&gt;Robert Louis Stevenson sudah menjadi penulis yang sukses ketika ia bermimpi tentang seorang dokter dengan gangguan kepribadian yang terpisah. Stevenson dengan segera mendokumentasikan adegan dari mimpinya dan kemudian menulis draft pertama novelnya dalam waktu kurang dari 3 hari. Seperti biasanya, ia mengizinkan istrinya untuk meninjau draft dan menggunakan sarannya, mengedit dan menulis ulang beberapa bagiannya. Ia menyelesaikan seluruh naskah dalam waktu 10 hari dari sejak ia terbangun dari mimpinya. Kisah Kasus Aneh Dr Jekyll dan Mr Hyde telah bertahan sepankang waktu, mengumpulkan puluhan adaptasi panggung dan layar sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jonathan Livingston Seagull (Richard Bach)&lt;br /&gt;Pada tahun 1959, penulis Richard Bach, mendengar apa yang dia sebut sebagai “suara tanpa wujud” yang membisikkan judul novel ini ke telinganya. Dia segera menulis beberapa bab pertama sebelum kehabisan inspirasi. Dia menyimpan naskah setengah jadi sampai 8 tahun, setelah ia bermimpi tentang burung camar tituler, bahwa ia mampu menyelesaikan apa yang merupakan salah satu novel dan filosofis yang paling mendalam yang pernah ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bach fabel adalah best seller yang mengejutkan, melampaui rekor penjualan Gone Wіth Thе Wind. Meskipun kedua bukunya dan cara yang dikandung tampaknya memiliki hubungan yang kuat dengan fenomena psikis, Bach berpendapat bahwa menulis yang baik lebih tergantung pada kerja keras daripada apa pun. Ia mengatakan, “Anda tidak akan pernah diberikan sebuah mimpi tanpa diberi kekuatan untuk membuatnya terwujud, dan Anda juga harus bekerja untuk itu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6661360388328058908?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6661360388328058908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/novel-yang-terinspirasi-dari-mimp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6661360388328058908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6661360388328058908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/novel-yang-terinspirasi-dari-mimp.html' title='NOVEL YANG TERINSPIRASI MIMPI'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jM2C2Z8sTWA/TYh83MKv3gI/AAAAAAAAAdU/xS-k0GT80EE/s72-c/266335778_a7ad7d98d0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5395404829471657677</id><published>2011-03-19T08:12:00.002+07:00</published><updated>2011-03-19T08:14:09.897+07:00</updated><title type='text'>Importir Film Harus Bayar Separuh Tunggakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--eBn0KIr3BM/TYQDXXLw5dI/AAAAAAAAAdM/SW5Cp_WmPd4/s1600/vIcqVo9BWL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--eBn0KIr3BM/TYQDXXLw5dI/AAAAAAAAAdM/SW5Cp_WmPd4/s400/vIcqVo9BWL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585593137741489618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Keuangan mewajibkan para pengimpor film, yang belum memenuhi seluruh kewajiban perpajakannya, menyetorkan terlebih dahulu dana senilai 50 persen dari total tunggakannya, jika mereka ingin mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Banding oleh importir film dapat dilakukan setelah Kementerian Keuangan menerima setoran tunggakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau (importir) film banding, saya rasa itu ada prosedurnya. Sekarang mereka itu sudah mendapatkan ketetapan pajak untuk membayar. Mungkin mereka keberatan sehingga mengambil jalan banding. Namun, mereka mesti bayar 50 persen (dari pokok tunggakan plus bunganya). Itu prosedurnya,” ujar Menteri Keuangan Agus Darmawan Wintarto Martowardojo di Jakarta, Jumat (18/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan importir film, yang membawa masuk 250 judul ke Indonesia dalam dua tahun terakhir, ini menunggak pajak dan bea masuk Rp 30 miliar, belum termasuk denda. Jumlah tunggakan akan membengkak karena denda atas keterlambatan pembayarannya bisa mencapai 1.000 persen dari pokok tunggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan memperbolehkan wajib pajak membayar ”paling sedikit” sesuai yang disetujui dalam pembahasan akhir pemeriksaan saja. Kewajiban pembayaran itu harus dilakukan sebelum sidang banding di Pengadilan Pajak dilakukan. Namun, risikonya apabila keberatan wajib pajak ditolak dalam sidang banding itu wajib pajak akan dikenai sanksi ”denda” sebesar 50 persen dari jumlah pajak yang disengketakan dan belum dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menyebutkan, bagian yang harus diperjelas adalah masalah penetapan nilai pabean film impor. Selama ini importir hanya menetapkan nilai pabean atas dasar panjang rol film, yakni 0,43 dollar AS per meter. Hal itu yang menjadi dasar pengenaan bea masuk, pajak pertambahan nilai, dan pajak penghasilan Pasal 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebagai sebuah karya cipta, film memiliki keunikan dibandingkan dengan barang lain. Selain membayar ketiga pungutan itu, importir film juga harus memperhitungkan nilai pabean yang didasarkan atas hak cipta, yakni royalti yang dibayarkan kepada produsen film di luar negeri. Atas dasar ini, importir dikenai lagi bea masuk sebesar 10 persen, PPN 11 persen, dan PPh Pasal 26 sebesar 2,75 persen, atau total 23,75 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata mengatakan, tidak memantau secara langsung proses banding di Pengadilan Pajak. ”Namun, sampai saat ini belum ada yang membayar,” katanya. (OIN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Sabtu 19 Maret 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5395404829471657677?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5395404829471657677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/importir-film-harus-bayar-separuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5395404829471657677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5395404829471657677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/importir-film-harus-bayar-separuh.html' title='Importir Film Harus Bayar Separuh Tunggakan'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--eBn0KIr3BM/TYQDXXLw5dI/AAAAAAAAAdM/SW5Cp_WmPd4/s72-c/vIcqVo9BWL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2625759618411559302</id><published>2011-03-18T20:09:00.000+07:00</published><updated>2011-03-18T20:09:01.558+07:00</updated><title type='text'>Sinema TV- Cinta bersemi di Kebun teh pt1</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/lMc3-FN1cjs?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2625759618411559302?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2625759618411559302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/sinema-tv-cinta-bersemi-di-kebun-teh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2625759618411559302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2625759618411559302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/sinema-tv-cinta-bersemi-di-kebun-teh.html' title='Sinema TV- Cinta bersemi di Kebun teh pt1'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/lMc3-FN1cjs/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1168459077698978039</id><published>2011-03-09T17:57:00.002+07:00</published><updated>2011-03-09T18:06:58.207+07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Hollywood, Masih Ada Pocongwood</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-bebq4noU3cs/TXdfHxrd3WI/AAAAAAAAAdE/JFmW1XF7HKY/s1600/bioskop-indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bebq4noU3cs/TXdfHxrd3WI/AAAAAAAAAdE/JFmW1XF7HKY/s400/bioskop-indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582034850348391778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan beredarnya surat Dirjen Pajak tanggal 10 Januari 2011 membuat MPAA mengancam tidak akan memasukan film produksi Hollywood ke Indonesia. MPAA mengancam yang demikian bisa jadi aturan itu akan menjadi beban keuangan mereka atau mengurangi keuntungan yang diperoleh selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ancaman itu benar-benar dilakukan, bisa jadi tidak akan ada lagi film-film asing yang diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Tentu saja hal ini selain mematikan bioskop yang ada, juga membuat usaha mall dan kantin yang menjadi usaha penyangga bioskop juga akan mengalami kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini dari jam ke jam pertunjukan bioskop-bioskop itu didominasi oleh film-film impor. Lihat saja dari perbandingan film nasional dan film impor di tahun 2009, film nasional 78 judul sementara film impor 204 judul. Pada tahun 2010, film nasional 77 judul, sangat jauh angkanya dengan film impor sebanyak 192 judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hadirnya film-film asing ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi produsen film Indonesia untuk mengisi kekosongan itu. Peluang itu semakin lebar ketika Menteri Pariwisata dan Budaya Jero Wacik mengatakan sesuai dengan UU No 33/2009 bahwa bioskop harus memutar film nasional dengan persentase sebesar 60%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pertanyaan sejauh mana produsen film Indonesia bisa memenuhi selera para konsumen film di Indonesia? Ketika masyarakat semakin cerdas tentu film yang diinginkan semakin bermutu. Memang ada beberapa produser dan sutradara di Indonesia yang mampu memenuhi selera konsumen film Indonesia. Para produser dan sutradara itu mampu membuat film-film yang mampu menarik hingga jutaan masyarakat untuk datang ke bioskop dan melihat film-film dalam negeri. Film-film itu seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan beberapa film lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun persentase produser dan sutradara pembuat film bermutu itu tidak banyak. Justru saat ini yang banyak dari produser dan sutradara film di Indonesia adalah mereka yang membuat film 'nggak karuan.' Akibatnya selain menodai film bermutu, juga mendapat penolakan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok produser dan sutradara pembuat film nggak karuan itu memanfaatkan kepentingan sesaat dan hanya ingin meraih keuntungan semata. Untuk mencapai hal tersebut mereka sudi mendatangkan bintang-bintang film porno dari Jepang dan Amerika Serikat untuk bermain film di Indonesia. Akibatnya film itu hanya menampilkan kemolekan tubuh pemain tanpa ada muatan yang berarti dalam alur ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali bintang porno yang bermain di film produksi Indonesia adalah Miyabi atau Maria Ozawa. Kemudian disusul oleh Leah Yuzuki, Tera Patrick, dan Rin Sakuragi. Mereka secara leluasa bebas shooting di Jakarta dan sekitarnya untuk pembuatan sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya film yang tidak bermutu dan nggak karuan ini mengapa Kementerian Pariwisata dan Budaya tidak melakukan seleksi atau bertindak tegas? Tidak tegasnya pemerintah itulah membuat produksi film dengan melibatkan bintang porno akan terus mengalir. Dan akibatnya akan semakin memperpuruk film dalam negeri semakin ke dalam. Kalau kita belajar pada pengalaman masa lalu, pada tahun 1980-an, bangkrutnya film dalam negeri, selain maraknya budaya televisi juga maraknya film-film yang tidak berkualitas. Hal inilah yang menyebabkan runtuhnya produksi film Indonesia ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kesempatan, Garin Nugroho menilai film-film Indonesia saat ini terlalu meremehkan penonton dengan dibuat dan dikemas seadanya sehingga membuat penonton bosan. Akibat dari itu membuat perfilman Indonesia lesu, sebab proses pembuatannya kebanyakan dilalui secara instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi film nasional yang nggak karuan itu selain membuat masyarakat enggan menonton film dalam negeri, juga ditentang oleh masyarakat sendiri. Misalnya ketika film Miyabi yang pertama beredar, di sebuah situs, diberitakan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang menolak pemutaran film Menculik Miyabi. NU mengajak semua elemen masyarakat di Malang Raya untuk menolak pemutaran film tersebut di bioskop-bioskop di Malang. Alasannya film itu secara tidak langsung akan mempengaruhi generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Film Miyabi yang ditolak, Film Arwah Goyang Kerawang yang dibintangi oleh Juliar Perez dan Dewi Persik, juga mengalami hal yang sama, yakni ditentang masyarakat. Film itu oleh masyarakat Karawang, Jawa Barat, diprotes sebab film itu menghina warga Karawang dan hanya akan menimbulkan citra jelek Kabupaten Karawang. Dulu Aa Gym juga pernah memprotes film dengan judul Buruan Cium Gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi film dalam negeri tidak hanya didominasi dengan film-film yang hanya menonjolkan paha dan dada, namun juga menayangkan film horor yang di luar logis yang ada. Ketika kehabisan judul dan bahan cerita, mereka membuat judul yang aneh-aneh, seperti Pocong Ngesot. Menjadi pertanyaan sejak kapan pocong jalannya ngesot?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Pocong Ngesot yang terasa lucu judulnya, ada beberapa film horor Indonesia yang judulnya tidak logis sehingga membuat kita tertawa lucu dan mengejek, seperti Pocong VS Kuntilanak, Hantu Binal Jembatan Semanggi, Darah Janda Kalong Wewe Nafsu Pocong, Hantu Jamu Gendong, Suster Keramas, Hantu Puncak Datang Bulan. Banyaknya film-film yang peran utamanya pocong, kuntilanak, dan setan lainnya itu layak kalau produsen film di Indonesia disebut Pocongwood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menciptakan film bermutu dan melahirkan sutradara bermutu di Indonesia memang tidak mudah. Selain mereka direcoki sutradara dan produser yang nggak karuan, diantara pihak-pihak yang mengawasi dan memantau film-film di Indonesia pun suka cekcok. Lihat saja adanya perselisihan Komite FFI (Festival Film Indonesia) terkait keanggotaan dewan juri FFI 2010. Dari imbas tersebut siapa sesungguhnya yang berhak menyandang pemenang menjadi kabur, dewan juri yang satu memenangkan memilih Alangkah Lucunya Negeri Ini dan 3 hati 2 Dunia 1 Cinta menjadi primadona. Sementara dewan juri yang lain memenangkan Sang Pencerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan itu tentu akan mengganggu kenyamanan pembuat film bermutu, sebab di antara mereka bisa saling mencibir dan memuji diri mereka sendiri. Mereka mencibir film yang dimenangkan dewan juri yang satunya dan memuji film yang dibuatnya sebagai film yang paling berhak menjadi film terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemungkinan tak adanya film Hollywood masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia tidak ada pilihan lagi untuk menonton film yang bermutu, sehingga dengan terpaksa atau tidak harus menonton film dalam negeri yang kebanyakan berbau porno dan mistik.&lt;br /&gt;*) Ardi Winangun adalah pengurus Presidium Nasional Masika ICMI, tinggal di Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;detikNews, Rabu, 09/03/2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1168459077698978039?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1168459077698978039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/tidak-ada-hollywood-masih-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1168459077698978039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1168459077698978039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/tidak-ada-hollywood-masih-ada.html' title='Tidak Ada Hollywood, Masih Ada Pocongwood'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bebq4noU3cs/TXdfHxrd3WI/AAAAAAAAAdE/JFmW1XF7HKY/s72-c/bioskop-indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-201818169725380906</id><published>2011-03-04T04:28:00.001+07:00</published><updated>2011-03-04T04:29:56.587+07:00</updated><title type='text'>Fakta Tentang Piala Oscar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-UCbQOjLEaoA/TXAITuTRSsI/AAAAAAAAAc8/mivzcwcOsfg/s1600/ben-hur-2-1024.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UCbQOjLEaoA/TXAITuTRSsI/AAAAAAAAAc8/mivzcwcOsfg/s400/ben-hur-2-1024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579969073251437250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penganugerahan Piala Oscar atau Academy Awards pertama digelar di Blossom Room Hollywood Roosevekt Hotel pada 16 Mei 1929. Pemberian penghargaan ini menjadi awal kebangkitan film di Hollywood. Inilah fakta-fakta mengenai Piala Oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Penghargaan 1929&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artis dan Aktor Terbaik kala itu disandang Janet Gaynor dan Emil Janning. Gaynor berperan dalam film "Sunrise" dan "Seventh Heaven". Dua film yang dibuat 1927 dan "Street Angel" pada 1928. Janning bermain dalam film "The Last Command" dan "The Way of All Flesh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film produksi The Warner Bros. "The Jazz Singer" mendapat penghargaan khusus sebagai "pioneering outstanding talking picture, which has revolutionized the industry."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GONE WITH THE WIND Penguasa 1939&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- 1939 menjadi tahun penuh kegembiraan dalam sejara film America dengan kemunculan film klasik "The Wizard of Oz," "Stagecoach" "Mr. Smith Goes to Washington," "Ninotchka," "Wuthering Heights" dan "Goodbye Mr. Chips."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Film berdurasi empat jam arahan Victor Fleming "Gone with the Wind," menjadi penyabet penghargaan terbanyak, sekaligus film terpanjang pada waktu itu. Gone With the Wind merupakan film berwarna pertama yang memenangkan best picture. Film ini masuk dalam 13 nominasi dan memenangkan delapan penghargaan (dan dua pujian khusus) --. Penghargaan ini menempatkan film tersebut sebagai pemegang rekor penghargaan Oscar sampai tahun 1957 kala "Gigi" (1957) memecahkan rekornya dengan sembilan penghargaan Oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Ini merupakan tahun pertrama pemeran yang berada di puncak merupakan artis asal Britania. Kala itu pendatang baru Vivien Leigh menang atas Scarlett O'Hara dalam "Gone with the Wind," dan Robert Donat meraih penghargaan daam "Goodbye, Mr. Chips."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima Penghargaan Terbanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Pada 1959 film epik "Ben Hur" memecahkan rekor Academy Award dengan 11 Oscar yang baru disamai setelah empat dekade oleh Titanic pada 1997 dan "The Lord of the Rings: The Return of the King" tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Artis Amerika Serikat Meryl Streep memegang rekor nominasi terbanyak yakni 16, termasuk film terakhirnya pada 2009 "Julie &amp; Julia". Dia meraih penghargaan dua kali. Katharine Hepburn mendapat 12 nominasi tetapi meraih empat pernghargaan. Ingrid Bergman meraih tiga Oscar dari tujuh nominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Jack Nicholson menjadi aktor pemegang nominasi terbanyak dengan 12 nominasi dan meraih tiga penghargaan. Walter Brennan juga menang tiga penghargaan dari empat nominasi yang ia raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oscar 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun lalu Aktor terbaik jatuh pada Jeff Bridges dalam "Crazy Heart" dan Sandra Bullock dalam film "The Blind Side."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathryn Bigelow meraih director terbaik dalam film "The Hurt Locker," yang juga meraih penghargaan kategori gambar terbaik. Bigelow menjadi pengarah wanita pertama yang masuk Academy Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Hurt Locker" meraih empat penghargaan. Avatar, the 3D arahan mantan suami Bigelow James Cameron meraih tiga penghargaan dalam kategori teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reuters | www.filmsite.org  | www.Oscars.org |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-201818169725380906?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/201818169725380906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/fakta-tentang-piala-oscar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/201818169725380906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/201818169725380906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/fakta-tentang-piala-oscar.html' title='Fakta Tentang Piala Oscar'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-UCbQOjLEaoA/TXAITuTRSsI/AAAAAAAAAc8/mivzcwcOsfg/s72-c/ben-hur-2-1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-816682075213570872</id><published>2011-03-04T04:24:00.002+07:00</published><updated>2011-03-04T04:27:16.913+07:00</updated><title type='text'>Film Terburuk 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_tB5TNE6mNE/TXAHoMUz40I/AAAAAAAAAc0/DxXUqv-GvHk/s1600/Last-Airbender.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_tB5TNE6mNE/TXAHoMUz40I/AAAAAAAAAc0/DxXUqv-GvHk/s400/Last-Airbender.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579968325396718402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film arahan sutradara M. Night Shyamalan The Last Airbender dinobatkan sebagai film terburuk tahun 2010 dalam penghargaan The Razzie atau Golden Raspberry Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film laga ini menyabet status terburuk dalam kategori Director, Screenplay, Aktor Pendukung, dan Tampilan 3-D. Penghargaan -- lebih tepatnya cemoohan -- yang sama jatuh pada film TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN pada tahun 2009. Kala itu, film garapan Michael Bay ini menyabet kategori Worst Director, serta kategori Worst Screenplay dan Worst Picture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori terburuk dalam Screen Ensemble dan Aktris jatuh pada film Sex and the City 2. Keempat artis film tersebut adalah Sarah Jessica Parker, Kim Cattrall, Cynthia Nixon dan Kristen Davis. Pada tahun 2009, Sandra Bullock merebut kategori ini pada film All About Steve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bullock bahkan hadir dan mengambil penghargaan itu. Namun pada malam selanjutnya Sandra Bullock membawa pulang penghargaan Aktris Terbaik di Academy Awards dalam film The Blind Side.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan situs www.therazzies.com, Golden Raspberry Awards atau The Razzie dipilih oleh 637 pemilih di dari 17 negara bagian Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan sejak tahun 1980. Kecuali Sandra Bullock, umumnya artis dan aktor yang masuk nominasi tak menghadiri acara ini. Penghargaan tahun ini diserahkan di Barnsdall Galerry Teater, Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar kategori dan pemenang The Razzie tahun 2010:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Last Airbender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashton Kutcher (Killers dan Valentine's Day)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah Jessica Parker, Kim Cattrall, Cynthia Nixon dan Davis Kristen (Sex and the City 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor Pendukung Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jackson Rathbone (The Last Airbender dan Twilight Saga: Eclipse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris Pendukung Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica Alba (The Killer Inside Me, Little Fockers, Machete dan Valentine's Day)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan 3-D Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Last Airbender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensemble&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemain film Sex and the City 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Director Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Night Shyamalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario Terburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Last Airbender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prequel Terburuk, Remake, Rip-Off atau Sekuel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sex and the City 2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-816682075213570872?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/816682075213570872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/inilah-film-terburuk-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/816682075213570872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/816682075213570872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/inilah-film-terburuk-2010.html' title='Film Terburuk 2010'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_tB5TNE6mNE/TXAHoMUz40I/AAAAAAAAAc0/DxXUqv-GvHk/s72-c/Last-Airbender.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6773278675443718272</id><published>2011-03-02T16:35:00.001+07:00</published><updated>2011-03-02T16:37:21.331+07:00</updated><title type='text'>Kutukan Bagi Pemenang Oscar Masih Berlanjut?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1PhBSAK5Fxo/TW4PvpuyOJI/AAAAAAAAAcs/HVpYt8_DrD4/s1600/oscar-curse.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 378px; height: 378px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1PhBSAK5Fxo/TW4PvpuyOJI/AAAAAAAAAcs/HVpYt8_DrD4/s400/oscar-curse.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579414299688974482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bette Davis, Joan Crawford, Jane Fonda, Cher, Kate Winslet, Reese Witherspoon, Hilary Swank, Charlize Theron, Halle Berry, Julia Roberts, dan paling terakhir, Sandra Bullock, mengalami putus cinta usai mendapatkan piala Ocar itu. Terinspirasi dari tren tersebut, para peneliti University of Toronto's Rotman School of Management melakukan studi yang menghasilkan bahwa perempuan peraih gelar aktris terbaik Oscar memiliki risiko tinggi putus cinta atau bercerai, angkanya mencapai 63 persen ketimbang yang hanya dinominasikan. Bahkan, membawa pulang pialanya bisa menghapus 5 tahun dari masa depan dengan pria yang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama terlintas di kepala tentu adalah masalah ego. Pertama, ego si pasangan pemenangnya. Ego pria yang terluka adalah salah satu teorinya. Meski teori feminisme sudah meningkat, bahwa wanita sekarang sudah bebas berkarya dan beremansipasi, tetapi tetap saja pria butuh rekognisi, dan dikenal sebagai suami yang tak sesukses pasangannya bisa amat menohok ego pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seorang pria tidak cukup percaya diri dengan kehidupan profesionalnya, ia akan merasa terancam oleh pasangannya yang sukses," jelas Nicole Johnson dari YourTango. Karena itu pula banyak pebisnis perempuan mendapati kesuksesan kehidupan romantisnya kebalikan dari kesuksesan bisnisnya, butuh pria yang amat percaya diri untuk bisa mengakui kesuksesan perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ego perempuan itu sendiri. Dr Adam Scheck, psikolog klinis melihatnya dari kacamata berbeda. Ia justru menilai ada peran dari ego perempuan yang terlalu tinggi yang mengakibatkan fenomena ini. Menurut Scheck, perempuan yang sebelum meraih piala Oscar itu merasa kariernya biasa-biasa saja, lalu kini mendapatkan penghargaan merasa ia harus diperlakukan luar biasa, apalagi jika ia berada dalam hubungan yang buruk, ia akan dengan segera merasa punya suara dan ingin keluar dari hubungan itu. Menurut Scheck, tak selamanya putus cinta itu karena si pria, kadang si perempuan pun bisa bertingkah karena insekuritasannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga, gaya hidup. Dr Amy Johnson, psikolog, mengatakan gaya hidup orang-orang di Hollywood juga bisa jadi penyebab banyaknya cinta putus usai seorang perempuan mendapat piala Oscar sebagai aktris terbaik. Karena, si aktris terbiasa berada jauh dari suaminya saat syuting film, bahkan bisa berbulan-bulan tak bertemu. Saat ia sudah memenangi penghargaan itu, orang-orang di sekelilingnya akan memuja dan memanjakan ia, dan ia pun terbuai dengan perhatian dari orang-orang di sekelilingnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia pulang ke rumah dan menemui suaminya yang mungkin merasa cemburu dan terluka. Si suami pun tidak berusaha memanjakan atau memuja si wanita, si suami berharap si istri tetap melakukan fungsinya sebagai istri di rumah. Ini butuh penyesuaian dan kebesaran hati si wanita. Ia akan bertanya mengapa suaminya tidak memperlakukannya sebagaimana dunia memanjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga ini hanya kebetulan. Evan Marc Katz, guru hubungan dari YourTango, menilai, hal-hal semacam ini bisa saja hanya kebetulan. Karena menurutnya, hubungan selebriti tidak pernah stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pelajarannya? Meski data yang didapat tidak berhubungan langsung dengan masyarakat umum, para peneliti mengatakan, pola seperti ini banyak terjadi di antara pasangan. Contoh, data yang tercatat dalam Journal of Family Issues menemukan bahwa wanita sukses memiliki risiko bercerai lebih besar. Western Washington University mengatakan, titik turunannya terjadi ketika si istri menyumbangkan 60 persen dari penghasilan keluarga. Pasangan dengan kondisi ini memiliki 38 persen risiko bercerai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6773278675443718272?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6773278675443718272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/kutukan-bagi-pemenang-oscar-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6773278675443718272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6773278675443718272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/kutukan-bagi-pemenang-oscar-masih.html' title='Kutukan Bagi Pemenang Oscar Masih Berlanjut?'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1PhBSAK5Fxo/TW4PvpuyOJI/AAAAAAAAAcs/HVpYt8_DrD4/s72-c/oscar-curse.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4849093372701975466</id><published>2011-03-02T16:33:00.002+07:00</published><updated>2011-03-02T16:34:43.865+07:00</updated><title type='text'>10 Hal yang Mengejutkan di Oscar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EXZ14aKBtAo/TW4PHAkmZoI/AAAAAAAAAck/cJZrVTD7Vyk/s1600/20080225142231-oscars2.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 371px; height: 349px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EXZ14aKBtAo/TW4PHAkmZoI/AAAAAAAAAck/cJZrVTD7Vyk/s400/20080225142231-oscars2.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579413601445635714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, acara Academy Awards atau biasa disebut Oscar sering menampilkan hal-hal mengejutkan, baik di arena karpet merah maupun suasana di dalam gedung tempat berlangsungnya pengumuman pemenang Oscar. Apa saja adegan-adegan yang paling mengejutkan dalam sejarah Oscar? Simak 10 hal paling menarik sekaligus mengejutkan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Film Crash secara mengejutkan menjungkirbalikkan prediksi banyak kritikus sekaligus pencinta film yang sangat yakin bahwa Brokeback Mountain akan membawa pulang piala paling bergengsi di kategori Film Terbaik pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Aktris cantik Marisa Tomei berhasil menggondol penghargaan untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik, mengalahkan pesaingnya seperti Judi Davis, Vanessa Redgrave, serta Miranda Richardson, yang dinilai para pengamat lebih pantas memenangi penghargaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tahun 2010, Sandra Bullock berhasil mengalahkan aktris legendaris Meryl Streep dan Helen Mirren dalam film The Blind Side untuk kategori Aktris Wanita Terbaik. Dari ekspresi Bullock, ia seperti tak menyangka akan memenangi penghargaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika memenangi sebuah penghargaan, Anda tentunya akan berterima kasih kepada suami atau istri dan keluarga tercinta. Namun, hal ini nampaknya sedikit terlupakan oleh Hillary Swank saat memenangi kategori Aktris Terbaik dalam film Boys Don't Cry pada tahun 1999. Secara mengejutkan, ia lupa menyebutkan nama suaminya, aktor Chad Lowe, ketika mengucapkan terima kasih. Namun pada tahun 2004, ia kembali meraih Oscar dalam perannya di Million Dollar Baby. Seolah belajar dari peristiwa tersebut, kali ini ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada suami tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setiap acara Oscar selalu menampilkan montase para insan perfilman yang telah meninggal, seperti aktor, aktris, sutradara, dan produser. Ada hal yang mengejutkan pada tahun 2010, saat bintang televisi Farah Fawcett tak dimasukkan dalam potongan gambar yang dihadirkan. Hal inilah yang akhirnya menuai protes dari banyak pihak, terutama keluarga Fawcett.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dengan sutradara sekaliber Steven Spielberg serta filmnya, Saving Private Ryan, banyak pihak sudah yakin akan kemenangan Spielberg. Namun, kenyataan berbicara lain. Shakespeare in Love ternyata memenangi Film Terbaik tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Daniel Day Lewis (Gangs of New York) dan Jack Nicholson (About Schmidt) lebih dijagokan untuk meraih Oscar untuk kategori Aktor Terbaik. Namun aktor pendatang baru, Adrien Brody, membuat kejutan ketika sukses menyingkirkan para nomine lainnya lewat perannya dalam film The Pianist. Saking senangnya, ia mencium bibir Halle Berry, yang saat itu menyerahkan penghargaan ke tangan Brody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saat Ryan Seacrest tengah mewawancarai Jennifer Garner di karpet merah (red carpet), tiba-tiba aktor veteran, Gary Busey, mencium pipi Garner sehingga Garner terkejut dan setengah ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dua sahabat karib, Ben Affleck dan Matt Damon, secara mengejutkan berhasil memenangi kategori Skenario Terbaik tahun 1998 lewat film Good Will Hunting. Hal ini tentu cukup mengejutkan karena para pengamat lebih menjagokan Boogie Nights dan As Good As It Gets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penampilan Cher saat mengenakan gaun aneh di karpet merah, sangat mengejutkan semua orang yang menonton acara Oscar pada tahun 1986. (E!/TFT)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4849093372701975466?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4849093372701975466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/10-hal-yang-mengejutkan-di-oscar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4849093372701975466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4849093372701975466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/03/10-hal-yang-mengejutkan-di-oscar.html' title='10 Hal yang Mengejutkan di Oscar'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EXZ14aKBtAo/TW4PHAkmZoI/AAAAAAAAAck/cJZrVTD7Vyk/s72-c/20080225142231-oscars2.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5434101559885787651</id><published>2011-02-28T19:31:00.001+07:00</published><updated>2011-02-28T19:32:27.815+07:00</updated><title type='text'>Daftar Pemenang Piala Oscar 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rv2hv4Uxz3Y/TWuV0zwV3VI/AAAAAAAAAcc/RKkemMpZ0WU/s1600/oscars-dlm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 340px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rv2hv4Uxz3Y/TWuV0zwV3VI/AAAAAAAAAcc/RKkemMpZ0WU/s400/oscars-dlm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578717297907195218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film Terbaik - The King's Speech&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor Terbaik - Colin Firth - 'The King's Speech'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris Terbaik - Natalie Portman - 'Black Swan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Terbaik - 'The King's Speech' - Tom Hooper&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktor Pendukung Terbaik - Christian Bale 'The Fighter'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris Pendukung Terbaik - Melissa Leo 'The Fighter'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Adaptasi Terbaik - 'The Social Network' - Aaron Sorkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Asli Terbaik - 'The King's Speech' - David Seidler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Visual Terbaik - 'Inception'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinematografi Terbaik - 'Inception' - Wally Pfister&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Animasi Terbaik - 'Toy Story 3' - Lee Unkrich&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Pendek (Animasi) Terbaik - 'The Lost Thing' - Shaun Tan &amp; Andrew Ruhemann&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Pendek (Live Action) Terbaik - 'God of Love' - Luke Matheny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Documentary (Pendek) - 'Strangers No More' Karen Goodman &amp; Kirk Simon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Dokumenter (Feature) - 'Inside Job' - Charles Ferguson &amp; Audrey Marrs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Asing Terbaik - 'In a Better World' (Denmark)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain Kostum Terbaik - 'Alice in Wonderland' - Colleen Atwood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Art Director - 'Alice in Wonderland' - Robert Stromberg, Karen O'Hara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makeup Terbaik - The Wolfman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik (Original Score) - 'The Social Network” Trent Reznor and Atticus Ross&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound Editing - 'Inception' - Richard King&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound Mixing - 'Inception' - Lora Hirschberg, Gary A Rizzo &amp; Ed Novick&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5434101559885787651?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5434101559885787651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/daftar-pemenang-piala-oscar-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5434101559885787651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5434101559885787651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/daftar-pemenang-piala-oscar-2011.html' title='Daftar Pemenang Piala Oscar 2011'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rv2hv4Uxz3Y/TWuV0zwV3VI/AAAAAAAAAcc/RKkemMpZ0WU/s72-c/oscars-dlm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6217882424983700444</id><published>2011-02-28T14:29:00.001+07:00</published><updated>2011-02-28T14:30:46.952+07:00</updated><title type='text'>Film Terbaik Oscar 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-aJcUtaMrW14/TWtPEpAAFmI/AAAAAAAAAcU/UVvy5Syb0SE/s1600/CF-Speech.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 330px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-aJcUtaMrW14/TWtPEpAAFmI/AAAAAAAAAcU/UVvy5Syb0SE/s400/CF-Speech.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578639504572421730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film The King's Speech garapan sutradara Tom Hooper dinobatkan sebagai Film Terbaik pada ajang Academy Awards 2011, yang berlangsung di  Kodak Theatre, Hollywood, California (AS), Minggu (27/2/2011) atau Senin (28/2/2011) waktu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan tersebut melengkapi kejayaan film yang berkisah tentang sisi lain kehidupan Kerajaan Inggris. Pada ajang yang sama, penghargaan didapat oleh Colin Firth sebagai Aktor Terbaik dan Hooper sebagai Sutradara Terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perhelatan ke-83 tahun ini, The King's Speech meraih empat penghargaan sekaligus, termasuk kategori Skenario Orisinal Asli Terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The King's Speech menyisihkan pesaing utamanya, The Social Network, dan delapan unggulan lainnya, yakni Black Swan, The Fighter, Inception, The Kids are All Right,  127 Hours, Toy Story 3, True Grit, dan Winters Bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi yang menguatkan The King's Speech akan bertahta di panggung Oscar sudah mulai tampak sejak beberapa bulan terakhir. Di sejumlah penghargaan, isyarat itu mulai terbaca.  Meski tak sukses di Golden Globe 2011 dan harus mengakui keunggulan film The Social Network yang terpilih sebagai Film Terbaik di ajang pemberian penghargaan tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ajang penghargaan British Academy of Film and Television Arts Awards (BAFTAs), The King's Speech berhasil membawa pulang enam penghargaan bergengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The King's Speech  diangkat berdasarkan kisah nyata tentang ayah Ratu Elizabeth II, King George VI (diperankan Colin Firth), yang diwarisi tampuk kepemimpinan oleh ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial, ia punya "cacat", yakni gagap bila saat bicara dan lancar saat maki-maki.  Bersama terapis yang juga sahabatnya, Lionel Logue,  King George VI berusaha menghilangkan kekurangannya itu. Sebab, sebagai seorang raja, ia dituntut untuk tampil berwibawa dan membangun semangat kepada rakyatnya yang saat itu bertempur dengan pasukan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah menarik tentang sisi lain dari seorang raja yang selama ini tak diketahui banyak orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6217882424983700444?