
Nama Steven Soderbergh saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di AS, berkenaan dengan rilis film terkininya berjudul Contagion yang langsung mendapat sambutan hangat di sana. Apa yang istimewa dari salah satu dari sedikit sutradara brilian Hollywood itu? Sebagaimana diwartakan AP, Jumat (9/9), Soderbergh cenderung senantiasa menghasilkan karya-karya yang bermutu, karena mempunyai daya imajinasi yang selalu berbeda dalam setiap filmnya.
Dari berbagai genre film yang telah dibesutnya, seperti genre komedi satir dan gelap, hingga drama yang mencekam, sampai film eksperimen dengan bujet yang sangat minim, hingga yang berkelas extravagansa, sudah pernah dilaluinya. Meski demikian, dia dikenal senantiasa ingin mencoba sesuatu yang baru dalam segala hal. Hal itulah yang dalam bahasa AP membuat Soderbergh menjadi sangat, "vital and exciting", dalam perfilman Hollywood, dan dunia.
Film terkininya berjudul Contagion, yang bernarasi tentang virus mematikan yang menyebar ke seluruh dunia, dan memakan jutaam jiwa, sedang menjadi perbincangan hangat, yang belum usai hingga kini. Yang membuatnya namanya setika dibangkitkan lagi beserta karya-karya brilian yang pernah dibuatnya.
Kreatif
Berikut adalah lima film Steven Soderbergh, yang dinilai memberikan kredit positif atas kerja kreatifnya di dunia film. Pertama adalah film Traffic (2000), yang mengantarkannya meraih Academy Award sebagai best director, meski dia juga berkompetisi dengan filmnya yang lain yang juga dia sutradarai, yaitu film Erin Brockovich (yang berkisah tentang perdagangan obat-obatan terlarang di dunia).
Di film ini, sejumlah aktor, dan aktris papan atas, dengan senang hati bekerja di bawah arahan tangan dinginnya. Sehingga membuat Michael Douglas, Catherine Zeta-Jones, Don Cheadle dan pemenang Oscar Benicio Del juga memberikan yang terbaik, via akting mereka.
Selantunya adalah film Out of Sight (1998), film yang berangkat dari novel karya Elmore Leonard itu, bernarasi tentang hubungan yang terbentuk antara perampok bank (George Clooney) dan agen federal marshal yang terus mengejarnya (Jennifer Lopez). Film yang melaraskan antara komedi, suspen, serta drama gelap dalam balutan satir itu, membuat nama Clooney dan Lopez menghasilkan hubungan kimiawi yang banyak mendapat pujian. Apalagi sejumlah pendukung lainnya seperti Ving Rhames, Albert Brooks, Cheadle , Steve Zahn dan Catherine Keener makin menguatkan peran mereka.
Sedangkan film The Limey (1999) menempatkan nama Terence Stamp sebagai bandit Inggris yang mantan narapidana, dan melakukan perjalanan ke Los Angeles, untuk melakukan investigasi atas kematian anak perempuannya, menyuguhkan ketegangan yang lain. Stamp yang total dan tumpah berakting, membuat lawan mainnya, yaitu Peter Fonda -aktor pupoler para era 60-an- bergidik dibuatnya.
Berikutnya adalah film Erin Brockovich (2000), yang berkisah tentang kisah nyata tokoh Erin, melawan polusi industri yang mengotori air rumah tangganya, di kota tempat ia tinggal. Yang akhirnya menimbulkan sebuah perjuangan yang hangat dari seorang ibu rumah tangga, menginspirasi, lucu, sekaligus seksi. Julia Roberts yang berlakon sebagai Erin, berhasil mengejawantahkan peran itu dengan sangat baik sekali. Sehingga mengantarkannya mendapatkan best-actress dari Oscar.
Yang kelima adalah film Ocean's 11 (2001), sebuah remake dari film tahun 1960, yang memusat pada kisah para bandit yang mahir lari dari sebuah aksi kejahatan, dengan sangat rapi, manis, sekaligus menghibur, tanpa harus kehilangan unsur ketegangannya. Film ini, mengumpulkan banyak pemian kelas wahid. Sebuah kerja kreatif, yang nyaris mustahil untuk diulang.
Lihatlah sejumlah pendukung lakonnya seperti, George Clooney, Julia Roberts, Matt Damon dan Brad Pitt yang tercatat sebagai aktor dan aktris berbayaran tertinggi di Hollywood. Yang semua film yang mereka bintangi, nyaris selalu mendatangkan penonton secara masif ke gedung bioskop. Serta didukung sejumlah aktor mapan lainnya seperti Al Pacino, Andy Garcia, dan masih banyak lagi.
(Benny Benke/CN15) SUARA MERDEKA.





