Tuesday, January 13, 2009

BELAJAR KEPADA GANES TH


Tiba-tiba saya ingin mengenang Ganes TH. Saya bukanlah siapa-siapa dibanding nama besarnya, saya hanya orang yang sangat kagum pada cara penceritaan dan visualisasinya lewat komik-komik silatnya. Dia memang bukan penulis skenario film dan bukan pula tokoh perfilman lainnya. Toh itu tidak membuat saya merasa dia berbeda dengan penulis scenario bahkan seorang sutradara film sekalipun.

Saya ingat Ganes TH paling tidak karena sebentar lagi ada perayaan imlek 2560(26 januari 2009) yang selalu gegap gempita setelah reformasi. Soal upacara, imlek pernah menjadi anak tiri dan tak boleh dirayakan. Ganes TH memang keturunan Tionghoa tapi betapa karya komiknya tak mampu membelenggu para pembacanya dari segala etnis. Komiknya sudah melintasi batas suku dan ras dan agama. Saat sudah membaca komiknya, tak pernah kita peduli pakah Ganes TH seorang cina atau orang dari etnis Jawa.

Ketika imlek masih terbelenggu, Ganes TH sudah menghibur kita lewat komik-komiknya. Tahun 1967 Ganes TH. menciptakan tokoh “Si Buta Dari Goa Hantu” yang menjadi trade mark-nya dan merupakan tokoh komik lokal yang paling populer sepanjang masa. Komik Si Buta Dari Goa Hantu adalah komik silat Indonesia pertama. Terbitan perdananya langsung "meledak" sehingga komik Indonesia seperti dilanda demam silat sehingga banyak komikus lain yang mengekor di belakang kesuksesan Si Buta.

Lewat komiknya Ganes TH mengajak kita semua untuk menjadi saudara. Ia tak pernah mengunggulkan etnisnya lebih menonjol dari etnis lain. Lewat komik dwilogi Pendekar slebor dan Api Di langit Kulon, dia bahkan lebih fasih menggambarkan karakter seorang kyai dengan segala kearifannya daripada seorang toke yang punya banyak usaha. Dia lebih fasih menggambarkan kehidupan pesantren ketimbang pecinan. Betapa dia sangat menguasai dunia pesantren tradisional yang sangat akrab dengan dunia gaib dan hal tak masuk akal seperti adanya siluman harimau. Itulah mengapa ada orang yang menyangka Ganes seorang muslim. Bisa jadi karena lingkungannya –Banten—adalah kawasan yang penuh sesak oleh pesantren makanya dia sangat fasih dengan dunia tersebut.

Membaca komik Ganes TH tak penting lagi apakah kita orang Jawa atau Cina atau orang Papua. Ia tak pernah buang waktu apakah kita orang kaya atau miskin. Cerita-cerita komiknya mampu menghilangkan kesusahan-kesusahan yang menderita kita di negeri yang tidak terlalu bebas sebagai warga Negara meski sudah meredeka sejak tahun 1945. Suatu waktu kita di ajak menjadi pendekar super sakti yang mampu mengalahkan musuh meski bejibun jumlahnya, atau menjadi tabib yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Karena serial Si Buta Dari Goa Hantu saya terinspirasi membuat serial Jaka Tingkir lewat sinetron laga. Petualangan si Buta ke berbagai daerah membuat saya membawa Jaka Tingkir melanglang ke buana dari ujung barat pulau jawa sampai jawa ujung timur. Saya hanya mampu membawanya keliling Jawa sementara Ganes TH membawa Barda Mandrawata sampai ke Sulawesi. Saya bukan sedang membandingkan dengan ganes TH, karena saya bukan apa-apanya dibanding Ganes TH yang saya anggap empu. Saya hanya kagum dengan semua karya komiknya dengan gaya berceritanya yang sangat baik. Ganes TH seperti begitu akrab dan pernah mengunjungi berbagai daerah yang disinggahi Barda Mandrawata. Pengetahuan geografisnya begitu mumpuni, sebagus pengetahuannya soal tradisi daerah-daerahnya.

Kelebihan paling utama yang saya kagumi dari Ganes TH adalah cara penceritaannya yang begitu bagus dan memenuhi semua syarat penceritaan yang ada di buku-buku teori penulisan fiksi baik karya sastra maupun scenario film. Padahal Ganes TH tidak pernah (mungkin) belajar teori penulisan fiksi. Saya juga tidak yakin beliau pernah belajar gaya bertutur cerita yang sistematis seperti teori struktur tiga babak dalam teori scenario film. Tapi saya yakin beliau penonton film luar yang intens, pembaca buku yang rajin dan ‘tukang nguping’ segala pengetahuan. Keempuannya dalam bercerita yang filmis, teoritis, menurut saya tak bisa ditandingin komikus lainnya.

Penting sekali kalau mau belajar menulis cerita yang baik belajar lebih dulu lewat komik buatan Ganes TH. Kalau juga susah untuk belajar dari situ, nikmati dulu alur cerita yang dibangun Ganes TH sampai benar-benar terpuaskan. Setiap membacanya pasti akan teridentifikasi atau kita merasa menjadi sang jagoan ataupun tokoh-tokoh lain yang digambarkannya. Kalau sudah begitu, cobalah menulis cerita. Tahap pertama mungkin akan ‘menjiplak cerita dan alur cerita’, tapi untuk belajar hal itu sah saja sepanjang tidak untuk dikomersilkan. Setelah berkali-kali belajar menulis, anda akan menemukan ciri tulisan anda sendiri. Setelah itu anda akan berterimakasih kepada Ganes TH.

2 comments:

Anonymous said...

saya juga penggemar komik ganes th

Anonymous said...

ganse th memang top habiiiisss.