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6217882424983700444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/film-terbaik-oscar-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6217882424983700444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6217882424983700444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/film-terbaik-oscar-2011.html' title='Film Terbaik Oscar 2011'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-aJcUtaMrW14/TWtPEpAAFmI/AAAAAAAAAcU/UVvy5Syb0SE/s72-c/CF-Speech.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-9003435777532376601</id><published>2011-02-28T14:26:00.002+07:00</published><updated>2011-02-28T14:28:46.332+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Gagap dalam "The Kings Speech"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NL9XrZlck28/TWtOqfBUH2I/AAAAAAAAAcM/GU0bmLBPMmo/s1600/1504320.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 314px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NL9XrZlck28/TWtOqfBUH2I/AAAAAAAAAcM/GU0bmLBPMmo/s400/1504320.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578639055216975714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gangguan bicara berupa gagap menarik perhatian dunia setelah dikisahkan secara apik dalam film The King's Speech yang tahun ini berhasil menyabet empat piala Oscar dari 12 nominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema besar film tersebut adalah upaya Raja George IV (Colin Firth) mengatasi kekurangan dirinya yang gagap untuk mencapai prestasi gemilang dipandu seorang terapis bicara bernama Lionel Logue (Geoffrey Rush).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagap ditandai oleh pengulangan spasmodik atau terjadi pemblokan dalam suara pada saat berbicara. Kondisi gagap bervariasi dalam dimensi taraf yang ringan sampai berat. Biasanya anak kesulitan dalam mengucapkan kata-kata tertentu atau bahkan sama sekali tidak mampu untuk mengucapkan suara huruf awal (b, d, s, t) dari kata-kata tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf b, d, s, t adalah huruf yang membutuhkan tenaga pada saat mengucapkannya dan justru kata-kata yang diawali dengan huruf itulah yang sering mengalami gangguan pengucapan pada penderita gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagapan dialami sekitar satu persen dari populasi dunia, namun sekitar empat persen orang diperkirakan pernah mengalami gagap di masa kecilnya. Meski begitu belum diketahui obat yang bisa menyembuhkan gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film The King's Speech dianggap berhasil menangkap stima sosial yang kerap dialami penderita gagap. Rasa malu karena gangguan bicara itu kerap menimbulkan rasa rendah diri dan menyebabkan tekanan sehingga kontraproduktif dan menyebabkan serangan gagap makin berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi fenomena gagap dalam film The King's Speech, para ahli mengatakan film tersebut masih mempercayai mitos yang menyebutkan trauma pada masa kecil dan pola asuh menjadi penyebab gagap pada anak. Dalam film memang dikisahkan Raja George IV menjadi gagap karena ayahnya mendidik dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan dua hal itu menyebabkan gagap. Banyak orangtua yang anaknya gagap bertanya pada saya apa yang salah dari cara asuh mereka," kata Nan Ratner, ahli psycholinguist dari University of Maryland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, ada beberapa penelitian yang mengaitkan gagap dengan faktor keturunan. artinya para penderita sudah membawa disposisi kondisi saraf yang membuat mereka rentan terhadap perkembangan kesulitan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, ia mengatakan pola asuh orangtua yang salah juga bisa menyebabkan gagap yang dialami anak bertambah buruk. Gagap dapat berkembang bila anak-anak yang kidal dipaksa untuk menggunakan tangan kanan dalam melakukan aktivitas tertentu, seperti menulis atau makan. Pemaksaan tersebut akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan. Efek emosi yang tertekan pada anak tertentu akan tertuju pada gangguan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyarankan agar anak yang mengalami gagap diterapi sedini mungkin. "Penanganan sejak dini berdampak signifikan karena 80 persen penderita gagap yang masih berusia 2-5 tahun bisa kembali normal," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Raja George yang menderita gagap seumur hidupnya karena terlambat diterapi. Ia memang bisa mengatasi kekurangannya dan bisa berpidato mengobarkan semangat rakyatnya namun kegagapannya belum hilang seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli juga menilai metode terapi yang dilakukan Logue seperti dalam film ini masih cukup relevan untuk situasi sekarang. "Logues mengajarkan raja untuk mengatasi rasa takutnya bicara di depan umum, ia juga memakai musik yang keras untuk mengalihkan perhatian saat bicara dan ia juga melarang raja untuk berhenti merokok," kata Ratner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai umpatan yang dipakai raja untuk mengeluarkan kata-kata yang sulit diucapkan, Ratner berpendapat hal itu belum tentu berhasil. "Saya rasa itu tidak akan membantu, malah akan membuat Anda jadi lawan bicara yang buruk," katanya.&lt;br /&gt;Sumber : LiveScience&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-9003435777532376601?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/9003435777532376601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/fenomena-gagap-dalam-kings-speech.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/9003435777532376601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/9003435777532376601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/fenomena-gagap-dalam-kings-speech.html' title='Fenomena Gagap dalam &quot;The Kings Speech&quot;'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NL9XrZlck28/TWtOqfBUH2I/AAAAAAAAAcM/GU0bmLBPMmo/s72-c/1504320.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4723736233367991007</id><published>2011-02-28T11:43:00.002+07:00</published><updated>2011-02-28T11:45:35.308+07:00</updated><title type='text'>Tema Penyakit dalam Film, Fakta atau Hiperbolik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hO3I7gJ_jho/TWsoahnkzvI/AAAAAAAAAcE/Q1R8NqMy_cQ/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hO3I7gJ_jho/TWsoahnkzvI/AAAAAAAAAcE/Q1R8NqMy_cQ/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578596999594561266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah kepedihan, perjuangan, bahkan kematian dalam melawan penyakit menjadi salah satu tema yang banyak diangkat ke layar lebar. Sebut saja Tom Hanks dalam film Philadelphia yang melawan HIV/AIDS, Jack Nicholson's yang menderita obsessive-compulsive dalam As Good as It Gets, atau cerita tentang obesitas dalam Super Size Me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, meski cerita tersebut berhasil mengaduk-aduk emosi penontonnya, bukan berarti film tersebut akurat, dari sisi medis. Itu sebabnya berkaitan dengan pemberian piala Oscar, kami sajikan uraian dari pakar kesehatan mengenai film-film yang bercerita tentang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes tipe 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film: Steel Magnolias (1989) Film ini bercerita mengenai penderita diabetes tipe 1 yang diperankan Julia Roberts, yang hamil di luar rencana. Meski tim dokter menyarankan untuk mengakhiri kehamilannya, ia kekeuh mempertahankan bayinya dan harus membayarnya dengan nyawa karena ginjalnya gagal berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi  medis, film ini dinilai "sangat, sangat jauh dari kenyataan," kata Richard Hellman, MD, ahli endokrin. "Banyak wanita yang menderita diabetes jadi takut untuk hamil setelah menyaksikan film ini karena mereka takut mati. Kenyataannya, meski perlu pengawasan ketat dari dokter, tapi penderita diabetes tetap boleh hamil dan melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film: Something's Gotta Give (2003) Seorang pria paruh baya yang punya selusin pacar, Harry Saborn (Jack Nicholson) diceritakan terkena serangan jantung saat sedang melakukan foreplay dengan pacarnya yang berusia 20-an. Di rumah sakit, dokter (Keanu Reeves) memberikan ia obat IV nitroglycerin. Si dokter lalu mengatakan bahwa obat tersebut akan berakibat fatal jika pasien sedang mengonsumsi viagra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada sedikit kebenaran dalam cerita tersebut. Kebanyakan kasus serangan jantung terjadi karena aktivitas fisik yang berat, termasuk hubungan seks," kata Matthew Sorrentino, ahli kardiologis dari University of Chicago Medical Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film: Insomnia (2002) Al Pacino berperan sebagai seorang detektif yang datang ke Alaska untuk menyelidiki kasus pembunuhan. Perasaan bersalah yang menderanya dan cuaca yang aneh, matahari bersinar terang di tengah malam, menghasilkan insomnia parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cara Pacino menggambarkan penderitaan seorang penderita insomnia berat hampir mendekati akurat," kata David M.Rapoport, direktur program gangguan tidur dari NYU School of Medicine. Kombinasi antara  tekanan di tempat kerja dengan lingkungan yang bisa mengganggu tidur disebutkan memang menyebabkan gejala-gejala seperti yang dialami Al Pacino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film: Terms of Endearment Pada tahun 1983 film ini membawa pulang lima Piala Oscar, termasuk untuk kategori film terbaik, aktris terbaik dan aktor pendukung terbaik. Film yang menguras air mata ini berkisah tentang hubungan ibu dan anak perempuannya yang menderita kanker. Film ini dinilai mendekati kenyataan, terutama ketika menggambarkan pentingnya manajemen rasa sakit untuk pasien kanker di stadium akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film: Chocolat (2000) Di sebuah perkampungan di Perancis, hadir sebuah toko kecil yang menjual cokelat yang memiliki rasa ajaib. Hal yang menggiurkan namun berbahaya bagi penderita diabetes karena Judi Dench yang memerankan diabetesi meninggal setelah mengonsumsi terlalu banyak cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr.Hellman, film ini memberi pesan bagi para diabetesi untuk tidak sembarangan mengonsumsi makanan seperti halnya orang sehat. "Tapi dampaknya sebenarnya berbeda dari  kenyataan. Menderita diabetes bukan berarti Anda harus jadi pertapa yang pantang semua hal. Yang penting adalah menjaga asupan makanan agar gula darah terkendali," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan berat badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film: Super Size Me (2004) Bila adegan penambahan berat badan di dalam film ini tampak begitu nyata, itu karena memang demikianlah faktanya. Menggunakan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan, pembuat film dokumenter Morgan Spurlock mencoba mengetahui apa yang terjadi jika seseorang makan di restoran cepat saji tiga kali sehari selama sebulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan fisik yang dialaminya sangat dramatis. Asupan kalori, karbohidrat dan lemak jenuh telah menaikkan kadar kolesterol dari 160 menjadi 230, dan berat badannya naik 11 kg dalam kurun waktu sebulan. Ia juga menderita gangguan liver dan gangguan mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber : Healt &amp; KOMPAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4723736233367991007?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4723736233367991007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/tema-penyakit-dalam-film-fakta-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4723736233367991007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4723736233367991007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/tema-penyakit-dalam-film-fakta-atau.html' title='Tema Penyakit dalam Film, Fakta atau Hiperbolik?'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hO3I7gJ_jho/TWsoahnkzvI/AAAAAAAAAcE/Q1R8NqMy_cQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7102706397376405197</id><published>2011-02-28T09:57:00.002+07:00</published><updated>2011-02-28T10:03:22.327+07:00</updated><title type='text'>Skenario Terbaik untuk "The Kings Speech" dan "The Social Network"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RpzVC0Pl7QM/TWsQc48GfYI/AAAAAAAAAb8/EK3Iife5PEE/s1600/ajuv7r.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RpzVC0Pl7QM/TWsQc48GfYI/AAAAAAAAAb8/EK3Iife5PEE/s400/ajuv7r.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578570651935341954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua film yang digadang-gadang akan meraih Oscar untuk Film Terbaik, The King's Speech dan The Social Network, mulai berlomba meraih Oscar di ajang Academy Awards 2011, Minggu (27/2/2011) atau waktu Senin (28/2/2011) pagi waktu Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya berhasil berjaya untuk kategori Penulis Skenario Terbaik.  Untuk untuk Skenario Adaptasi Terbaik, Oscar diberikan kepada  Aaron Sorkin, penulis skenario adaptasi The Social Network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorkin sukses menyingkirkan empat saingannya seperti Danny Boyle, Simon Beaufoy (127 Hours), Michael Arndt, John Lasseter, Andrew Stanton, Lee Unkrich (Toy Story 3), Joel Coen, Ethan Coen (True Grit), serta  Debra Granik, Anne Rosellini (Winter's Bone).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sementara untuk kategori Skenario Asli Terbaik, diberikan kepada David Seidler untuk film The King's Speech. Film yang dibintangi Colin Firth ini sukses mengalahkan saingannya,  Lisa Cholodenko, Stuart Blumberg (The Kids Are Al Righ),  Christopher Nolan (Inception),  Scott Silver, Paul Tamasy, Eric Johnson, Keith Dorrington (The Fighter), dan  Mike Leigh (Another Year).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7102706397376405197?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7102706397376405197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/skenario-terbaik-untuk-kings-speech-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7102706397376405197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7102706397376405197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/skenario-terbaik-untuk-kings-speech-dan.html' title='Skenario Terbaik untuk &quot;The Kings Speech&quot; dan &quot;The Social Network&quot;'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RpzVC0Pl7QM/TWsQc48GfYI/AAAAAAAAAb8/EK3Iife5PEE/s72-c/ajuv7r.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2365699028591554189</id><published>2011-02-26T21:04:00.001+07:00</published><updated>2011-02-26T21:06:59.600+07:00</updated><title type='text'>Di Balik Kisruh Film Impor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2FEe9edDm-o/TWkI-yQLMmI/AAAAAAAAAb0/ljdcGd7oU88/s1600/hollywood.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2FEe9edDm-o/TWkI-yQLMmI/AAAAAAAAAb0/ljdcGd7oU88/s400/hollywood.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577999488209597026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu kita dikagetkan adanya pengumuman rencana penarikan film-film Hollywood di layar bioskop di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motion Picture Association (MPA) merasa keberatan dengan pemberlakuan pajak impor film yang dipertinggi hingga 27 persen. Akibatnya, banyak pihak—terutama konsumen—merasa keberatan dengan rencana ini dan pemerintah pun sibuk mengklarifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah berargumentasi bahwa pajak film impor adalah untuk meningkatkan produksi film Indonesia dan pihak lain—beberapa sineas—merasa bahwa kosongnya layar bioskop dari film-film Hollywood bisa dimanfaatkan oleh para sineas Indonesia untuk mengukuhkan film-film Indonesia di dalam negeri. Pertanyaannya, sedemikian mudahkah hal itu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksambungan logika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah ada penjelasan yang cukup jelas dan rinci, dari mana logika bahwa pajak film impor akan otomatis memberikan dukungan dari pemerintah kepada film-film nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari peta permasalahan soal film yang pernah ditulis oleh Budi Irawanto (2004), salah satu bentuk dukungan pemerintah yang sangat dinanti para sineas Indonesia adalah pembuatan sekolah-sekolah film, investasi dalam teknologi pemrosesan film, dan juga investasi agar ada perawatan dan pendokumentasianfilm-film Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini slogan lebih jadi panglima, ketimbang aksi nyata. Film dimasukkan dalam sektor industri kreatif Indonesia, tetapi nyatanya para sineas mengeluh bahwa mereka harus berjuang sendiri untuk menyelesaikan seluruh proses produksi film—termasuk cari investor—tanpa bantuan pemerintah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada, bentuknya adalah lembaga sensor film yang tak jarang malah merugikan. Padahal, wacana tentang klasifikasi film—sebagai wacana alternatif sensor—sudah banyak disuarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana mau membangun industri kreatif yang patut disegani jika peran pemerintah membangun infrastruktur tidak dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ancaman MPA, kita harus menganalisis dengan cukup jernih. Ini bukan pertama kali MPA punya ulah di Indonesia. Tak usah menyebut penentangan terhadap MPA pada zaman Soekarno ketika kantor mereka di Indonesia ditutup kala itu, tetapi cukup peristiwa 20 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah kontrol Orde Baru yang seolah-olah mau melindungi budaya bangsa Indonesia, muncul kebijakan untuk membatasi jumlah judul film asing yang beredar di Indonesia, terutama film-film Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dekade 1990-an, MPA yang makin ekspansif keberatan dengan kebijakan itu. MPA minta kelonggaran, bahkan pembatalan. Ketika pemerintah menolak, MPA balik mengancam: Pemerintah Amerika akan membalasnya dengan memblokade jalur ekspor tekstil dan plywood Indonesia ke Amerika. Pemerintah Indonesia akhirnya mengalah dan film Hollywood pun makin deras masuk Indonesia (Krishna Sen, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fenomena yang akan terkristal dengan munculnya lembaga perdagangan dunia, WTO (Organisasi Perdagangan Dunia). Di luar itu, Pemerintah Amerika rajin menekan Indonesia untuk akses pasar yang lebih besar lewat perjanjian multilateral dan bilateral. Alhasil, memang film-film Hollywood seakan tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janet Wasko, peneliti soal industri film di Amerika, pernah menyebut dalam bukunya How Hollywood Works (2003) bahwa ekspansi film-film Hollywood ke berbagai wilayah di dunia sudah terjadi sejak awal abad ke-20. Dominasi film-film Hollywood adalah gabungan faktor sejarah, ekonomi, politik, dan budaya sekaligus. Jangan lupa, diingatkan Wasko juga, bahwa industri hiburan adalah industri kedua hasil ekspor terbesar dari Amerika. Hasil penjualan film Amerika di luar negeri makin lama makin besar persentasenya, di samping makin meningkat angka penjualan riilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ”wajar” dan bisa diterima ”logika” bahwa Amerika dan lewat jejaring MPA-nya melakukan segala daya upaya untuk melawan atas setiap bentuk pembatasan atas akses pasar film mereka di mana pun. Inilah yang terjadi di Kanada, Perancis, Korea Selatan, Thailand, India, dan sejumlah tempat lain. Ini logika dagang semata: tak mau dibatasi, tak mau diatur, yang penting keuntungan mengalir deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Pemerintah Indonesia menaikkan pajak impor film bisa dilihat dari dua sisi. Satu, target yang dibebankan pada sektor film impor ini cukup tinggi yang mungkin terkait dengan target pemasukan dari pajak. Namun, di sini juga muncul pertanyaan, apakah angka 27 persen atas pajak tersebut sesuatu yang wajar? Dari mana munculnya angka itu? Butuh penjelasan lebih detail dari pihak pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, salah satu argumen pemerintah menyatakan bahwa pemberlakuan tarif dimungkinkan sebagai suatu bentuk proteksi terhadap pasar film, yang dalam salah satu artikel kesepakatan WTO dimungkinkan. Dalam arti ini, niatan pemerintah mulia: memproteksi pasar perfilman dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, muncul pertanyaan apakah ini strategi yang cerdas, mengingat langkah tak diikuti perencanaan sistematis untuk mengembangkan dunia perfilman menjadi industri kreatif yang maju dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah sineas Indonesia jadi lebih berpeluang dengan rencana mundurnya film Hollywood di layar kaca Indonesia? Belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tengok saja sejumlah permasalahan dalam produksi film Indonesia yang berbiaya rendah, teknologi kacangan, dan skenario yang tidak ada juntrungannya: membungkus cerita hantu dengan para artis seksi, atau cerita komedi yang masih slapstick. Apakah jenis film macam ini yang akan menjadi ”tuan rumah di negeri sendiri”? Mohon maaf, saya sendiri tak mau jadi tuan rumah untuk film macam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada uraian Budi Irawanto (2004), dalam setiap lini proses produksi film Indonesia menyimpan masalah. Masalah muncul mulai dari soal regulasi perfilman, soal kreativitas dan sensor, soal distribusi perfilman, sumber daya perfilman, apresiasi pada perfilman, hingga ke soal dokumentasi perfilman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi peta permasalahan sudah lama dijabarkan, tetapi apakah pihak-pihak yang tersebut di situ mengerjakan pekerjaan rumahnya atau tidak? Ini yang sebenarnya menjadi inti masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri menduga tak mungkin film-film Hollywood betul-betul keluar dari pasar Indonesia karena bagaimanapun juga Indonesia pasti akan selalu dilihat sebagai pasar film Amerika yang besar. Namun, sudahkah kita juga cukup berdaulat sebagai konsumen? Di luar itu, sudahkah kita juga berdaulat sebagai produsen juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut saya, ini hanya soal tarik ulur sementara dan akhirnya muncul kesepakatan dari kedua belah pihak—Pemerintah Indonesia dan MPA— untuk negosiasi yang baru. Sekali lagi ini bukan soal nasionalisme, melainkan lebih tepat sebagai urusan antara pedagang dan rentenir. Pedagang mau jualan, rentenir mau tarik pajak lebih tinggi. Sesederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ignatius Haryanto Peneliti Media dari LSPP, Jakarta; Pemerhati Soal Industri Kebudayaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2365699028591554189?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2365699028591554189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/di-balik-kisruh-film-impor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2365699028591554189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2365699028591554189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/di-balik-kisruh-film-impor.html' title='Di Balik Kisruh Film Impor'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2FEe9edDm-o/TWkI-yQLMmI/AAAAAAAAAb0/ljdcGd7oU88/s72-c/hollywood.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7915766367370058552</id><published>2011-02-22T04:32:00.004+07:00</published><updated>2011-02-22T04:38:18.058+07:00</updated><title type='text'>True Grit film tersukses Coen Brothers</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-PG_8NjqvDLg/TWLac66IVqI/AAAAAAAAAbs/SZRDy2UQV1Y/s1600/coen_brothers.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 308px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-PG_8NjqvDLg/TWLac66IVqI/AAAAAAAAAbs/SZRDy2UQV1Y/s400/coen_brothers.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576259479022360226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pengumuman pemenang penghargaan Oscar tahun ini sutradara Ethan Coen mengkaji mengapa film koboy True Grit menjadi film tersuksesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah bisnis yang terkenal tak bisa diduga dan penuh keberuntungan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak akan bisa menjelaskan, tetapi memang sangat memuaskan. Film ini jauh lebih berhasil daripada film-film kami sebelumnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethan dan kakaknya Joel -lebih dikenal sebagai Coen bersaudara- memasuki ajang Oscar tahun ini dengan catatan rekor yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film drama mereka yang berjudul A Serious Man masuk nominasi film terbaik tahun lalu, dan mereka merebut kategori ini tahun 2007 lewat film No Country for Old Men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama karir 18 tahun keduanya berhasil masuk nominasi Oscar sebanyak 33 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya mereka yang paling akhir, True Grit, mendapat 10 nominasi dan merupakan film mereka yang paling sukses secara komersial dengan pemasukan melewati Pound 108 juta di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini bercerita mengenai upaya Sherif Rooster Cogburn (Jeff Bridges) membantu anak remaja Mattie Ross (Hailee Steinfeld), dan petugas keamanan Texas LaBeouf (Matt Damon) mencari pembunuh ayah remaja itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeff Bridges dan Hailee Steinfeld masuk nominasi sebagai aktor dan aktris terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku lucu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;True Grit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coen bersaudara mengukuhkan nama mereka sebagai tokoh utama di dunia film independen Amerika Serikat dengan film-film Raising Arizona, Millers Crossing dan Barton Fink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam satu dekade belakangan, keduanya tampak lebih sering mengadaptasi karya-karya lama seperti The LadyKillers dan No Country for Old Men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film True Grit karta Coen bersaudara ini menghidupkan kembali novel Charles Portis yang pernah diadaptasi menjadi film pada tahun 1969 dengan John Wayne berperan sebagai Rooster Cogburn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah buku yang lucu," ujar Coen. "Buku ini disuarakan oleh karakter berusia 14 tahun yang secara prematur memiliki rasa percaya diri dan yakin akan hal-hal lain. Buku ini dibintangi oleh tiga karakter utama, dan masing-masing adalah tokoh yang lucu. Pada dasarnya ini cerita soal balas dendam dan tampak merupakan materi yang memiliki potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Joe dan saya membaca buku ini bertahun-tahun lalu. Dua tahun kemudian dia membacakan buku ini kepada putranya dan dia kemudian punya ide bahwa akan sangat menarik jika membuat filmnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak adik asal Minnesota ini agak berhati-hati untuk tidak meniru film versi pertama dimana John Wayne memenangkan Oscar. "Kami menonton film produksi tahun 1969 itu, dan kami tidak memikirkan film itu, pikiran kami penuh dengan novelnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethan Coen mengaku belum menonton filmnya ini. "Saya melihat cuplikannya di internet dan reaksi saya wow."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bukan film Koboy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski True Grit dipandang banyak pihak sebagai kebangkitan kembali film koboy, Coen tidak melihatnya sebagai satu genre tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film ini tidak bercerita soal genre tertentu, memang ada orang dengan topi koboy dan penembak, tetapi film ini berpusat pada tokoh dan ceritanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski setia pada sumber aslinya, film ini jelas memiliki sentuhan khas Coen bersaudara. Pertama kali Cogburn muncul di film itu - dia sedang berlindung di WC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Serious Man&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film A Serious Man masuk nominasi film terbaik Oscar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, itu memang karya asli kami," ujar Coen. "Itu adalah salah satu adegan yang tidak ada dalam novelnya. Kami berpikir bagaimana menciptakan satu misteri bagi tokoh yang sudah pernah dibuat sebelumnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika membuat adegan itu kami bertanya pada Jeff -Jeff, adegan pertama di WC? dan dia menjawab Ya, saya belum pernah melakukan itu. Ini adalah adegan di WC pertama bagi semua pihak. Ini satu cara kita berkenalan dengan dia, meski sebenarnya tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah film pertama Coen bersaudara kembali bekerja sama dengan Jeff Bridges sejak film The Big Lebowksi tahun 1998, dimana dia bermain sebagai seorang pemalas asal Kalifornia bernama The Dude.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama mudahnya dengan pertama kali. Dia tahu apa yang harus dilakukan sehingga semua berjalan mudah. Kami dan Jeff berasumsi akan kembali bekerja sama setelah The Big Lebowski dan cukup mengherankan hal itu memakan waktu begitu lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film True Grit merupakan film pertama Hailee Steinfeld, yang berusia 13 tahun ketika film ini dibuat. Apakah sutradara bertindak berbeda karena ada seorang artis muda pendatang baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, dia berlaku seperti seorang aktor bukan anak-anak sehingga kami sering lupa dengan usianya. Satu-satunya yang membedakannya adalah peraturan jam kerja untuk anak-anak. Itu mengesalkan, tetapi selain itu sama saja seperti bekerja dengan Matt atau Jeff."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berbeda dengan film-film Coen bersaudara lainnya, film True Grit boleh ditonton oleh anak-anak di atas 13 tahun di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya yakin ini membantu kesuksesan film itu," ujar Coen. "Kami berharap film ini tidak masuk rating yang lebih ketat karena ini bercerita soal anak berusia 14 tahun dan berasal dari novel yang bisa dibaca dan dinikmati oleh anak berusia 14 tahun- jadi kami pikir semua anak-anak harus diperbolehkan nonton film ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber bbc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang mereka di Wikipedia:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Coen_brothers"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Coen_brothers&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7915766367370058552?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7915766367370058552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/true-grit-film-tersukses-coen-brothers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7915766367370058552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7915766367370058552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/true-grit-film-tersukses-coen-brothers.html' title='True Grit film tersukses Coen Brothers'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PG_8NjqvDLg/TWLac66IVqI/AAAAAAAAAbs/SZRDy2UQV1Y/s72-c/coen_brothers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-964075598623500620</id><published>2011-02-20T09:48:00.002+07:00</published><updated>2011-02-20T09:52:58.497+07:00</updated><title type='text'>Aturan Perfilman Harus Lebih Sehat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PRKqUTMxU-Q/TWCCBEt3phI/AAAAAAAAAbk/8HW23Zi0riU/s1600/film_indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PRKqUTMxU-Q/TWCCBEt3phI/AAAAAAAAAbk/8HW23Zi0riU/s400/film_indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575599293642286610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah akan mencari jalan keluar sebagai respons keberatan importir film atas ketentuan perpajakan yang mengakibatkan asosiasi produsen film Amerika Serikat menyatakan tak akan lagi mengedarkan film Hollywood ke Indonesia. Pemerintah juga perlu meninjau ulang perpajakan film untuk menjadikan industri ini lebih sehat dan kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Kementerian Perekonomian Edy Putra Irawady menyampaikan hal itu secara terpisah di Jakarta, Sabtu (19/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Wakil Presiden Motion Pictures Associatian (MPA) untuk Asia Pasifik, Frank S Rittman, Kamis lalu, menyatakan bahwa asosiasi produsen film besar dari AS ini memutuskan untuk tidak mendistribusikan film di Indonesia selama pemerintah tetap memberlakukan ketentuan perpajakan yang baru terkait pengenaan royalti film impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 10 Januari 2011, pemerintah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-3/PJ/2011 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan Berupa Royalti dan Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Pemasukan Film Impor. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyebutkan hal ini sebagai bagian dari reformasi perpajakan dalam industri perfilman di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat edaran ini menyebutkan, penghasilan yang dibayarkan ke luar negeri oleh importir terkait penggunaan hak cipta atas film impor dengan persyaratan tertentu merupakan royalti yang dikenai PPh 20 persen. Pengenaan pajak royalti untuk film impor merupakan hal baru, sedangkan royalti film nasional sudah lebih dulu dikenai pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak royalti untuk film nasional ini diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-33/PJ/2009 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Berupa Royalti dari Hasil Karya Sinematografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengatur ketentuan pajak royalti film impor, Surat Edaran Dirjen Pajak yang diterbitkan Januari lalu juga mengubah perhitungan PPN yang selama ini dikenakan pada film impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, film impor dikenai bea masuk, PPN, dan PPh hanya berdasarkan panjang film, tanpa memperhitungkan jenis dan harga film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami kenakan sekitar 0,43 dollar AS per meter sebagai dasar pengenaan untuk bea masuk dan juga pengenaan PPN dan PPh,” ujar Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Suryo Utomo saat mengumumkan penerbitan Surat Edaran Dirjen Pajak ini, Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kompetitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbebasnya film impor dari pajak royalti selama ini serta rendahnya pengenaan tarif bea masuk, PPN, dan PPh untuk film impor dinilai turut mengakibatkan industri film nasional tidak kompetitif bersaing dengan film impor di negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebagai sebuah karya atau barang jadi, film yang masuk ke Indonesia memiliki dua aspek perpajakan, yaitu sebagai barang impor dan adanya pembayaran royalti atau pemanfaatan hak atas film tersebut oleh pihak yang diizinkan untuk mengedarkan,” ujar Suryo Utomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenaan tarif dengan dasar perhitungan nilai yang tetap, yakni 0,43 dollar AS per meter film, dirasa merugikan karena harga sebuah film yang diimpor bisa jauh lebih mahal dari itu. Oleh karena itu, pengaturan kembali dinilai penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Edy Putra Irawady menegaskan, kenaikan tarif perpajakan atas film impor sebagai barang jadi sebenarnya merupakan hal wajar. Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO mengizinkan negara anggotanya, termasuk Indonesia, untuk melindungi industri dalam negerinya dengan menerapkan bea masuk pada barang jadi yang masuk ke pasar domestiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya pikir itu wajar kalau ada tarif bea masuk untuk barang jadi (film impor). Sebab, sudah menjadi hak kita di WTO untuk menerapkan tarif bea masuk, bahkan hingga 40 persen,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan, pemerintah masih akan membahas ketentuan perpajakan ini dengan pihak importir film. Dengan begitu, Pemerintah Indonesia, masyarakat penonton film di Indonesia, ataupun para importir film sama-sama tidak menjadi pihak yang dirugikan. ”Pemerintah dan importir sedang mencari win-win solution atas ketentuan itu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop terancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait keputusan MPA, bioskop di seluruh Indonesia sejak 17 Februari lalu tidak bisa lagi memutar film-film Hollywood milik sejumlah produsen besar anggota MPA. Hal ini meresahkan pengusaha bioskop dan penonton film di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri dan konseptor Blitzmegaplex, Ananda Siregar, mengatakan, jumlah film Hollywood yang diputar Blitz selama ini sekitar 80 hingga 90 judul per tahun atau sekitar dua pertiga dari semua judul film yang diputar Blitz. Selebihnya, jaringan bioskop ini memutar film nasional dan film asing non-Hollywood. ”Jadi, dampaknya sangat negatif. Kalau berkelanjutan itu menyusahkan,” ujar Ananda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Ananda, distributor film asing non-Hollywood sebenarnya bisa mengisi kekosongan film Hollywood di bioskop-bioskop Indonesia. Namun, ia khawatir distributor film asing lainnya juga akan berkeberatan karena ketentuan bea masuk ini berlaku bagi semua film impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film nasional juga bisa didorong untuk mengisi layar Blitz. Namun, langkah itu tidak bisa dalam jangka pendek. ”Produksi film lokal memang bisa digenjot, tetapi prosesnya kan makan waktu. Kalau pasokan saat ini belum mencukupi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia Djohny Sjafruddin berpendapat, kebijakan pemerintah ini justru bisa mengancam industri perfilman nasional. ”Secara umum, industri ini terdiri dari sektor hulu dan hilir. Yang akan hancur adalah hilirnya, yakni bioskop, karena sebagian besar bioskop memutar film asing, terutama dari AS,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Lembaga Sensor Film, pada tahun 2010 terdapat 180 film impor dan 81 film nasional yang diputar di bioskop-bioskop Tanah Air. ”Film nasional belum secara permanen bisa menunjang bioskop. Jadi, kalau pasokan film Barat tidak ada, industri bioskop akan hancur duluan,” ujar Djohny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan pasokan ini tercermin di situs web 21cineplex misalnya. Agenda film yang akan tayang hingga Sabtu kemarin hanya diisi dengan empat film nasional: Tebus, Pocong Ngesot, Rumah Tanpa Jendela, dan Cewek Saweran. (DAY/OIN/BSW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, MInggu 20 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-964075598623500620?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/964075598623500620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/aturan-perfilman-harus-lebih-sehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/964075598623500620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/964075598623500620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/aturan-perfilman-harus-lebih-sehat.html' title='Aturan Perfilman Harus Lebih Sehat'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-PRKqUTMxU-Q/TWCCBEt3phI/AAAAAAAAAbk/8HW23Zi0riU/s72-c/film_indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-410582085143809052</id><published>2011-02-19T05:58:00.002+07:00</published><updated>2011-02-19T06:01:25.992+07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Lagi Film Asing di Bioskop</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OelHjqMKEn8/TV76OlUFJLI/AAAAAAAAAbc/CtxVZ2ytNqo/s1600/film-movie.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OelHjqMKEn8/TV76OlUFJLI/AAAAAAAAAbc/CtxVZ2ytNqo/s400/film-movie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575168517172700338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Noorca Masardi, juru bicara 21 Cineplex, mengatakan bahwa semua film asing yang berada di Tanah Air telah diturunkan dari penayangan di semua bioskop (21/XXI/Blitz Megaplex).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mulai hari ini sudah tidak ada lagi film asing yang ditayangkan di semua bioskop, termasuk bioskop 21," ujar Noorca Masardi saat dikonfirmasi lewat telepon, Jumat (18/2/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motion Picture Associated (MPA), mewakili sejumlah perusahaan film asing, sudah resmi menarik semua film asing yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia. Pemberlakuan penarikan juga berlaku bagi film asing yang akan beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah ada koordinasi dengan pihak bioskop 21. Mereka datang dan kemarin mengumumkan. Kami dari pihak 21 Cineplex merasa sangat prihatin dengan kondisi sekarang ini," ucap Noorca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noorca menyesalkan adanya aksi penarikan tersebut. Hal itu dipicu oleh  keputusan pemerintah melalui Dirjen Pajak dan Bea Cukai yang menetapkan pemberlakuan bea masuk hak edar distribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Prihatin atas keputusan pihak asing yang tidak mau lagi mendistribusikan filmnya ke Indonesia, kami yang bergerak di bidang bioskop hanya bisa berharap dan berdoa semoga pihak MPA bisa kembali mendistribusikan film ke Indonesia," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noorca berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali ketentuan baru tersebut sehingga bisa terus memberikan ruang kepada publik untuk mendapatkan hak hiburan seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya MPA menolak karena sudah ada negosiasi dan argumen tentang keberatan terhadap ketentuan itu."Namun, keputusan itu tetap diberlakukan mulai Januari kemarin," ucap Noorca Masardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memacu Pertumbuhan Film Nasional &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Perfilman Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Syamsul Lussa mengatakan, ada informasi yang terpotong terkait dikeluarkannya surat edaran dari Dirjen Pajak Nomor 3 Tanggal 10 Januari 2011, yang berbuntut reaksi pihak Motion Picture Association dengan menghentikan impor filmnya ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besok kita akan 'kejar' sehingga nyambung dan mencari penyelesaiannya menyusul adanya edaran tersebut. Secepatnya pihak-pihak terkait akan segera membahasnya," katanya dihubungi di Jakarta, Jumat (18/2/2011).         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pihak Motion Picture Association (MPA) untuk tidak mendistribusikan semua filmnya di Indonesia merupakan buntut dari keberatan pihak mereka terkait penetapan bea masuk atas hak distribusi film impor. Keputusan MPA tersebut dilakukan terhitung hari Kamis, tanggal 17 Februari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (Ketua GPBSI) Noorca Massardi, dalam siaran persnya, Jumat (18/2/2011), pihak MPA menilai penetapan itu tidaklah lazim dan tidak pernah ada dalam praktik bisnis film di seluruh dunia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Noorca, buntut dari dicabutnya hak edar distribusi sangatlah berdampak luas, antara lain Bioskop 21 Cineplex dengan sekitar 500 layar, sebagai pihak yang diberi hak untuk menayangkan film impor, akan kehilangan pasokan ratusan judul film setiap tahun. Padahal, film nasional selama ini baru mampu berproduksi 50-60 judul per tahun. "Dengan akan merosotnya jumlah penonton film (impor) ke bioskop, maka eksistensi industri bioskop di Indonesia akan terancam," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Pajak, Pemda, Pemkot, dan Pemkab akan kehilangan rencana anggaran pendapatan dari film impor sebesar 23,75 persen atas bea masuk barang, 15 persen PPh hasil ekploitasi film impor, serta Pemda, Pemkot, dan Pemkab akan kehilangan 10-15 persen pajak tontonan sebagai pendapatan asli daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Syamsu justru menilai tidak adanya film impor bukan berarti harus ada kekosongan. Langkah yang diambil pihak pemerintah justru untuk memacu pertumbuhan produksi film nasional dan mendorong sineas untuk menghasilkan karya yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini produksi film nasional mencapai 77 film per tahun, sedangkan impor film mencapai 140 film. Perbandingannya 36:64. Ini berbanding terbalik dengan apa yang diamanatkan undang-undang, yakni 60 untuk film nasional dan 40 untuk film asing," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS,Jumat &amp; Sabtu, 18 &amp; 19 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-410582085143809052?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/410582085143809052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/tak-ada-lagi-film-asing-di-bioskop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/410582085143809052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/410582085143809052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/tak-ada-lagi-film-asing-di-bioskop.html' title='Tak Ada Lagi Film Asing di Bioskop'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OelHjqMKEn8/TV76OlUFJLI/AAAAAAAAAbc/CtxVZ2ytNqo/s72-c/film-movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5352276071781931904</id><published>2011-02-09T11:36:00.002+07:00</published><updated>2011-02-09T11:37:36.593+07:00</updated><title type='text'>Merenung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TVIaC1ofkTI/AAAAAAAAAbU/RX1RSj6ig1Y/s1600/budidarma600.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 395px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TVIaC1ofkTI/AAAAAAAAAbU/RX1RSj6ig1Y/s400/budidarma600.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571544325069705522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di tengah hiruk-pikuk percakapan para akademisi dan praktisi hukum di ruang pertemuan sebuah hotel di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/2), seorang lelaki sepuh menyelinap masuk. Lelaki itu adalah Budi Darma (73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kedatangannya, dalam ruangan itu ia duduk dengan tenang. Barulah ketika mendapat giliran berbicara, sastrawan yang juga Guru Besar Sastra Universitas Negeri Surabaya itu mengungkapkan kegundahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia prihatin melihat keadaan Indonesia. Meskipun sudah merdeka, keadilan tak kunjung tercapai karena elite politik hanya memikirkan diri dan kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau tidak ada korupsi, keadaan akan lebih baik,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Budi Darma menjadi satu dari puluhan deklarator Gerakan Rakyat Antimafia Hukum (Geram) Surabaya. Dia datang sebagai anggota masyarakat yang mendukung gerakan moral melawan korupsi. Karena itu, seusai membacakan deklarasi, Budi Darma kembali memilih duduk tenang di pojok belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat korupsi yang merajalela, apakah ia tertarik menulis tema korupsi dalam karyanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budi Darma, tema korupsi bisa diselundupkan dalam sebuah karya, tidak secara harfiah. Sebab, sastra itu masuk lebih dalam, membuat orang merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali para elite politik perlu membaca karyanya agar bisa merenung.... (ARA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Rabu 09 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5352276071781931904?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5352276071781931904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/merenung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5352276071781931904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5352276071781931904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/02/merenung.html' title='Merenung'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TVIaC1ofkTI/AAAAAAAAAbU/RX1RSj6ig1Y/s72-c/budidarma600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8156685715416915437</id><published>2011-01-28T06:21:00.000+07:00</published><updated>2011-01-28T06:24:31.473+07:00</updated><title type='text'>Nominasi Academy Awards 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TUH-p-oPGKI/AAAAAAAAAbE/gpw5P1VIAGM/s1600/oscar2011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TUH-p-oPGKI/AAAAAAAAAbE/gpw5P1VIAGM/s400/oscar2011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567010611546495138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 Februari 2011, seremoni Academy Awards yang ke-83 akan digelar di Kodak Theatre, Hollywood. Selasa (25/1) lalu, panitia sudah mengumumkan secara resmi siapa saja insan perfilman Hollywood yang masuk nominasi penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actor in a Leading Role&lt;br /&gt;Javier Bardem in “Biutiful”&lt;br /&gt;Jeff Bridges in “True Grit”&lt;br /&gt;Jesse Eisenberg in “The Social Network”&lt;br /&gt;Colin Firth in “The King's Speech”&lt;br /&gt;James Franco in “127 Hours”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actor in a Supporting Role&lt;br /&gt;Christian Bale in “The Fighter”&lt;br /&gt;John Hawkes in “Winter's Bone”&lt;br /&gt;Jeremy Renner in “The Town”&lt;br /&gt;Mark Ruffalo in “The Kids Are All Right”&lt;br /&gt;Geoffrey Rush in “The King's Speech”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actress in a Leading Role&lt;br /&gt;Annette Bening in “The Kids Are All Right”&lt;br /&gt;Nicole Kidman in “Rabbit Hole”&lt;br /&gt;Jennifer Lawrence in “Winter's Bone”&lt;br /&gt;Natalie Portman in “Black Swan”&lt;br /&gt;Michelle Williams in “Blue Valentine”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actress in a Supporting Role&lt;br /&gt;Amy Adams in “The Fighter”&lt;br /&gt;Helena Bonham Carter in “The King's Speech”&lt;br /&gt;Melissa Leo in “The Fighter”&lt;br /&gt;Hailee Steinfeld in “True Grit”&lt;br /&gt;Jacki Weaver in “Animal Kingdom”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animated Feature Film&lt;br /&gt;“How to Train Your Dragon” Chris Sanders and Dean DeBlois&lt;br /&gt;“The Illusionist” Sylvain Chomet&lt;br /&gt;“Toy Story 3” Lee Unkrich&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Art Direction&lt;br /&gt;“Alice in Wonderland” &lt;br /&gt;Production Design: Robert Stromberg; Set Decoration: Karen O'Hara&lt;br /&gt;“Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1” &lt;br /&gt;Production Design: Stuart Craig; Set Decoration: Stephenie McMillan&lt;br /&gt;“Inception” &lt;br /&gt;Production Design: Guy Hendrix Dyas; Set Decoration: Larry Dias and Doug Mowat&lt;br /&gt;“The King's Speech” &lt;br /&gt;Production Design: Eve Stewart; Set Decoration: Judy Farr&lt;br /&gt;“True Grit” &lt;br /&gt;Production Design: Jess Gonchor; Set Decoration: Nancy Haigh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinematography&lt;br /&gt;“Black Swan” Matthew Libatique&lt;br /&gt;“Inception” Wally Pfister&lt;br /&gt;“The King's Speech” Danny Cohen&lt;br /&gt;“The Social Network” Jeff Cronenweth&lt;br /&gt;“True Grit” Roger Deakins&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Costume Design&lt;br /&gt;“Alice in Wonderland” Colleen Atwood&lt;br /&gt;“I Am Love” Antonella Cannarozzi&lt;br /&gt;“The King's Speech” Jenny Beavan&lt;br /&gt;“The Tempest” Sandy Powell&lt;br /&gt;“True Grit” Mary Zophres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Directing&lt;br /&gt;“Black Swan” Darren Aronofsky&lt;br /&gt;“The Fighter” David O. Russell&lt;br /&gt;“The King's Speech” Tom Hooper&lt;br /&gt;“The Social Network” David Fincher&lt;br /&gt;“True Grit” Joel Coen and Ethan Coen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Documentary (Feature)&lt;br /&gt;“Exit through the Gift Shop” Banksy and Jaimie D'Cruz&lt;br /&gt;“Gasland” Josh Fox and Trish Adlesic&lt;br /&gt;“Inside Job” Charles Ferguson and Audrey Marrs&lt;br /&gt;“Restrepo” Tim Hetherington and Sebastian Junger&lt;br /&gt;“Waste Land” Lucy Walker and Angus Aynsley&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Documentary (Short Subject)&lt;br /&gt;“Killing in the Name” Nominees to be determined&lt;br /&gt;“Poster Girl” Nominees to be determined&lt;br /&gt;“Strangers No More” Karen Goodman and Kirk Simon&lt;br /&gt;“Sun Come Up” Jennifer Redfearn and Tim Metzger&lt;br /&gt;“The Warriors of Qiugang” Ruby Yang and Thomas Lennon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Editing&lt;br /&gt;“Black Swan” Andrew Weisblum&lt;br /&gt;“The Fighter” Pamela Martin&lt;br /&gt;“The King's Speech” Tariq Anwar&lt;br /&gt;“127 Hours” Jon Harris&lt;br /&gt;“The Social Network” Angus Wall and Kirk Baxter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foreign Language Film&lt;br /&gt;“Biutiful” Mexico&lt;br /&gt;“Dogtooth” Greece&lt;br /&gt;“In a Better World” Denmark&lt;br /&gt;“Incendies” Canada&lt;br /&gt;“Outside the Law (Hors-la-loi)” Algeria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makeup&lt;br /&gt;“Barney's Version” Adrien Morot&lt;br /&gt;“The Way Back” Edouard F. Henriques, Gregory Funk and Yolanda Toussieng&lt;br /&gt;“The Wolfman” Rick Baker and Dave Elsey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Music (Original Score)&lt;br /&gt;“How to Train Your Dragon” John Powell&lt;br /&gt;“Inception” Hans Zimmer&lt;br /&gt;“The King's Speech” Alexandre Desplat&lt;br /&gt;“127 Hours” A.R. Rahman&lt;br /&gt;“The Social Network” Trent Reznor and Atticus Ross&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Music (Original Song)&lt;br /&gt;“Coming Home” from “Country Strong” Music and Lyric by Tom Douglas, Troy Verges and Hillary Lindsey&lt;br /&gt;“I See the Light” from “Tangled” Music by Alan Menken Lyric by Glenn Slater&lt;br /&gt;“If I Rise” from “127 Hours” Music by A.R. Rahman Lyric by Dido and Rollo Armstrong&lt;br /&gt;“We Belong Together” from “Toy Story 3" Music and Lyric by Randy Newman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Picture&lt;br /&gt;“Black Swan” Mike Medavoy, Brian Oliver and Scott Franklin, Producers&lt;br /&gt;“The Fighter” David Hoberman, Todd Lieberman and Mark Wahlberg, Producers&lt;br /&gt;“Inception” Emma Thomas and Christopher Nolan, Producers&lt;br /&gt;“The Kids Are All Right” Gary Gilbert, Jeffrey Levy-Hinte and Celine Rattray, Producers&lt;br /&gt;“The King's Speech” Iain Canning, Emile Sherman and Gareth Unwin, Producers&lt;br /&gt;“127 Hours” Christian Colson, Danny Boyle and John Smithson, Producers&lt;br /&gt;“The Social Network” Scott Rudin, Dana Brunetti, Michael De Luca and Ceán Chaffin, Producers&lt;br /&gt;“Toy Story 3” Darla K. Anderson, Producer&lt;br /&gt;“True Grit” Scott Rudin, Ethan Coen and Joel Coen, Producers&lt;br /&gt;“Winter's Bone" Anne Rosellini and Alix Madigan-Yorkin, Producers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Short Film (Animated)&lt;br /&gt;“Day &amp; Night” Teddy Newton&lt;br /&gt;“The Gruffalo” Jakob Schuh and Max Lang&lt;br /&gt;“Let's Pollute” Geefwee Boedoe&lt;br /&gt;“The Lost Thing” Shaun Tan and Andrew Ruhemann&lt;br /&gt;“Madagascar, carnet de voyage (Madagascar, a Journey Diary)” Bastien Dubois&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Short Film (Live Action)&lt;br /&gt;“The Confession” Tanel Toom&lt;br /&gt;“The Crush” Michael Creagh&lt;br /&gt;“God of Love” Luke Matheny&lt;br /&gt;“Na Wewe” Ivan Goldschmidt&lt;br /&gt;“Wish 143” Ian Barnes and Samantha Waite&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound Editing&lt;br /&gt;“Inception” Richard King&lt;br /&gt;“Toy Story 3” Tom Myers and Michael Silvers&lt;br /&gt;“Tron: Legacy” Gwendolyn Yates Whittle and Addison Teague&lt;br /&gt;“True Grit” Skip Lievsay and Craig Berkey&lt;br /&gt;“Unstoppable” Mark P. Stoeckinger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound Mixing&lt;br /&gt;“Inception” Lora Hirschberg, Gary A. Rizzo and Ed Novick&lt;br /&gt;“The King's Speech” Paul Hamblin, Martin Jensen and John Midgley&lt;br /&gt;“Salt” Jeffrey J. Haboush, Greg P. Russell, Scott Millan and William Sarokin&lt;br /&gt;“The Social Network” Ren Klyce, David Parker, Michael Semanick and Mark Weingarten&lt;br /&gt;“True Grit” Skip Lievsay, Craig Berkey, Greg Orloff and Peter F. Kurland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visual Effects&lt;br /&gt;“Alice in Wonderland” Ken Ralston, David Schaub, Carey Villegas and Sean Phillips&lt;br /&gt;“Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1” Tim Burke, John Richardson, Christian Manz and Nicolas Aithadi&lt;br /&gt;“Hereafter” Michael Owens, Bryan Grill, Stephan Trojansky and Joe Farrell&lt;br /&gt;“Inception” Paul Franklin, Chris Corbould, Andrew Lockley and Peter Bebb&lt;br /&gt;“Iron Man 2” Janek Sirrs, Ben Snow, Ged Wright and Daniel Sudick&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writing (Adapted Screenplay)&lt;br /&gt;“127 Hours” Screenplay by Danny Boyle &amp; Simon Beaufoy&lt;br /&gt;“The Social Network” Screenplay by Aaron Sorkin&lt;br /&gt;“Toy Story 3” Screenplay by Michael Arndt; Story by John Lasseter, Andrew Stanton and Lee Unkrich&lt;br /&gt;“True Grit” Written for the screen by Joel Coen &amp; Ethan Coen&lt;br /&gt;“Winter's Bone” Adapted for the screen by Debra Granik &amp; Anne Rosellini&lt;br /&gt;Writing (Original Screenplay)&lt;br /&gt;“Another Year” Written by Mike Leigh&lt;br /&gt;“The Fighter” Screenplay by Scott Silver and Paul Tamasy &amp; Eric Johnson; &lt;br /&gt;Story by Keith Dorrington &amp; Paul Tamasy &amp; Eric Johnson&lt;br /&gt;“Inception” Written by Christopher Nolan&lt;br /&gt;“The Kids Are All Right” Written by Lisa Cholodenko &amp; Stuart Blumberg&lt;br /&gt;“The King's Speech” Screenplay by David Seidler&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8156685715416915437?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8156685715416915437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/01/nominasi-academy-awards-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8156685715416915437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8156685715416915437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/01/nominasi-academy-awards-2011.html' title='Nominasi Academy Awards 2011'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TUH-p-oPGKI/AAAAAAAAAbE/gpw5P1VIAGM/s72-c/oscar2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7561041109491031635</id><published>2011-01-05T15:16:00.001+07:00</published><updated>2011-01-05T15:22:12.687+07:00</updated><title type='text'>10 Film Hollywood Spektakuler 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TSQqLSuHtGI/AAAAAAAAAa8/pU5c3wYQlmA/s1600/600x400_gallery_sc_movie_theater_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TSQqLSuHtGI/AAAAAAAAAa8/pU5c3wYQlmA/s400/600x400_gallery_sc_movie_theater_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558614213574243426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun 2011, setelah menyampirkan harapan tinggi-tinggi pada resolusi yang akan kita capai di Tahun Kelinci ini, ada baiknya kita simak beberapa film-film spektakuler Hollywood yang “layak tonton” dan pantas masuk dalam rekomendasi sepanjang tahun 2011. Banyak diantaranya merupakan sekuel atau prekuel film sukses sebelumnya. Ini dia 10 film pilihan terbatas yang masuk dalam daftar film prioritas yang akan saya tonton tahun ini (moga-moga selera saya selaras pula dengan selera anda):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green Hornet (Januari 2011) :&lt;br /&gt;Seth Rogen (Knocked Up, Pinneaple Express) berperan sebagai Britt Reid pahlawan bertopeng Green Hornet dalam film yang diarahkan oleh sutradara Michael Gondry ini. Britt adalah putra seorang pemilik surat kabar dan dalam aksinya ia ditemani oleh karyawan ayahnya, Kato (peran ini pernah dimainkan pula oleh alm. Bruce Lee) yang diperankan oleh artis Taiwan, Jay Chou. Dikisahkan dalam film yang diangkat dari serial Radio ciptaan George W Trendle berjudul sama dan akan rilis pertengahan Januari ini, Sejak kematian ayahnya yang misterius, Britt Reid,anak pemilik surat kabar terkenal di Los Angeles yang dulunya adalah pemuda yang senang berhura-hura akhirnya menyadari bisa berbuat sesuatu yang bermakna untuk hidup. Ditemani oleh Kato mereka berkeliling kota membasmi kejahatan dengan mengendarai The Black Beauty, mobil ciptaan Kato yang canggih dan tak mudah dihancurkan. Film ini dimeriahkan pula oleh Cameron Diaz, yang berperan sebagai Lenore Chase (sekretaris Britt)&lt;br /&gt;“"X-Men : First Class mengisahkan awal mula epik X-Men yakni mengangkat masa muda Charles Xavier dan Erik Magnus Lensherr "”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fast and Furious V (April 2011) :&lt;br /&gt;Vin Diesel dan Paul Walker akan kembali beraksi dalam film kebut-kebutan mobil dengan adegan-adegan berbahaya memacu adrenalin yang disutradarai oleh Justin Lin dan skenarionya ditulis oleh Chris Morgan ini. Petualangan Dominic Toretto dan Brian O’Conner yang melarikan diri dari petugas hukum akan menjadi daya tarik film yang akan dirilis pada akhir April 2011 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kungfu Panda II (Mei 2011) :&lt;br /&gt;Sekuel Kungfu Panda ini dipastikan akan menarik banyak penonton untuk menyaksikannya di bioskop. Po (suaranya diisi oleh Jack Black) Sang pendekar Panda menghadapi Lord Shen (Gary Oldman) yang memiliki sebuah senjata rahasia yang sangat berbahaya. Lord Shen terobsesi untuk menguasai seluruh negeri dan berencana menghancurkan ilmu bela diri Kung Fu. Po mendapat bantuan dari The SoothSayer (Michelle Yeoh), Master Skunkman (James Woods), Master Croc (Jean-Claude Van Damme), dan Master Thundering Rhino oleh (Victor Garber) . Aksi-aksi seru dan lucu PO bersama kawan-kawannya menggagalkan rencana jahat Lord Shen itu ditampilkan secara ciamik dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pirates of Caribbean : On the Strangers Tide (Mei 2011)&lt;br /&gt;Kapten Jack Sparrow (Johny Deep) berpetualang bersama Angelica (Penelope Cruzz) mencari mata air kehidupan yang konon tidak membuat seseorang bertambah tua sedikitpun. Masalah kian runyam ketika Jack menyadari bahwa Angelica tak lain adalah putri dari bajak laut Blackbeard (Ian McShane), musuh besar Jack Sparrow. Tapi perjalanan sudah dimulai dan Jack tak akan mengurungkan niatnya sedikitpun untuk melaksanakan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X-Men : First Class (Juni 2011) :&lt;br /&gt;Penggemar Wolverine (diperankan oleh Hugh Jackman) mesti bersiap-siap kecewa dalam film yang merupakan prekuel dari film-film X-Men sebelumnya karena tokoh tersebut tidak muncul dalam film ini. X-Men : First Class memang mengisahkan awal mula epik X-Men yakni mengangkat masa muda Charles Xavier dan Erik Magnus Lensherr sebelum didirikannya Xavier School For Gifted Youngster . School of Mutant Resources mereka dirikan seusai menamatkan sekolah di Oxford untuk meneliti dan mempelajari fenomena baru yang terjadi pada manusia yaitu "homo superior", yaitu manusia jenis mutan yg memiliki gen X. Siswa yang belajar di sekolah khusus itu awalnya adalah Jean Grey, Scott Summers, Hank McCoy, Ororo Munroe, Raven Darkholme, Mortimer Toynbee dan Emma Frost. Perbedaan pemahaman dan idealisme membuat kedua sahabat ini menuai konflik hingga akhirnya justru menjadi seteru yang saling menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Potter and The Deathly Hallows, Part 2 (Juli 2011) :&lt;br /&gt;Ini adalah film yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Harry Potter sebagai edisi pamungkas rangkaian film Harry Potter sebelumnya, setelah sebelumnya mengikuti episode pertama menjelang akhir tahun 2010. Film ini masih tetap diperankan oleh Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformers 3 : Dark Of The Moon (Juli 2011) :&lt;br /&gt;Dua serial film Transformers sebelumnya berhasil menuai sukses besar dan pada episode ketiga ini para penggemar Megan Fox harus siap-siap kecewa karena artis sexy yang pada 2 episode sebelumnya berperan sebagai Mikaela Banes, kekasih sang tokoh utama, Sam Witwicky, tidak terlibat dalam Transformer 3. Meski tanpa Megan Fox lagi, film ini kembali akan menggelar aksi-aksi spektakuler dan efek sinematografi canggih lebih dashyat dari 2 film sebelumnya. Jadi bersiaplah saksikan kehebatan robot Optimus Prime, Bumble Bee, Iron Hide, Ratchet, Sides Wipes,Megatron, Starscream, dan Soundwave berjibaku dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Captain America : The First Avenger (Agustus 2011)&lt;br /&gt;Chris Evans pemeran manusia api dalam film “Fantastic Four” akan berperan sebagai Steve Rogers alias Captain America. Kisah ini menampilkan setting tahun 1940-an dimana Steve Rogers – seorang prajurit yang tidak bisa turun ke medan perang untuk melawan Nazi karena fisiknya dianggap tidak layak—diminta untuk menjalani sebuah program rahasia militer yang dapat mengubah dirinya menjadi manusia super.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spy Kids 4: All The Time in the World (Agustus 2011)&lt;br /&gt;Jessica Alba akan berperan sebagai Marissa Cortez Wilson (Jessica Alba) mantan agen rahasia yang menikah dengan reporter televisi pemburu agen mata-mata terkenal Wilbur (Joel McHale) dan ibu tiri dari dua anak kembar yang sangat cerdas Rebecca (Rowan Blanchard) dan Cecil (Mason Cook) dalam film Spy Kids 4 yang disutradarai oleh Robert Rodriguez. Jeremy Piven yang berperan sebagai tokoh antagonis dalam film ini mengancam akan mengambil alih bumi dan menghentikan waktu. Marissa dipanggil oleh Markas Besar OSS untuk mencegah aksi kejahatan tersebut dengan didampingi oleh Carmen (Alexa Vega) dan adiknya Juni Cortez (Daryl Sabara), anggota Spy Kids yang sudah beranjak remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mission Impossible 4: Ghost Protocol (Desember 2011) :&lt;br /&gt;Aktor tampan Tom Cruise kembali akan membintangi film kolosal Mission Impossible IV berjudul “Ghost Protocol” yang rencananya akan ditayangkan perdana oleh Paramount Pictures 6 Desember 2011. Pada film yang gambarnya diambil di Dubai, Praha dan Canada ini, Tom akan didampingi oleh artis pendukung seperti Aktor Jeremy Renner dan aktris Paula Patton.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7561041109491031635?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7561041109491031635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/01/10-film-hollywood-spektakuler-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7561041109491031635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7561041109491031635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2011/01/10-film-hollywood-spektakuler-2011.html' title='10 Film Hollywood Spektakuler 2011'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TSQqLSuHtGI/AAAAAAAAAa8/pU5c3wYQlmA/s72-c/600x400_gallery_sc_movie_theater_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-16778627781069977</id><published>2010-12-12T14:45:00.001+07:00</published><updated>2010-12-12T14:47:22.464+07:00</updated><title type='text'>Sapardi Mempertanyakan Kebenaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TQR94l_-6RI/AAAAAAAAAaw/u2k3d1Y2xF0/s1600/3750594p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TQR94l_-6RI/AAAAAAAAAaw/u2k3d1Y2xF0/s400/3750594p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549699052053915922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sapardi Djoko Damono adalah sosok sastrawan Indonesia yang lengkap. Dia seorang penyair, pengamat sastra, dan pendidik yang tekun—bahkan sempat menjadi birokrat kampus. Lebih menarik lagi, hingga usianya yang ke-70 tahun, lelaki ini tetap aktif berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penyair, Sapardi lebih dikenal lewat puisi-puisi yang bercorak liris. Puisinya dianggap mewakili pengelolaan pikiran dan perasaan yang mendalam. Diksinya sederhana, tetapi tajam; rumit sekaligus halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, karya-karya semacam itu terus lahir darinya. ”Saya terus menulis. Kalau tidak menulis, sepertinya ada sesuatu yang hilang. Praktis tiap hari saya di depan komputer, pokoknya tak-tuk, tak-tuk...,” katanya seraya memeragakan orang mengetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ngobrol santai di rumahnya yang bersahaja di Kompleks Perumahan Dosen Universitas Indonesia (UI) di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, pertengahan November lalu. Malam itu gerimis. Udara lembab dari Setu Gintung di belakang rumahnya sesekali menyelinap masuk lewat jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seniman itu tampak segar dan bersemangat. Maklum saja, tak banyak sastrawan yang dikaruniai umur panjang dan tetap punya energi besar untuk berkarya. Dia sempat menjalani operasi katarak di matanya beberapa waktu lalu, tetapi kini sudah sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari lelaki ini biasa bangun subuh. Setelah sarapan, kerap kali dengan masak sendiri, dia minum kopi. Kalau ada jadwal mengajar, seperti di UI atau Institut Kesenian Jakarta, dia segera berangkat ke kampus. Kalau tidak, dia kerap memilih tinggal di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya membuat puisi, kadang menulis cerita, atau menerjemahkan teks sastra Inggris,” katanya. Sapardi menunjukkan puisi terakhirnya, Sajak dalam Sembilan Bagian, yang terbit di Kompas, pekan sebelumnya. Baginya, menulis adalah pekerjaan yang tak kenal pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan pertama kali menulis puisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pertama kali membuat puisi tahun 1957 saat umur saya 17 tahun. Tapi, puisi saya baru diterbitkan tahun 1958 di Majalah Mimbar Indonesia. Setelah itu sampai sekarang saya terus menulis puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kuliah di Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta (tahun 1958-1964), saya berlatih sandiwara, menjadi sutradara, dan bergabung dengan kelompok WS Rendra. Kadang, saya juga menerjemahkan drama dari sastra Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana proses kreatif selanjutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hijrah ke Jakarta tahun 1973 untuk menjadi redaktur Majalah Horison dan mengajar sastra di UI. Bagi saya, masa itu paling kreatif. Sastra Indonesia bangkit dengan banyak inovasi atau eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kumpulan puisi saya pertama, duka-Mu Abadi, terbit tahun 1969. Sejak awal, bahasa saya memang sudah liris, penuh penghayatan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1974, terbit dua buku lagi, yaitu Mata Pisau dan Akuarium. Saya mengambil bentuk, yang oleh pengamat sastra asal Belanda, Prof A Teeuw, disebut ”belum ada namanya”. Puisi, tetapi mirip dongeng. Benda-benda menjadi hidup, seperti manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, tahun 1984, baru terbit lagi Perahu Kertas. Karakter puisinya lebih dikendalikan, lebih halus, selain masuk juga hal-hal baru. Banyak imaji masa kanak-kanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1989, terbit buku Hujan Bulan Juni. Puisinya lebih rapi, menggunakan perlambangan, imaji, seperti hujan. Suasananya sendu, tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kemudian puisi Anda dikenal sebagai puisi liris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang lebih menyukai puisi saya yang liris, seperti tentang hujan dan cinta. Beberapa puisi semacam itu kemudian terkenal, seperti Hujan Bulan Juni atau Aku Ingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi itu populer karena ada musikalisasi puisi. Banyak anak muda yang hanya kenal lagu itu. Bahkan, ada orang bikin undangan pernikahan yang memuat sajak itu dengan keterangan karya Kahlil Gibran. Puisi ini juga pernah dibaca artis sinetron di televisi, tanpa tahu siapa pengarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapardi menambahkan, sebenarnya puisinya beragam. Tahun 1998, misalnya, dia mengeluarkan buku puisi Arloji, kemudian Ayat-ayat Api (tahun 2000), Mata Jendela (2002), dan Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro? (2002). Sebagian puisi di dalamnya bernada protes sebagai respons terhadap suasana pergolakan sosial-politik saat itu, termasuk tentang pembunuhan buruh Marsinah atau pendudukan kantor PDI-P. Namun, yang lebih dikenal orang memang puisi-puisi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Sapardi juga lekat dengan dunia pendidikan. Begitu selesai kuliah di UGM tahun 1964, dia bekerja sebagai guru. Lelaki ini pernah menjadi guru Bahasa Inggris di Kursus B1 Saraswati, Solo, mengajar Bahasa Inggris di IKIP Madiun, kemudian di Jurusan Inggris Universitas Diponegoro, Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah ke Jakarta, dia lantas mengajar sastra di UI sejak tahun 1973. Ia kemudian dipercaya sebagai Dekan Fakultas Sastra UI tahun 1995-1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pengalaman Anda selama menjadi dekan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu, kan, seperti arisan dan kebetulan saya yang dapat giliran. Begitu terpilih sebagai dekan, saya tak bisa menolak. Saya belajar manajemen agar bisa masuk dengan pas. Dengan sistem yang sudah jadi, saya fokus membuat gagasan. Kan, nanti ada pegawai-pegawai yang melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah memimpin lembaga dari tingkat lebih rendah. Sebelumnya, saya menjadi pembantu dekan III dan pembantu dekan I. Pekerjaan sastrawan itu, kan, tidak setiap hari dan bisa dikerjakan secara sambilan. Beberapa sastrawan lain pernah menduduki jabatan, seperti Umar Khayam atau Budi Darma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra pop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapardi juga dikenal sebagai pengamat sastra. Beberapa esainya kemudian terbit, seperti Sosiologi Sastra; Sebuah Pengantar Ringkas (1978), Novel Sastra Indonesia sebelum Perang (1979), Sastra Indonesia Modern: Beberapa Catatan (1983), dan Bilang Begini, Maksudnya Begitu (1990).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengamat, seniman ini bisa memetakan perkembangan sastra Indonesia secara lebih jernih karena dia sendiri menjadi bagian dan saksi sejarah sastra selama lebih dari 50 tahun. Teori sastra ditekuni lewat pendidikan akademis hingga tingkat doktoral dan kemudian menjadi guru besar bidang sastra di UI tahun 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda melihat perkembangan sastra zaman sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra berkembang cepat. Buku sastra diterbitkan di mana-mana. Ada kumpulan puisi, cerpen, atau novel. Apalagi sekarang ada media dunia maya di internet yang memungkinkan siapa saja menulis sastra, entah lewat blog, Facebook, Twitter, atau e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media ini luar biasa karena membuat sastra mudah tersebar ke mana-mana. Semua itu berpengaruh besar terhadap tumbuhnya minat baca dan menulis serta pengembangan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitasnya bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah karya sastra banyak dan di antaranya ada yang bagus. Sebagian anak muda serius menguasai bahasa. Yang menarik, para pengarang itu tak terpaut hanya pada bahasa baku, tetapi bahasa sehari-hari, seperti bahasa gaul yang sangat luwes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sukses pasar novel Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi, misalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra itu bukan barang sakral. Semua orang bisa ambil bagian karena sastra milik kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua novel itu termasuk sastra populer. Dalam arti, keduanya mengandung sesuatu yang disukai, pesannya jelas, mencoba untuk luruskan keadaan, dan mengusung kesimpulan jelas: yang benar harus diberi hadiah dan yang salah dihukum. Mungkin ada misi dakwah yang disampaikan secara gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri, sastra populer juga diminati, seperti novel The Da Vinci Code karangan Dan Brown, Twilight karya Stephenie Meyer, atau Harry Potter karya JK Rowling. Karya-karya sastra pop belum tentu jelek dan karya sastra eksperimental juga belum tentu bagus. Itu perkara selera. Biarkan pembaca menilai. Iklimnya sekarang jauh lebih demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perkembangan sastra yang tidak populer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marak juga, tetapi tak banyak yang mengeroyok. Ada perkembangan baru, seperti dari karya Nukila Amal, Djoko Pinurbo, Linda Christanty, dan Ayu Utami. Namun, jangkauannya terbatas. Mungkin Saman karya Ayu Utami bisa jadi contoh sastra inovatif yang laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyebutnya sebagai sastra inovatif karena berniat mempertanyakan norma umum, kebenaran. Penulis menyajikan masalah secara baru, mengungkapkan kompleksitasnya, dan mencoba mempertanyakan segala sesuatu, termasuk nilai yang disepakati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pula yang dilakukan Armijn Pane lewat novel Belenggu tahun 1940-an, Mochtar Lubis (Jalan Tak Ada Ujung, 1950-an), dan NH Dini (Pada Sebuah Kapal, tahun 1970-an). Mereka mempertanyakan nilai-nilai yang berkembang saat itu, entah soal rumah tangga, perjuangan, atau hubungan antarmanusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada tahun 2000-an sekarang, beberapa pengarang berusaha mempertanyakan soal seksualitas, agama, hubungan perempuan-perempuan, dan atau membongkar nilai-nilai lain. Di sini, pembaca seperti diajak untuk ikut menulis, menciptakan dunia sendiri yang baru. Teks sastra hanya semacam godaan yang merangsang pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa relevansi sastra bagi kehidupan sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan akan sastra itu naluriah. Tak mungkin orang hidup tanpa sastra. Orang tak bisa hidup tanpa dongeng, cerita, atau gosip. Manusia membutuhkan semua itu agar menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra itu, kan, teks cerita yang tercetak dalam buku. Namun, sebenarnya dongeng itu juga bisa berbentuk audio visual, seperti film atau sinetron. Itu bentuk lain sastra. Bahkan, kitab suci agama juga diturunkan dalam bentuk dongeng, seperti kisah Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dongeng itu, kita memperoleh nilai, mempertanyakan kebenaran, dan menolong kita untuk menemukan diri sendiri.&lt;br /&gt;Kompas Cetak 12 desember 2010&lt;br /&gt;Oleh Ilham Khoiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-16778627781069977?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/16778627781069977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/12/sapardi-mempertanyakan-kebenaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/16778627781069977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/16778627781069977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/12/sapardi-mempertanyakan-kebenaran.html' title='Sapardi Mempertanyakan Kebenaran'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TQR94l_-6RI/AAAAAAAAAaw/u2k3d1Y2xF0/s72-c/3750594p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7048792659547028853</id><published>2010-12-06T13:51:00.001+07:00</published><updated>2010-12-06T13:52:47.268+07:00</updated><title type='text'>Wiro dan Sindrom Kolonial</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TPyIIodOB2I/AAAAAAAAAao/RkItuwpv1-s/s1600/4098972p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 205px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TPyIIodOB2I/AAAAAAAAAao/RkItuwpv1-s/s400/4098972p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547458522893911906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwik Ing Hoo meninggalkan dunia ini pada Minggu 28 November setelah mencapai usia 89 tahun. Para pelayat di rumah duka Dharma Agung, Teluk Buyung, Bekasi, pada hari itu kemungkinan besar hanya mengenalnya sebagai seorang Rahmat Junus, ayahanda Toni Junus, dan bukan ilustrator komik Wiro, Anak Rimba Indonesia, yang digubahnya bersama Lie Djoen Liem sebagai penulis teks, yang telah pindah ke Amerika Serikat. Padahal, Wiro adalah komik Indonesia yang monumental. Ada selapis generasi di Indonesia, yang pada masa kecilnya di tahun ’50-’60-an begitu bangga berkalung katapel sembari berayun dari dahan ke dahan, tiada lain karena membaca Wiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komik seri Wiro yang terbit dalam sepuluh jilid sejak tahun 1956 adalah komik Indonesia yang paling unik, paling terkenal, dan paling penting di antara para ”Tarzan lokal” karena keberhasilannya membumikan karakter Tarzan ke dalam sebuah konteks Indonesia. Dengan pengakuan terbuka di dalam naratif atas sumber inspirasinya, yakni komik dan film-film tentang Tarzan dari Amerika Serikat, Wiro bahkan seperti membalikkan sudut pandang ”meniru” itu dengan pembukaan: berbagai surat kabar ”di seluruh dunia”, seperti Herald, World Gazette, Saturday Post, dan Morning Post, memberitakan ditemukannya Wiro, yang film tentang dirinya itu, Wiro, The Jungle Boy, diputar di bioskop Rex, Luxor, ataupun Capitol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioskop itu tentulah maksudnya berada di Amerika Serikat, dan film itu tentulah sebuah film dokumenter produksi The American Motion Picture Coy, hasil pekerjaan Dr Watson, yang bersama Miss Lana, seorang ahli serangga, melakukan perjalanan keluar-masuk rimba raya Indonesia. Mereka nyaris terbunuh ketika ditawan ”gerombolan orang-orang liar” di dalam hutan Sumatera Utara jika tidak diselamatkan Wiro, yang kemudian bergabung untuk menjelajahi rimba seperti cita-citanya. Ya, Wiro adalah seorang murid sekolah dasar yang kurang bagus prestasinya di kelas, tetapi akrab dengan binatang, hebat dalam olahraga, dan selalu membaca komik-komik Tarzan di bawah sinar lampu tempel sampai jauh malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mungkinkah aku berhadapan dengan Tarzan? Siapakah dikau adanya,” tanya Dr Watson ketika ikatan tangannya dibuka Wiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku bukan Tarzan, tetapi …. Wiro anak Indonesia,” jawab Wiro dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasangka rasis dan eksotisisme &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pendahulunya, Tarzan of the Apes karya Edgar-Rice Burroughs pada 1912 yang tidak luput dari prasangka rasis, bahwa orang kulit putih lebih superior dibandingkan dengan orang kulit hitam, maka keberadaan Wiro sebagai anak Indonesia yang menggantikan posisi Tarzan jelas mengubah oposisi tersebut, karena dalam perubahan dari wacana kolonial menuju wacana pascakolonial memang tampak berlangsung politik identitasnya sendiri dalam proses pelepasan ikatan dari sindrom kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses, prasangka tidak langsung menghilang. Jika Tarzan adalah bayi manusia yang dirawat kera, maka Wiro meninggalkan rumah dan masuk hutan setelah mengalami tindak kekerasan dari ayah tirinya. Melalui pengembaraannya di dalam hutan, para penggubah komik ini berpeluang menampilkan segenap fauna dengan semangat majalah National Geographic (meski terdapatnya badak di Papua tentu menimbulkan tanda tanya), yakni memperkenalkannya sebagai bagian dari keindahan alam ataupun hukum rimba, yang terpaksa dicampuri Wiro ketika mendapatkan sahabat-sahabatnya: Tesar, harimau yang terjebak akar; Kongga, induk orangutan yang anaknya diselamatkan Wiro dari sambaran ular; dan Sambo, gajah sumatera yang ditolongnya setelah tertimpa batu besar. Adapun monyet kecil Kala, didapatkan Wiro pertama kali sebelum masuk hutan, karena memang dijual di pasar. Demikianlah Wiro menjadi komik Tarzan yang Indonesia sentris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jenis ilustrasi naratif alias komik tanpa balon, teks dan gambar tampak cocok, seperti ada kerja sama yang saling menanggapi, sehingga bagaikan tiada bagian gambar yang tidak dijelaskan. Segala kewajaran yang membuat pembacaan tidak terganggu, menunjukkan keterampilan tinggi yang tidak begitu mudah ditandingi, yang tentu juga menunjuk kepada tingkat keahlian Kwik Ing Hoo sebagai ilustrator yang tidak dapat pula diingkari. Namun, justru terhadap ”kewajaran” sebagai wacana, pendekatan realisme yang meyakinkan sebagai ”kenyataan” ini, harus dilakukan sikap kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Dr Watson dan Miss Lana, misalnya, jelas tetap teracu kepada wacana kolonial, dalam oposisi biner klasik bahwa kulit putih superior dan dalam Wiro ini ”pribumi” tetap inferior; seperti ditunjukkan dalam berbagai bentuk: teknologi kamera, buku-buku ilmu pengetahuan, arsenal senapan dan tank, para portir yang mirip ”jongos” (selalu berpeci), dan apalagi penggambaran suku-suku di pedalaman ataupun di pantai, yang lebih teracu kepada eksotisisme dalam komik dan film Tarzan dari Hollywood daripada suku-suku di pedalaman Indonesia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kemudian rombongan ini lantas ”membasmi” sisa serdadu Jepang di Papua, semakin jelas dalam wacana pascakolonial ini pun posisi superior kulit putih tidak tergoyahkan. Masalahnya, bagaimana dengan posisi Wiro sebagai protagonis? Tidakkah Wiro bisa dianggap berada dalam posisi yang tidak lagi inferior berhadapan Dr Watson dan Miss Lana? Sejumlah kajian di lingkungan akademik tentang komik Wiro, berdasarkan penanda bahwa Wiro makan daging babi hutan, membagikan dan menjualnya kepada penduduk kampung yang tidak menolaknya, dan ketika melewati kota selalu terlihat pula arsitektur bangunan kelompok etnik Tionghoa, menyatakan bahwa Wiro berasal dari kelompok etnik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pembuktian semacam itu belum cukup karena rumah dan kampung halaman Wiro sendiri tidak memperlihatkan penanda yang terarah ke sana. Betapa pun, karena Wiro pasti juga bukan bagian dari suku-suku pedalaman atau pantai, mungkinkah karena itu sahih sebagai representasi karakter Indonesia? Pada tahun 1956, baru 11 tahun dari proklamasi 1945, dari para penggubah berlatar etnik Tionghoa, sebuah proyek identitas setelah runtuhnya bentuk tradisional atas identitas akibat modernitas, setidaknya telah menyumbangkan salah satu sumber alternatif bagi konstruksi identitas kebangsaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENO GUMIRA AJIDARMA,Wartawan&lt;br /&gt;KOMPAS, MInggu 5 Desember 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7048792659547028853?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7048792659547028853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/12/wiro-dan-sindrom-kolonial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7048792659547028853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7048792659547028853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/12/wiro-dan-sindrom-kolonial.html' title='Wiro dan Sindrom Kolonial'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TPyIIodOB2I/AAAAAAAAAao/RkItuwpv1-s/s72-c/4098972p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7699832531807709011</id><published>2010-12-05T12:02:00.002+07:00</published><updated>2010-12-05T12:09:38.683+07:00</updated><title type='text'>Alangkah Lucunya FFI Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TPseaOMcHJI/AAAAAAAAAag/URVhhLRuzfc/s1600/FFI%2B2010.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TPseaOMcHJI/AAAAAAAAAag/URVhhLRuzfc/s400/FFI%2B2010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547060801872600210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah 'Sang Pencerah' layak masuk nominasi Festival Film Indonesia 2010 atau tidak? Inilah festival dengan dua versi juri dan hasil ”ganda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Sang Pencerah arahan sutradara Hanung Bramantyo yang mengisahkan kehidupan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, tak masuk pilihan Komite Seleksi FFI. Komite Seleksi diketuai Viva Westi dengan anggota Abduh Azis, German G Mitapradja, Totot Indrarto, dan Dedi Setiadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viva Westi menjelaskan, Sang Pencerah baru sampai pada penggambaran peristiwa-peristiwa penting yang dialami sang tokoh, tanpa upaya lebih untuk menghadirkan visi dan tafsir yang lebih terbuka mengenai kompleksitas karakter yang diangkat terkait dengan semangat zaman ketika sang tokoh hidup, serta benang merahnya dengan kekinian. Biografi orang besar yang difilmkan, kata Westi, juga punya tingkat kesulitan tinggi, terutama mengenai detail dan fakta-fakta historis yang tidak dapat ditawar-tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kesalahan fakta-fakta historis yang ditampilkan otomatis mengurangi kredibilitas film tersebut,” kata Westi, saat jumpa pers, Jumat (12/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Bidang Festival Komite Festival Film Indonesia (KFFI) Labbes Widar, Selasa (16/11), mengumumkan, total jumlah film pilihan Komite Seleksi menjadi 10 film. Alasannya, buku Pedoman Pelaksanaan FFI 2010 mengatur, jumlah film pilihan semestinya minimal 10 dan maksimal 15 film. Sang Pencerah tetap tidak masuk pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, film-film pilihan itu dinilai Dewan Juri Film Cerita Panjang FFI 2010. Mereka terdiri atas Jujur Prananto sebagai ketua, dengan anggota Seno Gumira Ajidarma, Anto Hoed, Nur Hidayat, Marselli Sumarno, Salim Said, dan Rima Melati. Pengumuman nomine sedianya diumumkan di Batam, 28 November. Akan tetapi, dalam proses penilaian, dewan juri merasa perlu untuk menambahkan Sang Pencerah. Film ini dikenal luas, banyak dapat pujian, dan dua anggota juri pernah menontonnya. Mereka kemudian menonton bersama film itu, dan kemudian sepakat, karya itu layak masuk nominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film itu dinilai jelas-jelas punya keunggulan dalam berbagai unsurnya. ”Terlalu jelas, bagaikan tiada yang lebih jelas lagi,” kata Seno Gumira Ajidarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi ini, KFFI meminta dewan juri untuk hanya menilai dari film-film pilihan komite seleksi. Namun, juri berkukuh pendapat. Apalagi, buku pedoman tidak secara jelas mengatur soal ini. Rencana pembacaan nominasi di Batam batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KFFI kemudian memberhentikan dewan juri pimpinan Jujur dan menggantinya dengan dewan juri baru yang terdiri atas tujuh orang. Lima orang di antaranya adalah anggota Komite Seleksi FFI 2010 serta dua orang tambahan, yaitu Alex Komang dan Areng Widodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pilihan awal, dewan juri baru kemudian mengumumkan nominasi, tanpa menyertakan Sang Pencerah. Film Alangkah Lucunya Negeri Ini garapan sutradara Deddy Mizwar memperoleh 11 nominasi dari total 12 unsur yang dinilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sang Pencerah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah diberhentikan, dewan juri lama juga mengumumkan hasil kerja dalam jumpa pers di Gedung Film, Jumat (3/12). Mereka memilih Sang Pencerah sebagai film terbaik. ”Hampir semua unsur film itu menonjol. Suara juri bulat, spontan, tak banyak perdebatan,” kata Jujur Prananto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penilaian juri lama, film produksi PT Multivision Pictures ini memenangi sembilan dari total 13 unsur yang dinilai. Kesembilan unsur itu adalah sebagai Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik (Hanung Bramantyo), Penulis Skenario Asli Terbaik (Hanung Bramantyo), Penata Sinematografi Terbaik (Faozan Rizal), Penata Artistik Terbaik (Alan Sebastian), Penata Suara Terbaik (Satrio Budiono &amp; Trisno), Penata Musik Terbaik (Tya Soebiakto), Penyunting Terbaik (Wawan I Wibowo), dan Pemeran Utama Pria Terbaik (Lukman Sardi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap alasan komite seleksi bahwa film itu punya kesalahan fakta-fakta historis, dewan juri lama punya argumen berbeda. Film itu dibuat berdasarkan riset tentang kehidupan KH Ahmad Dahlan dari berbagai sumber, termasuk dari keluarga pendiri Muhammadiyah serta dari Ketua Umum Muhammadiyah sekarang, Din Syamsuddin. Apalagi, sebagaimana diketahui bersama, sejarah mengandung sifat relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seno Gumira Ajidarma menjelaskan, sejarah itu seperti kebenaran, representasinya tidak bisa dipastikan untuk berlaku universal dan abadi. ”Bahkan, dalam disiplin ilmu pengetahuan sejarah pun sangat mungkin terdapat berbagai versi bertentangan atas makna peristiwa yang sama, dengan argumen dan fakta yang sama akuratnya. Jadi, tidak ada istilah ’salah’ dan ’benar’, tetapi kelas pernyataan mana yang lebih sahih sebagai penjelasan sejarah,” kata Seno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Komite seleksi baru menyatakan, tetapi belum membuktikan bahwa Sang Pencerah tidak akurat. Sedangkan jika memang tidak akurat pun, film ini berhak dinilai sebagai film cerita yang kebetulan saja menimba gagasan dan imajinasi dari peristiwa sejarah,” kata Seno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap adanya hasil penilaian berbeda dengan dewan juri baru yang ditunjuk KFFI, dewan juri lama menyerahkan sepenuhnya pada penilaian masyarakat. ”Silakan masyarakat melihat dan menilai. Kami bekerja secara independen dan kami punya integritas,” kata Anto Hoed, anggota dewan juri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, pengarah KFFI, Deddy Mizwar, mengatakan, sebaiknya diadakan diskusi terbuka menyangkut perselisihan di tubuh FFI. ”Diskusi hendaknya membahas mekanisme penjurian sampai pada argumen-argumen dewan juri maupun Komite Seleksi FFI. Kalau perlu dewan juri lama yang SK-nya sudah dicabut juga diundang,” katanya. (ILHAM KHOIRI/LUSIANA INDRIASARI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Minggu 5 Desember 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7699832531807709011?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7699832531807709011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/12/alangkah-lucunya-ffi-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7699832531807709011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7699832531807709011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/12/alangkah-lucunya-ffi-ini.html' title='Alangkah Lucunya FFI Ini'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TPseaOMcHJI/AAAAAAAAAag/URVhhLRuzfc/s72-c/FFI%2B2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-3612099087162886167</id><published>2010-11-18T13:03:00.003+07:00</published><updated>2010-11-18T13:07:15.585+07:00</updated><title type='text'>Nonton Film Horor Bagus untuk Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TOTCjtcoIdI/AAAAAAAAAaY/GZETAhseuSY/s1600/scared-woman.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TOTCjtcoIdI/AAAAAAAAAaY/GZETAhseuSY/s400/scared-woman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540767360323428818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, menonton film-film menegangkan, seperti genre thriller dan horor punya fungsi baik untuk tubuh perempuan. Sebuah penelitian mengenai hal ini dilansir dan diberitakan oleh situs geniusbeauty.com. Para peneliti berargumen bahwa cerita-cerita seram memang memiliki efek baik bagi psikologi perempuan dan memberi mereka sebuah pengalaman yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bahwa apa yang terjadi di layar sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata, dan karenanya, seharusnya tidak akan membangkitkan situasi traumatis seseorang, namun hanya akan memperkuat hasil timbal balik yang berhubungan dengan phobia. Ketika otak menangkap sebuah keadaan yang berbahaya atau menegangkan, maka ia akan memproduksi energi tambahan yang diarahakn kepada aktivitas neurotransmiter, antara lain; glutamat, dopamin, dan serotonin. Hasilnya, tubuh akan berada dalam keadaan siap berperang untuk beberapa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, sebuah sinyal ancaman potensial melewati hypothalamus, bagian otak yang berkaitan dengan sistem glandular dari tubuh. Sinyal ini menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi adrenaline, yang bertanggungjawab untuk memproduksi opiates, yang ternyata memiliki efek anestesi (bius). Saat reaksi phobic menurun di titik ini, jawaban akhir di film bisa memberikan pengalaman positif yang adaptif terhadap situasi serius. Satu setengah jam setelah film usai, sistem tubuh pun menjadi lebih tenang dan sistem imun tubuh menjadi lebih kuat untuk sementara waktu. Hm, apalagi jika nontonnya bareng si dia sambil menggenggam lengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAD&lt;br /&gt;Editor: Nadia Felicia&lt;br /&gt;Sumber: geniusbeauty&lt;br /&gt;KOMPAS, Kamis 18 November 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-3612099087162886167?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/3612099087162886167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/nonton-film-horor-bagus-untuk-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/3612099087162886167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/3612099087162886167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/nonton-film-horor-bagus-untuk-perempuan.html' title='Nonton Film Horor Bagus untuk Perempuan'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TOTCjtcoIdI/AAAAAAAAAaY/GZETAhseuSY/s72-c/scared-woman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8069779734434595634</id><published>2010-11-08T08:35:00.001+07:00</published><updated>2010-11-08T08:37:17.560+07:00</updated><title type='text'>Karya Sastra Mengukuhkan Mitos</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TNdURsjCL5I/AAAAAAAAAaQ/uCsAQshKF8U/s1600/1440153620X310.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TNdURsjCL5I/AAAAAAAAAaQ/uCsAQshKF8U/s400/1440153620X310.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536986929867927442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak bencana alam (tsunami, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, banjir bandang, tabrakan kereta api, kapal tengelam, busung lapar, dan lain-lain) dihubung-hubungkan dengan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan ada yang menganjurkan agar Presiden RI tersebut menyembelih kambing untuk tolak bala. Sesungguhnya hal itu merupakan lambang kebudayaan yang mengarah perlunya seorang pemimpin yang karismatik, sebagaimana yang diyakini masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Ilmu Sastra pada Fakultas Bahasa Sastra dan Seni Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Hasanuddin WS, mengatakan hal itu berkaitan dengan mitos yang berkembang di masyarakat tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bencana yang beruntun terjadi di masa kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu di antara karismatik pemimpin adalah melalui kemampuan supernatural, misalnya mampu memvisi keadaan atau mempreduksi sesuatu yang bakal terjadi. Dengan demikian, masyarakat yang dipimpinnya akan mengakui kepemimpinannya dengan ikhlas (dalam tradisi kerajaan Melayu dikenal dengan istilah Daulat )," katanya, menjawab Kompas, saat dihubungi di Padang, Minggu (7/11/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanuddin menjelaskan, kehidupan manusia, dan dengan sendirinya hubungan antarmanusia, dikuasai oleh mitos-mitos. Dalam teks-teks sastra lama, banyak ditemui mitos-mitos tentang keajaiban dan kesaktian yang dimiliki raja, permaisuri, pangeran, dan lain-lain. Sejalan dengan itu, menjadi hal tidak aneh jika pada banyak karya sastra lama ditemukan mitos yang mengukuhkan hal-hal yang telah dipercayai masyarakat karena tuntunan masyarakatnya memang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di era Susilo Bambang Yudhoyono ada mitos. Pada era Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, dan Gus Dur juga berkembang mitos-mitos. Bung Karno telah diramalkan akan menjadi seorang pemimpin besar, karena sewaktu beliau lahir, Gunung Agung meletus sebagai suatu pertanda telah lahir seorang calon pemimpin besar. Soeharto dimitoskan sebagai pemimpin yang mumpuni melalui cerita-cerita heroik, serta digambarkan pula bahwa beliau seorang kejawen yang baik ilmunya. BJ Habibie dan Gus Dus juga diberitakan suka mengunjungi makam-makam orang terkenal untuk menambah kemampuan supernaturalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanuddin berharap, baik kepada peneliti dan penelaah sastra maupun kepada satrawan, kajian kemelayuan dan keindonesiaan sebaiknyalah menyatu dan sejalan dengan kajian terhadap persoalan tradisi, mitologis, dan transformasi budaya. "Hal itu akan memberikan informasi yang memungkinkan peningkatan dan pembinaan terhadap kemampuan berapresiasi sastra," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastrawan dan Guru Besar dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Sapardi Djoko Damono, pada acara Temu Sastrawan Indonesia III di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, akhir Oktober lalu, mengatakan, perhatian terhadap khazanah sastra lama sudah selayaknya ditingkatkan. Sebab, kekayaan itulah yang bisa memberi keyakinan bahwa kita tidak hidup sekarang saja, tetapi benar-benar ada sejak berabad-abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sastra lama merupakan salah satu landasan keberadaan kita sebagai suatu bangsa. Perhatian terhadap sastra lama ini sangat bermanfaat untuk meneguhkan adanya tradisi penulisan dalam sastra Indonesia; di samping itu sastra lama juga merupakan sumber acuan penting bagi karya satra masa kini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sapardi, sastra adalah seni bahasa, dan dalam hal ini bahasa adalah mitos, istilah yang lebih keren untuk dongeng. Dongeng dihasilkan oleh masyarakat untuk menjawab begitu banyak pertanyaan yang muncul ketika mereka menghadapi dan menjalani kehidupannya.&lt;br /&gt;Penulis: Yurnaldi   &lt;br /&gt;KOMPAS.SENIN 8 NOVEMBER 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8069779734434595634?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8069779734434595634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/karya-sastra-mengukuhkan-mitos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8069779734434595634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8069779734434595634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/karya-sastra-mengukuhkan-mitos.html' title='Karya Sastra Mengukuhkan Mitos'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TNdURsjCL5I/AAAAAAAAAaQ/uCsAQshKF8U/s72-c/1440153620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8437765112521781300</id><published>2010-11-03T12:29:00.002+07:00</published><updated>2010-11-03T12:38:56.604+07:00</updated><title type='text'>Terorisme dan Film "in The Name of God"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TND1aM2YmdI/AAAAAAAAAaI/HjPZlP5PHGU/s1600/terrorisme.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 308px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TND1aM2YmdI/AAAAAAAAAaI/HjPZlP5PHGU/s400/terrorisme.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535193772513073618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terorisme dan segala bentuk ekstimisme serta segala upaya radikalisme dan kekerasan merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan, walaupun hal itu dilakukan atas nama Tuhan, demikian kiranya pesan yang ingin disampaikan melalui sebuah film Pakistan, "In The Name of God".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terorisme, ekstrimisme, dan radikalisme yang berbasis atas salah interpretasi terhadap ajaran Islam merupakan sesuatu yang salah, dan kami sedang mencoba mengenalkan bagaimana kehidupan warga Pakistan yang sebenarnya kepada dunia," kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Sanaullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui acara pemutaran perdana film yang aslinya berjudul "Khuda Kay Liye", Selasa, Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta mengajak warga Indonesia untuk mengenali Islam di Pakistan secara lebih dalam sekaligus menegaskan posisi Pakistan sebagai negara yang menentang terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya harap anda akan memahami maksud pesan yang disampaikan dengan menganalisa setiap pesan yang ada dalam film tersebut," kata Dubes Sanaullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film ini telah menjadi perdebatan di antara para politikus, petinggi agama, parlemen, sineas, bahkan warga biasa," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film garapan sutradara Pakistan, Shoaib Mansoor, ini diperankan 3 bintang muda yang berakting luar biasa, Shaan (sebagai Mansoor), Fawad Khan (Sarmad), dan Imam Ali (Mary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi film ini ini pun bertemat di tiga benua, Pakistan (Asia), Chicago (Amerika) dan London (Eropa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansoor dan Sarmad adalah dua orang musisi muda berbakat yang sudah punya banyak penggemar di Lahore. Karena perbedaan pendapat, kedua orang yang sebenarnya bersaudara ini jadi terpisah. Mansoor memilih tetap menjadi musisi sementara Sarmad memilih menjalani hidup sebagai muslim garis keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak, Mansoor yang melanjutkan sekolah Musik di Amerika kemudian menikah dengan teman sekelasnya, warga Amerika, Janie (Austin Marie Sayre), sedangkan sang adik Sarmad (Fawad Khan) yang terpengaruh oleh seorang imam Islam Fundamentalis, meninggalkan karirnya sebagi musisi dan memilih bergabung dengan jaringan teroris Taliban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan agama, Sarmad menikahi paksa anak dari pamannya, Mary (Iman Ali) seorang gadis warganegara Inggris keturunan Pakistan yang semenjak lahir hidup di London dengan budaya Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ayah Mary (Hussain), "Pria Muslim boleh menikahi wanita non-Muslim, namun sebaliknya wanita Muslim dilarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Mary yang tidak tahan dengan gunjingan komunitas Pakistan di London karena Marry menjalin hubungan dengan pria kulit putih akhirnya mengajak putrinya ke Pakistan, untuk secara diam-diam menikahkan putrinya dengan Sarmad. Mary pun terpaksa harus tinggal di daerah terpencil di perbatasan Pakistan-Afganistan sampai pemerintah Inggris menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terjadilah peristiwa 11 September 2001 yang merombak segalanya, bukan saja meruntuhkan Menara Kembar di New York namun banyak warga dari negara Muslim, seperti Pakistan, yang dituduh terlibat jaringan terorist Al Qaida pimpinan Osama Bin Laden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film yang berdurasi lebih dari dua jam tersebut banyak terdapat dialog-dialog tentang pro-kontra dalam agama Islam, tidak hanya seperti yang terjadi saat ini antara Barat dengan Islam, tapi juga Muslim garis keras dengan Muslim moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shoaib Mansoor seolah mendambakan Pakistan yang lebih terbuka setelah tokoh Mary yang memenangkan hak asuh anak dan gugatan di pengadilan, walau pada akhirnya ia membatalkan tuntutan dan kembali ke wilayah pedalaman Afghanistan, tempat ia disekap selama beberapa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya justru kini Taliban terus memerangi pemerintahan berdaulat Pakistan dengan menuduh pemerintah yang berlegitimasi itu sebagai "boneka" yang dikendalikan oleh Amerika Serikat, sekutu mereka di masa Perang Dingin, saat seterunya India memilih Rusia sebagai mitra yang erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film "In The Name of God" sendiri telah mendapatkan sejumlah penghargaan dari berbagai festival film dunia khususnya dalam JIFFest (Jakarta International Film Festival) mendapatkan sebutan sebagai, "Film dengan Aklamasi secara Menyeluruh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khuda Kay Liye: In The Name of God" akan diputar di bioskop-bioskop Jakarta terhitung 4 November nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS 3 NOVEMBER 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8437765112521781300?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8437765112521781300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/terorisme-dan-film-in-name-of-god.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8437765112521781300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8437765112521781300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/terorisme-dan-film-in-name-of-god.html' title='Terorisme dan Film &quot;in The Name of God&quot;'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TND1aM2YmdI/AAAAAAAAAaI/HjPZlP5PHGU/s72-c/terrorisme.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1890721584791166540</id><published>2010-11-02T17:16:00.002+07:00</published><updated>2010-11-02T17:20:45.676+07:00</updated><title type='text'>Anak Muda Suka Mengkhayal?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TM_l9lVpZnI/AAAAAAAAAaA/aEZq8j8Xxak/s1600/imagination.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TM_l9lVpZnI/AAAAAAAAAaA/aEZq8j8Xxak/s400/imagination.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534895313219315314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Merriam-Webster, imajinasi adalah ”kemampuan untuk membentuk citra mental dari hal-hal yang secara fisik tidak hadir atau tidak pernah dilahirkan atau diciptakan oleh orang lain”. Bahkan, imajinasi, sering kali disebut juga sebagai kemampuan kreatif dari pikiran manusia. Jika memang demikian, dengan nekat saya simpulkan bahwa tidak ada kreativitas yang tidak dimulai dari sebuah imajinasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkhayal atau berimajinasi adalah aktivitas otak yang sudah biasa kita lakukan sejak kita kecil. Jadi, ”jagoan” seperti tokoh di film-film kartun, jadi ”puteri cantik” seperti tokoh komik adalah contoh khayalan yang sering dilakukan oleh anak-anak. Yang tentunya bila dilihat dari variasi topik khayalannya, memang masih sangat terbatas karena informasi yang sudah diterima oleh anak kecil juga sangat minim. Paling-paling hanya seputar tontonan film kartun, bacaan komik, dan dongeng yang didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, waktu beranjak remaja hingga usia anak muda, input informasi semakin banyak dan beragam.Bisa didapat dari sekolah, lingkungan sosial, bisa lewat media cetak, maupun media elektronik. Yang paling deras saat ini di kalangan anak muda, apalagi kalau bukan internet yang menjadikan khayalan anak muda makin beragam dan tinggi sekali frekuensinya jika dibandingkan anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya kapan sih, anak muda itu mengkhayal? Ternyata menurut pengakuan mereka, mengkhayal itu bisa terjadi kapan saja dan tergantung pada objek imaginasinya. Ada yang terjadi secara spontan dan mengalir, yang biasanya muncul saat santai alias otak sedang nganggur. Di saat seperti ini, berbagai input informasi bisa menjadi bahan khayalan. Sebagai contoh, saat santai nonton TV, acaranya tentang objek wisata yang keren banget dan eksotik. Nah, biasanya pikiran langsung spontan mengkhayal, ”enak juga ya klo bisa liburan ke sana, apalagi bisa traveling keliling dunia.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga jenis imajinasi yang tidak spontan, tapi memang disengaja sebagai bagian dari berfikir kreatif. Misalnya, saat membuat karya ilmiah, produk inovatif, karya seni, karya tulis, dan masih banyak lagi. Semuanya dituangkan lebih dulu di pikiran, di angan-angan sampai terbentuk citra tertentu yang nantinya akan dimanifestasikan ke bentuk yang lebih konkret. Namun, sudah pasti yang frekuensinya lebih tinggi di kalangan anak muda, ya khayalan-khayalan spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khayalan anak muda juga mengalami evolusi seiring pertumbuhan usia dan kedewasaan berpikir. Pada usia yang lebih muda, imaginasinya jauh lebih berani dan liar. Rasanya tidak ada hal yang bisa menghalangi imaginasi mereka. Imaginasi menjadi seperti sebuah impian sekaligus harapan. Dan, di usia yang lebih muda, masih banyak waktu terbentang di depan untuk mengusahakan imaginasi mereka jadi kenyataan. Buat anak muda, mengkhayal itu enak, apalagi belum terkontaminasi sama rumitnya ”hidup”. Daya imaginasinya jadi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dewasa, masuk ke usia 20 hingga 30-an, khayalan anak muda mulai berkurang dan mengerucut dalam hal jumlah. Namun, khayalan itu mengkristal menjadi obsesi yang dikejar. Jadi, anak muda yang lebih dewasa, lebih fokus dalam berimaginasi. Ketika saya tanyakan kepada mereka, mengapa terjadi evolusi seperti itu, jawaban mereka adalah karena semakin dewasa, semakin sulit buat mengkhayal dan terbentur lagi dengan batasan-batasan realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, akhirnya tidak semua khayalan masa remaja dikejar semua. Ada satu contoh soal ini. Ada seorang pemudi yang juga menjadi responden dari riset yang kami lakukan menyatakan bahwa dulu ia mempunyai banyak sekali khayalan. Bahkan, ia sempat berkhayal jadi artis terkenal. Saat itu, ”modal” cukup memadai, masih muda, cantik, dan sepertinya dia bisa akting juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena agak kurang percaya diri, takut tidak bisa tampil dengan baik, akhirnya selalu ada alasan untuk menolak setiap tawaran. Sehingga setiap kesempatan yang datang akan terlewat semua. Padahal tawaran itu datang bukan cuma sekali. Akhirnya, tiba waktunya untuk berkeluarga, punya anak, dan tanpa disadari usia terus beranjak mendekati kepala tiga, dan secara alamiah kualitas penampilannya sudah tidak ”sebaik” waktu muda. Belum lagi ditambah dengan adanya tanggung jawab sebagai istri dan sebagai ibu. Realitas seperti inilah yang akhirnya membatasi imajinasinya. Ia mulai fokus pada khayalan baru yang justru menjadi obsesi untuk dikejar, yaitu sukses dalam bisnis dan sukses sebagai istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, jelas polanya bahwa pada masa kecil seseorang sudah mulai berimaginasi. Ketika memasuki masa remaja dan usia anak muda, variasi dan frekuensi khayalan mencapai titik tertingginya. Inilah yang menjadi penyebab mengapa usia muda menjadi usia kreativitas. Dan, ketika semakin dewasa, frekuensi dan variasi khayalan semakin berkurang. Namun, ia lebih fokus dan seringkali bergeser menjadi sebuah obsesi yang dikejar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Djarum Black Innovation Awards, terlihat bahwa PT Djarum berusaha memberikan wadah bagi anak muda Indonesia untuk terus berkhayal, terus berimaginasi untuk melahirkan karya-karya baru yang inovatif dan kreatif yang berguna bagi masyarakat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi yang ditempuh oleh PT Unilever Indonesia Tbk dengan program AXE Twist Island-nya yang mengajak anak muda—khususnya laki-laki untuk mengkhayal berubah menjadi sesuatu agar pacar nggak bosen. Dengan iming-iming, pemenang program ini akan dibawa terdampar bareng AXE babes yang seksi di AXE Twist Island. Tentu saja, hadiahnya sudah menjadi imaginasi liar banyak anak muda, khususnya laki-laki. Hmm, satu cara yang kreatif, mengelitik, dan sedikit nakal dalam mewadahi anak mudah terus berkhayal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermawan Kartajaya (Founder &amp; CEO, MarkPlus, Inc)&lt;br /&gt;Bersama Joseph Kristofel (Associate Research Manager, MarkPlus Insight)&lt;br /&gt;KOMPAS, 14 Oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1890721584791166540?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1890721584791166540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/anak-muda-suka-mengkhayal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1890721584791166540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1890721584791166540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/anak-muda-suka-mengkhayal.html' title='Anak Muda Suka Mengkhayal?'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TM_l9lVpZnI/AAAAAAAAAaA/aEZq8j8Xxak/s72-c/imagination.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4886461598921593284</id><published>2010-11-02T11:14:00.002+07:00</published><updated>2010-11-02T11:20:08.811+07:00</updated><title type='text'>Kenapa Orang Suka Film Hantu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TM-RdAVFwuI/AAAAAAAAAZ4/ppbPteITZTk/s1600/film_hantu__51.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TM-RdAVFwuI/AAAAAAAAAZ4/ppbPteITZTk/s400/film_hantu__51.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534802394552320738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film-film atau reality show berbau hantu hampir selalu laku karena jutaan orang menontonnya. Setiap Halloween, orang-orang pun sibuk mencari kostum seram untuk merayakannya. Kini, banyak orang juga suka pergi ke rumah hantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih begitu keranjingannya menikmati hantu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang menonton film hantu karena mereka memang ingin ditakut-takuti. Jika tidak, mereka takkan melakukannya untuk yang kedua kali," ungkap Jeffrey Goldstein, editor buku "Why We Watch" dan profesor psikologi sosial dari Universitas Utrecht, Belanda, saat diwawancara Live Science, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memilih hiburan yang kami ingin dipengaruhi olehnya. Jika orang ingin pergi menonton film horor, itu karena mereka ingin merasakan efeknya," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat David Rudd, dekan College of Social and Behavioral Science, orang menyukai ketakutan dan berusaha mencari ketakutan lewat film horor karena mereka tahu bahaya yang mereka rasakan palsu. Mereka tahu benar bahwa sebenarnya mereka baik-baik saja. Kesadaran itu mengusir rasa takut dan bahkan membuat mereka gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudd mengatakan, remaja dan orang dewasa umumnya mampu menakar rasa takut yang diakibatkan oleh pengalamannya. Misalnya, mereka tahu bahwa menonton film horor tidak akan menyebabkan ancaman fisik, hanya ancaman psikologis kecil karena mungkin mengalami mimpi buruk setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang benar-benar merasa takut melihat film horror?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancaranya dengan Live Science, kemarin, Rudd mengatakan, pengalaman rasa takut yang riil adalah menghadapi ketakutan yang dia anggap di luar batas. Dalam hal ini, orang memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang batasannya. Anak-anak, misalnya, belum mampu menakar kewajaran pengalamannya sehingga sering sekali merasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang dewasa sudah terbiasa dengan risiko tertentu dan rasa takut. Tentang film hantu, misalnya, mereka bisa dengan mudah melupakannya. Tidak seperti anak-anak. Pengalaman dengan rasa takut ini adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Itu merupakan bagian dari kedewasaan," tutur Rudd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, Selasa 2 November 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4886461598921593284?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4886461598921593284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/kenapa-orang-suka-film-hantu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4886461598921593284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4886461598921593284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/11/kenapa-orang-suka-film-hantu.html' title='Kenapa Orang Suka Film Hantu?'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TM-RdAVFwuI/AAAAAAAAAZ4/ppbPteITZTk/s72-c/film_hantu__51.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4078704031744340420</id><published>2010-10-28T11:16:00.003+07:00</published><updated>2010-10-28T11:19:45.487+07:00</updated><title type='text'>Kinahrejo Tetap Hidup dalam Mitologi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TMj5iSGnIyI/AAAAAAAAAZw/AvUj5LkLS5c/s1600/kinahrejo-2949947320f9a501bf-thumb-207147320f9b300b6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TMj5iSGnIyI/AAAAAAAAAZw/AvUj5LkLS5c/s400/kinahrejo-2949947320f9a501bf-thumb-207147320f9b300b6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532946509595091746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggal juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan (83), di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Sleman, DI Yogyakarta, luluh lantak tersapu awan panas. Tak satu pun bangunan tegak berdiri tanpa kerusakan. Alam yang dulunya hijau berubah menjadi kelabu hanya dalam hitungan menit. Mbah Maridjan pun ikut tewas akibat letusan Merapi, Selasa (26/10) petang.abu vulkanik setinggi lebih dari 10 sentimeter menutup lantai dan perabotan rumah Mbah Maridjan. Atap bangunan rata dengan tanah. Foto Mbah Maridjan bersama beberapa rekannya—termasuk atlet tinju Chris John—menyembul di antara reruntuhan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sujud di rumahnya, Selasa malam. Tetangga Mbah Maridjan, Sumijo (40), mengaku salut dengan keteguhan Mbah Maridjan dalam menjalankan tugas sebagai juru kunci Merapi. ”Dedikasinya menjalankan tugas sebagai juru kunci perlu dicontoh,” kata Sumijo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Maridjan, menurut Sumijo, sebenarnya sudah tahu bahwa kondisi Merapi tidak lagi aman. Kepada warga lain, ia menyarankan untuk segera mengungsi. Tetapi, sebagian di antara warga memilih tetap menunggui Merapi bersama Mbah Maridjan. Itulah sebabnya, ada banyak korban tewas dalam musibah ini. Setidaknya, tim relawan menemukan 31 jenazah saat mengevakuasi Desa Umbulharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sumijo, warga memang cenderung mengidolakan sosok Mbah Maridjan. Mereka tetap berjaga-jaga di kawasan desa meskipun Mbah Maridjan sudah meminta mereka untuk mengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyadari kondisi semakin tidak aman, warga sebenarnya sudah akan ikut mengungsi. Tetapi, terlambat. Tetangga Mbah Maridjan, Wiyono, bersama istrinya, Emi, anaknya yang berumur satu bulan, dan ibunya turut masuk daftar korban tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sebelum diterjang awan panas, Wiyono menelepon aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Charitas, Kristanto, untuk mengevakuasi dia dan keluarganya. ”Tetapi, awan panas keburu menyapu Kinahrejo sebelum tim evakuasi tiba. Tim evakuasi tidak bisa masuk karena jalan tertutup pohon tumbang,” kata Kristanto menceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Dusun Kinahrejo, Dusun Kaliadem juga luluh lantak diterjang awan panas. Bahkan, dua dusun itu dipaksa menyatu oleh material letusan Merapi yang membenam jalanan, merusak rumah-rumah penduduk, dan menumbangkan pohon-pohon. Ternak warga, seperti sapi, terpanggang hidup-hidup bak mengisyaratkan berakhirnya kehidupan di Kinahrejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis Kinahrejo menjadi dusun yang mati. Tak ada lagi yang bisa diharap untuk sebuah kehidupan di sana. Seolah-olah telah tamat riwayat Kinahrejo bersama tokoh karismatiknya, Mbah Maridjan. Jika toh dipaksa untuk tetap menjadi wilayah hunian, membutuhkan pembenahan infrastruktur yang cukup lama dan itu bukan tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, yang masih tersisa di Kinahrejo adalah kebesaran mitosnya. Karena mitos ini pula seorang penulis asal Perancis, Elizabeth D Inandiak, membukukan mitos-mitos di Kinahrejo—yang banyak berbicara tentang kearifan alam dan manusia. Mitos Pohon Ringin Putih dan Batu Gajah yang berada di Kinahrejo, misalnya, dibukukan Elizabeth dengan judul The White Banyan. Mitos yang mengisahkan kecintaan dan harmoni antara manusia, binatang, dan alam itu dikisahkan dalam prosa yang menarik dengan pisau analisis kekinian. Dengan baik Elizabeth menceritakan konflik manusia dalam penyelamatan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan-ungkapan almarhum Mbah Maridjan yang lugas dan penuh makna setidaknya telah mewarnai kehidupan sosial Kinahrejo. Kata-kata arif yang sering dia ungkapkan secara spontan, baik di jagongan manten (resepsi pernikahan), dalam pertemuan-pertemuan dusun, maupun acara informal, sedikit banyak telah memberi sebuah amsal bagi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ungkapannya yang dikutip dalam The White Banyan itu, ”Saya ini orang-orang bodoh.... Kalau orang pintar diberi satu, akan minta dua. Tapi, kalau orang bodoh diberi satu, akan disyukuri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ungkapan Mbah Maridjan pula, ”Berjalan bertelanjang kaki, namun kepala saya selalu saya lindungi, karena kepala adalah bagian terhormat dari tubuh manusia. Bukankah dia yang memerintah kaki-kaki kita untuk melangkah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Kinahrejo boleh saja luluh lantak, Mbah Maridjan boleh mati, tetapi ia tetap meninggalkan kearifan-kearifan bagi yang mau mendengar. (WKM/TOP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS, 28 OKTOBER 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4078704031744340420?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4078704031744340420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/10/kinahrejo-tetap-hidup-dalam-mitologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4078704031744340420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4078704031744340420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/10/kinahrejo-tetap-hidup-dalam-mitologi.html' title='Kinahrejo Tetap Hidup dalam Mitologi'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TMj5iSGnIyI/AAAAAAAAAZw/AvUj5LkLS5c/s72-c/kinahrejo-2949947320f9a501bf-thumb-207147320f9b300b6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8118355262958309796</id><published>2010-09-28T16:32:00.002+07:00</published><updated>2010-09-28T16:35:31.328+07:00</updated><title type='text'>FOUR LIONS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TKG22TTiO_I/AAAAAAAAAZo/t005Sjds30I/s1600/FourLionsPoster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TKG22TTiO_I/AAAAAAAAAZo/t005Sjds30I/s400/FourLionsPoster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521895662144338930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The film follows a group of young Muslim men living in Sheffield who have become radicalised and decide to become suicide bombers. Two members of the group, Omar (Riz Ahmed) and Waj (Kayvan Novak), go to a terrorist training camp in Pakistan.The other two are Barry (Nigel Lindsay), who is a convert to Islam, and Faisal (Adeel Akhtar), who tries to train crows to be bombers. A fifth member, Hassan (Arsher Ali), is recruited by Barry while Omar and Waj are in Pakistan.Faisal accidentally kills himself moving explosives.The film culminates in the remaining four trying to blow themselves up at the London Marathon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Directed by  Chris Morris&lt;br /&gt;Produced by  Mark Herbert-Derrin Schlesinger&lt;br /&gt;Written by  Chris Morris - Jesse Armstrong - Sam Bain&lt;br /&gt;Starring  :&lt;br /&gt;Riz Ahmed&lt;br /&gt;Arsher Ali&lt;br /&gt;Nigel Lindsay&lt;br /&gt;Kayvan Novak&lt;br /&gt;Adeel Akhtar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinematography  Lol Crawley&lt;br /&gt;Editing by  Billy Sneddon&lt;br /&gt;Studio  Warp Films&lt;br /&gt;Distributed by  Optimum Releasing&lt;br /&gt;Release date(s)  7 May 2010 (2010-05-07)&lt;br /&gt;Running time  101 minutes&lt;br /&gt;Country  United Kingdom&lt;br /&gt;Language  English&lt;br /&gt;Gross revenue  £2,932,366&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8118355262958309796?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8118355262958309796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/09/four-lions.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8118355262958309796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8118355262958309796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/09/four-lions.html' title='FOUR LIONS'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TKG22TTiO_I/AAAAAAAAAZo/t005Sjds30I/s72-c/FourLionsPoster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-248023820792293535</id><published>2010-09-04T07:03:00.001+07:00</published><updated>2010-09-04T07:06:41.104+07:00</updated><title type='text'>Kami Bersurban, maka Kami Beriman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TIGNidWsrkI/AAAAAAAAAZg/-tpjfDmLMGQ/s1600/sujud.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TIGNidWsrkI/AAAAAAAAAZg/-tpjfDmLMGQ/s400/sujud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512843042013097538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya yang tak terlalu beriman, Ramadhan dan Lebaran hanyalah sejumlah kerepotan. Kerepotan pertama, saya harus menampilkan diri sebagai ”orang beriman”. Seperti kebanyakan selebritas kita di televisi, yang mendadak mengubah penampilannya dengan memakai baju-baju ”yang islami”, saya pun mengganti kaus celana jeans dengan baju koko dan sarung. Tak lupa, biar tambah ganteng, memakai peci. Atribut-atribut artifisial semacam ini, saya yakin, juga diperlukan oleh orang-orang yang mengaku beriman sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemerhati kebudayaan kontemporer menyebut ini sebagai realitas semu (pseudo-reality), di mana citra lebih penting dari kenyataan sebenarnya. Maka, tak usah heran bila seorang artis yang tersandung ”video super-artistik” kemudian memakai ”baju sopan” berkerudung saat memenuhi panggilan polisi. Itulah virtual reality, yang menurut Mark Slouka, Direktur Program Penulisan dari Universitas Chicago, menjadi kekuatan media seperti televisi dalam membentuk ”kenyataan yang sintetis”, yang dapat dikreasikan, sebuah ”ilusi” tentang apa yang kemudian kita yakini sebagai yang baik dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju koko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, baju koko, sarung, dan peci yang saya kenakan telah mengubah saya menjadi terlihat lebih beriman. Dengan semua atribut itu, saya menjadi nyaman berpapasan dengan tetangga. ”Ke masjid, Pak?” begitu sapa mereka. Saya mengangguk. Meski kemudian, pada akhirnya saya tidak ke masjid, tetapi mengarahkan mobil menuju mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, lebih menyenangkan dan menggembirakan berbuka puasa di mal. Sesekali, mata kita tetap terhibur melihat perempuan yang masih memakai baju seksi; pilihan menu dan restoran juga lebih variatif. Dan di mal, sekarang, kita tak perlu repot bila ingin shalat. Manajer mal rupanya sudah paham, Ramadhan adalah bisnis menguntungkan. Maka mushala pun disiapkan di mal, dengan ruangan ber-AC, dan tidak berisik dengan toa! Beberapa mal bahkan melengkapinya dengan takjil dan beduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan punya anekdot soal beduk ini. Kata dia, saat ini bila mendatangi masjid-masjid di kampung, kita tak lagi menemukan beduk di sana. Sebab, beduk-beduk itu sudah dibeli dan dipindah ke mal. Itulah sebabnya, karena tak lagi punya beduk, masjid-masjid itu pakai toa yang memekakkan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan dan Lebaran memang telah menjadi komoditas. Yang substansial kemudian tergeser perayaan artifisial. Saya ingat, pengamat sosial-budaya Mohammad Sobary pernah menuliskan gejala kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual ditentukan shalat lima waktu yang dijalankan, zikir-zikir sesudah shalat, serta shalat sunahnya. Kesalehan sosial tak cuma ditandai oleh rukuk dan sujud, tetapi juga oleh cucuran keringat hidup keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, menurut saya, kesalehan artifisial itu ditandai dengan atribut dan ”ikon” kesalehan, sekadar sebagai sebuah gaya. Orang-orang bergaya memakai surban, seakan-akan itu sebuah pernyataan: kami bersurban, maka kami beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jangan heran, bila selama Ramadhan para pejabat kita tampak santun dengan baju muslimnya, terlihat lebih sering datang ke masjid, apalagi bila disorot kamera televisi. Tetapi, semua ”atribut kemusliman” itu tentu saja tak mengubah apa-apa. Karena itu, korupsi terus dilakukan secara santun dan berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam konteks keimanan artifisial itu, Lebaran bukan lagi jalan pulang menuju ke kefitrian (karena fitri juga sudah menjadi judul sinetron: Cinta Fitri). Lebaran hanyalah kembali ke kerutinan. Rutin korupsi. Rutin memanipulasi aturan. Rutin membohongi diri sendiri. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Noor Prosais, Cerpenis, Sutradara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-248023820792293535?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/248023820792293535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/09/kami-bersurban-maka-kami-beriman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/248023820792293535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/248023820792293535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/09/kami-bersurban-maka-kami-beriman.html' title='Kami Bersurban, maka Kami Beriman'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TIGNidWsrkI/AAAAAAAAAZg/-tpjfDmLMGQ/s72-c/sujud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7060000816740821829</id><published>2010-08-24T08:13:00.003+07:00</published><updated>2010-08-24T08:17:43.448+07:00</updated><title type='text'>Maka Lengkaplah Penderitaan Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/THMdsOGptnI/AAAAAAAAAYw/hCWjyeAWoA4/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 201px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/THMdsOGptnI/AAAAAAAAAYw/hCWjyeAWoA4/s320/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508779414741694066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penonton film nasional tahun ini menurun drastis, hingga tidak ada satu pun produser yang berani menayangkan filmnya selama bulan puasa. Peristiwa pertama sepanjang sejarah. Film nasionalis Darah Garuda pun memilih penayangan pada tanggal sekitar Lebaran mendatang, yang sudah menjadi tradisi untuk ”panen” penonton. Sebenarnya kondisi semacam ini sudah bisa diduga. Dua tahun lalu sudah muncul peringatan akan munculnya kondisi ini, tetapi tak ada yang peduli. Masalah pokoknya masih sama: tata edar, prasarana bioskop, plus kualitas film semakin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari mengumpulkan data-data lebih dulu meski tidak mudah. Pertama data prasarana dan tata edar: tidak berubah. Jumlah tayangan tidak berbeda mencolok dalam tiga tahun terakhir. Distributor dan jaringan bioskop tetap dua. Jumlah bioskop bertambah sedikit. Kalau dua tahun lalu ada 127 gedung dengan 524 layar (21 dan Blitz), sekarang 139 gedung dengan 619 layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang agak rumit adalah mengumpulkan data jumlah penonton. Dua tahun lalu sejumlah produser (Mira Lesmana, Nia Dinata, Deddy Mizwar, Chand Parwez, Shanty Harmayn, dan Hatoek Soebroto) menyatakan hendak mengumumkan data penonton film mereka. Pernyataan itu disampaikan setelah diskusi ”10 Tahun Kebangkitan Film Indonesia” (Kompas, 10-12-2008). Undang-undang Perfilman yang baru pun mengharuskan adanya keterbukaan data penonton itu. Semuanya seolah dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam empat tahun terakhir, bisa dilihat bahwa terjadi lonjakan mencolok dari tahun 2007 ke 2008, dari 17.570.000 jadi 32.695.681 penonton. Lonjakan ini harus dilihat dengan hati-hati karena film yang ditayangkan tahun 2007 hanya 54 film, sementara tahun 2008: 91 film. Ditambah lagi, pada 2008 ada dua film yang menghasilkan rekor: Laskar Pelangi (4,5 juta penonton) dan Ayat-ayat Cinta (3,7 juta). Tahun 2009: 83 film menghasilkan 29.308.659 penonton. Tahun 2009 tidak ada yang ”meledak”, tetapi ada enam film yang raihan penontonnya di atas 1 juta, bahkan satu film di atas dua juta orang, Ketika Cinta Bertasbih (2,4 juta penonton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun sekarang benar-benar mengkhawatirkan. Hingga awal Juli, sudah tayang 49 film. Jumlah penontonnya: 7.799.221 orang. Perolehan jumlah penonton tertinggi tahun ini, 18+, hanya 512.973 orang. Kalau dibanding dengan perolehan tahun lalu, 18+ ini hanya menduduki peringkat 15. Petunjuk kemerosotan drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan jumlah penonton 2010 akan bertambah sedikit dengan ditayangkannya enam film lagi pada bulan Juli itu. Belum diperoleh angka pasti jumlah penontonnya, tetapi bisa diduga bahwa raihan jumlah penontonnya tidak terlalu berarti. Lalu, masih ada empat bulan lagi untuk sampai akhir tahun. Yang jelas empat-lima film sudah siap tayang sekitar Lebaran, dan yang tengah berproduksi sekitar 15 film. Berarti, diperkirakan masih ada 20 film lagi yang akan tayang tahun ini. Kalau hitungan ini benar, maka rasanya angka perolehan tahun 2007 saja akan sukar disamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah diduga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah disebut tadi, kondisi ini sudah diduga sebelumnya. Dua tahun lalu terungkap bahwa tidak mungkin prasarana bioskop yang ada bisa menampung jumlah produksi film nasional. Mari kita lihat: pada 2007 rata-rata per bulannya adalah 4,5 judul, 2008: 7,5 judul, 2009: 7 judul, dan 2010: 6 judul. Kalau pada 2007 setiap minggu tayang satu judul, maka pada tahun-tahun berikutnya satu minggu tayang dua judul. Artinya, setiap judul hanya kebagian tiga-empat hari tayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu hitung-hitungan tidak eksak seperti itu karena dua atau tiga judul bisa tayang pada tanggal yang sama di gedung berbeda. Akan tetapi, tolong juga diingat bahwa Kelompok 21 sekarang sudah ”membagi” diri dalam kelas Premiere, XXI, dan 21. Film nasional yang ”biasa-biasa” saja (jumlahnya mayoritas) adalah film-film yang masuk kelas ”21” tadi. Kalaupun jumlah gedung 21 sekarang bertambah (133 gedung, 560 layar, termasuk Premiere dan XXI: 174 layar), jumlah terbesar menumpuk di Jabotabek (73 gedung, 301 layar, termasuk Premiere dan XXI: 162 layar). Itu juga berarti hanya di Jabotabek tiga atau empat judul bisa serentak ditayangkan. Itu saja sudah dengan asumsi ada dua judul tayang di gedung yang sama. Sesuatu yang merugikan. Hal itu pasti terjadi di luar Jakarta, Surabaya, dan Bandung, yang hanya memiliki satu sampai empat gedung bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bioskop kelompok 21 masuk klasifikasi bioskop first run, yang mendapatkan jatah pemutaran film pertama. Bioskop-bioskop second run di kota-kota besar sudah lama lenyap, sementara di kota-kota kecil tetap merana. Hasil pemetaan tim BP2N ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera menunjukkan masih ada 47 gedung ”non 21” dengan 75 layar (Delta Film, 3/1/16 Juni 2010). Data ini diragukan kesahihannya karena disebut ada dua gedung ”non 21” di Surabaya, yang kenyataannya tidak ada lagi. Keluhan bioskop second run ini masih tetap sama: minta copy film nasional lebih cepat hingga waktu penayangannya tidak terlampau jauh dibanding kota-kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, pengalaman produser yang berhubungan langsung dengan mereka—sekarang ini tidak ada lagi pengedar daerah—mengeluhkan ”ketidakberesan” keuangan pemilik gedung. Ini jadi buah simalakama: pemilik gedung tidak berani membeli film secara tunai, sementara produser tidak bisa mengontrol jumlah penonton yang dihasilkan jika ditayangkan dengan sistem bagi hasil. Keinginan gedung second run ini mendapat copy film secara lebih cepat bisa dipahami karena mereka khawatir didahului oleh peredaran VCD/DVD dan tayangan televisi. Umumnya, VCD/DVD film nasional bisa didapat di toko sekitar empat bulan setelah tayang di bioskop first run.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produser enggan menambah copy film (Rp 12 juta/copy), karena itu berarti penambahan biaya produksi. Tata edar yang sekarang berlaku membuat produser ingin secepatnya meraih pendapatan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini sangat berbeda dengan tata edar tahun 70-an dan 80-an. Kalau dulu produser memiliki sekitar 20 copy, maka sekarang produser paling sedikit mencetak sekitar 40 copy. Jumlah ini pun paling hanya bisa mencakup sekitar 80 layar di beberapa kota (Jabotabek saja menghabiskan 30 copy). Kalau dulu sebuah film beredar sekitar setahun untuk menuntaskan siklusnya, maka sekarang hanya terhitung satu-tiga minggu. Tidak aneh kalau hanya dalam empat bulan film itu sudah beredar dalam bentuk VCD/DVD. Mereka tidak memperhitungkan sama sekali potensi bioskop second run karena tidak banyak berpengaruh dalam jumlah penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerepotan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, produser sekarang memiliki kerepotan baru: gudang copy film yang jumlahnya berjibun itu. Maka, tidak aneh kalau ada kabar bahwa mereka menjual murah copy film itu. Ada film yang dibeli dengan harga Rp 7,5 untuk empat copy. Produser lain menawarkan filmnya yang baru selesai edar dengan harga Rp 5 juta untuk empat copy. Bahkan, ada yang menjualnya dengan harga Rp 1 juta per copy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hendak mengambil sisi positifnya, kondisi demikian ini bisa menumbuhkan bisnis tersendiri. Bisa dimunculkan kembali pengedar film daerah yang tentu harus bekerja sama dengan pemilik-pemilik bioskop ”non- 21” dan produser. Pengedar bisa mengumpulkan film dari produser dengan harga murah dan meminta produser agar menunda peredaran VCD/DVD-nya. Dengan jumlah judul film yang cukup, ia bisa menjamin pasokan ke bioskop, sambil meminta agar bioskop membenahi administrasinya. Bila tayangan teratur, bioskop bisa mulai mendatangkan penonton dan membenahi fasilitasnya. Mudah-mudahan—kalau cara ini berhasil—akan muncul jaringan bioskop second run. Masalahnya: siapa yang mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian tentang peredaran film nasional di atas tidak boleh menutup sisi lain industri film: kualitas dan kreativitas film itu sendiri. Sisi terakhir ini juga sangat mengkhawatirkan. Nyaris tidak ada tawaran pembaruan sama sekali, bahkan mayoritasnya hanya mengunyah-ngunyah sampah gagasan lama tanpa pendekatan lain. Saking tumpulnya dan merobotnya cara kerja pembuat film, mulai muncul kembali gejala tahun 1993-1999 saat runtuhnya film nasional: eksploitasi seks secara serampangan. Itu pun hanya 12 film yang ditonton lebih dari 300.000 orang, batas raihan laba dengan standar biaya produksi Rp 2 miliar. (2007: 21 film; 2008: 42 film; 2009: 36 film).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran itu juga yang menyebabkan film-film dengan kualitas gagasan ataupun penanganan cukup baik, terimbas kesan jelek. Alangkah Lucunya (Negeri Ini) masih beruntung memperoleh 389.130 penonton, Tanah Air Beta: 350.000 penonton, tetapi Minggu Pagi di Victoria Park: hanya 24.000 penonton. Tiga film inilah yang pada tahun ini bisa dianggap memenuhi standar kualitas. Suatu jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan 54 film yang beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lengkaplah penderitaan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JB Kristanto Wartawan Senior&lt;br /&gt;KOMPAS, 22 AGUSTUS 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7060000816740821829?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7060000816740821829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/08/maka-lengkaplah-penderitaan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7060000816740821829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7060000816740821829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/08/maka-lengkaplah-penderitaan-itu.html' title='Maka Lengkaplah Penderitaan Itu'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/THMdsOGptnI/AAAAAAAAAYw/hCWjyeAWoA4/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1505438494730432698</id><published>2010-07-27T19:57:00.002+07:00</published><updated>2010-07-27T20:01:13.885+07:00</updated><title type='text'>Lung Bunmi Raluek Chat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TE7Yk2FEo7I/AAAAAAAAAYg/27rWe9_zMeY/s1600/Lung_Bunmi_Raluek_Chat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TE7Yk2FEo7I/AAAAAAAAAYg/27rWe9_zMeY/s200/Lung_Bunmi_Raluek_Chat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498570322569634738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lung Bunmi Raluek Chat (bahasa Thai: ลุงบุญมีระลึกชาติ, bahasa Indonesia: "Paman Bunmi Mengingat Kehidupannya yang Sebelumnya",bahasa Inggris: Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives) adalah film Thai independen tahun 2010 yang disutradarai oleh Apichatpong Weerasethakul. Film ini mendapat penghargaan Palem Emas (Palme d'Or) pada Festival Film Cannes 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lung Bunmi Raluek Chat (""Paman Bunmi Mengingat Kehidupannya yang Sebelumnya") berkisah pada hari- hari terakhir kehidupan orang yang menjadi karakter utama di judul film ini. Bersama dengan orang yang dia sayangi - termasuk hantu istrinya yang telah meninggal dan anak laki- lakinya yang hilang dan kembali dalam bentuk bukan manusia, Bunmi mengeksplorasi kehidupan lampaunya saat dia merenungkan penyebab penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Istimewanya 'Uncle Boonme' Bisa Meraih Penghargaan Palm d'Or?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives' berhasil menjadi film terbaik di ajang Festival Film Cannes ke-63. Mungkin muncul pertanyaan di benak Anda, apa istimewanya film asal Thailand itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir The Gazette, Senin (24/5/2010), sutradara Tim Burton yang menjadi ketua dewan juri festival itu pun mendeskripsikan film garapan Apichatpong Weerasethakul tersebut seperti 'sebuah mimpi indah yang aneh. Menurut sutradara 'Alice in Wonderland' itu, 'Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives' menyajikan sesuatu yang unik dibanding film-film lainnya yang mengikuti Festival Film Cannes tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini film-film semakin kebarat-baratan atau terlalu Hollywood. Dan, film ini membuat saya menyaksikan film dari negara lain, dari perspektif yang berbeda," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apichatpong Weerasethakul, sang sutradara mengaku dirinya terinspirasi buku 'A Man Who Can Recall His Past Lives' untuk menggarap film itu. Buku tersebut berkisah seorang pria bernama Boonmee yang mampu mengingat kehidupannya sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives' juga menyuguhkan plot yang sangat sederhana, namun dibumbui dengan hal-hal berbau mistik khas Thailand. Sebagian besar adegan diambil dalam sebuah rumah sempit, diambil dengan gaya yang natural.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1505438494730432698?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1505438494730432698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/lung-bunmi-raluek-chat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1505438494730432698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1505438494730432698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/lung-bunmi-raluek-chat.html' title='Lung Bunmi Raluek Chat'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TE7Yk2FEo7I/AAAAAAAAAYg/27rWe9_zMeY/s72-c/Lung_Bunmi_Raluek_Chat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6683008783337475280</id><published>2010-07-12T16:56:00.001+07:00</published><updated>2010-07-12T16:57:25.970+07:00</updated><title type='text'>Penulis Freelance Harus Tetap Disiplin Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDrm_x6XJiI/AAAAAAAAAYY/DHxFrSdjJ1s/s1600/OldWomanAndComputerJoke.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDrm_x6XJiI/AAAAAAAAAYY/DHxFrSdjJ1s/s200/OldWomanAndComputerJoke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492956678936012322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis Sitta Karina Rachmidiharja (29) memilih mengangkat tema-tema remaja dalam semua novelnya karena, menurut dia, masa remaja adalah masa-masa paling sulit dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain indah dan penuh warna, masa remaja itu paling sulit. Ada yang berhasil melewatinya, ada yang tidak," tutur cucu penulis Mara Karma ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitta mengaku, ide menulis bisa datang dari mana saja. Misalnya, ide cerita untuk menulis kisah mengenai Klan Hanafiah dalam Lukisan Hujan dan lima novel lainnya yang saling berkaitan, ia ambil dari kehidupan keluarga besarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cerita itu berkisah tentang kehidupan keluarga sosialita yang tidak selalu gemerlap seperti dilihat orang dari luar," ungkap ibu dua anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyaknya ide itu berdatangan, Sitta mengaku bisa menulis beberapa novel sekaligus pada saat bersamaan. Saat ini saja ia sedang menulis lima novel secara simultan. "Caranya harus disiplin. Setiap datang ide untuk menulis sebuah novel harus segera ditulis outline-nya pada satu halaman di Microsoft Word. Setelah itu saya tinggal mengembangkan setiap outline," kata Sitta, yang menulis di rumah dan harus selalu berhenti setiap dua jam untuk memberikan ASI eksklusif kepada anak keduanya yang baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang keluarga, tempat tinggal, dan pengalaman masa kecil juga menjadi sumber ide cerita bagi Ratih Kumala (29). Sebagai anak berdarah Betawi dan tinggal di kampung Betawi sejak kecil, Ratih memang sangat akrab dengan berbagai pernik budaya Betawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya besar di Pondok Gede, tetanggaan sama (seniman Betawi) Bokir. Hampir setiap sore saya dan teman-teman ke rumah Bokir untuk lihat latihan tari," tutur Ratih, yang sudah menelurkan tiga novel dan satu kumpulan cerpen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang itulah yang mendorong Ratih menulis novel Kronik Betawi (Gramedia Pustaka Utama, 2009). Ratih memiliki misi untuk meluruskan stereotip orang Betawi yang sudah tertanam di pikiran orang kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin menunjukkan, orang Betawi itu bisa beradaptasi dengan segala perubahan yang mereka hadapi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap disiplin&lt;br /&gt;Meski bekerja di rumah, Clara Ng (37) tetap berdisiplin diri menerapkan jam kerja. Ia baru mulai menulis setelah mengantar kedua anaknya ke sekolah. Pekerjaan itu berhenti ketika dua anaknya pulang dari sekolah, sekitar pukul 12.00, karena Clara harus menjemput anak-anaknya dan kembali sibuk mengurus mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, Clara menyediakan satu ruangan khusus untuk tempat kerjanya. Ruangan itu cukup besar sehingga Clara bisa meletakkan satu meja tulis besar untuk menaruh komputer dan sofa panjang. Salah satu dinding ruangan itu tertutup oleh rak buku yang penuh dengan koleksi bacaan Clara, suami, dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara mengaku, ide menulis bisa datang kapan saja, termasuk tengah malam. Namun, ketika sudah waktunya ia dan anak-anak tidur pada malam hari, Clara mencoba menghentikan gagasan-gagasan yang terus mengalir di kepalanya, lalu beristirahat. "Dengan cara itu, saya menjaga kebugaran badan dan otak saya," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DHF,IND&lt;br /&gt;KOMPAS, 12 JULI 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6683008783337475280?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6683008783337475280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/penulis-freelance-harus-tetap-disiplin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6683008783337475280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6683008783337475280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/penulis-freelance-harus-tetap-disiplin.html' title='Penulis Freelance Harus Tetap Disiplin Waktu'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDrm_x6XJiI/AAAAAAAAAYY/DHxFrSdjJ1s/s72-c/OldWomanAndComputerJoke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2123050649389531804</id><published>2010-07-12T16:49:00.002+07:00</published><updated>2010-07-12T16:53:24.499+07:00</updated><title type='text'>Ibu Rumah Tangga dalam Industri Kreatif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDrmDmbkD7I/AAAAAAAAAYQ/DWSm0MiorAk/s1600/writing.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 109px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDrmDmbkD7I/AAAAAAAAAYQ/DWSm0MiorAk/s200/writing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492955645061894066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Clara Ng (37), penulis yang populer dengan novel Tujuh Musim Setahun (Dewata Publishing, 2002), terang-terangan mengaku menulis novel adalah pekerjaan kedua. "Pekerjaan utama saya adalah mengurus anak," tutur ibu dari Elysa (8) dan Cathy (4) ini saat ditemui di rumahnya di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (6/7/2010) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, produktivitas Clara sebagai penulis tak perlu diragukan lagi. Sejak menulis Tujuh Musim Setahun pada tahun 2000, hingga kini ia telah menulis dan menerbitkan tak kurang dari 11 novel dan 29 buku cerita anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Clara, penulis Sitta Karina Rachmidiharja (29) mengatakan lebih ingin dikenal sebagai ibu rumah tangga daripada penulis atau selebriti apa pun. "Karena saya memang ibu rumah tangga dan tidak pernah ingin jadi selebriti. Lebih enak begini, punya privasi dan kebebasan," kata Sitta di rumahnya di kawasan Kreo, Tangerang, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitta mulai dikenal sejak menerbitkan novel pertamanya, Lukisan Hujan, pada tahun 2004, dan sejak itu sudah menulis 15 novel. Novel Lukisan Hujan sendiri, yang diterbitkan penerbit Terrant Books itu, laku keras dan cetak ulang hingga lima kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari pekerjaan&lt;br /&gt;Awalnya, Sitta sempat beberapa kali pindah kerja, mulai dari Citibank, perusahaan konsultan manajemen Accenture, hingga menjadi konsultan di PT Freeport Indonesia. Namun, sejak 2005 ia memilih keluar dari pekerjaan dan menjadi penulis freelance. "Sebagai istri, saya ini sangat old fashioned. Bagi saya, tugas utama istri, ya, mengurus rumah dan anak-anak," ungkap alumnus jurusan Teknik Industri, Universitas Trisakti, Jakarta, ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari kerja kantoran untuk menekuni kegiatan menulis juga dilakukan Ratih Kumala (29). Ia sebenarnya sudah ingin menulis novelnya sejak lama, tetapi baru tahun 2002 ia memutuskan keluar dari pekerjaannya dan merampungkan novel pertama berjudul Tabula Rasa (Grasindo, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya tak sia-sia, novel itu terpilih sebagai pemenang ketiga Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2004. "Sejak itu, saya menekuni pekerjaan jadi penulis lepas," kata alumnus jurusan Sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret, Solo, ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis sendiri bagi Sitta adalah sebuah kegemaran lama. Sejak usia delapan tahun, Sitta sudah gemar mengarang cerita. Inspirasinya ia dapat dari kakeknya, almarhum Mara Karma, seniman dan penulis seangkatan Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi Clara, menulis sudah menjadi kebutuhan. Dalam blog-nya, Clara mengaku menulis karena usia ini singkat dan begitu banyak yang harus diungkapkan. "Ada kebutuhan untuk berbagi isi kepala saya kepada orang lain," kata lulusan jurusan Komunikasi Interpersonal di Ohio State University, Amerika Serikat, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clara juga sempat bekerja di sebuah perusahaan perkapalan di Jakarta sepulang dari AS. Namun, ia memutuskan keluar setelah tiga tahun karena sempat mengalami keguguran kandungan hingga dua kali. Setelah berhenti bekerja itulah, ia punya waktu untuk menekuni kembali hobi menulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dan sinetron&lt;br /&gt;Menurut Sitta, tawaran untuk mengangkat novel-novelnya menjadi film sudah datang silih berganti, tetapi ia selalu menolak. Alasannya, kualitas sebagian besar aktor di Indonesia belum sesuai harapannya, dan jika dipaksakan, justru bisa merusak karakter-karakter dalam novelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Clara mengaku belum mau menerima tawaran menulis skenario untuk sinetron dengan alasan kebebasan berkarya. "Kalau menulis skenario, saya harus memenuhi tenggat waktu yang ketat, padahal saya lebih mementingkan keluarga," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan dua penulis tersebut, Ratih justru memutuskan mencoba dunia baru untuk penulisan tersebut. Awal Mei lalu, Ratih terlibat sebagai penulis skenario teater musikal berjudul "Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik". Pentas, yang diselenggarakan Ikatan Abang None Jakarta bekerja sama dengan Teater Peqho, itu digelar di Gedung Kesenian Jakarta, 14-15 Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratih juga setiap hari berkecimpung dalam dunia skenario  sinetron karena posisinya sebagai editor naskah cerita drama di Divisi Drama TransTV. Dua tahun lalu Ratih memang memutuskan memasuki dunia kerja lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi penulis freelance itu sangat enak. Bisa kerja di rumah, tidak ada jam kerja. Tetapi, lama-lama jenuh juga. Saya merasa perlu mendisiplinkan diri karena lama-lama hidup saya mulai ngaco," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, seorang penulis harus membuat jenjang kariernya sendiri. "Setelah menulis untuk media dan buku sudah khatam, saya harus naik kelas. Bekerja di TV dan menulis naskah teater ini adalah naik kelas saya," tandas istri penulis novel Eka Kurniawan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dahono Fitrianto/Lusiana Indriasari)&lt;br /&gt;KOMPAS, Senin, 12/7/2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2123050649389531804?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2123050649389531804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/ibu-rumah-tangga-dalam-industri-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2123050649389531804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2123050649389531804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/ibu-rumah-tangga-dalam-industri-kreatif.html' title='Ibu Rumah Tangga dalam Industri Kreatif'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDrmDmbkD7I/AAAAAAAAAYQ/DWSm0MiorAk/s72-c/writing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-7932131951141755005</id><published>2010-07-04T11:49:00.002+07:00</published><updated>2010-07-04T11:52:43.763+07:00</updated><title type='text'>Asyiknya Menulis Malam Hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDATgZw7q3I/AAAAAAAAAX4/JFFRUmxfVec/s1600/LifeWriter03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDATgZw7q3I/AAAAAAAAAX4/JFFRUmxfVec/s200/LifeWriter03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489909393157499762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi pekerja kreatif seperti penulis, Jakarta malam hari justru menjadi waktu favorit untuk berkarya. Ketika hiruk-pikuk dan kemacetan di Ibu Kota sudah relatif mereda, desakan urusan praktis sehari-hari berkurang, dan sebagian orang terlelap dalam mimpi, mereka justru menemukan suasana yang memancing kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya begitulah yang dilakoni Djenar Maesa Ayu (37), penulis dan sutradara film, dan Rani Elsanti (37), editor buku lepas. Kedua perempuan ini lebih menikmati menulis pada malam hari, terutama sambil nongkrong di kafe langganan. Dari situ, karya-karya mereka lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djenar Maesa Ayu memanfaatkan waktu siang hari untuk mengurus dua anaknya dan pekerjaan rumah tangga. Kebetulan, sejak beberapa tahun belakangan, dia memang menjadi single parents alias orangtua tunggal. ”Pada malam hari, saya mendapat kesempatan lebih longgar untuk menulis,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu kerap pergi ke kafe sekitar pukul 18.00, setelah orang-orang kantoran pulang kerja. Dulu, dia langganan nongkrong di Banana Kafe di Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan. Belakangan dia lebih sering ke coffeewar, Kemang, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafe itu dianggap nyaman karena tempatnya enak, cukup ramai, tetapi tetap asyik untuk menulis. Kalau mood lagi terjaga baik dan gagasan keluar, dia bisa mengetik dengan laptop sampai lupa waktu. ”Jam 24.00 itu masih sore sekali. Jam 02.00 juga belum. Kadang, saya pulang sekitar jam 4.00 pagi atau malah sudah terang,” ceritanya, Sabtu (3/7/2010) sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gaya kerja seperti ini, Djenar menghasilkan skenario film "Mereka Bilang Saya Monyet" (yang digarap bersama Indra Herlambang), kumpulan cerita pendek "Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek", serta naskah film Saia. ”Malam itu memang lebih merangsang tumbuhnya ide-ide. Tapi, saya begadang hanya dua atau tiga kali seminggu saja,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani Elsanti juga hampir setiap pekan mampir ke coffeewar untuk menyelesaikan pekerjaan. Dia biasanya datang pada hari Senin, Selasa, atau Rabu ketika warung kopi itu menerapkan aturan hari tanpa rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.00, Rani sudah datang ke warung itu. Dia langsung duduk, mengeluarkan laptop, dan memesan kopi. Setelah itu, dia tenggelam dalam pekerjaannya mengedit atau menerjemahkan buku. Saat jam makan siang, dia membuka bekal yang dibawa dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan, dia kembali bekerja, kali ini ditemani teh papermint. Di ujung kunjungannya, Rani biasa memesan cokelat panas. Kebiasaannya itu sudah dihapal pemilik kedai Yogi D Sumule dan Derby Sumule. Ketika malam tiba, suaminya, Agus Mediarta, bergabung nongkrong di warung itu sepulang kantor sampai malam. ”Setelah itu, kami pulang bersama,” ujar Rani yang menjadi editor buku sejak tahun 2000 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung kopi seperti coffeewar, menurut Rani, adalah habitat yang cocok untuknya. ”Di situ orang-orangnya toleran. Tidak saling ganggu meski mereka tahu saya ini kalau sudah bekerja jadi autis. Selain itu, kalau ngobrol kita bisa ngomong apa saja,” ujarnya. (IAM/BSW) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS,Minggu, 4 Juli 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-7932131951141755005?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/7932131951141755005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/asyiknya-menulis-malam-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7932131951141755005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/7932131951141755005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/07/asyiknya-menulis-malam-hari.html' title='Asyiknya Menulis Malam Hari'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/TDATgZw7q3I/AAAAAAAAAX4/JFFRUmxfVec/s72-c/LifeWriter03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5803701202831173110</id><published>2010-05-27T06:49:00.001+07:00</published><updated>2010-05-27T06:52:17.979+07:00</updated><title type='text'>Film Terpopuler Dunia 2009!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S_20HhHKhlI/AAAAAAAAAXw/dVdtfdZRi9U/s1600/New-Moon-Poster-Without-Jacob-twilight-series-3633309-630-830.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S_20HhHKhlI/AAAAAAAAAXw/dVdtfdZRi9U/s200/New-Moon-Poster-Without-Jacob-twilight-series-3633309-630-830.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475730763192895058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara umum film-film yang tercatat dalam daftar terpopuler 2009 di box-office paling raksasa bercerita tentang killer robots, sparkly vampires, dan airborne senior citizens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeringkatan ini biasa dilakukan setiap tahun untuk menghitung trailer film paling populer di 2009, menurut angka video streaming. Dan itu terbukti pada 2009 ini dua dua video paling populer bisa meraih lebih dari 20 juta penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu trailer, meskipun tidak ke blockbuster dibintangi oleh Debbie Gibson dan Lorenzo Lamas. "Kami terdaftar dalam sepuluh besar trailer tahun ini. Ini sangat luar biasa, di mana kami meraih hit yang sangat besar tahun ini," ujar Gibson. [cms]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun daftar film terpopuler tahun ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. THE TWILIGHT SAGA: NEW MOON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. TERMINATOR SALVATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. G.I. JOE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. STAR TREK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. MEGA SHARK VS. GIANT OCTOPUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. AVATAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. UP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5803701202831173110?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5803701202831173110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/05/film-terpopuler-dunia-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5803701202831173110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5803701202831173110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/05/film-terpopuler-dunia-2009.html' title='Film Terpopuler Dunia 2009!'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S_20HhHKhlI/AAAAAAAAAXw/dVdtfdZRi9U/s72-c/New-Moon-Poster-Without-Jacob-twilight-series-3633309-630-830.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1114174147013358198</id><published>2010-05-24T19:43:00.001+07:00</published><updated>2010-05-24T19:46:23.925+07:00</updated><title type='text'>Festival Film Cannes : Film dari Thailand Pemenangnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S_p1EdM2uoI/AAAAAAAAAXo/oflZlYpFXoQ/s1600/Uncle-Boonmee-Who-Can-Recall-His-Past-Lives-2010_w320.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S_p1EdM2uoI/AAAAAAAAAXo/oflZlYpFXoQ/s200/Uncle-Boonmee-Who-Can-Recall-His-Past-Lives-2010_w320.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474817016440732290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film dari Thailand memenangkan Palme d’Or di Festival Film Cannes hari Minggu kemarin, mengalahkan film-film yang dibuat oleh pemenang-pemenang sebelumnya termasuk sutradara Inggris, Mike Leigh, yang pulang dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berjudul Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives disutradarai oleh Apichatpong Weerasethakul yang nyaris tidak bisa mempresentasikan film-nya di Cannes karena kerusuhan politik yang terjadi di negara asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut saya Thailand membutuhkan semacam harapan yang berbeda karena kita sangat tertekan dengan konfrontasi terhadap perbedaan ideologi-ideologi,” ujar Apichatpong kepada reporter sesaat setelah menerima penghargaan Golden Palm di acara penutupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uncle Boonmee, yang sangat diantisipasi oleh para sineas intelek, diambil dengan gaya natural dan memperlihatkan sebuah pembicaraan dengan arwah yang seluruh tubuhnya dipenuhi rambut serta ikan lele yang dapat berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat film terkenal dari Amerika yang juga merupakan ketua penjurian Festival Film Canees, Tim Burton, menggambarkan film Uncle Boonmee sebagai a beautiful strange dream (mimpi indah yang ganjil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia semakin mengecil dengan perkembangan teknologi dan film-film semakin kebarat-baratan atau ke-hollywood-hollywood-an dan film ini membuat saya seperti melihat dari sebuah negara yang berbeda, perspektif yang berbeda,” ujar Tim Burton seperti dilansir dari Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apichatpong mengalahkan Mike Leigh yang film Another Year-nya terabaikan. Mike sebelumnya pernah memenangkan Palme d’Or di tahun 1996 dengan filmnya yang berjudul Secrets and Lies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan ini juga menutup festival yang telah berjalan selama duabelas hari di French Riviera ini. Selain film Uncle Boonmee dari Thailand, beberapa film yang diperlombakan termasuk film dari Prancis juga memenangkan penghargaan di Festival Film Cannes yang akan dijabarkan di bawah ini dengan sedikit deskripsi seputar film tersebut.&lt;br /&gt;PALME D’OR (FILM TERBAIK) : Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives&lt;br /&gt;Sebuah film mistis tentang kehidupan di masa lalu dan reinkarnasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;GRAND PRIX (Runner Up) : Of Gods and Men&lt;br /&gt;Sutradara Prancis Xavier Beauvois membuat sebuah film dokumenter tentang hari-hari terakhir biarawan Trappist sebelum dibunuh saat kekacauan sipil yang terjadi di Algaria.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AKTOR TERBAIK : Javier Bardem&lt;br /&gt;Dalam sebuah film karya Alejandro Gonzalez dan Elio Germano berjudul Biutiful, Javier berperan sebagai seorang ayah yang menghadapi kematian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AKTRIS TERBAIK : Juliette Binoche&lt;br /&gt;Aktris Perancis ini memenangkan penghargaan atas perannya di film Certified Copy arahan sutradara Iran, Abbas Kiarostami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SUTRADARA TERBAIK : Mathieu Amalric&lt;br /&gt;Sutradara dari Prancis ini membuat film berjudul On Tour yang bercerita tentang seorang promoter yang memimpin rombongan penari burlesque tur ke daerah propinsi-propinsi di Prancis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SKENARIO TERBAIK : Poetry&lt;br /&gt;Film karya sutradara Korea, Lee Chang-dong ini bercerita tentang seorang wanita yang mencari sebuah arti setelah ia menghadapi kematian seorang anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JURY PRIZE : A Screaming Man&lt;br /&gt;Bercerita mengenai seorang pria yang putranya direkrut menjadi tentara melawan pasukan pemberontakan, film ini disutradarai oleh Mahamat-Saleh Haroun, seorang sutradara dari Chad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1114174147013358198?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1114174147013358198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/05/festival-film-cannes-film-dari-thailand.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1114174147013358198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1114174147013358198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/05/festival-film-cannes-film-dari-thailand.html' title='Festival Film Cannes : Film dari Thailand Pemenangnya'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S_p1EdM2uoI/AAAAAAAAAXo/oflZlYpFXoQ/s72-c/Uncle-Boonmee-Who-Can-Recall-His-Past-Lives-2010_w320.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5191569659299313737</id><published>2010-03-28T08:19:00.002+07:00</published><updated>2010-03-28T08:22:54.313+07:00</updated><title type='text'>Jangan Terpuruk dan Ambruk Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66vZhw_JdI/AAAAAAAAAXg/QqrLWc6yPBs/s1600/motogp_in_blitzmegaplex_ghi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66vZhw_JdI/AAAAAAAAAXg/QqrLWc6yPBs/s200/motogp_in_blitzmegaplex_ghi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453489051887674834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DAHONO FITRIANTO dan ILHAM KHOIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan kualitas film Indonesia belakangan ini tidak hanya dirasakan oleh pengamat atau penonton film saja, tetapi juga oleh para produser yang memproduksi sendiri sebagian film itu. Mereka sadar hal ini bisa menjadi awal keterpurukan kembali industri film nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produser dan Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Raam Punjabi mengatakan, saat ini sedang terjadi stagnasi dalam tema film Indonesia. ”Tema ceritanya masih itu-itu saja, kalau enggak horor, ya komedi romantis,” tutur Raam, Kamis (25/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raam, yang sedang berada di Hongkong memimpin delegasi produser Indonesia dalam Hong Kong FILMART 2010 itu, mengatakan, jika stagnasi tema ini dibiarkan, lama-lama penonton akan hilang kepercayaan terhadap film Indonesia. ”Nonton satu film sudah sama dengan menonton semua film karena ceritanya sama,” ujar bos rumah produksi Tripar Multivision Plus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multivision Plus sepanjang tahun 2009 merilis 10 judul film, yang sebagian di antaranya adalah film horor dan komedi romantis, seperti Toilet 105 dan Nazar. ”Apakah saya bangga dengan produksi saya itu? Kemarin-kemarin mungkin masih, tetapi ini hari saya jawab sudah enggak. Saya tidak bangga,” kata Raam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Raam, produser Manoj Punjabi melihat ada penurunan kualitas film nasional dalam beberapa bulan terakhir ini. Sebagian produser, lanjut Manoj, masih membuat film di bawah standar kualitas dengan memasukkan bumbu seks dan horor sebagai penarik penonton. ”Ini bisa merusak image film Indonesia. Saya tidak setuju dengan pemikiran bahwa horor dan seks adalah satu-satunya resep film bisa laku. Kita harus berani bikin sesuatu yang baru,” tutur salah satu pendiri dan pemilik MD Pictures, salah satu rumah produksi besar di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika para produser besar pembuat film komersial saja sudah menyadari bahwa sebagian film yang dirilis, termasuk film produksi mereka sendiri, itu payah kualitasnya, apa yang membuat mereka tidak segera membuat film bermutu? ”Dana. Masalah utama dunia perfilman Indonesia adalah soal pendanaan. Masih sedikit investor yang mau menanamkan dana untuk membuat film serius,” ungkap sutradara dan produser Nia Dinata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raam mengatakan, pihaknya sebenarnya berambisi membuat film dengan tema-tema baru, misalnya mengangkat kisah para pahlawan nasional, seperti Jenderal Soedirman atau I Gusti Ngurah Rai. ”Anak muda sekarang sudah tidak tahu lagi mengapa bandara di Bali dinamakan Ngurah Rai. Siapa Ngurah Rai? Atau siapa Jenderal Soedirman yang namanya begitu besar. Seharusnya kisah kepahlawanan mereka difilmkan agar generasi muda mengenal pahlawannya sendiri,” ungkap Raam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lanjut dia, para produser seperti dirinya terbentur pada masalah dana. ”Saya harus mikir 10 kali untuk membuat film idealis seperti itu karena belum tentu laku juga. Saya masih berpikir untung rugi karena saya bertanggung jawab menghidupi perusahaan saya,” ujar Raam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi seperti itu, Raam mengaku baru berani memproduksi satu film idealis di antara 10 film mainstream komersial. Saat ini, misalnya, Raam sedang mempersiapkan dua film serius, yakni Sang Pencerah, yang mengisahkan kehidupan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan film yang diangkat dari novel karangan Damien Dematra berjudul Demi Allah Aku Jadi Teroris. ”Film-film seperti itu paling tidak butuh dana Rp 15 miliar-Rp 20 miliar,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bujet rata-rata Rp 7 miliar-Rp 8 miliar, kata Manoj, tidak mungkin produser bisa membuat film bermutu. ”Dengan bujet minimal Rp 4 miliar-Rp 5 miliar saja, kami harus bisa mendapatkan 800.000 penonton untuk mencapai titik BEP (break even point). Dan itu juga bukan hal mudah,” tutur produser yang sedang menggarap versi baru film Di Bawah Lindungan Kabah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nia, karena sulit mendapatkan dana produksi, banyak produser akhirnya menerima segala bentuk investasi. ”Mereka harus berkompromi dengan investor. Seolah investor yang tahu pasar dan mereka yang menentukan filmnya,” kata pemilik Kalyana Shira Films, yang sedang memproduksi film perjalanan menyusuri jalur trans Sumatera ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengalaman produser Mira Lesmana, kesulitan mencari dana itu ia alami bahkan untuk film yang kemudian terbukti sukses di pasaran, seperti Petualangan Sherina, Ada Apa dengan Cinta?, dan Laskar Pelangi. ”Untuk Laskar Pelangi, yang novelnya sudah banyak dikenal saja, para investor masih banyak bertanya, film ini akan berat atau tidak, kan ceritanya mengangkat anak kampung dan tidak ada bintangnya,” kenang Mira, yang bisa menghabiskan waktu 3-6 bulan hanya untuk mencari investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi kebuntuan masalah dana, Raam selaku Ketua PPFI pernah mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk Film Finance Corporation, semacam badan usaha milik negara yang menjalankan uang negara untuk mendukung produksi film berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nanti sistemnya seperti Pertamina, jadi manajemennya dipegang oleh orang profesional di luar dunia film. Dia kemudian akan mencari partner produser film yang menawarkan konsep produksi film bermutu, kemudian memproduksi bersama. Jadi, uang pemerintah jangan diserahkan langsung kepada produser, nanti ilang. Ini lebih bersifat kemitraan,” kata Raam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raam mencontohkan, misalnya ia menawarkan produksi film tentang Jenderal Soedirman, maka bisa dibentuk kemitraan dengan pola 70-30, artinya pemerintah menanggung 70 persen biaya produksi dan sisanya ditanggung Raam. ”Ini sekadar gambaran karena pemerintahlah yang seharusnya berkewajiban membuat film serius seperti ini. Tetapi sejak saya usulkan pertama kali dua tahun lalu, sampai sekarang belum ada respons dari pemerintah,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia Dinata melihat, memang tidak ada keseriusan pemerintah dalam mendukung secara konkret industri film nasional. Alih-alih memberikan dukungan dana, pemerintah justru menjerat para pembuat film dengan pajak yang berlipat-lipat. ”Ketika satu film jadi laris, malah ditagih pajak besar. Itu menyakitkan hati,” tandas Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, produser ada idealisme dan penonton punya selera. Seharusnya perfilman Indonesia jangan sampai terpuruk (lagi). Malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS Minggu, 28 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5191569659299313737?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5191569659299313737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/jangan-terpuruk-dan-ambruk-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5191569659299313737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5191569659299313737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/jangan-terpuruk-dan-ambruk-lagi.html' title='Jangan Terpuruk dan Ambruk Lagi'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66vZhw_JdI/AAAAAAAAAXg/QqrLWc6yPBs/s72-c/motogp_in_blitzmegaplex_ghi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8076090827864291501</id><published>2010-03-28T08:17:00.002+07:00</published><updated>2010-03-28T08:19:08.250+07:00</updated><title type='text'>Film Pun Antre Menunggu Layar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66uhlCSYxI/AAAAAAAAAXY/ctH79nemwXk/s1600/KAR_05_BK_01_Megaria_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66uhlCSYxI/AAAAAAAAAXY/ctH79nemwXk/s200/KAR_05_BK_01_Megaria_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453488090692870930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah klasik dalam perfilman Indonesia adalah soal distribusi film. Disebabkan jumlah layar yang terbatas, film Indonesia harus antre untuk mendapatkan kesempatan diputar. ”Kami mesti antre untuk mendapatkan tanggal putar di bioskop 21. Film saya, The Sexy City, sudah selesai enam bulan lalu, tetapi baru diputar sekarang. Untuk usaha, itu sudah tidak sehat,” tutur produser Ferry Anggriawan dari Virgo Putra Film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan produser Manoj Punjabi dari MD Pictures. Karena jumlah layar yang kurang, ia kesulitan mem-booking tanggal putar di bioskop 21. Apakah distribusi film harus melalui kelompok 21? ”Ah, tidak juga. Bisa saja sebenarnya kalau ada jaringan bioskop atau distributor lain. Tidak masalah,” kata Manoj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para produser film di Jakarta antre mendapatkan jadwal putar, para operator bioskop non-21 di daerah harus antre berbulan-bulan untuk mendapat jatah memutar film-film Indonesia pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami harus menunggu 2-4 bulan untuk bisa memutar film pilihan karena baru dapat jatah setelah Semarang dan Purwokerto. Giliran filmnya diputar, orang sini sudah telanjur nonton duluan di Yogya atau Semarang,” tutur Budianto, manajer bioskop Magelang Teater dan Tidar Teater di Kota Magelang, Jawa Tengah, dalam pertemuan dengan pengurus Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) dan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) di Semarang, Jumat (19/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budianto, bersama rekan-rekannya pengelola bioskop lokal yang masih tersisa di Brebes, Tegal, dan Purwokerto, berharap agar jumlah copy film yang diedarkan ke daerah lebih banyak sehingga waktu tunggu putar film tidak terlalu lama. ”Kami juga minta diizinkan memutar film-film impor yang laris, seperti 2012 dan Avatar,” imbuh Budianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ferry, Manoj, dan para produser lain di Jakarta berharap agar jumlah layar diperbanyak. ”Jika produksi film sudah mencapai 150-200 film per tahun dan jumlah layar masih seperti sekarang, semua akan berantakan,” kata Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Raam Punjabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jimmy Harianto, salah satu pimpinan di Kelompok 21 Cineplex, mengatakan, saat ini sudah tidak ada lagi monopoli distribusi film melalui jaringan 21. ”Kalau sampai sekarang film-film Indonesia masih kami distribusikan sampai ke daerah-daerah, itu sifatnya membantu para produser karena mereka yang minta,” kata Jimmy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B BP2N itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuniarto, pimpinan PT Sanggar Film yang menjadi distributor film-film dari pihak 21 ke bioskop-bioskop lokal di seluruh Jawa Tengah, mengaku, uang hasil penjualan tiket dari bioskop-bioskop ini langsung ia setorkan kepada para produser, tidak melalui kelompok 21 lagi. ”Kadang para produser juga langsung menghubungi saya untuk mengedarkan film mereka, seperti Virgo atau StarVision,” ungkap Yuniarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai usulan agar Kelompok 21 memecah jaringan bioskopnya menjadi dua atau tiga jalur sehingga peluang untuk memutar lebih banyak film Indonesia lebih besar, Jimmy menjawab, ”Kami tidak hanya membuka 3 line, tetapi bahkan 4 line, karena empat-empat-nya (di bioskop yang memiliki empat layar) memutar film Indonesia semua,” paparnya. (DHF/XAR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS Minggu, 28 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8076090827864291501?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8076090827864291501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/film-pun-antre-menunggu-layar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8076090827864291501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8076090827864291501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/film-pun-antre-menunggu-layar.html' title='Film Pun Antre Menunggu Layar'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66uhlCSYxI/AAAAAAAAAXY/ctH79nemwXk/s72-c/KAR_05_BK_01_Megaria_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1293834548267615937</id><published>2010-03-28T08:12:00.002+07:00</published><updated>2010-03-28T08:16:31.314+07:00</updated><title type='text'>Amunisi Perfilman Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66t6D_oNhI/AAAAAAAAAXQ/VTlzmS6cecQ/s1600/film_indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66t6D_oNhI/AAAAAAAAAXQ/VTlzmS6cecQ/s200/film_indonesia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453487411808450066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DAHONO FITRIANTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok kaum muda pencinta dan pembuat film yang jauh dari pusat industri film berkumpul di Solo, Jawa Tengah. Mereka membahas dan merancang masa depan perfilman Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya 162 orang dari 45 komunitas film independen di seluruh Indonesia menghadiri Kongres Nasional Kegiatan Perfilman Berbasis Komunitas di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, 17-20 Maret. Selama empat hari, dalam kondisi ala kadarnya, mereka mendiskusikan berbagai hal, mulai dari kondisi film dan perfilman Indonesia dewasa ini, pendidikan film, cara membuat film, cara menggelar festival film, hingga membahas jalur distribusi independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan film dan perfilman Indonesia bukan tidak mungkin ditentukan kongres berbiaya Rp 25 juta di Solo itu. Beberapa tokoh perfilman independen nasional tampak terlihat di kongres tersebut, dari penggagas festival film independen Konfiden Alex Sihar, pendiri Festival Film Purbalingga Bowo Leksono, penggiat komunitas film independen Lulu Ratna dan Dimas Jayasrana. Selebihnya adalah perwakilan dari komunitas film yang selama ini ”bergerilya” di seluruh pelosok Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta antara lain datang dari komunitas Forum Lenteng dari Jakarta, Artea Film Community dari Palembang, Sources of Indonesia (SOI) dari Medan, Kine Wakref dari Pekanbaru, Lensa Creatifilm dari Cianjur, Sangkanparan dari Cilacap, Kinoki dari Yogyakarta, hingga Matakaca sebagai tuan rumah di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatan sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Lensa Creatifilm, misalnya, berdiri sejak 2005 di kota Cianjur, Jawa Barat, yang bahkan tidak mengenal tradisi nonton film setelah bioskop di kota itu sekarat dan akhirnya punah pada tahun 2004. ”Awal kami mendirikan Lensa dulu masih kurang menarik perhatian masyarakat karena waktu itu Pemerintah Daerah Cianjur sedang giat-giatnya memasyarakatkan slogan pembangunan Gerbang Marhamah. Film menjadi barang asing,” tutur Saeful Adha (25), Ketua Komunitas Lensa Creatifilm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, komunitas itu memiliki program pemutaran film rutin di ruangan Dewan Kesenian Cianjur setiap dua minggu atau sebulan sekali. Dengan bermodalkan pemutar DVD, proyektor digital InFocus, dan layar seadanya, ”bioskop” Lensa ini rata-rata dikunjungi 500 orang setiap pemutaran film. Dalam sehari bisa dua sampai tiga sesi pemutaran film, termasuk yang berjenis dokumenter dari dalam maupun luar negeri. ”Terakhir kami memutar film Home-nya Yann Arthus-Bertrand,” papar Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Lensa juga sudah dua kali menggelar Festival Film Pelajar dan menganugerahkan Pare Awards (dari kata pare dalam bahasa Sunda yang artinya padi) untuk film pendek terbaik karya para pelajar SMA di wilayah Cianjur dan sekitarnya yang belajar membuat film secara otodidak dengan sarana seadanya. ”Daripada nonton film-film sampah Indonesia, mending bikin film sendiri. Jadi kami tidak cuma bisa ngeritik, tetapi ada tindakan nyata,” tandas Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga komunitas Matakaca di Solo, kini rutin menggelar acara nonton bareng dua kali sebulan. Setiap bulan ganjil, yang diputar film dokumenter, sementara pada bulan-bulan genap mereka memutar film fiksi. ”Film pendek maupun film panjang yang tidak diputar di bioskop. Kebanyakan adalah film-film buatan teman-teman dari komunitas film lain,” tutur Joko Narimo (29), salah satu pendiri Matakaca pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Matakaca didirikan dengan semangat memberikan tontonan alternatif bagi masyarakat di luar sajian sinetron di televisi. Pemutaran film dan diskusi dilakukan di sebuah ruangan Lembaga Studi Desain Solo. Sejak Januari lalu, komunitas Matakaca diizinkan oleh Pemerintah Kota Solo untuk memanfaatkan gedung bekas bioskop Solo Theater di kompleks Taman Sriwedari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Limaenam Films dari Yogyakarta bahkan sudah berulang kali berhasil menembus festival film bergengsi dunia. Film pendek Musafir/Wanderers karya Bagus Wirati Purbanegara masuk dalam Berlin International Film Festival 2009, sementara film Hujan Tak Jadi Datang/It’s Not Raining Outside karya Yosep Anggi Noen menjadi salah satu wakil Indonesia di Rotterdam International Film Festival 2010 dan Singapore International Film Festival 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ”nyambung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, potensi dan semangat menggebu-gebu dari komunitas-komunitas independen ini seperti tidak nyambung dengan kondisi industri utama film Indonesia yang miskin inovasi dan kreativitas. Bukankah seharusnya dengan potensi akar rumput yang sedemikian besar, film Indonesia bisa berbuat lebih daripada yang terlihat sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Industri film Indonesia itu pelakunya orang-orang yang terlalu konvensional. Mereka tidak berusaha mendiferensiasi produk dan mencoba melirik potensi-potensi lain. Padahal kalau mereka ingin membuat film murah tetapi berkualitas, lihatlah orang-orang ini yang seharusnya mereka kasih duit,” tutur Dimas Jayasrana, salah satu penggagas kongres di Solo, tentang ketidaknyambungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimas mengakui, sebagian pembuat film dari dunia independen ini sudah diserap masuk ke dalam industri, tetapi hanya dalam kapasitas sebagai ”tukang” sehingga tidak mampu berbuat banyak. ”Mereka masih belum diakui sebagai filmmaker,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pihak produser, Manoj Punjabi dari MD Pictures berpendapat bahwa para pembuat film independen itu harus lebih banyak berkiprah di Jakarta, sebagai pusat industri film di Indonesia, agar bisa dilirik oleh produser. ”Kalau di Amerika orang ingin berkarier di dunia film, ya harus datang ke Hollywood. Kami terbuka menerima mereka,” tandas Manoj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Yosep Anggi Noen dari Komunitas Film 56, ada sebagian pembuat film independen ini yang memang tidak ingin berhubungan dengan produser komersial karena khawatir akan mengompromikan idealisme mereka. ”Saya sendiri sampai sekarang memilih belum masuk ke industri karena ingin memperkuat posisi saya dulu sebagai filmmaker. Sehingga suatu saat saya masuk ke industri, posisi saya sudah cukup kuat untuk tidak terkooptasi modal,” papar Anggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, sutradara dan produser Nia Dinata optimistis masa depan perfilman Indonesia ada di tangan anak-anak indie ini. ”Saya kira generasi perfilman Indonesia ke depan sudah aman. Mereka bagus, punya ide fresh, tak peduli pada pakem industri yang sekarang, dan sangat kritis. Tetapi mereka masih perlu bimbingan dari kelompok atau individu yang punya pengalaman lebih,” ujar Nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia menambahkan, pemerintah boleh tak peduli terhadap perfilman nasional saat ini. Tetapi potensi di bawah masih oke. ”Itu amunisi yang menjanjikan untuk masa depan,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ILHAM KHOIRI)&lt;br /&gt;KOMPAS Minggu, 28 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1293834548267615937?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1293834548267615937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/amunisi-perfilman-masa-depan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1293834548267615937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1293834548267615937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/amunisi-perfilman-masa-depan.html' title='Amunisi Perfilman Masa Depan'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66t6D_oNhI/AAAAAAAAAXQ/VTlzmS6cecQ/s72-c/film_indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-5127057834960906517</id><published>2010-03-28T08:00:00.001+07:00</published><updated>2010-03-28T08:02:52.325+07:00</updated><title type='text'>Logika Hantu Film Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66qtRd3BOI/AAAAAAAAAXI/BTuGKHf3uvg/s1600/horror.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66qtRd3BOI/AAAAAAAAAXI/BTuGKHf3uvg/s200/horror.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453483893551727842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Darah muncrat dari wajah perempuan itu ketika sekop mendarat di dahinya dan melesak sampai ke belakang kepala. Adegan berganti lagi, kali ini potongan kepala, beserta separuh potongan badan yang berlumuran darah, digeletakkan di meja operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan berganti dengan cepat di layar ”bioskop” di Gedung Lembaga Sensor Film (LSF), Jakarta. Tentu saja tidak ada jalan ceritanya karena itu merupakan guntingan sensor film selama dua tahun terakhir. Hampir semua potongan film itu berisi kekerasan, sadisme, dan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Wakil Ketua LSF Nunus Supardi menawari makan siang seusai pemutaran film, kami sempat mohon jeda sejenak. Maklumlah di antara potongan film tadi ada adegan mengunyah potongan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah cerminan wajah mutakhir film Indonesia? Pertanyaan ini cukup relevan diajukan kembali, terlebih 30 Maret besok merupakan Bulan Film Nasional, yang sekaligus mengingatkan bahwa industri perfilman di negeri ini sudah berusia 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih ingat tahun 2008 dan 2009 dunia film Indonesia menorehkan sejarah dan rekor-rekor lewat film Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada tahun 2010, khususnya sejak rilis Sang Pemimpi medio Desember 2009, belum ada lagi film Indonesia yang menonjol dari segi kualitas dan jumlah penonton. Memang ada lima film yang mewakili Indonesia di International Festival Film Rotterdam, akhir Januari lalu, yakni empat film pendek: Purnama di Pesisir/Full Moon (sutradara Chairun Nissa), Hujan Tak Jadi Datang/It’s Not Raining Outside (Yosep Anggi Noen), Janji/La Promesse (Joko Anwar), dan On Broadway (Aryo Danusiri), serta satu film cerita panjang, At The Very Bottom of Everything/Di Dasar Segalanya (Paul Agusta). Namun, semuanya tidak bisa dinikmati secara luas oleh publik Indonesia sendiri karena tidak diputar di bioskop nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, layar bioskop Indonesia pada tiga bulan pertama tahun 2010 didominasi film-film bertema horor dan roman remaja. Judulnya pun seram-seram: Dendam Pocong Mupeng, Kain Kafan Perawan, Suster Keramas, dan lainnya.... Sebagian film bertema horor ini mulai menyisipkan seks untuk menarik minat penonton. Hal ini mengingatkan periode keterpurukan industri film nasional pada dekade 1990-an saat produksi film hanya dipenuhi film-film horor berbumbu seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekonyolan budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhlis PaEni, Ketua LSF, mengatakan, gunting sensor sempat memotong sampai 108 meter sebuah film hantu karena selain adegannya sangat vulgar (antara lain perempuan diperkosa hantu), juga jalan ceritanya tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini cerminan betapa konyolnya budaya kita di mana orang yang hidup sudah tidak bisa memberi hiburan sehingga tugas memberi hiburan itu diserahkan kepada hantu-hantu,” kata Mukhlis sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, pengamat perfilman Seno Gumira Ajidarma tetap optimistis. Menurut dia, dinamika saat ini justru menunjukkan bahwa film Indonesia mulai menjadi tuan rumah di negerinya. Meskipun film-film horor saat ini mendominasi layar bioskop, fenomena tersebut mencerminkan keberadaan film itu dikehendaki dan memberi makna bagi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau menurut pandangan ’arogan’, film-film saat ini sering dianggap bermutu rendah dan indikasi kebodohan. Tetapi, kita harus melihat, kalau penonton itu senang, ya film itu indah bagi mereka. Artinya ada makna bagi mereka, memenuhi ideological ideas mereka, memenuhi kebutuhan atas identitas bahwa ’ini film gue’,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari film-film itu, hampir semua tokoh setannya adalah korban, entah korban pembunuhan, pemerkosaan, atau penganiayaan. ”Mereka hanya bisa membalas dengan menjadi hantu, ini pun hanya dalam film. Jadi ada proses identifikasi dengan para korban,” ujar Seno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronika Kusumaryati yang meneliti film horor Indonesia produksi tahun 1934 sampai 2008 berpendapat, pada masyarakat terjadi semacam transformasi menuju modernitas. ”Akan tetapi, dari sisi mental, mereka masih percaya pada hantu ’tradisional’,” kata perempuan lulusan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemah logika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang tabu untuk memproduksi film horor ataupun cinta-cintaan. Hampir semua pusat industri film dunia juga tak bisa lepas dari ramuan standar: cinta, seks, horor, dan kekerasan. Persoalannya adalah takarannya, kelogisannya, dan keruntunan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saeful Adha (25), pencinta film dan penggiat komunitas Lensa Creatifilm di Cianjur, Jawa Barat, beranggapan, kelemahan utama sebagian besar film Indonesia adalah isi ceritanya. ”Dari segi teknis pembuatan film, pembuat film kita sudah menguasai, sudah jago. Tetapi, sebenarnya apa, sih, yang ingin mereka sampaikan melalui film-film itu? Kan, tidak pernah jelas,” tutur Adha di sela-sela Kongres Nasional Kegiatan Film Berbasis Komunitas di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Kamis (18/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Adha, Joko Narimo (29), penggerak komunitas film Matakaca dari Solo, Jawa Tengah, juga melihat permasalahan utama film-film di Indonesia adalah pada gagasan cerita. ”Ide ceritanya parah! Monoton dan sering ikut-ikutan,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan klasik lainnya, produser dipaksa secepatnya menghasilkan film untuk dilempar ke pasar. Akibatnya sebagian besar dari mereka mengambil jalan pintas, yakni mengkloning ide cerita dari film-film asing. Sedemikian keringkah sumur kreativitas sineas kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(myr/bsw/can/dhf)&lt;br /&gt;KOMPAS Minggu, 28 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-5127057834960906517?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/5127057834960906517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/logika-hantu-film-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5127057834960906517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/5127057834960906517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/logika-hantu-film-kita.html' title='Logika Hantu Film Kita'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S66qtRd3BOI/AAAAAAAAAXI/BTuGKHf3uvg/s72-c/horror.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8469746689647174166</id><published>2010-03-08T17:02:00.001+07:00</published><updated>2010-03-08T17:04:36.225+07:00</updated><title type='text'>Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S5TLrDg1eXI/AAAAAAAAAXA/tl2gQrH_2Mc/s1600-h/hurt_locker_poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S5TLrDg1eXI/AAAAAAAAAXA/tl2gQrH_2Mc/s200/hurt_locker_poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446201789935614322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Produser: Kathryn Bigelow, Mark Boal, Nicolas Chartier, dan Greg Shapiro&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   The Blind Side&lt;br /&gt;   Produser: Gil Netter, Andrew A. Kosove, dan Broderick Johnson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   District 9&lt;br /&gt;   Produser: Peter Jackson dan Carolynne Cunningham&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   An Education&lt;br /&gt;   Produser: Finola Dwyer dan Amanda Posey&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   Produser: James Cameron dan Jon Landau&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Inglourious Basterds&lt;br /&gt;   Produser Lawrence Bender&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Precious: Based on the Novel 'Push' by Sapphire&lt;br /&gt;   Produser: Lee Daniels, Sarah Siegel-Magness, dan Gary Magness&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   A Serious Man&lt;br /&gt;   Produser: Joel Coen dan Ethan Coen&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Up&lt;br /&gt;   Produser: Jonas Rivera&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Up in the Air&lt;br /&gt;   Produser: Daniel Dubiecki, Ivan Reitman, dan Jason Reitman&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sutradara Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Kathryn Bigelow&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   James Cameron&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Inglourious Basterds&lt;br /&gt;   Quentin Tarantino&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Precious: Based on the Novel 'Push' by Sapphire&lt;br /&gt;   Lee Daniels&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Up in the Air&lt;br /&gt;   Jason Reitman&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Aktor Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Jeff Bridges&lt;br /&gt;   Film: Crazy Heart&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   George Clooney&lt;br /&gt;   Film: Up in the Air&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Colin Firth&lt;br /&gt;   Film: A Single Man&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Morgan Freeman&lt;br /&gt;   Film: Invictus&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Jeremy Renner&lt;br /&gt;   Film: The Hurt Locker&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Aktris Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Sandra Bullock&lt;br /&gt;   Film: The Blind Side&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Helen Mirren&lt;br /&gt;   Film: The Last Station&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Carey Mulligan&lt;br /&gt;   Film: An Education&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Gabourey Sidibe&lt;br /&gt;   Film: Precious: Based on the Novel 'Push' by Sapphire&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Meryl Streep&lt;br /&gt;   Film: Julie &amp; Julia&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Aktor Pendukung Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Christoph Waltz&lt;br /&gt;   Film: Inglourious Basterds&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Woody Harrelson&lt;br /&gt;   Film: The Messenger&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Christopher Plummer&lt;br /&gt;   Film: The Last Station&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Stanley Tucci&lt;br /&gt;   Film: The Lovely Bones&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Matt Damon&lt;br /&gt;   Film: Invictus&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Aktris Pendukung Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Mo'Nique&lt;br /&gt;   Film: Precious: Based on the Novel 'Push' by Sapphire&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Vera Farmiga&lt;br /&gt;   Film: Up in the Air&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Maggie Gyllenhaal&lt;br /&gt;   Film: Crazy Heart&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Anna Kendrick&lt;br /&gt;   Film: Up in the Air&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Penélope Cruz&lt;br /&gt;   Film: Nine&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Skenario Asli Terbaik:&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Mark Boal&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Inglourious Basterds&lt;br /&gt;   Quentin Tarantino&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Messenger&lt;br /&gt;   Alessandro Camon dan Oren Moverman&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   A Serious Man&lt;br /&gt;   Joel Coen dan Ethan Coen&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Up&lt;br /&gt;   Bob Peterson dan Pete Docter (Cerita oleh Pete Docter, Bob Peterson, dan Tom McCarthy)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Skenario Adaptasi Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Precious: Based on the Novel 'Push' by Sapphire&lt;br /&gt;   Geoffrey Fletcher&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   An Education&lt;br /&gt;   Nick Hornby&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   In the Loop&lt;br /&gt;   Jesse Armstrong, Simon Blackwell, Armando Iannucci, dan Tony Roche&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   District 9&lt;br /&gt;   Neill Blomkamp dan Terri Tatchell&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Up in the Air&lt;br /&gt;   Jason Reitman dan Sheldon Turner&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tata Rias Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Star Trek&lt;br /&gt;   Barney Burman, Mindy Hall, dan Joel Harlow&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Il Divo&lt;br /&gt;   Aldo Signoretti dan Vittorio Sodano&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Young Victoria&lt;br /&gt;   Jon Henry Gordon dan Jenny Shircore&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Music (Lagu) Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Crazy Heart&lt;br /&gt;   “The Weary Kind (Theme from Crazy Heart)”&lt;br /&gt;   Lagu dan Syair: Ryan Bingham dan T Bone Burnett&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   The Princess dan the Frog&lt;br /&gt;   “Down in New Orleans”&lt;br /&gt;   Lagu dan Syair: Randy Newman&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Paris 36&lt;br /&gt;   “Loin de Paname”&lt;br /&gt;   Musik: Reinhardt Wagner&lt;br /&gt;   Syair: Frank Thomas&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Nine&lt;br /&gt;   “Take It All”&lt;br /&gt;   Lagu dan Syair: Maury Yeston&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Princess dan the Frog&lt;br /&gt;   “Almost There”&lt;br /&gt;   Lagu dan Syair: Randy Newman&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Film Animasi Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Up&lt;br /&gt;   Film: Pete Docter&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Fantastic Mr. Fox&lt;br /&gt;   Film: Wes Anderson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Princess dan the Frog&lt;br /&gt;   Film: John Musker dan Ron Clements&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Secret of Kells&lt;br /&gt;   Film: Tomm Moore&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Coraline&lt;br /&gt;   Film: Henry Selick&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Film Pendek (Animasi) Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Logorama&lt;br /&gt;   Nicolas Schmerkin&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Granny O'Grimm's Sleeping Beauty&lt;br /&gt;   Nicky Phelan dan Darragh O'Connell&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Lady dan the Reaper (La Dama y la Muerte)&lt;br /&gt;   Javier Recio Gracia&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   French Roast&lt;br /&gt;   Fabrice O. Joubert&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   A Matter of Loaf dan Death&lt;br /&gt;   Nick Park&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Dokumenter Pendek Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Music by Prudence&lt;br /&gt;   Roger Ross Williams dan Elinor Burkett&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   The Last Campaign of Governor Booth Gardner&lt;br /&gt;   Daniel Junge dan Henry Ansbacher&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Last Truck: Closing of a GM Plant&lt;br /&gt;   Steven Bognar dan Julia Reichert&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   China's Unnatural Disaster: The Tears of Sichuan Province&lt;br /&gt;   Jon Alpert dan Matthew O'Neill&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Rabbit à la Berlin&lt;br /&gt;   Bartek Konopka dan Anna Wydra&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Desain Kostum Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Young Victoria&lt;br /&gt;   Sandy Powell&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Coco Before Chanel&lt;br /&gt;   Catherine Leterrier&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Imaginarium of Doctor Parnassus&lt;br /&gt;   Monique Prudhomme&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Nine&lt;br /&gt;   Colleen Atwood&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Bright Star&lt;br /&gt;   Janet Patterson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Editing Suara Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Paul N.J. Ottosson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   Christopher Boyes dan Gwendolyn Yates Whittle&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Inglourious Basterds&lt;br /&gt;   Wylie Stateman&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Star Trek&lt;br /&gt;   Mark Stoeckinger dan Alan Rankin&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Up&lt;br /&gt;   Michael Silvers dan Tom Myers&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sound Mixing Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Paul N.J. Ottosson dan Ray Beckett&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   Christopher Boyes, Gary Summers, Andy Nelson, dan Tony Johnson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Inglourious Basterds&lt;br /&gt;   Michael Minkler, Tony Lamberti, dan Mark Ulano&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Star Trek&lt;br /&gt;   Anna Behlmer, Andy Nelson, dan Peter J. Devlin&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Transformers: Revenge of the Fallen&lt;br /&gt;   Greg P. Russell, Gary Summers, dan Geoffrey Patterson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sinematografi Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   Mauro Fiore&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Harry Potter dan the Half-Blood Prince&lt;br /&gt;   Bruno Delbonnel&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Barry Ackroyd&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Inglourious Basterds&lt;br /&gt;   Robert Richardson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The White Ribbon (Das Weisse Band)&lt;br /&gt;   Christian Berger&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Film Pendek Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The New Tenants&lt;br /&gt;   Joachim Back dan Tivi Magnusson&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Instead of Abracadabra&lt;br /&gt;   Patrik Eklund dan Mathias Fjellström&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Kavi&lt;br /&gt;   Gregg Helvey&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Miracle Fish&lt;br /&gt;   Luke Doolan dan Drew Bailey&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Door&lt;br /&gt;   Juanita Wilson dan James Flynn&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tata Seni Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   Rick Carter dan Robert Stromberg (Pengarah Seni); Kim Sinclair (Dekorasi Set)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   The Imaginarium of Doctor Parnassus&lt;br /&gt;   Dave Warren dan Anastasia Masaro (Pengarah Seni); Caroline Smith (Dekorasi Set)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Nine&lt;br /&gt;   John Myhre (Pengarah Seni); Gordon Sim (Dekorasi Set)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Sherlock Holmes&lt;br /&gt;   Sarah Greenwood (Pengarah Seni); Katie Spencer (Dekorasi Set)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Young Victoria&lt;br /&gt;   Patrice Vermette (Pengarah Seni); Maggie Gray (Dekorasi Set)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Musik (Original Score) Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Up&lt;br /&gt;   Michael Giacchino&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Fantastic Mr. Fox&lt;br /&gt;   Alexandre Desplat&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Marco Beltrami dan Buck Sanders&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Sherlock Holmes&lt;br /&gt;   Hans Zimmer&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   James Horner&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Efek Visual Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   Joe Letteri, Stephen Rosenbaum, Richard Baneham, dan Andrew R. Jones&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   District 9&lt;br /&gt;   Dan Kaufman, Peter Muyzers, Robert Habros, dan Matt Aitken&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Star Trek&lt;br /&gt;   Roger Guyett, Russell Earl, Paul Kavanagh, dan Burt Dalton&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Film Dokumenter Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Cove&lt;br /&gt;   Louie Psihoyos dan Fisher Stevens&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   Burma VJ&lt;br /&gt;   Anders Østergaard dan Lise Lense-Møller&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Food, Inc.&lt;br /&gt;   Robert Kenner dan Elise Pearlstein&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The Most Dangerous Man in America: Daniel Ellsberg dan the Pentagon Papers&lt;br /&gt;   Judith Ehrlich dan Rick Goldsmith&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Which Way Home&lt;br /&gt;   Rebecca Cammisa&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Editing Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Hurt Locker&lt;br /&gt;   Bob Murawski dan Chris Innis&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   District 9&lt;br /&gt;   Julian Clarke&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Avatar&lt;br /&gt;   Stephen Rivkin, John Refoua, dan James Cameron&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Inglourious Basterds&lt;br /&gt;   Sally Menke&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Precious: Based on the Novel 'Push' by Sapphire&lt;br /&gt;   Joe Klotz&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Film Asing Terbaik&lt;br /&gt;Pemenang   &lt;br /&gt;   The Secret in Their Eyes (El Secreto de Sus Ojos)&lt;br /&gt;   Argentina&lt;br /&gt;   Sutradara: Juan José Campanella&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nominator   &lt;br /&gt;   The Milk of Sorrow (La Teta Asustada)&lt;br /&gt;   Peru&lt;br /&gt;   Sutradara: Claudia Llosa&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   A Prophet (Un Prophète)&lt;br /&gt;   Prancis&lt;br /&gt;   Sutradara: Jacques Audiard&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Ajami&lt;br /&gt;   Israel&lt;br /&gt;   Sutradara: Scandar Copti dan Yaron Shani&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   The White Ribbon (Das Weisse Band)&lt;br /&gt;   Jerman&lt;br /&gt;   Sutradara: Michael Haneke&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8469746689647174166?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8469746689647174166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/daftar-lengkap-pemenang-oscar-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8469746689647174166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8469746689647174166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/03/daftar-lengkap-pemenang-oscar-2010.html' title='Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2010'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S5TLrDg1eXI/AAAAAAAAAXA/tl2gQrH_2Mc/s72-c/hurt_locker_poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6025077747628445086</id><published>2010-01-24T15:37:00.001+07:00</published><updated>2010-01-24T15:40:42.423+07:00</updated><title type='text'>FAKTA GOLDEN GLOBE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1wHgxFKv2I/AAAAAAAAAW4/39sQrYnWbBE/s1600-h/goldenglobe2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1wHgxFKv2I/AAAAAAAAAW4/39sQrYnWbBE/s200/goldenglobe2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430223510214197090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Diprakarsai Delapan Wartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golden Globe lahir pada Oktober 1943 diprakarsai delapan wartawan asing yang tergabung dalam organisasi the Hollywood Foreign Correspondents Association&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Empat Aktor Menyerbu Panggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rat Packers, Frank Sinatra, Dean Martin, dan Sammy Davis, Jr pernah menyerbu panggung pada perhelatan Golden Globe di tahun 1958, sambil membawa wiski dan mengapit rokok di tangannya. Mereka lantas mengambil alih acara, hingga mendapat sambutan hangat dari para penonton. Tahun berikutnya, HFPA (The Hollywood Foreign Press Association) justru yang meminta melakukan hal yang sama. Sejak itulah, para bintang mulai menyemarakan acara Golden Globe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Menjadi Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Song of Bernadette" menjadi film pertama yang berjaya di ajang Golden Globe. Menyapu bersih lima penghargaan yang diberikan--Best Motion Picture, Best Actor and A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Terbanyak Raih Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah lima film yang paling banyak meraih penghargaan Golden Globe: "Doctor Zhivago" (1966), "Love Story" (1971), "The Godfather" (1973), "One Flew Over the Cuckoo's Nest" (1976) , dan "A Star is Born" (1977).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Prestasi Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dengan prestasi sempurna diraih: "Doctor Zhivago", "One Flew Over the Cuckoo's Nest", dan "A Star is Born". Film-film tersebut menerima lima nominasi dan berhasil menyapu bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;"One Flew Over the Cuckoo's Nest"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"One Flew Over the Cuckoo's Nest" menjadi satu-satunya film yang mampu memenangkan penghargaan piala Golden Globe di lima kategori uggulan utama, yakni untuk Best Motion Picture, Actor, Actress, Director, dan Screenplay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Nominasi Terbanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nashville" (1976) menjadi film yang mampu mendapatkan perolehan nominasi terbanyak dengan sembilan nominasi. Ironisnya, ia hanya memenangkan satu penghargaan yakni untuk Best Song "I'm Easy" kepada Keith Carradine. Tiga film lain - "Cabaret" (1973), "Bugsy" (1992), dan "Titanic" (1998) - berada di posisi kedua dengan meraih delapan nominasi. Film-film tersebut memenangkan Best Motion Picture di masing-masing kategori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Nihil Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Who's Afraid of Virginia Woolf?" (1967) dan "The Godfather, Part III" (1991) masing-masing menerima tujuh nominasi, sayang satupun penghargaan yang berhasil dibawa pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Jack Nicholson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraih penghargaan Golden Globe untuk individu diduduki Jack Nicholson dengan enam penghargaan. Francis Ford Coppola, Shirley MacLaine, Rosalind Russell, dan Oliver Stone, masing-masing telah mendapatkan lima kali penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Rosalind Russell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosalind Russell tercatat sebagai aktris yang telah lima kali memenangkan Piala Golden Globe. Tapi, selalu gagal mengulang kesuksesannya di panggung Oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Nominasi Terbanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Golden Globe digelar, nominasi paling banyak diperoleh Jack Lemmon dengan 22 kali dinominasikan, disusul aktris Meryl Streep (19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Tiga Best Actress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penyelenggaraan tahun 1989, tiga aktris sama-sama dinobatkan sebagai pemenangnya untuk kategori Best Actress. Mereka adalah Jodie Foster ( "The Accused"), Shirley MacLaine ( "Madame Sousatzka"), dan Sigourney Weaver ( "Gorila di Mist").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Dua Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang yang meraih dua Golden Globe sekaligus di tahun yang sama adalah Sigourney Weaver memenangkan Aktris Terbaik untuk "Gorillas in the Mist" dan Aktris Pendukung Terbaik "Working Girl" pada Golden Globe tahun 1989; Joan Plowright memenangkan Aktris Pendukung Terbaik "Enchanted April" dan " Stalin "pada tahun 1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Jamie Foxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nominasi terbanyak dalam satu tahun: Jamie Foxx (2005). Aktor Terbaik (Motion Picture) - Musikal atau Komedi, "Ray"; Aktor Terbaik dalam Peran Pendukung (Motion Picture - Drama), "Collateral"; Aktor Terbaik dalam Mini-Seri atau Motion Picture Made for Television, "Redemption"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Termuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang termuda: Ricky Schroeder, berusia sembilan tahun ketika ia memenangkan Globe untuk Best New Star of the Year pada 1980 lewat film "The Champ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Tertua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang tertua: 80 tahun Jessica Tandy memenangkan Aktris Terbaik untuk "Driving Miss Daisy" pada tahun 1990, dan Henry Fonda yang memenangkan Best Actor untuk "On Golden Pond" pada tahun 1982 di usianya yang ke 76 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Tolak Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1970, Produser "Z" menolak menerima penghargaan untuk Film Berbahasa Asing Terbaik lantaran mereka ingin filmnya masuk dalam kategori Film Terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;Imperialisme dan Rasisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marlon Brando pernah menolak penghargaan untuk Aktor Terbaik ("The Godfather") pada tahun 1973. Langkah ini untuk memprotes Amerika yang menurutnya "imperialisme dan rasisme". Dia juga tidak mau menerima patung Oscar. (sumber goldenglobes.org)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6025077747628445086?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6025077747628445086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/fakta-golden-globe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6025077747628445086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6025077747628445086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/fakta-golden-globe.html' title='FAKTA GOLDEN GLOBE'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1wHgxFKv2I/AAAAAAAAAW4/39sQrYnWbBE/s72-c/goldenglobe2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2169879099846098837</id><published>2010-01-17T08:25:00.002+07:00</published><updated>2010-01-17T08:28:03.769+07:00</updated><title type='text'>FFI 2009: Merebut Kembali Perfilman Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1JnnuJq1xI/AAAAAAAAAWw/3urPe842U2Q/s1600-h/FFI-2009-Festival-Film-Indonesia-2009.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1JnnuJq1xI/AAAAAAAAAWw/3urPe842U2Q/s200/FFI-2009-Festival-Film-Indonesia-2009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427514433036015378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Franki Raden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian tahun yang lalu, saya kebetulan satu mobil dengan seorang diplomat wanita Amerika dalam perjalanan dari kota New York ke Washington DC. Diplomat ini dengan bangga bercerita bahwa ia berhasil menekan Pemerintah Indonesia untuk membuka izin pemutaran langsung film-film Hollywood di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, film-film ini hanya bisa diputar di bioskop lokal 5 tahun setelah beredar di Amerika. Dengan demikian, mereka bukan merupakan saingan yang berat bagi film-film Indonesia di Tanah Air karena begitu film ini beredar, masyarakat umumnya sudah menonton di laser disc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun ’80-an itu produksi film Indonesia melampaui 100 buah dalam setahun. Dengan kata lain, dunia film Indonesia benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dalam konteks ini, penyelenggaraan festival tahunan film Indonesia, FFI, menjadi suatu peristiwa budaya yang sangat luar biasa. Namun, ketika film-film box office Hollywood seperti Star Wars, Superman, Batman, dan lain-lain dapat beredar di Indonesia dalam waktu yang bersamaan dengan Amerika, film-film ini menjadi saingan yang sangat berat bagi produksi dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan, perbioskopan di Indonesia juga mengalami perubahan besar dengan hadirnya sistem kapitalis murni melalui perwujudan CINEMA 21. Dengan tersebarnya CINEMA 21 di kota-kota yang menjadi kantong penonton perfilman, bioskop ini memiliki kekuatan untuk menentukan arah pemutaran film-film di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi CINEMA 21 tentu saja kepada film-film yang digandrungi oleh pasar. Dengan demikian, di dalam persaingan bebas ini, ketika pasar berpihak pada film-film Hollywood, lonceng kematian industri film Indonesia telah bergema. Pada akhirnya, di ujung tahun 1980-an industri film lokal secara harfiah bubar jalan. Bersamaan dengan itu, FFI sudah tidak dapat terselenggara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah babakan sejarah yang menyedihkan dari keberadaan dunia film Indonesia. Oleh sebab itu, saya merasa beruntung ketika tahun ini mendapat kesempatan melihat film-film Indonesia dalam penjurian FFI 2009. Yang terutama sangat menggembirakan adalah dari seluruh 44 film yang diputar, saya hanya mengenal beberapa gelintir nama saja. Bagi saya, ini menandakan bahwa dunia film Indonesia telah hidup kembali. Di dalam babakan yang baru ini bahkan tampak telah terjadi proses regenerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FFI 2009 kemarin berhasil menjaring film-film mulai dari karya generasi tertua seperti Chairul Umam (Ketika Cinta Bertasbih) ke generasi Garin Nugroho (Generasi Biru), melalui generasi Hanung Bramantyo (Perempuan Berkalung Sorban), sampai kepada generasi termuda, yaitu Djenar Mahesa Ayu (Mereka Bilang Aku Monyet). Lepas dari masalah perolehan Piala Citra di FFI 2009, mereka ini adalah para sutradara terbaik di Indonesia. Yang sangat menarik dari para sutradara di atas ini adalah gaya mereka membuat film sangat berbeda. Di samping itu, kekuatan penyutradaraan mereka pun sangat berbeda satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairul Umam kuat dalam menggarap para aktornya. Ketika Cinta Bertasbih 1 &amp; 2 banyak menampilkan para aktor baru. Di tangan Chairul Uman, para aktor ini dapat bermain mengimbangi para aktor ulung, seperti Deddy Mizwar dan Niniek L Karim. Garin Nugroho dengan Generasi Biru-nya menggali kemungkinan idiom ekspresi film yang baru. Yang menonjol dalam film ini adalah kemampuannya menggabungkan konsep film cerita, dokumenter, animasi, dan musik video. Eksperimentasinya ini membuat Garin tetap menjadi sutradara yang paling depan dalam menghadirkan film-film seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanung Bramantyo dengan Perempuan Berkalung Sorban menunjukkan kemampuannya dalam mendesain, mengontrol, dan memanfaatkan semua elemen-elemen di dalam film untuk keperluan pengucapan artistik yang prima. Keutuhan kualitas elemen-elemen filmnya di dalam Perempuan Berkalung Sorban sulit untuk ditandingi oleh film-film lain. Di samping itu, ketajamannya berpikir dan keberaniannya untuk mengambil posisi sebagai seorang seniman yang kritis membuat Perempuan Berkalung Sorban menjelma menjadi sebuah kritik budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djenar Mahesa Ayu dengan Mereka Bilang Aku Monyet (MBAM) juga berhasil menempatkan posisi dirinya sebagai seorang wanita yang kritis terhadap lingkungan sosialnya. Keterampilannya dalam menggarap skenario (bersama Indra Herlambang) dan menyutradarai MBAM membuat film ini menjadi sangat ekspresif dan memesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita MBAM dalam hal ini berhasil menempatkan perempuan sebagai sebuah subyek yang berbicara secara lantang di dalam tekanan lingkungan masyarakat patriarkal. Yang istimewa, di dalam penyutradaraannya tokoh perempuan yang diperankan oleh Titi Sjuman menjadi sangat hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Djenar sebagai sutradara baru di dalam FFI juga diperkuat oleh sejumlah sineas-sineas baru lainnya. Selain Djenar, yang juga tidak kalah menonjol adalah Ratna Sarumpaet. Dengan pengalamannya di dunia teater dan visinya sebagai seorang aktivis perempuan, Ratna melahirkan sebuah film yang menjanjikan, yaitu Jamilah &amp; Sang Presiden. Cerita Ratna di sini juga berhasil menempatkan perempuan sebagai subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Ratna dalam film ini terletak pada kemampuannya menyutradarai tokoh utama wanita Jamilah yang diperankan dengan sangat baik oleh putrinya sendiri, Atiqah Hasiholan. Di samping itu, Ratna juga piawai dalam menjaga alur dramaturgi di dalam filmnya. Setiap momentum di dalam Jamilah dan Sang Presiden berhasil membuat penonton terlibat penuh secara emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kelihatan berkembang dengan baik setelah sekian puluh tahun dunia perfilman hadir di Tanah Air adalah kemampuan kita dalam menggarap cerita dan skenario. Di dalam penggarapan cerita kelemahan ini terutama tampak pada persoalan penalaran dalam bertutur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian penting yang bersifat ”kebetulan” dalam sebuah alur cerita banyak sekali terlihat di dalam film-film FFI 2009. Kelemahan lain juga tampak pada kemiskinan sang penulis berimajinasi dan melakukan studi sehingga yang tampak adalah munculnya tokoh-tokoh yang dibentuk secara stereotip. Misalnya, jika seniman pasti punya kelainan jiwa (Pintu Terlarang), jika bekerja di kamar mayat pasti sakit jiwa (Identitas), atau jika wanita membunuh pasti karena cintanya dikhianati (Jamilah &amp; Sang Presiden).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan di bidang penulisan skenario terletak pada ketidakmampuan sang penulis untuk menghadirkan sebuah proses dalam penggarapan dramaturgi cerita. Di banyak film, penonton diharapkan untuk menerima sebuah peristiwa penting dengan begitu saja: ”terima jadi”. Jika kita ingin menarik ke belakang, kelemahan-kelemahan dalam bidang penulisan cerita dan skenario ini merupakan cermin dari kelemahan sistem pendidikan kita secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memasuki masa Orde Baru, sistem pendidikan di Indonesia tidak mementingkan para siswa untuk melatih penalaran melalui penulisan ilmiah maupun kreatif. Oleh karena itu, hingga pada tingkat universitas pun mahasiswa Indonesia umumnya tidak bisa menulis dengan dasar penalaran yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, di Amerika anak SD sejak kelas 4 sudah harus bisa menulis esai dan membuat presentasi berdasarkan hasil penelitiannya. Memasuki SMP, ia sudah harus bisa menulis kritik atas sebuah novel atau film, dan bermain drama. Oleh sebab itu, dalam masalah menggarap cerita dan menulis skenario, generasi para sineas sekarang masih belum bisa mengalahkan seorang Asrul Sani yang mengenyam sistem pendidikan Eropa pada masa kolonial. Hal inilah yang menyebabkan kelemahan utama di dalam film-film FFI 2009 tetap jatuh pada penggarapan cerita dan skenario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari masalah ini, yang membuat saya kagum dari hasil penjurian FFI 2009 adalah melihat keragaman tema cerita film Indonesia dewasa ini. Dalam konteks masyarakat yang begitu majemuk, keragaman tema cerita ini sangat penting untuk menggalang komunitas penonton dan menjajaki selera pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita film yang diangkat oleh sineas dari pelbagai generasi ini tidak hanya sangat beragam, tetapi sebagian besar juga berakar pada realitas sosial dan budaya lokal. Film aksi seperti Merantau atau film musik rock seperti Bukan Cinta Biasa pun diangkat dari lingkungan budaya yang spesifik, yaitu budaya Minang dan budaya urban Kota Bandung. Ini adalah persyaratan utama yang membuat film-film Indonesia akan dapat bersaing dengan negara lain di panggung internasional. Penggalian etnografis yang sangat mengesankan tampak pada beberapa film, misalnya saja Jermal yang skenarionya digarap oleh Rayya Makarim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang menjadi tantangan baru bagi insan film Indonesia dewasa ini adalah bagaimana menguasai estetika penataan suara stereofonik dalam bentuk sistem dolby surround. Penata suara lokal dari film-film yang masuk FFI 2009 umumnya masih belum mampu memiliki sebuah konsep untuk menggarap teknologi sistem suara baru ini menjadi kekuatan filmis tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memiliki referensi dan praktik yang luas dalam dunia musik elektronik, yang telah menggeluti masalah ini mulai dari tahun 1940-an, para penata suara di negeri ini akan sulit untuk dapat memahami masalah estetika stereofonik. Untuk dapat mendalami estetika dolby dalam film, seorang penata suara sedikitnya dituntut untuk memiliki visi sebagai seorang komponis yang berkecimpung di bidang musik elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks yang serupa, dunia film Indonesia juga menghadapi tantangan baru berupa pembuatan film dengan teknologi digital. Di Barat, revolusi teknologi digital ini telah melahirkan sebuah disiplin baru yang diberi nama New Media Arts (NMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NMA mendorong dunia film memasuki sebuah horizon baru dengan kemungkinan teknis, konseptual, dan estetika yang sangat terbuka. Di dalam FFI 2009 penjajakan penggunaan teknologi digital secara konseptual hanya dilakukan oleh Monty Tiwa dalam film Keramat. Namun, jika kita mengharapkan akan munculnya sebuah karya yang monumental dari para sineas digital, ini agaknya masih jauh. Untuk itu, Indonesia mungkin harus terlebih dahulu memiliki sebuah sekolah kesenian yang secara khusus menawarkan program NMA. Negara-negara tetangga seperti Singapura telah mulai merintis dunia perfilman mereka ke arah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franki Raden Budayawan&lt;br /&gt;Kompas,Minggu, 17 Januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2169879099846098837?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2169879099846098837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/ffi-2009-merebut-kembali-perfilman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2169879099846098837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2169879099846098837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/ffi-2009-merebut-kembali-perfilman.html' title='FFI 2009: Merebut Kembali Perfilman Indonesia'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1JnnuJq1xI/AAAAAAAAAWw/3urPe842U2Q/s72-c/FFI-2009-Festival-Film-Indonesia-2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2658277510887145080</id><published>2010-01-16T21:51:00.003+07:00</published><updated>2010-01-16T21:55:38.492+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Golden Globe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1HTAUspb9I/AAAAAAAAAWo/IiWbKxyOIsk/s1600-h/golden-globe.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1HTAUspb9I/AAAAAAAAAWo/IiWbKxyOIsk/s200/golden-globe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427351028467593170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asal usul pembentukan Hollywood Foreign Press Association (HFPA), wadah penyelenggara ajang Golden Globe, berawal dari sekelompok wartawan yang berkeinginan memberikan aspek akurat bagi dunia hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 1940-an ketika perang Pearl Harbor pecah, masyarakat seakan haus akan hiburan. Lalu para pembuat film seperti Orson Welles, Preston Sturges, Darryl Zanuck dan Michael Curtiz bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kekacauan perang dan kesulitan ekonomi dan jalur komunikasi yang terbatas, sekelompok wartawan di Los Angeles bersatu untuk berbagi kontak, informasi  dan materi.&lt;br /&gt;Gagasan ini tentu bukan hal yang baru. Sebelumnya, pada tahun 1928 the Hollywood Association of Foreign Correspondents (HAFCO) telah dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1935, Perhimpunan Pers Asing pun muncul. Keduanya hanya bertahan sebentar. Meski begitu keberanian itu sempat ditunjukan ketika HAFCO  menghadirkan Charlie Chaplin, Mary Pickford dan selebriti lainnya untuk muncul di Ball International yang  dilangsungkan di  Hollywood Roosevelt Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1943 para wartawan, yang dipimpin oleh koresponden Daily Mail, membentuk Asosiasi Wartawan Asing Hollywood  (the Hollywood Foreign Correspondents Association) yang mengusung moto "Persatuan Tanpa Diskriminasi Agama atau Ras."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menjadi perjuangan yang cukup berat, mengingat industri film belum menyadari pentingnya pasar luar negeri. Awalnya anggota mengadakan pertemuan informal di rumah-rumah pribadi. Setelah keanggotaan mulai tumbuh,  komunitas ini  memilih lokasi yang lebih luas untuk mengadakan pertemuan yang lebih besar. Lokasi yang dipilih adalah Hollywood Roosevelt Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wakil dari dunia pers, anggota kelompok ini akhirnya merasa punya kewajiban mereka untuk memberikan penilaian mereka sebagai penonton ke Hollywood produksi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal 1944  dalam sebuah upacara informal di 20th Century Fox,  perkumpulan ini kemudian memberikan penghargaan pertamanya kepada Jennifer Jones sebagai Aktris Terbaik untuk penampilannya dalam film "The Song of Bernadette". Film ini juga  dinobatkan sebagai Film Terbaik.  Aktor Paul Lukas membawa pulang kemenangan untuk Aktor Terbaik untuk filmnya "Watch on the Rhine".  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya, para anggota asosiasi mengadakan sebuah kontes untuk menemukan desain  piala yang akan menjadi simbol Golden Globe. Marina Cisternas, Presiden asosiasi periode 1945-1946, menyampaikan gagasan mengenai konsep bentuk piala, yang hingga kini masih digunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada kaitannya dengan Golden Globe, Hollywood Asosiasi Wartawan Asing mengadakan gala pertama acara sosial di tahun 1945 dengan jamuan makan resmi di Beverly Hills Hotel. "Going My Way" memenangkan untuk Best Picture, sementara Ingrid Bergman dan diberi nama Alexander Knox Aktris Terbaik dan Aktor Terbaik untuk penampilan mereka dalam "The Bells of St Mary" dan "Presiden Wilson,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950, perbedaan filosofi terjadi antara anggota sehingga menciptakan perpecahan dalam organisasi, mengakibatkan terpecah menjadi dua kelompok terpisah - The Hollywood Foreign Correspondents Association dan  the Foreign Press Association of Hollywood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya beberapa waktu saja mereka berpisah, setelah itu para wartawan itu bergabung kembali pada tahun 1955 dengan membentuk "The Hollywood Foreign Press Association" (HFPA) dengan menyiapkan pedoman dan persyaratan perusahaan untuk keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal penting lainnya dalam sejarah Golden Globe. Pada tahun 1951 asosiasi memutuskan untuk membagi film terbaik, aktor dan aktris nominasi menjadi dua kategori - drama, dan musik atau komedi - sehingga tidak ada genre akan diremehkan. Pada tahun 1952, HFPA membuat Cecil B. DeMille Award, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjasa memberikan kontribusi terhadap kemajuan perfilman. Penerima penghargaan pertama adalah DeMille sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1955, Golden Globe mulai mengapresiasi prestasi di bidang televisi maupun film. Penghargaan pertama dalam kategori Best Television Show tahun itu "Dinah Shore," "Lucy &amp; Desi," "The American Comedy" dan "Davy Crockett." Pada tahun 2007, The Golden Globe memprakarsai kategori "Best Animated Feature Film" dan tahun pertama film unggulannya adalah "Cars," "Happy Feet" dan "Monster House."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 16 Januari 20010 ini Golden Globe mengakui prestasi dalam 25 kategori; 14 di film dan 11 di televisi. Dick Clark Production telah menghasilkan ajang Golden Globe sejak tahun 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewarisi kecintaan keluarga bintang-bintang Hollywood terhadap ajang ini, Pihak HFPA  juga memberikan pilihan tahunan untuk Miss atau Mr Golden Globe, putri atau putra para bintang terkenal Hollywood. Penghargaan Miss Golden Globe diberikan misalnya kepada Laura Dern (putri Diane Ladd dan Bruce Dern), Joely Fisher (putri Connie Stevens dan Eddie Fisher), Melanie Griffith (putri Tippi Hedren) dan tahun lalu penghargaan diberikan kepada Lorraine Nicholson (putri Jack Nicholson). Sebelumnya Mr Golden Globe termasuk John Clark Gable dan Freddie Prinze, Jr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini juga anggota Hollywood Foreign Press Association mewakili sekitar 55 negara dengan pembaca gabungan lebih dari 250 juta. Publikasi mereka termasuk surat kabar dan majalah terkemuka di Eropa, Asia, Australia dan Amerika Latin, mulai dari Daily Telegraph di Inggris untuk Le Figaro di Perancis, L'Espresso di Italia dan Vogue di Jerman serta China Times dan pan-Arab majalah Kul Al Osra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Hollywood Foreign Press Association Golden Globe Awards tahunan telah mengaktifkan organisasi nirlaba ini untuk menyumbangkan lebih dari 10,5 juta dollar AS dalam lima belas tahun terakhir.  Pada tahun 2009 sumbangan yang diberikan mencapai  1,2 juta dolar. Jumlah  terbesar yang pernah didistribusikan dalam sejarah organisasi.&lt;br /&gt;Sumber :Kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2658277510887145080?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2658277510887145080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/sejarah-golden-globe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2658277510887145080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2658277510887145080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/sejarah-golden-globe.html' title='Sejarah Golden Globe'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S1HTAUspb9I/AAAAAAAAAWo/IiWbKxyOIsk/s72-c/golden-globe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-3466923318561751922</id><published>2010-01-10T19:46:00.002+07:00</published><updated>2010-01-10T19:49:03.460+07:00</updated><title type='text'>Detektif dari 221B Baker Street</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S0nMuHVKFKI/AAAAAAAAAWg/6_FZRGxki4o/s1600-h/arthur-conan-doyle-sherlock-holmes.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S0nMuHVKFKI/AAAAAAAAAWg/6_FZRGxki4o/s200/arthur-conan-doyle-sherlock-holmes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425092318758311074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta kuda berderap di atas jalan berbatu sebuah kota pada malam yang telah larut. Sesosok laki-laki masuk ke dalam bangunan tinggi. Langkahnya terhenti karena seorang penjaga dengan lampu minyak turun dari lantai atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok itu lalu membayangkan dia akan memukul rahang, menendang selangkangan, dan sisi lutut penjaga malam malang itu untuk membuatnya lumpuh. Kamera merekam dalam gerak lambat. Lalu, adegan itu diulang lagi, kali ini dengan gerak cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah adegan yang mengantar penonton menyaksikan film Sherlock Holmes versi terbaru (2009) garapan sutradara Inggris, Guy Ritchie, yang mendapat reputasi melalui film pertama yang dia sutradarai, Lock, Stock, and Two Smoking Barrels (1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holmes (Robert Downey Jr), detektif yang menyewa kamar di Baker Street Nomor 221B di London rekaan Sir Arthur Conan Doyle, malam itu bersama sahabatnya, dr Watson (Jude Law) dan Inspektur Lestrade (Eddie Marsan), tengah menggagalkan upaya pengurbanan gadis yang dipimpin Lord Blackwood (Mark Strong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blackwood yang dihukum mati ternyata bangkit dari kubur sehingga menimbulkan ketakutan di seluruh kota. Bangsawan itu menggunakan kepercayaan masyarakat pada takhayul sebagai alat teror untuk menguasai Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holmes dengan dibantu Watson tertantang menyingkap misteri tersebut. Pelacakan Holmes terganggu kehadiran pencuri cantik, Irene Adler (Rachel McAdams). Adler berkepentingan Holmes berhasil menyingkap misteri Blackwood atas permintaan seseorang yang dalam karangan Doyle akan menjadi lawan berat Holmes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritchie mengambil latar suasana Inggris akhir abad ke-19 (Doyle menciptakan tokoh cerita pop Sherlock Holmes tahun 1887 pada era Victoria). Masyarakat masih diselimuti takhayul dan kebersihan masih barang mewah yang diperlihatkan melalui kotornya gigi. Polisi mau menerima sogok dari Blackwood. Namun, di antara suasana muram itu, selalu ada harapan dan ada orang baik, suasana yang terasa dekat dengan keseharian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkelahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun diciptakan lebih dari 100 tahun lalu, nyatanya tokoh ciptaan Doyle yang seorang dokter tetap populer. Film yang diputar perdana di Amerika Serikat akhir Desember lalu itu meraih box office kedua di Amerika Utara setelah Avatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, Studio XXI Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan, misalnya, pada pertunjukan pukul 19.15, tujuh hari setelah pemutaran perdana, kursi terisi penuh hingga ke baris terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton kebanyakan berusia 20-an tahun yang kemungkinan besar banyak belum membaca buku atau menonton film tentang detektif ini. Tampaknya getok tular (word of mouth) dan berita melalui internet menjadi alat promosi ampuh menarik penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang pernah membaca buku atau menonton film Sherlock Holmes sebelumnya, seperti The Hound of the Baskervilles (1978, Paul Morissey), garapan Ritchie memorakporandakan bayangan tentang detektif yang rapi, mengisap cangklong, selalu memakai topi berburu bercorak kotak-kotak yang bertudung di bagian depan dan belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam garapan Ritchie, detektif yang teliti dan cermat memerhatikan segala hal, termasuk yang paling sepele, tetapi ternyata kemudian berguna sebagai pemecah persoalan, terkesan tak pedulian, bahkan jorok. Meskipun mengisap cangklong dan teler saat bosan, Holmes juga memakai topi tinggi, memetik biolanya, dan berkacamata hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Ritchie menampilkan Holmes sebagai petarung yang bahkan berlaga di arena tinju, lengkap dengan darah. Di sini kembali Ritchie menggunakan teknik penggambaran seperti pada awal film. Rekaan pukulan dan tendangan Holmes kepada lawannya direkam dalam gerak lambat, disusul gambar gerakan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini memang banyak diwarnai perkelahian: di ruang penyimpanan karkas babi yang berujung pada gergaji pemotong daging, pertarungan dengan anak buah Blackwood yang bertubuh raksasa (mengingatkan pada sosok Jaws dalam film James Bond), perkelahian yang membuat kapal lepas dari galangan, hingga ledakan di gudang rahasia milik Blackwood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sutradara memiliki kebebasan menginterpretasi cerita. Apalagi, Sherlock Holmes sudah dibuat ke dalam 211 film, termasuk film televisi, dan pertunjukan panggung. Bahkan, terdapat juga versi komiknya, antara lain dalam majalah Donal Bebek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini tentu memiliki daya tarik. Gaya mengejek halus dan pertengkaran kecil antara Holmes dan Watson soal pertunangannya membantu menyegarkan suasana. Perburuan ke pelosok kota memberi suasana London yang muram dan Ritchie menambahkan warna melalui gaun merah Adler yang pernah mengalahkan kehebatan Holmes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, mereka yang menunggu kecerdasan otak Holmes akhirnya mendapat jawab pada bagian akhir film setelah sebelumnya detektif itu melakukan hal-hal kecil: menjilati batu kuburan, memotong ekor tikus, dan mengendus bau ruangan yang busuk. Analisisnya memiliki dasar rasional yang berangkat dari pemahaman fisika, kimia, matematika, psikologi manusia, dan kemampuan deduksi. Akhirnya, seperti inti cerita Holmes, bukan hanya kebaikan mengalahkan kejahatan, tetapi juga pendekatan rasionallah yang menuntun keluar dari kegelapan takhayul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 10 Januari 2010 | 03:42 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninuk M Pambudy &amp; Dahono Fitrianto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-3466923318561751922?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/3466923318561751922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/detektif-dari-221b-baker-street.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/3466923318561751922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/3466923318561751922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2010/01/detektif-dari-221b-baker-street.html' title='Detektif dari 221B Baker Street'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/S0nMuHVKFKI/AAAAAAAAAWg/6_FZRGxki4o/s72-c/arthur-conan-doyle-sherlock-holmes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-1235298209226240973</id><published>2009-12-21T07:52:00.001+07:00</published><updated>2009-12-21T07:54:32.397+07:00</updated><title type='text'>"BALIBO FIVE" Antara Fiksi dan Sejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sy7HQlFrhsI/AAAAAAAAAWY/iEoV4U6RfUY/s1600-h/balibo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sy7HQlFrhsI/AAAAAAAAAWY/iEoV4U6RfUY/s200/balibo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417486489421055682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asvi Warman Adam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima wartawan untuk Channel 7 dan Channel 9 Australia yang terdiri dari dua warga negara Australia, satu Selandia Baru, dan dua orang Inggris meliput Timor Timur. Pada 16 Oktober 1975, mereka tewas dengan beberapa versi. Menurut Pemerintah Australia, berdasarkan laporan Tom Sherman, kelimanya gugur dalam suatu konflik bersenjata di Balibo antara Fretilin melawan kelompok UDT dan Apodeti yang didukung tentara Indonesia. Kolonel (Pur) Gatot Purwanto yang bertempur di Balibo saat itu mengatakan jenazah mereka dibakar jadi abu. Hendro Subroto, wartawan TVRI yang meliput di sana, menambahkan bahwa abu jenazah itu dibawa ke Jakarta dan dimakamkan di Tanah Kusir, 5 Desember 1975. Pemakaman ini dihadiri Dubes Australia untuk Indonesia Richard Woolcott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang menjadi kontroversi sejarah, yakni proses kematian wartawan itu dan betulkah jenazah mereka di Tanah Kusir. Yang terakhir ini tentu dapat dicek melalui tes DNA jika memang diinginkan pihak keluarga yang mengatakan mereka tidak bisa ke Jakarta saat pemakaman. Pada film ini digambarkan kematian mereka disebabkan tembakan pistol ke kepala dan tusukan pisau serta bayonet. Gatot Purwanto yang menonton film ini di Taman Ismail Marzuki bersama wartawan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), 7 Desember 2009, membantah hal tersebut: mereka tewas dalam suatu kontak senjata. Gatot juga membantah adegan penyerbuan ke pelabuhan Dili, 7 Desember 1975, yang banyak memakan korban. Menurut dia, tentara Indonesia tidak menembaki warga sipil. Di dalam film ini ditayangkan kematian Roger East secara tragis, yakni ditembak di atas dermaga dan tubuhnya melayang ke laut. Apakah kejadian yang sebenarnya demikian, wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang disutradarai Robert Connoly ini bercerita tentang lima pemburu berita berusia 21-28 tahun yang bertugas untuk saluran televisi Australia yang hilang dalam menjalankan tugasnya medio Oktober 1975. Tiga minggu kemudian, Roger East, wartawan yang lebih senior, yang ditawari Ramos Horta mengepalai Kantor Berita Timor Timur, datang ke Timor Timur mencari lima wartawan tersebut. Ternyata Roger East mengalami hal yang sama di Dili. Ramos Horta memang di-”pahlawan”-kan dalam film ini, bukan Xanana Gusmao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayangan film Balibo Five dalam Jiffest yang diselenggarakan di Jakarta, Desember 2009, ditolak Lembaga Sensor Film (LSF) karena dianggap menyudutkan tentara Indonesia. Pada awal film diterakan ”This is a true story”, padahal film Indonesia biasanya mencantumkan keterangan ”film ini fiktif belaka”. Di dalam Balibo Five memang terdapat adegan fiktif, seperti perkelahian antara Roger East dan Ramos Horta yang menyebabkan keduanya tercebur masuk kolam renang. Keduanya sempat ditembaki dari udara oleh helikopter Indonesia. Menurut Gatot Purwanto, hal itu tidak mungkin karena sampai dengan 7 Desember 1975 baru digunakan helikopter sipil milik Deraya yang tidak dilengkapi dengan senapan mesin. Gatot juga melihat pelat mobil yang digunakan dalam film ini menggunakan pelat mobil yang sekarang, bukan tahun 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda reaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Australia, tanggapan masyarakat terhadap film Balibo Five ini biasa saja. Bahkan di Timor Leste, menurut wartawan Ezki Suyanto yang kebetulan berada di sana, film itu tidak banyak ditonton. Justru masyarakat Dili lebih tertarik menonton film sinetron Cinta Fitri ketimbang Balibo Five. Pada Agustus 2009 di Brisbane International Film Festival, film Balibo Five diputar bersama-sama dengan film John Hughes, Indonesia Calling, Joris Ivens in Australia, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini menceritakan tentang pembuatan film Indonesia Calling (durasi 22 menit) oleh Joris Ivens pada tahun 1946. Film Indonesia Calling menggambarkan boikot buruh pelabuhan berbagai bangsa di Australia terhadap kapal Belanda yang memuat persenjataan yang akan berlayar menuju Indonesia awal 1946. Ini merupakan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Jadi, film John Hughes ini sangat positif bagi sejarah hubungan baik Indonesia-Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan wartawan Australia sendiri terbelah pendapatnya mengenai kasus Balibo Five. Selain Jill Jolliffe yang sangat kritis, juga ada Tony Maniaty yang baru menulis buku, Shooting Balibo, Blood and Memory in East Timur, Sydney, Viking, 2009. Tony sendiri bertemu dengan kelima wartawan itu di Balibo dan menyarankan agar mereka menyingkir. Ketika terjadi penyerbuan di Balibo pagi hari, para wartawan itu sebetulnya masih bisa lari, tetapi mereka bertahan menunggu matahari terbit 40 menit lagi agar dapat foto yang bagus. Tony yang ikut rombongan Fretilin dapat menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya banyak hal bisa didiskusikan dari film Balibo Five. Pemutarannya secara terbatas di kampus dan disertai diskusi bersama pakar dapat memperkaya pemahaman sejarah. Seyogianya pula Pemerintah Indonesia memfasilitasi pertemuan ilmiah sejarawan Indonesia dengan Timor Leste di Bali. Karena sejarah hubungan kedua negara tidak akan bisa ditutup-tutupi. Ironisnya di Indonesia, sejarah Timor Timur tidak lagi diajarkan di sekolah sejak tahun 2006 karena petugas kurikulum di Departemen Pendidikan Nasional ”kelupaan” memasukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Asvi Warman Adam Narasumber di Dili untuk CAVR Timor Leste (2004) dan Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia-Timor Leste (2008)&lt;br /&gt;Minggu, 20 Desember 2009 | 02:56 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-1235298209226240973?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/1235298209226240973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/12/balibo-five-antara-fiksi-dan-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1235298209226240973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/1235298209226240973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/12/balibo-five-antara-fiksi-dan-sejarah.html' title='&quot;BALIBO FIVE&quot; Antara Fiksi dan Sejarah'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sy7HQlFrhsI/AAAAAAAAAWY/iEoV4U6RfUY/s72-c/balibo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-2416584795286348134</id><published>2009-11-21T13:35:00.001+07:00</published><updated>2009-11-21T13:38:29.589+07:00</updated><title type='text'>Kiamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SweK01GqjwI/AAAAAAAAAWQ/KfQvyVdFfGs/s1600/kiamat7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SweK01GqjwI/AAAAAAAAAWQ/KfQvyVdFfGs/s200/kiamat7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406442517894434562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jaya Suprana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini bukan promosi film 2012. Tanpa dipromosikan pun, film itu sudah luar biasa laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, penonton sampai sudi bersusah payah antre berkepanjangan demi memperoleh tanda masuk untuk menonton film tentang kiamat yang tersurat dan tersirat pada nubuat kebudayaan Maya. Film yang dirilis sejak 13 November 2009 ke seluruh dunia itu langsung merebut kedudukan tertinggi dengan perolehan 65 juta dollar AS, hanya dalam waktu dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya para kritikus film menilai film kolosal tentang mahabencana pengiamat Planet Bumi itu dengan nilai tidak terlalu positif, bahkan cenderung menganggap makna film sekadar hiburan hampa-makna yang tidak perlu dianggap serius. Bahkan, ada yang tega bilang, hanya orang dungu yang senang menonton film kiamat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang pun mengeluarkan fatwa, film 2012 menyesatkan sebab mengambil alih hak Yang Mahakuasa untuk menentukan saat kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, publik tampaknya sama sekali tidak peduli atas apa pun yang dihujatkan pada film 2012 itu. Terbukti di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mereka berduyun-duyun ingin menyaksikan film tentang kiamat, yang tidak bisa memang digarap dengan teknik grafis komputer yang monumental dan spektakuler seperti film-film disaster terdahulu karya Roland Emmerich yang berasal dari Jerman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi sempat berjumpa dengan sutradara yang enam tahun lebih muda ketimbang saya semasa studi di Jerman. Pada masa itu, Roland Emmerich memang sudah dianggap sebagai salah seorang calon bintang di dunia perfilman Jerman, tetapi lebih berada di jalur seni murni, seperti Fassbinder atau Wenders, ketimbang komersial apalagi di jalur Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menghamburkan dana ayahnya untuk film komersial perdana The Noah’s Principle, sebagai film termahal yang pernah dibuat seorang mahasiswa Jerman, Emmerich langsung hijrah ke Hollywood untuk mulai menggebrak pasar perfilman dunia dengan Universal Soldier dan Stargate yang ternyata disukai penggemar film kuasi-fiksi-ilmiah Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Emmerich tidak mengomersialkan film bersuasana malapetaka seperti Godzilla, Independence Day, dan The Day after Tomorrow, yang menjadi citra diri sutradara Jerman yang tampaknya gemar mencipta suasana mahaprahara malapetaka armagedonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti semua film malapetaka, pada hakikatnya isi film 2012 sekadar permainan imajinasi sang penggagas kisah dan sutradara yang sulit masuk akal sehat yang wajar-wajar belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah kebudayaan umat manusia, kiamat sudah sering diramalkan pada suatu titik-saat tertentu dan akan memusnahkan Planet Bumi. Juga sudah sering terbukti, ramalan itu sama sekali tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara paradoksal, di satu sisi tidak ada manusia yang waras-pikir menghendaki kiamat terjadi. Namun, di sisi lain ada semacam naluri primordial atau yang disebut Jung sebagai gejala archetype mengendap di lubuk nurani manusia yang yakin kiamat pasti akan terjadi dan di masa hidup dirinya sendiri. Yang jelas, kiamat merupakan salah satu produk yang potensial dimanfaatkan para pengkhotbah agar jemaah menaati ajaran yang dikhotbahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek tujuan, menakuti- nakuti orang agar takut berbuat jahat dan aib jelas positif, bahkan konstruktif. Namun, celakanya, sempat pula terjadi para penganut kiamatisme begitu ketakutan kiamat akan benar-benar terjadi, maka sebelumnya ramai-ramai bersama bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kiamat benar-benar akan terjadi, sulit dibantah. Namun, apakah harus pada musim dingin 2012? Belum lagi harus dirinci musim dingin di mana sebab masa musim dingin di Australia berbeda dengan di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara imaniah maupun logika tidak bisa dimungkiri, mungkin saja kiamat akan benar-benar terjadi. Misalnya, apabila ada meteor yang ukurannya cukup memadai, mendadak menabrak Planet Bumi tanpa terbendung oleh lapisan-lapisan sfere yang memperisai bola dunia ini. Atau bisa saja seperti dikatakan Al Gore, kiamat akan terjadi bertahap, lambat tetapi pasti akibat sikap dan perilaku manusia yang potensial mengiamatkan marcapada ini. Namun, masalah yang tidak pernah jelas adalah kapan kiamat itu benar-benar akan terjadi. Sebab, meski sudah berulang kali dijadwalkan, terbukti selalu meleset. Terbukti kini saya masih bisa menulis naskah yang sedang Anda baca ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya kiamatisme sudah menjadi bagian integral naluriAngst makhluk hidup jenis Homo sapiens dalam suasana harap-harap cemas yang lebih cenderung mengharap tidak terjadi kecuali oleh kaum fatalis yang sedemikian benci manusia, hingga ingin menghukum bahkan membasmi habis manusia padahal dirinya sendiri juga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahanam seperti Hitler sebenarnya sudah menghadirkan kiamat dalam skala terbatas bagi kaum Yahudi. Sementara Roland Emmerich menyadari dan berhasil memanfaatkan naluri kiamatisme untuk menjual produk film-film mahamalapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, meski dicemooh sampai dibilang hanya orang dungu yang senang menonton 2012, tidak ada yang peduli terbukti. Semua berbondong-bondong antre untuk menonton film dungu itu! Biar dungu asal asyik! Langsung 2012 nangkring di jenjang teratas film terlaris di dunia, termasuk di Indonesia, masa kini meski—atau justru akibat—sudah dilarang ditonton oleh MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dulu Inul, malah laris manis setelah goyangnya diharamkan. Terlepas suka tak suka, sebenarnya tetap ada hikmah bisa dipetik dari film kiamat itu, yakni mensyukuri betapa indah dunia ini apabila tidak kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaya Suprana Budayawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-2416584795286348134?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/2416584795286348134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/11/kiamat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2416584795286348134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/2416584795286348134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/11/kiamat.html' title='Kiamat'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SweK01GqjwI/AAAAAAAAAWQ/KfQvyVdFfGs/s72-c/kiamat7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-4312136823758832687</id><published>2009-11-12T08:02:00.001+07:00</published><updated>2009-11-12T08:03:39.002+07:00</updated><title type='text'>Tegal dan Banyumas Lupa Bahasa Ibunya...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Svte43CNCXI/AAAAAAAAAWI/tn-g8OkBTm0/s1600-h/kamus.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Svte43CNCXI/AAAAAAAAAWI/tn-g8OkBTm0/s200/kamus.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403016508899920242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Siwi Nurbiajanti/Susana Rita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada resah dalam diri penulis novel dan budayawan asal Banyumas, Ahmad Tohari. Keresahan yang dialami beberapa tahun belakangan ini saat melihat keluarga muda di Purwokerto, Jawa Tengah, mulai enggan menggunakan dan mengajarkan bahasa Jawa dialek Banyumasan yang ngapak-ngapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beragam alasan untuk meninggalkannya. Padahal, bahasa Jawa yang didominasi dengan penggunaan vokal A ini adalah turunan asli bahasa Jawa kuno dan sarana komunikasi yang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar Satriawan (25), warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, juga tidak mewajibkan keluarganya memakai bahasa Jawa dialek Tegalan. Baginya, menggunakan bahasa Jawa Tegalan kurang efektif untuk berkomunikasi karena istrinya yang berasal dari Kabupaten Jepara, Jateng. Bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi sehari-hari bagi pasangan muda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan itu pun memutuskan tak perlu mengajarkan bahasa Jawa Tegalan kepada anak mereka. Hanya beberapa kosakata yang dikenalkan kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Oki Lukmansyah, warga Jalan Ayam, Kota Tegal, yang juga lebih sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa harian. Meski memiliki akar dari Tegal, Oki yang tumbuh di Jakarta mengaku mengalami kompleksitas tersendiri ketika harus berbahasa Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena serupa sebenarnya juga tampak di keluarga muda yang tinggal di kompleks perumahan Purwokerto. Liliek, misalnya, penghuni sebuah perumahan di kawasan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), pun mengaku lebih suka berkomunikasi dengan bahasa Indonesia atau Jawa Wetanan (Jawa dialek Solo-Yogyakarta). Ia memang pendatang di Purwokerto. Meski tinggal di ”Kota Mendoan” itu selama lebih dari 10 tahun, bahasa Jawa dialek Banyumasan tak juga menggantikan bahasa ibunya. Kepada anaknya, ia suka mengajarkan bahasa Jawa Wetanan meski beristri asli orang Banyumas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Tohari mengungkap lebih jauh alasan orang muda enggan menggunakan bahasa ngapak-ngapak itu. ”Malu,” katanya mengutip pengakuan kawannya yang seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa malu? ”Barang kali karena bahasa ini sering diidentikkan dengan bahasa pelawak atau babu (pekerja rumah tangga). Orang malu menggunakannya,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk itu menyatakan, gejala itu adalah ancaman serius bagi keberlangsungan dialek Banyumasan. Hal serupa juga dikemukakan budayawan Tegal, Yono Daryono. Yono melihat hal itu sebagai tanda kepunahan dialek Tegalan. ”Sudah di ujung tanduk,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yono menuding pendidikan dasar menyumbang peran pada ancaman kepunahan itu. Pasalnya, guru sekolah dasar (SD) tak lagi menggunakan bahasa lokal sebagai pengantar dalam pembelajaran. Tak hanya di kelas pertama SD, guru taman kanak-kanak (TK) pun lebih banyak yang kini menggunakan bahasa nasional sebagai pengantar sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hal ini pun diikuti orangtua. Daripada anaknya tak mampu berbahasa Indonesia di sekolah, mereka memilih mengajar bahasa nasional itu dibandingkan dengan bahasa ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini berbeda dengan masa kecil Yono, sekitar setengah abad silam. Ia mengaku, dirinya masih mendapatkan bahasa pengantar bahasa Jawa dialek Tegalan saat mengikuti pendidikan dasar. Setidaknya hal itu berlangsung hingga dirinya menginjak kelas III SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau kondisinya begini, mungkin umur dialek Tegalan tinggal 10 tahun lagi,” ujar Yono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 juta pemakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berangsur terkikis, dialek Banyumasan dan Tegalan masih digunakan di beberapa kabupaten di Jateng selatan dan pantai utara (pantura). Ahmad Tohari memprediksi, setidaknya terdapat 10 juta pemakai yang tersebar di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo bagian selatan, Brebes, dan Tegal (baik kota maupun kabupaten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialek Banyumasan dan Tegalan sebenarnya memiliki arti penting dalam sejarah bahasa Jawa. Menurut Ahmad Tohari, kedua dialek ini adalah turunan asli dari bBahasa Jawa kuno. Sejak berabad lampau bahasa Jawa kuno didominasi bunyi vokal ”a”, berbeda dengan bahasa Jawa Yogyakarta-Solo yang lebih didominasi vokal ”o”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan referensi yang dimilikinya, Tohari yakin bahasa Jawa dengan vokal ”o” (Yogyakarta-Solo) adalah bahasa baru yang sengaja dikembangkan oleh Kerajaan Mataram sejak akhir abad ke-16. ”Sebetulnya pengembangan bahasa baru ini dimulai sejak akhir Kerajaan Pajang. Taling tarung (tanda baca untuk vokal ’o’ untuk huruf Jawa) sebenarnya munculnya belakangan,” kata Ahmad Tohari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan bahasa baru ini, kata dia, adalah bagian politik penguasaan yang dilakukan Mataram. Bahasa dipolitisasi sedemikian rupa untuk menciptakan kelas sosial dengan menempatkan bahasa Jawa baru (vokal ”o”) sebagai bahasa berkelas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Jawa kuno yang pada akhirnya nanti berkembang menjadi dialek Banyumasan dan Tegalan adalah bahasa asli yang digunakan oleh petani dan pedagang (kelas orang kecil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dialek Banyumasan itu memang awalnya bahasa petani. Orientasinya pun populis, ke bawah. Beda dengan bahasa Jawa anyar yang orientasinya elitis. Orientasi ke bawah ini yang kita ganduli (pertahankan). Kehidupan di negeri ini sekarang butuh orientasi ke bawah sekaligus untuk menghabisi feodalisme Jawa yang agak kurang ajar itu,” kata Ahmad Tohari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan tertindas yang menggelayuti rasa dan pikiran Yono dan Ahmad Tohari ketika harus bicara mengenai bahasa daerahnya. Rasa tertindas oleh orang Solo-Yogyakarta, terutama oleh anggapan bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Solo lebih halus dan tinggi dibandingkan dengan dialek Banyumas dan Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan keterjajahan oleh Kerajaan Mataram masih membekas meski masa itu sudah berakhir sejak 1830, bersamaan berakhirnya perlawanan Pangeran Diponegoro. Rasa itu kian mengusik ketika mendapati kenyataan pengajaran bahasa Jawa di sekolah formal adalah bahasa Jawa Solo-Yogyakarta. Pengajaran bahasa Jawa jenis itu adalah hal wajib di seluruh Provinsi Jateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Yono lebih resah pada sistem pengajaran formal di sekolah, Ahmad Tohari justru gemas melihat orang Banyumas sendiri yang mulai meninggalkan bahasanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-4312136823758832687?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/4312136823758832687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/11/tegal-dan-banyumas-lupa-bahasa-ibunya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4312136823758832687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/4312136823758832687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/11/tegal-dan-banyumas-lupa-bahasa-ibunya.html' title='Tegal dan Banyumas Lupa Bahasa Ibunya...'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Svte43CNCXI/AAAAAAAAAWI/tn-g8OkBTm0/s72-c/kamus.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-6407112077972384395</id><published>2009-09-14T19:18:00.001+07:00</published><updated>2009-09-14T19:21:42.435+07:00</updated><title type='text'>Kebebasan Pers Terancam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sq41TMDtoqI/AAAAAAAAAWA/PfiEfhVXOKw/s1600-h/warzone2journalistcartoon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sq41TMDtoqI/AAAAAAAAAWA/PfiEfhVXOKw/s200/warzone2journalistcartoon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381297208524907170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Leo Batubara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 dapat disebut sebagai tahun yang paling mengancam kebebasan pers. Pemerintah dan DPR menerbitkan lima UU, tiga di antaranya—UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Pornografi, dan UU Keterbukaan Informasi Publik—mengkriminalkan pers. Sementara UU Pemilu dan UU Pilpres dapat memberedel pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009, menjelang masa bakti DPR 2004-2009 berakhir, pemerintah dan DPR menyiapkan RUU Rahasia Negara (RUU RN), yang lebih represif mengancam pers daripada peraturan dan perundang-undangan kolonial Belanda dan tentara pendudukan Jepang yang terkait pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar Pasal 49 Ayat (1), korporasi (termasuk perusahaan pers) yang melanggar rahasia negara dipidana denda Rp 50 miliar-Rp 100 miliar. Ancaman Ayat (2), perusahaan pers pelanggar ketentuan itu dapat dibekukan atau dicabut izinnya dan dinyatakan sebagai korporasi terlarang. Pasal 44 Ayat (1), pelanggar ketentuan rahasia negara—termasuk pers—dapat dipidana penjara tujuh tahun-20 tahun. Ketentuan paling singkat tujuh tahun berintensi agar wartawan pelanggar dapat di-”Prita”-kan (Prita Mulyasari, korban pertama UU ITE), langsung dipenjarakan tanpa putusan majelis hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 11 dan 12, Presiden dapat mendelegasikan penetapan rahasia negara kepada pimpinan Lembaga Negara. Ketentuan berikut terkait standar dan prosedur perlindungan dan pengelolaan rahasia negara diatur Peraturan Menteri/Peraturan Kepala Lembaga Pemerintah Nondepartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengancam pers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan rahasia negara menjadi pasal karet dan mengulang pengalaman pada era Orde Baru. UU Pokok Pers (No 11/1966 junto No 21/1982) melarang pemberedelan pers. UU itu memberi otoritas kepada Menteri Penerangan menerbitkan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri. Maka, berdasarkan Peraturan Menteri No 1/1984, Menpen berwenang mencabut surat izin usaha penerbitan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan masyarakat pers dengan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, sebagai wakil pemerintah dalam pembahasan RUU RN, di Dewan Pers (13/8/2009), Dewan Pers menilai RUU RN tak berparadigma demokrasi, tak konstitusional, dan mengancam kebebasan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU RN dinilai tidak demokratis karena desainnya menempatkan penguasa sebagai yang berdaulat dalam pengaturan rahasia negara. Di negara demokratis, pengaturan rahasia negara berprinsip maximum access limited exemption. Sebagian besar informasi dapat diakses publik, sebagian kecil dikecualikan sebagai rahasia negara. Sementara RUU RN bermuatan limited access maximum exemption.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU RN tidak memedomani Pasal 28F UUD 1945 bahwa rakyat mempunyai hak konstitusional untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi serta untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU RN bertentangan dengan kebebasan pers (UU No 40/1999 tentang Pers). Sesuai UU Pers, pertama, perusahaan pers tidak boleh diberedel dan dihukum sebagai korporasi terlarang. Yang memberedel dan menghukum pers sebagai korporasi terlarang dapat dipidana penjara paling lama dua tahun sesuai Pasal 18 Ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kesalahan pers dalam melaksanakan tugas jurnalistik untuk kepentingan umum tidak dikriminalkan. Kesalahan pers akibat pemberitaan pers diselesaikan dengan hak jawab. Jika pengadu tidak puas atas putusan Dewan Pers dapat menempuh jalur hukum. Ancamannya, pers teradu dapat dipidana denda paling banyak Rp 500 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar konsep kebebasan pers yang dianut UU Pers, kriminalisasi pers dan pidana denda dengan jumlah besar akan melumpuhkan fungsi kontrol sosial pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Pers memberi perintah kepada pers, pertama, memperjuangkan keadilan dan kebenaran; kedua, melakukan fungsi kontrol sosial; ketiga, melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang terkait kepentingan umum; keempat, memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Pelaksanaan amanat itu adalah bagian kontribusi pers dalam membantu pelaksanaan pemerintah yang bersih dan baik serta memerangi korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, bagaimana pers dapat melaksanakan amanat itu jika RUU RN justru (1) menerapkan rezim ketertutupan, (2) mengancam pers dengan penjara dan denda yang potensial membangkrutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menolak RUU Rahasia Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anggota Masyarakat Pers Indonesia—terdiri Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), Yayasan SET, Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia (MPPI), Institut Pengembangan Media Lokal (IPML), serta Forum Pemantau Informasi Publik—bertemu Komisi I DPR (8/9/ 2009), bahan RUU RN hasil pembahasan terkini belum mengakomodasi tuntutan dan masukan masyarakat pers yang telah disampaikan kepada Menhan sebulan sebelumnya. Kepada Komisi I DPR, masyarakat pers menyampaikan, Indonesia memerlukan UU RN, tetapi menolak RUU RN versi Departemen Pertahanan karena masih berparadigma otoriter, tidak konstitusional, dan antikebebasan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat penulis bertemu Agus Brotosusilo, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ideologi dan Politik (9/9/2009), dinyatakan sejumlah tuntutan Dewan Pers dipertimbangkan untuk diakomodasi. Ancaman pemberedelan dan pernyataan perusahaan pers sebagai korporasi terlarang dihapus. Ancaman pidana penjara turun, paling singkat empat tahun, denda menjadi maksimal Rp 5 miliar. Atas perubahan itu, dosis sianida RUU RN dikurangi, tetapi masih mengancam kebebasan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari desain RUU RN itu dapat disimpulkan, pertama, harapan rakyat agar pers dapat efektif membantu memerangi korupsi dan terselenggaranya pemerintahan bersih dikhawatirkan kian sulit terwujud. Ancaman penjara dan denda besar akan melumpuhkan fungsi kontrol pers dan mematikan jurnalisme investigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, RUU RN yang berorientasi rezim ketertutupan akan mempersempit bahkan berpotensi menutup akses publik dan pers atas sumber informasi yang bermasalah, yang diduga korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, argumentasi bahwa RUU RN melindungi kepentingan nasional patut diwaspadai karena berintensi melindungi penyelenggara negara yang berorientasi kepentingan kelompok dan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo Batubara Wakil Ketua Dewan Pers&lt;br /&gt;KOMPAS,Senin, 14 September 2009 | 04:20 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-6407112077972384395?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/6407112077972384395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/09/kebebasan-pers-terancam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6407112077972384395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/6407112077972384395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/09/kebebasan-pers-terancam.html' title='Kebebasan Pers Terancam'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/SYMn_YnsXiI/AAAAAAAAAOI/Svn7Wv3GXtE/S220/IMG_8197.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sq41TMDtoqI/AAAAAAAAAWA/PfiEfhVXOKw/s72-c/warzone2journalistcartoon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3575720816775057562.post-8677275125316844209</id><published>2009-09-13T07:24:00.002+07:00</published><updated>2009-09-13T07:25:52.901+07:00</updated><title type='text'>"Meraih Mimpi" Indonesia dalam Animasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sqw765y7X8I/AAAAAAAAAV4/CHCAo2LbN0k/s1600-h/scshot-meraih-mimpi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MbTkbKmEo5g/Sqw765y7X8I/AAAAAAAAAV4/CHCAo2LbN0k/s200/scshot-meraih-mimpi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380741537933778882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Lusiana Indriasari &amp; Yulia Sapthiani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film animasi layar lebar buatan Indonesia, dalam waktu yang boleh dikata terlambat, dirilis pada hari Rabu (9/9) di Jakarta. Dengan judul Meraih Mimpi, film garapan animator Indonesia yang bernaung di bawah Infinite Frameworks Studios ini diharapkan mampu membangkitkan gairah film animasi di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Meraih Mimpi seperti mengobati dahaga para animator Indonesia untuk terjun di industri layar lebar. Selama ini, karena kekurangan dana, animator Indonesia lebih banyak terjun di dunia periklanan dan desain arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Meraih Mimpi, animator Indonesia juga pernah menghasilkan dua film layar lebar. Pada tahun 2003, Raam Punjabi dan Reza Yusuf Enoch pernah memproduksi film animasi Janus Prajurit Terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun kemudian, yaitu tahun 2004, Studio Kasatmata memproduksi film berjudul Homeland dengan format animasi 3D. Film ini disutradarai Garin Nugroho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, film Meraih Mimpi disutradarai Phil Mitchell asal Kanada. Film yang juga berformat 3D ini dikemas dalam bentuk film musikal. Pemusik Erwin Gutawa digandeng untuk menggubah lagu film Meraih Mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih Mimpi yang mulai diputar di bioskop Jakarta, 16 September nanti, diklaim sebagai film animasi musikal layar lebar pertama yang diproduksi oleh Indonesia. Film yang diproduksi selama dua tahun ini berbiaya 5 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 50 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya film ini jauh lebih mahal dari film animasi garapan Malaysia berjudul Geng Pengembaraan Bermula yang juga sedang diputar di Indonesia. Film yang diproduksi Les’ Copaque, rumah produksi Malaysia, ini berbiaya 4 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp 11,3 miliar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dua bulan, film yang tokohnya bernama Upin dan Ipin ini menghasilkan 6,3 juta ringgit Malaysia (Rp 17,8 miliar) dari penjualan tiket di Malaysia sejak 12 Februari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke film Meraih Mimpi, biaya produksi film sebagian besar dibiayai Infinite Frameworks, rumah produksi milik Mike Wiluan, pengusaha asal Indonesia yang berbasis di Singapura. Bahkan, Pemerintah Singapura ikut andil membiayai film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli Film Meraih Mimpi sebenarnya adalah Sing to The Dawn. Selain ingin merebut pasar Tanah Air, film ini rencananya juga akan dipasarkan secara internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide cerita film ini diambil dari buku berjudul sama yang ditulis oleh Minfong Ho, penulis Singapura yang tinggal di New York, Amerika Serikat. Buku ini bercerita tentang empat perempuan Thailand yang ingin mendobrak tradisi desa yang melarang anak perempuan keluar rumah untuk bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih Mimpi adalah film Sing to The Dawn versi Indonesia. Untuk melokalkan film ini, Kalyana Shira Films milik Nia Dinata dipilih untuk melakukan proses sulih suara. Nia juga mengadaptasi naskah Sing to The Dawn untuk disesuaikan dengan latar belakang masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena diproduksi untuk pasar internasional, Meraih Mimpi aslinya dibuat dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu, pada saat disulihsuarakan dengan bahasa Indonesia, gerak bibir pada karakter manusia tidak cocok dengan suara yang diisikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Phil Mitchell, sang sutradara yang berasal dari Kanada, mereka memang sengaja tidak mengubah gerak bibir karakter manusia pada film ini karena untuk itu dibutuhkan biaya yang tidak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biayanya terlalu mahal,” kata Phil. Ia menambahkan, ketika dipasarkan ke negara lain, film Sing to The Dawn akan disulihsuara dengan bahasa setempat. Seluruh gambar animasi Sing to The Dawn dikerjakan oleh tenaga animator dari Indonesia di bawah pengawasan Phil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggarap film-film animasi, Infinite Frameworks membuka studio di Batam, Kepulauan Riau. Di studio itu ada sekitar 100 animator Indonesia yang direkrut untuk mengerjakan proyek-proyek film. Sementara itu, Infinite Frameworks di Singapura lebih berfokus pada urusan pascaproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Meraih Mimpi berkisah tentang seorang gadis bernama Dana. Ia memiliki adik laki-laki bernama Rai. Suatu ketika, Dana yang masih bersemangat sekolah tiba-tiba ditunangkan dengan Ben, anak Paiton, penguasa tanah di desanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somad, ayah Dana, hendak menikahkan gadis itu demi menyelamatkan keluarga dari kekejaman Paiton yang selalu menarik pajak tinggi. Paiton mengklaim seluruh tanah di desa Dana adalah milik leluhurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, Somad mengetahui bahwa Paiton berniat mendirikan kasino di desa mereka. Kemudian Dana dibantu Rai mencari kebenaran siapa sebenarnya pemilik tanah di desa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengisi suara, berderet bintang dipasang dalam film ini. Mereka adalah Gita Gutawa, Surya Saputra, Shanty, Jajang C Noer, dan Ria Irawan. Bintang-bintang ini dipasang sebagai jaminan keberhasilan Meraih Mimpi. Kita tunggu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3575720816775057562-8677275125316844209?l=mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/feeds/8677275125316844209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/09/meraih-mimpi-indonesia-dalam-animas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8677275125316844209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3575720816775057562/posts/default/8677275125316844209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengkhayal-sampai-mati.blogspot.com/2009/09/meraih-mimpi-indonesia-dalam-animas.html' title='&quot;Meraih Mimpi&quot; Indonesia dalam Animasi'/><author><name>mengkhayal-sampai-mati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='21' src='http://3
